Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menggelar pelatihan di enam propinsi meliputi Sumut, NAD, Riau, Jambi, Kalbar dan Sulteng. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani khususnya masa awal tanam hingga panen.
“Lewat pelatihan ini petani bisa mendapatkan kualitas SDM lebih baik. Sebabnya, rendahnya pemahaman petani membuat proses perawatan dan pasca panen ikut berpengaruh,” ucap Ketua DPP Apkasindo Anizar Simanjuntak, akhir pekan lalu di Medan.
Dikatakannya, Sumut, salah satu sentra sawit nasional sudah lebih dulu melaksanakan pelatihan petani, tersebut. Selanjutnya, pelatihan bakal diadakan di Jambi pada Januari 2010, Aceh (Februari), Sulteng (April), Riau (Maret) dan Kalbar (Mei).
“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap melibatkan 30 petani dalam satu kali pelatihan. Totalnya, ada 90 petani ikut dalam satu propinsi. Seperti di Sumut kemarin, petani sawit di sentra Asahan, Deliserdang, Labusel dan Batubara dilibatkan,” terangnya.
Anizar mengemukakan, ke depannya diharapkan petani kian teredukasi bagaimana mengelola serta memasarkan hasil kebun sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka. Tak hanya itu, mutu hasil panen semakin diperbaiki agar posisi tawar petani di pabrikan ikut tinggi.
Saat ditanyakan tentang harga tandan buah segar (TBS), dia mengemukakan, petani tengah menikmati masa-masa menyenangkan. Pasalnya, lanjut dia, sudah mencapai Rp 1.400-1.500 per kilo di tangan petani. Sedangkan di pabrikan, harga buah petani bahkan telah menembus posisi Rp 1.700 per kilo.
“Diperkirakan posisi harga ini akan terus naik terus melihat permintaan dunia akan minyak sawit mentah trennya masih bagus. Kondisi sekarang ini hampir sama dengan beberapa tahun lalu di mana pencapaian harga buah tertinggi,” tandasnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












