9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Reyno On November - 16 - 2011

jjgrosir

INDONESIA bisa dihantam krisis ekonomi sedahsyat yang pernah dialami negeri ini tahun 1997, akibat krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat.

Jumlah aliran dana asing alias hot money yang beredar di Indonesia, lima kali lipat dibandingkan dengan tahun 1997. Pengetatan likuiditas di negara-negara Eropa, sebagai obat krisis utang beberapa negara anggota Uni Eropa bisa membuat hot money di Indonesia ditarik keluar.

Ekspor yang terus mengalami pelambatan akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat, juga bakal menekan nilai tukar rupiah. Pada gilirannya, krisis utang di Eropa bakal berimbas pada perekonomian Indonesia.

Mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli, di Jakarta, Selasa (15/11/2011), memprediksi hantaman krisis di Indonesia akibat krisis utang di Eropa, bakal sangat terasa pada kuartal pertama tahun 2012.

Rizal mengatakan, penjelasan resmi pemerintah bahwa Indonesia tidak bakal terimbas krisis harus disikapi hati-hati. Persoalannya, sebelum terhantam krisis tahun 1997 silam, juga akibat pemerintah melenakan berbagai sinyal terjadinya krisis.

“Kalau dengar resmi penjelasan resmi pemerintah bahwa Indonesia enggak bakal kena krisis, bahwa ekonomi dan fundamental ekonomi Indonesia kuat sekali,” katanya.

Ia menambahkan, “Pernyataan-pernyataan begini sama seperti yang diungkapkan pada tahun 1997-1998, bahwa ekonomi Indonesia fundamentalnya kuat, cadangan devisa besar. Menurut saya kita harus hati-hati, karena cadangan devisa yang besar itu tidak seluruhnya milik pemerintah.”

Rizal menyebutkan, dari 110 miliar dollar AS cadangan devisa Indonesia yang punya pemerintah paling banyak seperempatnya. Sisanya itu dimiliki oleh swasta.

“Kita kan menganut sistem devisa yang super bebas. Kalau ada apa-apa, swasta ini pasti telepon banknya supaya uangnya dikirim ke luar negeri. Nah sekarang itu, jumlah uang panas atau hot money lima kali lipat dari tahun 1998,” ujar Rizal.

Celakanya menurut Rizal, pemerintah tidak mampu melakukan reformasi birokrasi, sehingga tidak ada perubahan dalam kultur birokrasi.

“Birokrasi masih merupakan penghambat. Yang namanya hot money tidak berhasil berubah jadi cold money, uang dingin. Idealnya uang panas itu diubah jadi uang dingin masuk ke investasi sektor riil,” katanya.

Rizal menunjukkan, sinyal krisis sebetulnya sudah mulai terasa. Pelan-pelan ekspor Indonesia sudah mulai melambat, dan itu juga terjadi di negara lain. China saja yang hebat sudah mulai slow down. Karena dua raksasa ekonomi, Eropa sama Amerika mengalami pelambatan.

Dampak krisis utang di Eropa kata Rizal bisa terlihat dari dua hal. Dampaknya melalui dua mekanisme, satu mekanisme ekspor, ekspor Indonesia mulai melambat 2012, sayangnya impor kita naiknya tinggi terus. Akibatnya surplus di neraca pembayaran dan transaksinya berjalan makin lama makin kecil. Itu akan memberi tekanan terhadap mata uang rupiah.

Kedua, lewat mekanisme finansial. Eropa karena krisis sedang mengetatkan likuiditas dan sektor moneternya, sehingga mereka nanti, mau tidak mau menarik investasi di portofolionya di Indonesia. (Sumber: Kompas)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.