Perubahan iklim yang sangat ekstrem beberapa bulan terakhir berdampak signifikan pada penyaluran pupuk di sentra produksi pertanian. Pasalnya, anomali cuaca berbuntut pada bergesernya pola musim tanam petani, yang akhirnya berbuntut pada permintaan pupuk.
Menurut data PT Pupuk Sriwijaya, realisasi penyerapan pupuk di 30 kabupaten/kota di Sumut berdasarkan SK Gubus tahun 2010 hanya mencapai 49 persen, atau 107.412,03 ton dari total seluruhnya 220.000 ton sepanjang tahun ini.
“Semuanya karena perubahan iklim dan cuaca yang tak menentu. Petani pun jadi bingung karena pola tanam bergeser. Harusnya musim tanam bulan besar sepuluh ini mulai, tapi karna terjadi perubahan, belum ada tanda-tanda,” ucap Asisten Sales Supervisor Medan PT Pusri Paino, awal pekan ini di Medan.
Dampak dari kondisi tersebut, serapan pupuk tanaman pangan di daerah pertanian tidak seperti tahun lalu, yang mencapai 172.800,15 ton, jauh lebih besar ketimbang realisasi tahun ini hanya 107.412,03 ton.
Bahkan, realisasi penyaluran untuk Tanah Karo, dikenal sebagai daerah dengan serapan tertinggi hanya di angka 70 persen atau 14.637,2 ton dari alokasi SK Gubsu 20.905 ton, disusul Langkat sebesar 65 persen atau 10.989,55 ton dari total 16.822 ton. Serapan tertinggi ketiga adalah daerah Simalungun yakni 63 persen atau 16.952,4 ton dari alokasi 27.055 ton.
“Pasca letusan Gunung Sinabung juga sedikit banyak berpengaruh pada permintaan pupuk, meski tujuh distributor kita di sana sudah lama lancar beroperasi,” jelasnya seraya menambahkan, ketatnya pengawasan membuat penyaluran pupuk terkesan sangat hati-hati saat ini.
Selama Oktober 2010, realisasi berdasarkan SK Gubsu hanya bisa dicapai 8.276,03 ton dari 23.390 ton atau 35 persen. Kendati serapan tak seperti yang diharapkan, namun posisi stok fisik pupuk di 16 gudang baik Unit Pengatongan Pusri maupun Gudang Penyimpanan Pusri tetap terjaga, yaitu sebanyak 77.509,86 ton.
Dari data yang sama, saat ini luas areal lahan pertanian pangan di Sumut mencapai 1.092.761 hektar dengan 23.302 kelompok tani. Pusri memiliki 73 distributor, 2.191 kios di 398 kecamatan, meliputi 5.168 desa.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












