Ada hal menarik saat karateka Sumut Srunita Sari Sukatendel meraih medali perak pada Seri III Liga Primer Dunia kumite -50 kg World Premier League (WPL), Rotterdam, Belanda, kemarin, Minggu (18/3/2018). . Srunita bersama Sisilia Ora (kata perorangan), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra) berangkat menuju WPL Belanda tanpa didampingi kontingen baik pelatih maupun manajer dari Indonesia. . Atlet peraih emas Sea Games 2017 Malaysia ini menjelaskan dirinya mendapat bantuan dari pelatih (sensei) asal Belanda Patrick Van Dalen yang miris melihat kondisi keempat atlet Indonesia yang tidak memiliki pendamping. . Patrick secara sukarela mendampingi Srunita cs sebagai pemegang card tim saat keempatnya bertanding. . “Kehadiran sensei Patrick Van Dalen hanya mendampingi kami, bukan sebagai pelatih kami. Dia itu, kemarin kasihan lihat kami. Karena sejak main pertama sampai di final gak ada satu pun pelatih yang dampingi kami. Karena kalau bertanding perlu card. Jadi, dia mau jadi card kami, yang bisa protes gitu kalau ada pukulan masuk yang tidak dihitung. Jadi, karena gak ada yang ngangkatin kartu, dia kasihan lihat kami. Jadinya, dia bilang akhirnya mau bantu kami,” jelasnya. . “Puji syukur kami pulang dengan medali, meski teman-teman yang lainnya belum beruntung. Kami telah memberikan yang terbaik yang kami miliki. Terkhusus sensei Patrick yang mau secara sukarela membantu kami meski tidak memiliki hubungan apa-apa,” pungkasnya. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/03/19/tak-didampingin-pelatih-indonesia-srunita-dapat-bantuan-dari-pelatih-belanda

Ada hal menarik saat karateka Sumut Srunita Sari Sukatendel meraih medali perak pada Seri III Liga Primer Dunia kumite -50 kg World Premier League (WPL), Rotterdam, Belanda, kemarin, Minggu (18/3/2018).
.
Srunita bersama Sisilia Ora (kata perorangan), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra) berangkat menuju WPL Belanda tanpa didampingi kontingen baik pelatih maupun manajer dari Indonesia.
.
Atlet peraih emas Sea Games 2017 Malaysia ini menjelaskan dirinya mendapat bantuan dari pelatih (sensei) asal Belanda Patrick Van Dalen yang miris melihat kondisi keempat atlet Indonesia yang tidak memiliki pendamping.
.
Patrick secara sukarela mendampingi Srunita cs sebagai pemegang card tim saat keempatnya bertanding.
.
“Kehadiran sensei Patrick Van Dalen hanya mendampingi kami, bukan sebagai pelatih kami. Dia itu, kemarin kasihan lihat kami. Karena sejak main pertama sampai di final gak ada satu pun pelatih yang dampingi kami. Karena kalau bertanding perlu card. Jadi, dia mau jadi card kami, yang bisa protes gitu kalau ada pukulan masuk yang tidak dihitung. Jadi, karena gak ada yang ngangkatin kartu, dia kasihan lihat kami. Jadinya, dia bilang akhirnya mau bantu kami,” jelasnya.
.
“Puji syukur kami pulang dengan medali, meski teman-teman yang lainnya belum beruntung. Kami telah memberikan yang terbaik yang kami miliki. Terkhusus sensei Patrick yang mau secara sukarela membantu kami meski tidak memiliki hubungan apa-apa,” pungkasnya.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/03/19/tak-didampingin-pelatih-indonesia-srunita-dapat-bantuan-dari-pelatih-belanda
.
#Medan #Karateka #Sumut #Berita #Srunita #Sukatendel #Belanda #MedanTalk

Berita Cerita Kota Medan

Photo taken at: Medan, Indonesia

Video posted

Untuk informasi pasang iklan , cek sponsors dan informasi lowongan kerja cek KarirGram.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply