9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Reyno On December - 27 - 2010

jjgrosir

BATU BARA masih menjadi salah satu komoditas paling hot tahun depan. Pasalnya permintaan terus melonjak, sementara pasokan terus menciut.

Dalam Catatan Akhir Tahun yang dikeluarkan PT Bahana TCW Investment Management, ketatnya kondisi penawaran-permintaan diperkirakan akan mengerek harga batu bara. Produsen batu bara mengeluh kesulitan mencapai target produksinya.

Curah hujan tinggi tidak hanya menghambat aktivitas penambangan tapi juga penanganan logistik. Hal itu membuat suplai batu bara menciut. Hal ini, menurut Bahana, bisa terus berlangsung selama fenomena La Nina belum mereda.

“Di sisi lain permintaan batu bara terus melonjak,” ujar ekonom Bahana, Budi Hikmat dalam Laporan Catatan Akhir 2010. Dalam jangka pendek, anomali cuaca bisa memperburuk musim dingin di negara empat musim. Akibatnya konsumsi bahan bakar baik batubara, gas maupun diesel akan naik seiring peningkatan konsumsi listrik.

Selain itu, tahun depan kapasitas pembangkit listrik akan bertambah signifikan. PLN memperkirakan 6.000-7.000MW dari program 10.000MW tahap I akan beroperasi tahun depan. Diperkirakan PLN akan membutuhkan tambahan 13 juta ton batubara.

Sedangkan Central Electricity Authority of India menyatakan ada 11.200 MW tambahan kapasitas baru. Tata Power mengestimasi impor batu bara India akan bertambah sekitar 10 juta ton menjadi 74 juta ton tahun depan.

Dalam jangka panjang, impor batu bara Vietnam juga bisa menjadi sumber pertumbuhan permintaan. Pemerintah Vietnam berencana membangun 4.100 MW selama 2011-2015, dan 4.800 MW selama 2021-2025. Konsekuensinya impor batu bara diestimasikan melonjak dari 250 ribu ton tahun ini menjadi 6 juta ton di 2015, 20-25 juta ton di 2020 dan mencapai 40 juta ton di 2025.

Bahana menyarankan untuk investor memilih perusahaan yang labanya paling sensitif dengan kenaikan harga batu bara dan mampu meningkatkan produksinya secara signifikan. (Sumber:vivanews)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.