Ada 54 Warga Medan yang Pernah Ikut Gafatar Segera Dipulangkan Ternyata, ada 54 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kota Medan yang bakal dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat. 54 orang Medan ini merupakan bagian dari total 301 orang eks anggota Gafatar yang dipulangkan dengan menggunakan moda transportasi kapal laut. . Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, ada 80 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 301 orang eks anggotaGafatar segera tiba di Belawan, Medan, Sumatera Utara. . “Berdasarkan info yang diperoleh, dari 301 orang anggota Gafatar yang dipulangkan berasal dari Sumatera Utara ada 54 di antaranya berasal dari Kota Medan, terutama Kecamatan Medan Helvetia, Medan Tembung dan Medan Denai,” katanya di Polresta Medan, Rabu (27/1/2016). Mardiaz bilang, para camat, lurah dan kepala lingkungan juga harus melakukan pengawasan kepada eks anggotaGafatar. Adapun, cara pengawasan yang dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). . “Namun pola dan metode siskamling harus diubah dan dirumuskan sehingga menghasilkan pengamanan terbaik. Kehadiran siskamling ini diharapkan dapat memantau orang asing ataupun pendatang yang memasuki perkampungan warga,” tandasnya. Sumber: www.medan.tribunnews.com

Medan Talk: Ada 54 Warga Medan yang Pernah Ikut Gafatar Segera Dipulangkan

Ternyata, ada 54 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kota Medan yang bakal dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat. 54 orang Medan ini merupakan bagian dari total 301 orang eks anggota Gafatar yang dipulangkan dengan menggunakan moda transportasi kapal laut.
.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, ada 80 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 301 orang eks anggotaGafatar segera tiba di Belawan, Medan, Sumatera Utara.
.
“Berdasarkan info yang diperoleh, dari 301 orang anggota Gafatar yang dipulangkan berasal dari Sumatera Utara ada 54 di antaranya berasal dari Kota Medan, terutama Kecamatan Medan Helvetia, Medan Tembung dan Medan Denai,” katanya di Polresta Medan, Rabu (27/1/2016). Mardiaz bilang, para camat, lurah dan kepala lingkungan juga harus melakukan pengawasan kepada eks anggotaGafatar. Adapun, cara pengawasan yang dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
.
“Namun pola dan metode siskamling harus diubah dan dirumuskan sehingga menghasilkan pengamanan terbaik. Kehadiran siskamling ini diharapkan dapat memantau orang asing ataupun pendatang yang memasuki perkampungan warga,” tandasnya.
Sumber: www.medan.tribunnews.com

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply