Batik kini tak lagi hanya bagian budaya Jawa. Seiring dengan perkembangannya, Batik pun kini berbaur dengan budaya lain. Yang terbaru, lahirlah Batik Batak, karya seniman Yogyakarta Itock Van Diera. Seniman kelahiran Medan ini menggabungkan dua kebudayaan dalam satu karya seni bernama Batik Batak.
“Batik Batak merupakan refleksi yang melekat pada diri saya, yang dipengaruhi oleh dua kebudayaan yang berbeda, yaitu Batak dan Jawa. Saya melewati masa kecil saya dengan karakter Medan yang khas, di mana saya banyak berbaur dengan orang-orang Batak. Inilah kemudian yang menginspirasi saya untuk menciptakan desain Batik Batak,” jelas Itock belum lama ini.
Itock melakukan pengamatan selama enam tahun sebelum akhirnya ia memamerkan sejumlah karya Batik Batak-nya. Pada tahun 2004, ia memamerkan sejumlah karyanya di Oslo, Norwegia dan Gran Canari Spanyol.
“Di sana Batik Batak sangat digemari,” ujar Itock yang juga merupakan seorang arsitektur. Akhir Januari lalu, Itock juga memamerkan sejumlah karyanya di Komunitas Seni Suarasama, Medan, yang dikelola Irwansyah Harahap.
Pada pameran yang juga melibatkan dukungan Medan Propechy Club ini, Itock memamerkan sejumlah desain Batak yang sudah lama ia desain. Dan, pameran tersebut cukup mendapat respon yang positif.
“Saya ingin menunjukkan sesuatu yang baru dengan budaya Batak dan Jawa dengan Batik Batak,” ujar Itock.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










