Avatar Dikritik Vatikan
12/01/2010 in ShowBiz
Film Avatar, karya sutradara James Cameron mendapat kritikan pedas dari Vatikan. Radio Vatikan dan suratkabar L’Osservatore Romano menilai film yang telah berhasil meraup keuntungan hingga US$ 1 miliar ini klise dan terlampau sentimental.
L’Osservatore Romano sepakat bahwa aspek teknologi dalam film ini memang luar biasa. “Namun tidak ada yang baru soal emosi manusia. Film ini terlalu melebihkan dampak visual daripada cerita dan pesan di dalamnya,” demikian ditulis harian resmi Gereja Katolik Vatikan tersebut seperti dikutip laman Telegraph.
Di Inggris dan Amerika Serikat (AS), Avatar mendapat sambutan baik di kalangan kritikus film. Mereka menyatakan Avatar sukses menggabungkan cerita dan teknologi animasi dengan sempurna. Film epik ini baru mulai ditayangkan di Italia pekan ini.
Avatar bercerita mengenai kehidupan planet Pandora, 144 tahun dari sekarang. Manusia telah tiba dan berusaha menguasai sumber daya yang ada di planet yang berada ratusan tahun cahaya dari bumi tersebut.
L’Osservatore menilai Cameron terlampau berkonsentrasi menciptakan dunia Pandora dan kurang mengeksplorasi cerita. Plot cerita, lanjut L’Osservatore, terpuruk menuju sentimentalitas dan tidak menggigit.
Sementara itu, Radio Vatikan bersikap lebih keras. Mereka menuduh film itu berusaha mengampanyekan doktrin yang membuat ekologi seperti sebuah agama baru.
Selain Avatar, media-media Vatikan pernah mengecam film lain seperti seri Harry Potter, The Da Vinci Code, dan Angels and Demons. Namun bulan lalu, L’Osservatore mengucapkan selamat atas 20 tahun penayangan The Simpsons.
Popularity: 1% [?]












