Aktivitas Matahari Meningkat
13/06/2010 in Sci-Tech
Matahari kini agaknya lebih aktif dari biasanya, yang bisa menimbulkan efek sakit pada Bumi. Menghadapi ancaman yang bisa mengganggu kehidupan di Bumi ini, ilmuwan pun bertemu untuk mempersiapkan strategi dan langkah persiapan menghadapi kedatangan badai matahari ini. Proteksi harus dilakukan terhadap sistem komunikasi, satelit, dan sistem vital lain yang rentan terhadap terjangan badai tersebut.
Badai matahari terjadi kala bintik matahari meletus dan memuntahkan sejumlah eneri besar dan partikel yang dapat merusak sistem pembangkit tenaga. Badai ini merupakan aktivitas rutin yang biasanya terjadi pada siklus 11 tahun sekali. Namun yang akan datang ini agaknya berada di luar siklus rutinnya dengan aktivasi periode yang lebih cepat.
“Matahari bangun dari tidur nyenyaknya, dan dalam beberapa tahun ke depan kita menduga akan melihat level tertinggi dari aktivitas matahari,” ujar Richard Fisher, Kepala Divisi Heliophysics NASA. “Pada saat yang sama, masyarakat teknologi kami telah mengembangkan kepekaan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada badai surya….”
Fisher dan para ahli lainnya bertemu di Space Weather entetrprise Forum, yang berlangsung di National Press Club, Washington DC. Terjangan badai matahari menjadi topik yang “panas” dibicarakan akibat manusia abad ke-21 telah bergantung pada sistem berteknologi tinggi untuk dasar-dasar kehidupan sehari-hari. Tapi jejaringan pembangkit tenaga yang cerdas, navigasi GPS, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat… seluruhnya akan terganggu oleh aktivitas matahari yang intens.
Sebuah badai matahari besar dapat menyebabkan kerusakan sampai dua puluh kali kerugian dari serangan Badai Katrina terbesar, menurut warning dari National Academy of Sciences pada laporan 2008.
Untungnya, kerusakan dapat diatasi jika kedatangan badai matahari diketahui secara pasti. Itu sebabnya pemahaman lebih baik terhadap iklim matahari dan kemampuan untuk memberikan peringatan dini, sangat penting.
Menempatkan satelit di “safe mode” dan melepaskan transformator dapat melindungi perangkat elektronik dari lonjakan listrik yang merusak. “Prakiraan cuaca Space ini masih dalam masa pertumbuhan, tapi kami membuat kemajuan yang cepat,” kata Thomas Bogdan, direktur National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)’s Space Weather Prediction Center di Boulder, Colorado NASA dan NOAA bekerja sama untuk mengelola armada satelit yang memantau matahari dan membantu untuk memprediksi perubahan.
Sepasang pesawat ruang angkasa disebut STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) ditempatkan di sisi berlawanan dari matahari, yang menawarkan tampilan gabungan dari 90 persen dari permukaan matahari. Selain itu, SDO (Solar Dinamika Observatory), yang baru saja diluncurkan pada Februari 2010, bisa memotret daerah aktif matahari yang belum pernah terjadi sebelumnya surya dengan resolusi soasial, spektral, dan temporal. Juga, sebuah satelit tua yang disebut Advanced Composition Explorer (ACE), yangdiluncurkan pada 1997, masih tetap memantau angin yang berhembus dari matahari. Dan masih ada lusinan perangkat lainnya yang didedikasikan untuk mempelajari matahari. * (yahoo/NASA)
Popularity: 1% [?]












