Pabrik semen Andalas berlokasi Lhoknga Nanggroe Aceh Darusallam dan sempat berhenti berproduksi sejak tahun 2005 lalu, akan kembali beroperasi pada tahun 2011. Ditargetkan pabrik ini dapat memproduksi berkapasitas 1,6 juta ton naik dari sebelumnya yakni 1,2 juta ton.
Commercial and Logistics Director Lafarge Cement Indonesia Haryanto Chandra mengatakan, nantinya produksi 1,6 juta ton itu akan memenuhi kebutuhan pasar mereka di empat propinsi meliputi NAD, Sumut, Kepri dan Riau.
“Saat ini market share di empat propinsi mencapai 33 persen. Dengan kembali beroperasinya pabrik di Aceh, kita bisa memenuhi pasar yang selama ini tak mampu kita penuhi,” ucap Haryanto, didampingi Project Development Manager LCI Palty Hengky Anakampun, di sela pelatihan kerja yang diikuti para pekerja bangunan se-Sumut, di Jalan Veteran Helvetia Medan, Minggu (23/8).
Haryanto menuturkan, setelah kehilangan pabrik tahun 2005 di Aceh untuk memenuhi permintaan semen Andalas, pihaknya mendatangkan pasokan dari pabrik di Langkawi Malaysia berkapasitas 3 juta ton. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewajiban bagi konsumen. Bahkan, standarisasi semen sesuai SNI setempat pun dilakukan.
Dijelaskannya, kehadiran pabrik Aceh memberi kenyakinan bahwa target market share di empat propinsi, bisa digenjot hingga 50 persen. Hal ini tak lepas karena prediksi pertumbuhan sektor properti serta pembangunan infratsruktur.
Saat ditanyakan permintaan semen jelang dan selama Ramadan, Haryanto menuturkan, masih dalam kondisi stabil. Trend permintaan semen mengalami kenaikan pada momen tertentu seperti saat musim kemarau tiba.
“Sedangkan harga di pabrikan tidak mengalami kenaikan. Masih sama. Untuk harga jual di tingkat distributor dan pengecer, tergantung biaya angkut dari pabrik ke lokasi,” terangnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












