Birthday surprise
jjgrosir
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Avatar of Reyno

by

Bank Lebih Efisien, Bunga Tetap Tinggi

03/11/2011 in Business

SEJUMLAH bank kelas kakap berhasil menekan biayanya sehingga lebih efisien. Rasio beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) mereka pada kuartal III-2011 turun dibandingkan periode sebelumnya.

Hal ini tercermin dalam laporan kinerja Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Central Asia (BCA) (lihat tabel). Tapi, kondisi ini hanya dinikmati bank. Efeknya ke debitur belum terasa.

Berdasarkan laporan kuartal III 2011, BNI mencatatkan rasio BOPO sebesar 72,9%. Bila melihat cost to income ratio (CIR), juga mencatatkan penurunan dari 51,8% jadi 47,8%. CIR atau rasio biaya terhadap pendapatan jadi indikator efisiensi perbankan. Makin kecil persentasenya, makin bagus.

BRI melaporkan penurunan rasio BOPO dari 73,63% pada September 2010 menjadi 68,34%. Rasio CIR juga susut dari 40% jadi 38,47%.

Pendapatan operasional BNI bersumber dari kenaikan pendapatan bunga sebesar 8,26% jadi Rp 15,07 triliun. Peningkatan nilai wajar aset keuangan surat berharga Rp 363,94 miliar, kenaikan fee, komisi, provisi dan administrasi naik 37,68% jadi Rp 1,9 triliun dan pendapatan lainnya naik sebesar 4.635% menjadi Rp 1,61 triliun.

Dari sisi biaya, kenaikan hanya terjadi pada beban bunga yang tumbuh 13,52% menjadi Rp 6,04 triliun dan beban lainnya yang naik 28,24% menjadi Rp 2,77 triliun. Secara umum, beban operasional selain bunga bersih turun 21,5% menjadi Rp 3,65 triliun.

BRI membukukan lonjakan pendapatan bunga 23,18% menjadi Rp 35,86 triliun. Fee, komisi, dan administrasi serta deviden dan gain dari investasi meningkat 27,18% menjadi Rp 2,49 triliun. Meski pendapatan bunga naik 23,18%, beban bunga hanya naik 15,68% menjadi Rp 9,66 triliun.

Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, penurunan BOPO BNI berasal dari penurunan pencadangan sebesar 13% menjadi Rp 2,49 triliun. “Kami mengurangi pencadangan karena perbaikan kualitas aset kredit,” ujarnya.

Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni mengatakan penurunan BOPO karena BRI melakukan pengetatan dan efisiensi di berbagai bidang. Salah satunya, dengan memperbesar dana murah ketimbang dana mahal sehingga cost of fund BRI mengecil.

BRI menjaring DPK Rp 52,69 triliun atau tumbuh sebesar 20,5% (yoy). Kontribusi dana murah mencapai 59,57%. “Biaya dana kami turun dari 4,9% menjadi 4,78% pada kuartal III 2011,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, BOPO turun karena laba BCA naik, terutama dari kenaikan margin bunga bersih (NIM) menjadi 5,7%. Tahun lalu masih 5,2%. Penurunan BOPO ini juga menurunkan biaya dana, sehingga bunga kredit turun. “Sebelum BI rate turun kami sudah menurunkan bunga kredit,” terang Jahja. (Sumber: Kontan)

Berikut rasio BOPO empat bank:
BOPO Bank     Sep 2010     Sep 2011
Bank Mandiri     70,16%     64,19%
BRI     73,63%     68,34%
BCA     65,4%     61,0%
BNI     75,8%     72,9%

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>