Diperkirakan, pasar otomotif di Sumatera Utara masih akan tetap membaik sepanjang tahun 2010. Hal ini ditandai dengan peningkatan target penjualan oleh produsen mobil.
Beberapa alasan mengenai hal itu ialah stabilitas politik yang masih tetap terjaga, kecenderungan penurunan tingkat suku bunga serta penguatan nilai tukar Rupiah atas Dollar menjadi beberapa alasan penting mengapa ekspektasi positif diurai pelaku di sektor otomotif. Serta, rencana pemerintah tak akan menaikan harga minyak.
“Kita optimis menaikan target di tahun ini,” ucap Operation Manager PT Wahana Trans Lestari Ariston Sinuraya, Rabu (13/1), di ruang kerjanya.
Seperti Nissan, sebut dia, menargetkan penjualan tahun 2010 untuk penjualan wilayah Sumut dan NAD mencapai 1.750 unit, lebih besar dari tahun 2009 yakni hanya 1.200 unit. Sementara, realisasi pencapaian Nissan tahun 2009 sekitar 1.100 unit.
Peningkatan penjualan brand Nissan di Sumut, lanjut dia, tak lepas dari naiknya target dari Nissan pusat secara nasional yang diperkirakan mencapai 36.000 unit (all varian). Dari total target penjualan sepanjang tahun tersebut, Nissan berencana menaikan posisi market share yakni di 6,8% dari total penjualan secara nasional.
Tahun 2009, target penjualan mobil buatan Jepang ini sekitar 24.000 dengan realisasi pencapaian diangka 21.104 unit dan market share 4,35%. Ariston menjelaskan, pencapaian sales Nissan terbesar masih disumbangkan segmen MPV yakni 45%, disusul segmen SUV dan city car serta mobil komersial.
Keyakinan akan respon positif pasar otomotif terutama kendaraan roda empat juga terlihat dari target Gaikindo, diangka 530.000 unit dari tahun sebelumnya yakni 488.903 unit. Ini tak lepas dari adanya asumsi pertumbuhan ekonomi secara nasional mencapai 5-6%.
Ariston menyakini, market Nissan di Sumut jauh lebih baik dengan adanya rencana meluncurkan varian baru di medio tahun ini. Jenis tersebut diprediksi bakal mampu mendongkrak pasar karena mobil yang akan diperkenalkan adalah “city car.” Nantinya, varian ini bakal menambah kian ketatnya persaingan mobil mini.
Lebih lanjut, saat ditanya pengaruh pergerakan harga komoditi dengan pasar otomotif, dia katakan, sangat terkait erat. Pasalnya, menguatnya harga komoditi perkebunan seperti kelapa sawit dan karet memicu perusahaan perkebunan serta perseorangan meningkatkan armada di lapangan.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












