Kekalahan PSMS dengan skor 1-3 dari Semen Padang dalam lanjutan putaran kedua Divisi Utama Grup 1 Liga Joss Indonesia, berbuntut panjang. Kini, Kustiono, si pelatih baru PSMS Medan, mendapat sorotan dari pengamat sepakbola. Mantan pelatih PSAP Sigli ini disebut-sebut tak mampu “berbicara” banyak!
Kustiono diyakini tak akan mampu mendongkrak PSMS Medan ke Liga Super, seperti yang ditargetkan semula. Demikian dikatakan mantan pelatih fisik PSMS Medan, Nimrot Manalu. “Hanya mimpi, PSMS bisa lolos ke liga Super setelah menderita kekalahan atas Semen Padang 1-3. PSMS semakin jauh tertinggal setelah terpuruk dari klasemen sementara Divisi Utama,” kata Manalu.
Dikatakannya, tak mudah membentuk tim solid dengan waktu singkat. “Perlu persiapan matang sehingga tercipta kekompakan tim. Sebagai pelatih baru, Kustiono pasti akan menerapkan strategi baru bagi pemain yang sudah terbiasa dengan pelatih yang lama,” katanya.
Senada dengan Manalu, Amrustian, mantan pemain PSMS, mengatakan, untuk menjadi pelatih tidak sembarangan. Apalagi membentuk tim tangguh dalam 3 hari kerja. “Mana mungkin dalam tiga bisa membentuk tim solid,” katanya. Minimal, dibutuhkan waktu tiga bulan untuk membentuk tim yang solid. Karenanya, ia menolak saat ditawarkan untuk melatih PSMS Medan.
Ia memandang, pemberhentian Suimin Diharja menyalahi aturan. “Anehnya, pemecatan terhadap Suimin tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak manajemen,” ujarnya. Menurutnya, seorang pelatih diberhentikan dan tidak layak lagi melatih setelah dianggap tidak mencapai target.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












