Asosiasi Exportir Sayuran dan Buah (AESB) Indonesia akan dibentuk pada Maret 2011. Pembentukan asosiasi di lima propinsi mencakup Sumut, Riau, Jabar, Jatim dan Jateng ini sekaligus peluncuran secara resmi ekspor perdana produk holtikultura ke Singapura, dari sentra produksi Berastagi.
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Sumut M Roem mengatakan, AESB akan berfungsi untuk memperkuat posisi ekspor produk hasil pertanian Sumut. “Selama ini produk hasil pertanian Sumut sudah masuk dan banyak beredar di negara Singapura. Hanya saja, tidak terkoordinir dengan baik,” jelasnya.
“Sayur-sayuran seperti kentang, kol, wortel, labu tanah sudah sejak lama masuk ke Singapura. Tapi tidak dilakukan secara maksimal. Dengan pembentukan asosiasi ini diharapkan ekspor bisa ditingkatkan dan pertumbuhan ekonomi terutama di sektor pertanian semakin terdorong,” sambungnya.
Pejabat Distansu itu beralasan, dipilihnya Singapura sebagai negara tujuan ekspor utama, dengan pertimbangan secara geografis berdekatan dengan Sumut. Selain itu, sebagai negara trading, negeri Singa itu sangat memungkinkan sebagai lokasi persinggahan barang. Faktor lainnya, adalah pengalaman Sumut yang sudah pernah berdagang ke Singapura sejak lama, tambah dia.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk menindaklanjuti keseriusan menggarap pasar ekspor, pihaknya sudah menginventarisir lahan-lahan pertanian yang dijadikan areal budidaya komoditi holtikultura.
Kendati begitu, diakuinya, untuk mewujudkan pertumbuhan ekspor ke Singapura, selain kompetisi dari negara lain seperti Cina, Thailand dan Malaysia yang masih rutin mengirimkan holtikultura, juga tantangan dari ketersediaan SDM dan teknologi.
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












