Komoditi primadona Sumatera Utara seperti crude palm oil (CPO), karet, kakao kopi, dan produk perikanan tampaknya kian memikat hati para buyer luar negeri. Hal ini terlihat dari kedatangan perwakilan lima belas negara meliputi Afrika Selatan, Brunai Darusallam, Thailand, Amerika Serikat, India, Kanada, Cina, Turki, Ukraina, Bulgaria, Spanyol, Slovakia, Australia dan Jepang langsung menjajaki para eksportir komoditi unggulan Sumut tersebut.
Pertemuan antara eksportir dan buyer itu dibalut dalam Coffee Morning Kadin Sumut “Peningkatan Ekspor Komoditi Unggulan Sumut,” di Tiara Convention Medan, Selasa (19/10/2010). Turut hadir Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia Noel N Lehoko, para buyer dari lima belas negara serta asosiasi komoditi seperti AEKI, Gapki, Gapkindo dan produk perikanan.
Acara difasilitasi Kementrian Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut itu, juga terjadi penjajakan langsung antara pembeli luar negeri dengan eksportir komoditi terkait, dalam pembicaraan satu meja.
Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia Noel N Lehoko mengatakan, selama ini kinerja perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan berjalan cukup baik. Malah, Indonesia dianggap jauh lebih agresif mengembangkan pasar di negeri berjuluk “Bafana-bafana itu.”
“Sebab itu kami sering merasa cemburu karna orang Indonesia sangat gencar menjajaki peluang pasar di Afrika Selatan,” ucap Noel yang didampingi Marketing Officer South Africa Joe Sudjana.
Noel yang berkesempatan berbicara langsung dengan Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut Saidul Alam menanyakan tentang kopi luwak yang dikenal berstandar harga premium di pasar internasional. Selama ini, komoditi kopi Indonesia terutama dari Sumut sering mereka peroleh dari pasar Eropa.
Wakil Ketua Kadin Sumut Bidang Perdagangan Luar Negeri Jonner Napitupulu mengatakan, diharapkan dalam pertemuan ini bisa menghasilkan nota kesepahaman dan kontrak perdagangan baru antara kedua belah pihak.
“Sebab lewat coffee morning inilah membuka peluang baru bisnis antara kedua belah pihak, sekaligus sarana pemasaran bai buyer Sumut,” tukas Jonner.
Hal senada juga diungkapkan Kadis Perindagsu M Hasbi Nasution yang mengemukakan, bahwa komoditi primadona Sumut dudah sangat dikenal di pasar internasional. Pertemuan ini memberikan dampak positif di mana buyer akan bertransaksi secara langsung.
“Nantinya mereka bisa kontak langsung buyer bersangkutan, tidak lagi melalui perantara. Itu yang kita harapkan,” tandas Hasbi.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












