Bukopin Medan Peduli UMKM
04/11/2009 in Business

Siapa bilang perbankan tidak peduli pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)? Setidaknya anggapan ini dipatahkan oleh PT Bank Umum Koperasi (Bukopin) Cabang Medan.
Sekitar 85 persen dari total kredit Bukopin Cabang Medan ternyata disalurkan dan diserap oleh sektor UMKM. Sisanya, sebesar 15 persen merupakan kredit konsumsi. Demikian dijelaskan Kepala Bank Bukopin Cabang Medan, M Rudi Irfan, Selasa (3/11) siang tadi.
Dijelaskannya, fokus usaha bank di bawah pimpinannya itu memang fokus pada sektor UMKM. “Sebab itu, 85 persen kredit yang kita salurkan ditujukan kepada sektor UMKM,” jelasnya didampingi Manager Bisnis UMKM, Rizal Hasrun.
Rudi menuturkan, pengajuan kredit yang dilakukan para debitur tersebut umumnya untuk investasi dan modal kerja. “Kredit mikro merupakan kredit dengan nilai Rp 250 juta ke bawah. Sedangkan untuk nilai Rp 250 juta-Rp 10 miliar masuk kategori kredit UKM,” jelasnya.
Menurutnya, UMKM telah lama dikenal sebagai sektor yang tahan goncangan keuangan, termasuk saat terjadi krisis keuangan global baru-baru ini. Ternyata, terbukti pembayaran kredit para debitur tergolong lancar.
“Angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank Bukopin Cabang Medan masih di bawah 5 persen dan ini sesuai dengan ketentuan BI. Sampai saat ini, belum ada debitur yang melakukan rescheduling atau restrukturisasi kreditnya,” jelasnya.
Rudi menyebutkan, untuk tahun 2009, Bukopin menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20 persen. Sekitar 85 persen dari target tersebut telah berhasil direalisasikan. “Masih ada waktu 2 bulan hingga akhir tahun dan kami optimis target tersebut dapat terealisasi,” ujarnya. (Laporan: Fuzi/ Foto: int)
Popularity: 1% [?]












