RUPIAH menguat karena spekulasi bank sentral melakukan intervensi untuk menopang pergerakan rupiah. Pasalnya, kemarin, rupiah sempat anjlok ke posisi terlemah sejak 14 Februari di Rp 8.939 per dollar AS.
Hingga pukul 9.58 WIB, pasangan (pair) dollar AS dan rupiah (USD/IDR) berada di level 8.754, dari posisi kemarin di 8.884.
Otot rupiah menguat setelah kemarin, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan yakin akan masa depan Yunani di zona Euro. Perdana Menteri Yunani George Papandreou berkomitmen memenuhi target pengurangan defisit, sebagai syarat untuk bailout internasional.
Selain itu, kemarin, Deputi Gubernur Hartadi Sarwono menyebutkan Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar rupiah dan obligasi setelah sempat jatuh 2,6%. Bank sentral melakukan intervensi di pasar mata uang dengan mengatur pembelian atau penjualan valuta asing. Indonesia memiliki US$ 125 miliar cadangan yang dapat digunakan untuk mempertahankan rupiah.
Kemarin, asing tercatat melakukan penjualan saham Indonesia senilai US$ 160 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka beli, Sementara, harga obligasi pemerintah jatuh untuk hari ketiga, kemarin. Adapun yield obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 naik 29 basis poin menjadi 7,02%. (Sumber:Kontan)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












