Beras dan Cabe Merah Picu Inflasi Sumut dan Medan

Beras dan Cabe Merah Picu Inflasi Sumut dan Medan

HARGA beras dan cabe merah masih memicu inflasi di Sumut dan Kota Medan. Pada bulan Januari 2011, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi yaitu Medan sebesar 1,86%, Pematangsiantar sebesar 2,42%, Sibolga sebesar 2,66%, dan Padangsidimpuan sebesar 2,40%. Dengan demikian, Sumut pada bulan Januari 2011 mengalami inflasi sebesar 1,97%.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Statistik Produksi, Drs Erwin Said MSi kepada wartawan, Selasa (2/2/2011) di Kantor BPS Provinsi Sumut.

Erwin menjelaskan, terjadinya inflasi pada Januari 2011 menyebabkan laju inflasi year on year (Januari 2011 terhadap Januari 2010), masing-masing kota sebagai berikut: Medan 8,10 persen, Pematangsiantar 11,34 persen, Sibolga 12,83 persen, dan Padangsidimpuan 8,26 persen. Sementara itu, laju inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 13,17 persen.

Terjadinya inflasi pada bulan Januari 2011 menyebabkan laju inflasi year on year (Januari 2011 terhadap Januari 2010)  masing-masing kota sebagai berikut: Medan 8,10 persen, Pematangsiantar 11,34 persen, Sibolga 12,83 persen, dan Padangsidimpuan 8,26 persen. Sementara itu, laju inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 13,17 persen.

“Inflasi di Medan pada bulan Januari 2011 dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti: beras, cabe merah, angkutan udara, daging ayam ras, dokter spesialis, bawang merah, kentang, minyak goreng, cabe hijau, dan dencis,” kata Erwin yang didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi, Hajizi.

Disebutkannya, dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruh kota mengalami inflasi, di mana inflasi tertinggi terjadi di Padang sebesar 3,70 % dan inflasi terendah terjadi di Batam sebesar 0,82%.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: