12
February , 2012
Sunday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On May - 19 - 2010

jjgrosir

Bank Mandiri (Persero), Tbk telah merealisasikan kredit bagi perkebunan plasma di posisi Maret 2010 sebesar Rp 3.724 miliar bagi 88.179 petani dengan luas areal 175.648 hektar.

Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rafjon Yahya mengemukakan, dengan portofolio kredit sebesar Rp 31,8 triliun hingga Maret 2010 untuk sektor perkebunan, industri, perdagangan turunan perkebunan 76,5% di antaranya diserap komoditi kelapa sawit.

“Sisanya 0,7% diserap kakao dan kopi, 1% untuk komoditi teh, dan 3,2 % oleh tanaman tebu. Sementara 12, 9% tersalur di komoditi tanaman karet,” ucap Rafjon, kemarin, di sela seminar kelapa sawit nasional, di Pekan Baru.

Dikatakannya, Bank Mandiri aktif membiayai plasma kebun kelapa sawit sejak 30 tahun lalu. Dengan alokasi pembiayaan yang cukup besar, membuktikan komitmen Bank Mandiri di sektor ini secara terus menerus.

Disebutkannya, dari realisasi kredit perkebunan plasma Bank Mandiri hingga posisi Maret 2010, paling tinggi penyerapannya berada di propinsi Kalimantan Barat senilai Rp 909,32 miliar, dengan jumlah petani sebanyak 23.599 orang seluas 47.199 hektar.

Posisi kedua, sambung dia, diserap propinsi Kalimantan Tengah yakni sebesar Rp 620,92 miliar oleh 9.392 petani dengan luas lahan 18.784 hektar. Peringkat ketiga adalah daerah Sumatera Selatan sebesar Rp 551,10 miliar seluas 32.715 hektar diakses 16.443 petani. Sementara, Sumatera Utara menempati posisi keempat terbesar dengan realisasi Rp 495,99 miliar seluas 11.424 hektar dengan jumlah 5.712 petani.

Rafjon menuturkan, beberapa kendala selama pembiayaan kebun plasma kelapa sawit kerap ditemui perbankan. Beberapa di antaranya, kata dia, saat perluasan kebun plasma, jumlah perusahaan yang layak menjadi mitra (perusahaan inti dan avalis) sangat terbatas.

“Status lahan kebun petani masih banyak yang belum ‘clear’ atau tumpang tindih. Begitu juga daerah yang padat penduduk luas areal per KK sangat kecil, karna kurang dari 2 hektar,” ucap dia menyebut kendala lainnya.

Sedangkan permasalahan peremajaan kebun plasma, lanjut dia, disebabkan beberapa pemilik lahan sudah pindah tangan, hingga sulit menemukan pemilik terakhir untuk diajak program peremajaan. Perubahan pengelolaan kebun plasma, dari semula kebun dikelola sendiri oleh menjadi pola kemitraan single management oleh perusahaan inti.

“Beberapa petani enggan turut serta dalam program peremajaan serta sumber hidup biaya petani selama mengikuti peremajaan belum jelas,” ujarnya.

Meski begitu, Bank Mandiri siap membiayaai peremajaan kebun kelapa sawit plasma dengan pola kemitraan single management, karena dinilai lebih “aman”.

Menyikapi pola kemitraan itu, Coorporate Affair Director Asian Agri Haposan Panjaitan mengatakan, pola single management yang ditawarkan perbankan kepada petani plasma selama program peremajaan memberikan kenyakinan ketika mengucurkan pembiayaan.

“Perbankan ingin agar perusahaan yang menjamin plasma ketika proses peremajaan berlangsung. Makanya ditawarkan pola manajemen satu atap kepada petani,” tukasnya.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.