9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On March - 13 - 2010

jjgrosir

Dua perupa muda Medan, Deppi Tarigan dan Yanal Desmond mengaku kecewa dengan keberadaan gedung pameran Taman Budaya Medan yang dianggap masih dianggap tidak maksimal memberi dukungan kepada sejumlah perupa yang ingin memamerkan karya seni mereka.

Sebelumnya, kedua perupa ini bermaksud menggelar pameran sejumlah karya seni rupa mereka di gedung pameran yang berada di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Medan No. 33 itu.

Namun, kedua perupa ini merasa dipersulit dengan birokrasi yang berbelit-belit. Keduanya dimintai sewa gedung pameran yang dirasa terlalu tinggi.

“Birokrasinya berbelit-belit,” ujar Deppi.

Deppi mengatakan, saat mereka meminta ijin untuk berpameran di gedung pameran tersebut, salah seorang staf Taman Budaya meminta sewa gedung pameran sejumlah Rp 350 ribu.

“Kami minta agar dikurangi menjadi Rp 150 ribu, karena pameran ini sifatnya tidak untuk komersil. Lagian, daripada gedung pamerannya kosong dengan pameran, kenapa tidak kami isi saja dengan memamerkan karya kami,” ujar Yanal.

Staff tersebut kemudian menjawab bahwa gedung pameran dipakai sebagai tempat latihan anak teater. “Gedung itu semestinya harus diutamakan untuk ruang pameran seni rupa, tapi malah lebih diutamakan untuk teater,” ujar Yanal.

Deppi dan Yanal menganggap sikap pihak Taman Budaya yang diskriminatif sangat tidak mendukung gerak berkesenian (seni rupa) di Medan, khususnya bagi perupa muda.

Kedua perupa ini pun akhirnya memamerkan sejumlah karya mereka di gedung GMKI di Jalan Gajah Mada, Medan. “Kami pikir pameran akan batal. Kebetulan kami lewat gedung GMKI sepulang dari Taman Budaya. Kami langsung menemui orang di sana. Eh, ternyata kami disambut dengan baik dan diberi ijin berpameran,” ujar Deppi.

Deppi beranggapan, persoalan bagi perupa muda, seperti mereka memang sering terkendala soal tempat pameran. “Tapi, kami tidak akan menyerah dengan keadaan itu. Kami akan terus berkarya,” ujarnya.

Sekadar info, kedua perupa ini telah membuka pamerannya di gedung GMKI Medan, Jumat (12/3) kemarin dengan memamerkan 12 karya seni, baik lukisan, patung dan instalasi. Pameran masih akan digelar hingga 24 Maret mendatang.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.