4
February , 2012
Saturday
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Archive for January, 2012

Besok, Ketua Menteri Melaka Promosi Wisata di Medan

Posted by Denny Sitohang | Medan Talk On January - 19 - 2012 Silakan Komentar
30/11/-0001to22/01/2012

MEDAN – Ketua Menteri Kerajaan Melaka Datuk Seri Mohd Ali Bin Mohd Rustam bersama rombongan dengan jumlah hampir 400 orang mengunjungi Kota Medan, Jumat (20/1/2012). Kedatangan mereka adalah untuk menggelar acara promosi wisata di Medan, selama tiga hari.
Baca Selengkapnya »

Popularity: 1% [?]

Gebyar SMK Sumatera Utara di Lapangan Benteng Medan

Posted by Frans | Medan Talk On June - 9 - 2011 Silakan Komentar
30/11/-0001 12:00 AMto13/06/2011 5:00 PM

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin menunjukkan kebolehan mereka sebagai pencipta tenaga kerja siap pakai. Untuk menunjukkan potensi SMK se Sumatera Utara, digelar event Gebyar SMK Sumatera Utara di Lapangan Benteng Medan selama lima hari.
Baca Selengkapnya »

Popularity: 1% [?]

Sabtu, Rakor Futsal Sumut

Posted by Reyno On August - 6 - 2010 2 Komentar
30/11/-0001to30/06/2012

Badan Futsal Daerah (BFD) PSSI Sumut mengundang pengurus klub futsal, pemilik lapangan dan Pengcab PSSI se-Sumut untuk membahas masalah futsal dalam Rakor BFD-PSSI Sumut, Sabtu (7/8), di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Jalan Wahid Hasyim, Medan.
Baca Selengkapnya »

Popularity: 1% [?]

Stasiun Kereta Api Medan Telah Memberangkatkan 22.156 Pemudik

Posted by Jeannie | Medan Talk On September - 30 - 2008 Silakan Komentar

Stasiun Kereta Api Medan sedikitnya telah memberangkatkan 22.156 pemudik ke berbagai daerah tujuan di Sumatera Utara (Sumut).

“Sesuai data jumlah penumpang, sejak H-10 hingga H-3 kemarin sedikitnya sebanyak 22.156 pemudik telah diberangkatkan dari Medan,” ujar Petugas Posko Angkutan Lebaran 2008 Stasiun Besar Kereta Api Medan, A Siregar, di Medan, Senin.

Menurut dia, puluhan ribu pemudik itu diangkut menggunakan Kereta Putri Deli untuk kelas ekonomi dan Kereta Sri Bilah untuk kelas bisnis dan eksekutif dengan frekuensi keberangkatan total 10 kali per hari.

Berdasarkan data, puncak arus mudik penumpang kereta yang berangkat dari Medan terjadi pada H-4 dengan jumlah pemudik sebanyak 3.683 orang dari 3.960 kapasitas tempat duduk.

Kemudian pada H-3 yang melebihi kapasitas dengan jumlah pemudik sebanyak 3.995 orang, sedangkan kapasitas tempat duduk yang disediakan hanya 3.964 unit, rincinya.

Sementara itu, Kereta Sri Bilah mengangkut penumpang untuk rute Medan-Rantau Parapat sebanyak empat kali dan Medan-Binjai dua kali, lalu Kereta Putri Deli mengangkut penumpang rute Medan-Tanjung Balai dua kali dan Medan-Tanjung Balai/ Pematang Siantar satu kali.

Kepala Stasiun Besar Kereta Api Medan, Irwan, mengatakan, selama arus mudik dan balik lebaran 2008 pihaknya menghentikan sementara jasa pengiriman barang melalui kereta dan hanya berkonsentrasi mengangkut penumpang.

Pihaknya juga melakukan penertiban terhadap calo tiket kereta yang beroperasi di stasiun kereta berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Pada H-2 atau Senin, (29/9) dilaporkan, oknum kepolisian yang berpakaian sipil menangkap seorang calo yang sedang menawarkan tiket kepada calon penumpang.

Popularity: 1% [?]

Grand Prix Formula-1 di Singapura

Posted by Jeannie | Medan Talk On September - 30 - 2008 Silakan Komentar

Grand Prix Formula-1 Singapura dilangsungkan pada 27 -28 September yang lalu. Meski begitu, gaungnya sudah berhembus sejak awal 2008 ke seluruh penjuru dunia. Panitia pun gencar menjual sejumlah fenomena yang akan menjadi catatan bersejarah dalam perjalanan Formula-1. Salah satunya, untuk pertama kalinya kualifikasi dan lomba di langsungkan di malam hari, di sirkuit jalanan kota pula.

Target dan Persiapan
Cara panitia GP Singapura mempersiapkan balapan dan target yang ingin diraihnya, membuat kita salut. Betapa tidak, mereka menyediakan energi listrik 3,2 MegaWatt hanya untuk balapan pada hari Minggu. Total energi listrik yang akan dihabiskan termasuk persiapan dan latihan, tidak kurang dari 32.000 kWh.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan kita di tanah air. Saat ini, kita diminta oleh PLN untuk mau menerima pemadaman bergilir. Sedangkan negara tetangga kita yang tidak punya sumber energi itu, justru berpesta. Mereka tahu betul, imbalan yang diperoleh dari acara “baralek gadang” (pesta besar) itu, yaitu uang dari turis yang datang ke negara tersebut. Mereka tidak sekadar menononton, dipastikan juga melancong dan berbelanja.

