10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On July - 29 - 2010

jjgrosir

Keresahan hati petani kelapa sawit kian membuncah. Hal ini ditandai dengan adanya pernyataan dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengancam akan memboikot pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun. Tertekannya harga jual buah di tingkat pabrik swasta tanpa kebun, menjadi pemicu wadah petani melontarkan sikap seperti itu.

“Jika akhirnya buah petani busuk, kita bersedia. Pasokan buah ke pabrik kelapa sawit tanpa kebun akan kita hentikan jika mereka tetap menjual di bawah penetapan harga pasar,” ucap Ketua DPP Apkasindo Anizar Simanjuntak, di Medan, Kamis (29/7).

Anizar menyebut, selama ini hampir 70 persen, buah yang dipasok ke pabrik swasta tanpa kebun merupakan kontribusi petani. Akan sangat wajar bagaimana besarnya ketergantungan PKS TK terhadap produksi tandan buah segar (TBS) kebun rakyat.

Menurut dia, kondisi turunnya TBS bertolak belakang dengan crude palm oil (CPO) di pasar luar negeri yang kian menguat. Seperti pada penutupan perdagangan Selasa (27/7), misalnya harga minyak sawit mentah di market Roterdam di posisi US$ 832,50 dengan tender Rp 7.456 per kilo. Sementara pada Rabu (28/7), harga CPO kembali terdongkrak di US$ 837,50 dengan tender Rp 7.559 per kilo.

Wakil Sekjen Apkasindo Taswin Kiflan menambahkan, saat ini hampir seluruh sentra produksi kelapa sawit rakyat menghadapi masa panen raya secara serentak. Dampaknya, harga pembelian petani di pabrik yang mestinya berada di posisi Rp 1.300 per kilo, kini hanya Rp 1.100 per kilo.

“Harusnya ini kesempatan bagi petani mendapatkan keuntungan. Tapi, nyatanya tidak seperti itu. Petani tidak mungkin mengharapkan melempar buah ke PKS BUMN, makanya dialihkan ke PKS tanpa kebun. Sayangnya, harga pembelian di pabrik ini malah ditekan,” paparnya.

Selain itu, buah petani masih harus dikenai potongan harga langsung 3 persen untuk kadar kotor. Belum lagi, pedagang meminta keuntungan berkisar Rp 40 per kilo dan biaya ongkos angkut buah ke pabrik berkisar Rp 70 per kilo. Artinya, petani hanya mendapatkan harga jual sekitar Rp 1.050 per kilo. Namun, praktek ini tidak terjadi di PKS BUMN.

“Ini menjadi pertimbangan besar bagi petani terutama Apkasindo, untuk meminta pemerintah mengevaluasi ulang izin PKS tanpa kebun. Selama ini mereka bergantung pada buah petani, dan harusnya menepati komitmennya,” tandasnya.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.