9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Reyno On June - 18 - 2011

jjgrosir

KINERJA ekspor kopi Indonesia pada April 2011 kurang menggembirakan. Penjualan kopi ke luar negeri pada bulan itu melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Pelaku usaha beralasan, hal itu karena kurangnya pasokan.

International Coffee Organization (ICO) mencatat, volume ekspor kopi Indonesia sepanjang April kemarin sebanyak 420.000 karung atau setara 25.200 ton (per karung 60 kg). Padahal, jumlah ekspor bulan sebelumnya sebanyak 560.000 karung (33.600 ton), atau turun 25%. “Bisnis kopi terhambat banyak masalah,” kata Sabam Malau, Ketua Umum Forum Kopi Sumatera Utara, kemarin.

 

Masalah itu terutama karena persediaan kopi memang menipis. Ini mengingat, rata-rata perkebunan kopi di Indonesia belum memasuki masa panen raya. Padahal, selama ini ekspor kopi berjalan terus setiap bulan.

 

Memang, di bulan-bulan sebelumnya, volume ekspor kopi lebih besar. Hal itu karena pengusaha mengandalkan kelebihan stok hasil panenan tahun 2010. “Sekarang stok terus berkurang, otomatis volume ekspor kopi juga harus diperkecil,” terang Sabam.

 

Terlebih lagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada bulan itu juga semakin menguat. Berdasarkan data Bloomberg, rata-rata nilai tukar rupiah pada April 2011 adalah Rp 8.648 per dollar AS, lebih kecil daripada bulan Maret Rp 8.760,22 per dollar AS. Otomatis, penurunan itu mengakibatkan nilai perdagangan ekspor kopi semakin berkurang.

 

Keuntungan ekportir kopi pun terpengaruh penguatan rupiah. “Margin keuntungan ekspor kopi lebih rendah 10% dibandingkan menjual di pasar domestik,” jelas Sabam.

 

Terlebih lagi, belakangan minat masyarakat Indonesia mengkonsumsi kopi kian tinggi. Masyarakat memang kian familier meminum kopi seiring berkembangnya kedai-kedai kopi modern. Minum kopi telah menjadi gaya hidup yang sedang populer di kalangan masyarakat.

Namun, Sabam memprediksi ekspor kopi Indonesia bakal meningkat mulai Juli mendatang. Alasannya, pasokan kopi Brazil pada periode itu diperkirakan akan menurun. Ini mengingat, kondisi perkebunan kopi di Brazil sedang buruk akibat curah hujan yang tinggi sejak awal tahun ini. “Indonesia bisa mengambil keuntungan dari itu,” seru Sabam.

 

Namun, Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, mengingatkan, Indonesia juga menghadapi masalah serupa dengan Brazil. Ia mencatat, curah hujan di sejumlah daerah masih tinggi pada semester I tahun ini. “Itu juga menghambat pertumbuhan bunga kopi, yang bisa mengganggu produksi,” ujar Gamal.

 

Apalagi, perkebunan kopi juga rawan terserang hama penggerek. Walhasil, Gamal menghitung, produksi kopi tahun ini bisa berkurang dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 600.000 ton. “Paling tidak akan turun sekitar 10%-20%,” jelas Gamal.(Sumber:Kontan)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Response

  1. Denny Says:

    Mohon info, gimana caranya bisa ekspor kopi. Apa saja persyaratannya dan dimana ngurusnya? Maklum, baru mulai usaha :-)
    Terimakasih

    Posted on June 18th, 2011 at 9:04 PM

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.