Menurut Laurence Leong, direktur proyek F1 untuk Dewan Pariwisata Singapura, negaranya akan menerima 100 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 680.800.000.000. Uang segitu, merupakan hasil dari belanja penonton dari mancanegara yang diterima oleh hotel, restoran dan berbagai toko souvenir. Karena devisa yang akan diterima cukup besar dari hajat ini, Singapura pun mengikat kontrak selama 5 tahun dengan penyelenggara Grand Prix Formula-1 dan berharap event tetap dilangsungkan malam hari.

Bagi kita di Indonesia, saat event itu dilaksanakan, bertepatan dengan liburan menjelang lebaran di tanah air. Nah, momen tersebut jelas akan dimanfaat bagi mereka yang “gila” dengan F-1. Karena itulah, panitia Singapura yang bekerjasama dengan pihak lokal, gencar menjajakan event ini di Indonesia sejak awal tahun ini.

Bendera Digital
Salah satu topik yang sering dibahas menjelang Grand Prix Singapura ini adalah masalah penerangan di sirkuit. Tak hanya bagi komunitas yang hanya cuma menonton, juga pembalap dan mantan pembalap F-1. Berbagai kemungkinan diurai dengan rinci dan cermat. Antara lain, bila generator mati, sorotan lampu yang menganggu, trek basah dan sebagainya. Maklum, sedikit saja kesalahan, mengancam keselamatan pembalap.

Untuk itulah, perusahaan yang dipercaya menangani masalah ini, Velerio Maioli dari Italia, harus membuat pencahayaan empat kali lampu penerangan di lapangan stadion bola. Dengan demikian penglihatan pembalap sama dengan di siang hari. Penonton juga bisa melihat mobil balap dengan jelas. Satu lagi adalah untuk membantu penyiaran siaran televisi definisi tinggi.

Pada trek sepanjang 5,06 km dengan 23 tikungan itu, dipasang 1500 lampu sorot. Setiap lampu mengonsumsi energi 2.000 watt, menimbulkan suhu 4.200 derajat Kelvin dengan cahaya 3.000 lux. Lampu ini dipasok oleh Philips yang juga menyediakan 1.000 lebih televisi layar datar.

Dengan cahaya seterang itu, pembalap dapat memacu mobil balapnya sampai kecepatan maksimum 320 km di trek lurus, Raflles Boulevard dan menyelesaikan 61 lap dengan aman. Total kabel listrik yang digunakan mencapai 10.000 meter dan kabel optik 27.000 meter.

Untuk mencegah silau – bila hujan – sorotan lampu tidak langsung di arahkan ke trek. Caranya, dengan menggunakan reflektor yang dirancang secara khusus oleh Philips. Di lain hal agar pembalap bisa melihat warna bendera dengan mudah, panitia akan menggunakan bendera elektronik yang disebut “DigiFlag”. Pemakaian bendera ini merupakan yang pertama kali di arena Formula-1.

Pro vs Kontra
Untuk mempromosikan balapan ini, pemerintah Singapura mengundang wartawan mancanegara sebelum event dilangsungkan. Lahirlah berbagai komentar. Ada yang menilai, event ini sebuah pertunjukan spetakuler. Tetapi ada pula yang khawatir dengan polusi karena untuk penerangan, jumlah solar yang dibakar mencapai 11.200 liter.

“Banyak keuntungan diperoleh bila balapan berlangsung malam hari. Atmosfer cahaya lampu memberikan pemadangan spetakuler ,” komentar Stephen Slater dari ESPN Star Sport. Menurutnya, balap di malam hari memastikan jumlah penonton Formula-1 di Eropa dan Asia lewat televisi bertambah. Hal ini tentu saja akan menguntungkan sponsor.

Sampai akhir Agustus 2008, panitia mengatakan, tiket yang terjual sudah mencapai 95% dari 100.000 yang disediakan. Empat puluh persen dibeli penonton non- Singapura.

Untuk menyemarakkan GP dan meningkatkan daya tarik pengunjung, berbagai event dan festival diselenggarakan di negara tersebut. Antara lain Festival Singapore River (19 – 28 September), The Great Design Race (25 Agustus – 2 Oktober), dan Singapore Motorshow 2008 (26 September – 5 Oktober).

Kalau Hujan, Gimana Ya?
Hujan merupakan salah satu faktor yang membuat pembalap dan mantan pembalap “ngilu” memikirkan masalah keselamatan. Pasalnya, balapan berlangsung saat musim hujan. Karena itulah, legenda F1, Jackie Stewart, tiga kali juara dunia, ikut bicara soal ini. “Masalahnya, ini balapan pertama di malam hari. Pasti akan menyulitkan pembalap. Kombinasi gangguan yang lebih berbahaya adalah hujan dan silau lampu,” komentarnya.

Selain lampu, percikan air akan menambah kesulitan pembalap. “Pembalap yang berada di belakang sejauh 30 meter, dipastikan tidak bisa melihat mobil di depannya,” lanjut Stewart.

Kekhawatiran yang sama ini juga diliontarkan oleh Jarno Trulli. Balapan dilangsungkan di bawah cahaya lampu sirkuit jalanan kota tanpa kesempatan melakukan tes lebih lama. “Malam hari, hujan pula, adalah hal yang tidak diinginkan sama sekali oleh setiap orang dari segi keselamatan. Karena itu, saya merasa kurang nyaman,” ungkapnya.
Kekhawatiran Trulli lainnya, yaitu kombinasi dinding tembok dan berkurangnya penglihatan bila hujan turun. Ia pun membandingkan suasana MotoGP yang dilangsungkan malam hari di Qatar awal tahun ini dengan Formula-1 di Singapura. “Pembalap motor berlomba di sirkuit yang memang khusus untuk balap. Sedangkan kami, membalap di sirkuit jalanan,” tuturnya dengan mimik datar. Ah… bisa saja!

Popularity: 1% [?]

Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.