Bisnis Pengiriman Ekspres Mulai Lesu
28/07/2010 in Business
Arus pengiriman jasa ekspres mengalami penurunan hingga 3 persen selama semester I tahun 2010. Penurunan itu disebabkan menurunnya daya beli dan kian tingginya arus kompetisi perusahaan jasa pengiriman di Sumatera Utara.
“Memang harusnya arus pengiriman tahun ini bertumbuh. Tapi nyatanya, menurun. Sepanjang tahun 2009, arus pengiriman naik sekitar 15 persen dari 2008,” ucap Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo) A Tristiyanto, di Medan, Rabu (28/7).
Meski tak merinci seberapa besar volume penurunan arus barang, menurut Tristiyanto, secara umum para anggota tergabung dalam Asperindo juga melaporkan kondisi serupa. Bahkan, perusahaan kargo juga mengeluhkan hal tak jauh beda dengan perusahaan jasa titipan kilat.
Pimpinan PT Elteha ini berpendapat, ketatnya persaingan juga tak lepas dari tumbuh suburnya perusahaan jasa titipan baru sehingga berdampak pada berkurangnya margin perusahaan yang sudah eksis sebelumnya. Saat ini tercatat sebanyak 82 perusahaan tergabung dalam Asperindo Sumut.
“Sementara perusahaan jasa pengiriman yang baru tumbuh lebih mencapai 10 perusahaan. Mereka belum tergabung dalam asosiasi, padahal sesuai ketentuan, mereka harusnya mendapat rekomendasi dari Asperindo,” papar Tristyanto.
Dia menilai, hadirnya perusahaan jasa titipan kilat tersebut sedikit banyak berdampak pada margin. Pasalnya, tarif pengiriman barang yang dibebankan kepada konsumen jauh lebih terjangkau ketimbang perusahaan lama. Hal inilah menimbulkan persaingan tidak sehat di antara sesama kompetitor.
“Bayangkan, perbedaan harga bisa mencapai setengahnya. Ini kan harusnya meresahkan anggota. Makanya, bukan saat ini saja kita berusaha untuk menertibkannya, sudah sejak dulu. Tapi tetap saja tumbuh,” ucap dia lantas menambahkan adanya hubungan baik dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut diharapkan bisa memperbaiki sektor pengiriman jasa ekspress.
Menyikapi turunnya minat masyarakat memakai jasa titipan kilat, pihaknya pun tidak berencana menaikan tarif pengiriman. Seperti Elteha misalnya, tarif jasa pengiriman lokal tujuan Jakarta berkisar Rp 11 ribu per kilo dan luar negeri berkisar US$ 5,5 per 500 gram plus fuel surcharge 10 persen (Singapura). Sedangkan, negara lain, plus fuel surcharge 20 persen.
Tristiyanto memprediksi, jelang puasa dan Lebaran, arus pengiriman jasa titipan kilat diharapkan semakin baik, seperti trend tahun lalu. Jakarta, sebut dia, merupakan destinasi pengiriman terbesar yakni mencapai 75 persen, disusul Batam dan kota-kota besar lainnya.
Popularity: 1% [?]












