Birthday surprise
jjgrosir
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

4 Kawasan Medan Dilirik Untuk Pembangunan Pasar Tradisional

12/07/2010 in Medan Talk

Pemerintah tengah melirik empat kawasan potensial untuk dijadikan lokasi pembangunan pasar tradisional baru. Kawasan tersebut ialah Johor, Marelan, Medan Selayan dan Pasar Melati.

“Dipilihnya kawasan Johor karena pertimbangan jumlah penduduk yang banyak. Kemudian di Jalan Denai agar tingkat kemacetan di Sukaramai berkurang. Di Marelan, diharapkan ada pasar buat para nelayan dan di kawasan Selayang, untuk pengembangan pasar Melati di sana,” papar Direktur Pengembangan SDM PD Pasar Mahadi Poetra, di Medan, Senin (12/7).

Penambahan pasar tradisional baru diharapkan menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya tingkat kemacetan dan kesemrawutan di sekitar wilayah pasar. Selain itu, beberapa alasan lain dijadikan pertimbangan perlunya penambahan pembangunan pasar tradisional baru di sejumlah kawasan tersebut.

Direktur Operasional PD Pasar M Tahjuddin Nur mengatakan, di samping proyek pembangunan pasar baru, beberapa program kerja dilakukan untuk memaksimalkan fungsi perangkat petugas pasar. Di antaranya menambah jumlah personil penertiban dari 64 menjadi 100 orang.

“Tak mungkin 64 itu mengawasi seluruh pasar. Jadi perlu penambahan. Namun gitu pun kembali lagi kita mesti sesuaikan dengan kondisi keuangan,” jelas dia.

Tahjuddin menyebut, di Medan terdapat 52 pasar tradisional yang dikelola PD Pasar. Jumlah ini termasuk pasar tradisional yang tak punya pembangunan fisik penampungan serta pasar yang sudah eksis dengan total kios 20.327 pekerja (termasuk di sektor formal dan informal). Terbanyak kios, stan, los daging berada di Pusat Pasar yakni 2.560 kios disusul Pasar Petisah 2.409 unit dan Helvetia 1.142 unit.

Diakui Tahjuddin, hampir seluruh pasar tradisional di Kota Medan membutuhkan perhatian lebih, baik dari sisi penanganan tata kelola maupun pembenahan sarana dan prasarana serta fasilitas bagi pengunjung. Mengelola pasar, lanjut dia, sangat kompleks sehingga dibutuhkan komitmen berbagai pihak.

“Namun kembali lagi ada skala prioritas pasar mana yang mendapat perhatian, seperti di wilayah inti kota, ada Pasar Petisah. Pembenahan serta perbaikan menyangkut banyak hal, tak hanya kebersihan tetapi juga keamanan dan kenyamanan,” katanya.

Monitoring di Pasar Petisah, meski di lantai dasar, hampir seluruhnya kios beroperasi, namun terdapat juga kios-kios yang masih tutup terutama di lantai dua. Selain itu, kebersihan sepertinya menjadi persoalan. Sampah-sampah mudah ditemukan di sekitar pasar, sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>