HARGA MINYAK sawit atau crude palm oil (CPO) anjlok ke level terendah hampir setahun terakhir. CPO tumbang karena kekhawatiran krisis utang Eropa akan melemahkan pertumbuhan global dan mengurangi permintaan komoditas.
Kontrak CPO untuk pengiriman Desember di Malaysia Derivatives Exchange tergerus hingga 2,1% ke posisi RM 2.850 atau setara US$ 894 per metrik ton. Ini level terendah sejak 8 Oktober. Kontrak yang sama masih tertekan di RM 2.875 per metrik ton hingga pukul 11.47 WIB.
Kecemasan terhadap default Yunani menyeret pasar saham global dan komoditas pada kerugian kuartalan terbesar sejak 2008. Anggota parlemen Jerman akan memberikan suara dalam pertemuan terkait rencana perubahan dana bailout Eropa. Italia juga dijadwalkan untuk menjual obligasi.
Hari ini, minyak mentah tergelincir 1,9%, setelah kemarin anjlok sebesar 3,8%. Selain itu, kontrak kedelai untuk pengiriman November melemah 1,2% ke US$ 12,0925 per bushel di Chicago Board of Trade. Sementara, minyak kedelai untuk pengiriman Desember juga jatuh 1,5% ke 51 sen per pound.
Hasil survei inevstor global oleh Bloomberg juga memprediksi, pertumbuhan China akan melambat menjadi kurang dari 5% per tahun pada 2016. Hal itu menambah kekhawatiran ekonomi global akan goyah.(Sumber:Kontan)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










