18 Klub Ini Terindikasi Salah Gunakan Dana APBD

18 Klub Ini Terindikasi Salah Gunakan Dana APBD


PENGGUNAAN dana APBD untuk membiayai klub sepak bola profesional ternyata rentan terhadap korupsi. Tercatat, 18 klub sepak bola di Indonesia, terindikasi korupsi dalam penggunaan dana APBD ini. Fakta ini diperoleh dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2010 semester kedua.

Menurut anggota Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, sebagian besar modus dari 18 klub tersebut adalah pemberian dana hibah dari kepala daerah yang secara sengaja atau tidak menjadi ketua klub sepak bola di daerahnya. “Dana hibah itu langsung bisa dikucurkan melalui kepala daerah, ke klub,” ungkap Apung.

 

Sementara itu, meski telah resmi dilarang penggunaannya mulai 1 Januari 2012, dana APBD rupanya masih menjadi komoditas bagi kelompok status quo dalam menggalang dukungan dalam Kongres PSSI, akhir Juni nanti. Kekhawatiran ini, diungkapkan Kapten Aliansi Suporter Indonesia (ASI), Djundan Hidayat. “Kami khawatir format sepakbola Indonesia profesional tidak berjalan. Status quo ingin mempertahankan APBD. Padahal APBD lebih bermanfaat untuk kepentingan sosial, bukan untuk membayar pemain asing,” katanya.

18 klub yang terindikasi korupsi
PSAU Aceh Utara
Persibo Bojonegoro
Persma Manado
Persatuan Sepakbola Maluku Tenggara
PSID Jombang
PS Padang Sidempuan
PSSS Situbondo
Persik Kendal
Persibom Bolaang Mongondow
PSMP Mojokerto Putra
Persmin Minahasa
Persib Bandung
PS Pelalawan
Persebaya
Persiraja Banda Aceh
PSPS Pekan Baru
Persiba Balikpapan.

(Sumber:bola)

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: