
Lagi-lagi anak Medan menunjukkan kemampuannya di pentas dunia. Setelah keberhasilan pewushu Sumut dalam kejuaraan dunia beberapa waktu lalu, kali ini siswa Prime One School meraih gelar juara dalam beberapa kategori di ajang International World Robotic Olympiade (WRO) di Pohang, Postech (University of Science and Technology) Korea.
Ini tentu sangat membanggakan kita semua. Bagaimana tidak, kerja keras anak-anak Medan itu berhasil mengalahkan sebanyak 1.000-an peserta dari 24 negara, di antaranya Korea, Germany, Denmark, Swedia, Hongkong, Taipei, Ukraina, Yunani, Singapura, Tiongkok, Rusia, Malaysia, Thailand, India, Filipina, Emirat Arab, Peru, Indonesia serta negara lainnya. Luar biasa!
Kemarin, Tim World Robotic Olympiade (WRO) Prime One School (POS) ini tiba kembali di Medan dengan sambutan meriah dari para guru dan siswa. Mereka mendapat kalungan bunga dan poster ucapan selamat.
“Ini momen yang paling berharga bagi yayasan, siswa, serta bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Ketua Yayasan Chief Foundation Prime One School, Nicolas Naihongga Halim. Keberhasilan tim menjuarai berbagai kategori, menurut Nicolas, merupakan kebahagiaan, baik siswa maupun pihak yayasan.
Hebatnya lagi, ketiga Tim POS yang diberangkatkan mengikuti even tersebut semuanya meraih juara, masing-masing Tim Creator kategori junior atas nama Ivy Icasia dan Patricia Dissy Andrea (Kelas 3 SMP) juara 2, Tim Alpha Rex kategori junior atas nama Billy Hocker Wistan dan Fenando (Kelas 3 SMP) berhasil meraih juara 3, serta Tim Innocent kategori elementary atas nama Kelvin Onggadinata dan Margaretha Hutabarat (Kelas 6 SD) juara 5.
Direktur Akademik POS, Fauzia SS MHum didampingi Haoken, Huoermaiti Msc (Pelatih), Silvia Angkasa BBA, Ilberth Lim BBA, M.Comm (Kepala Sekolah SMP-SMA), dan Meliana SE (Kepala Sekolah SD) mengatakan, siswa yang diberangkatkan merupakan siswa yang percaya diri, pantang menyerah serta tidak grogi meski mengikuti even internasional.
Berprestasi
Patricia Dissy Andrea (14 tahun) dan Ivy Icasia (14 tahun), Juara 2 kategori junior, memang merupakan siswa berprestasi. Awalnya, keduanya sama sekali tak menyangka terpilih ikut tes pada event Robotic Competition for School (RCS) disusul Indonesia Robotic Olympiad (IRO). Lewat event inilah, keduanya melangkah ke kancah Internasional.
Lucunya, di sekolah keduanya tidak masuk dalam ekskul robot atau automation. Namun, kemampuan belajar dan prestasi yang menonjol memikat guru mereka.
Ivy misalnya. Ia merupakan peringkat pertama Best of The Best Student tiga tahun berturut-turut dan terpilih sebagai Miss Prime One School kategori SMP. Sedangkan Patricia, pada 2008 lalu meraih peringkat dua Best of The Best Student.
Dalam sebuah wawancara dengan salah satu surat kabar harian di Medan, awalnya keduanya mengaku tidak percaya diri. Namun, keberhasilan melewati kompetisi demi kompetisi membuat mereka semakin pede. “Kami berharap di event internasional bulan depan kami bisa memberikan yang terbaik tak hanya untuk sekolah tapi juga untuk bangsa,” kata Ivy waktu itu. Dan ternyata kerja keras mereka tidak sia-sia. Mereka sudah mengharumkan nama bangsa, dan yang pasti nama Kota Medan. Selamat!
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












