Bunga Kredit Pegadaian Dikritik

Bunga Kredit Pegadaian Dikritik

Perum Pegadaian yang seharusnya membantu masyarakat mengatasi kesulitan dalam pemberian dana pinjaman ternyata belum tepat sasaran. Buktinya, suku bunga kredit gadai yang ditetapkan dengan sistem flat dinilai masih sangat tinggi, 0,9% per bulan.

Adalah anggota Komisi C DPRD Sumut, Mailizar Latif, yang mempersoalkannya. Menurutnya, sistem flat lebih cocok untuk sektor konsumtif. Sedangkan nasabah pegadaian umumnya bergerak dalam sektor produktif untuk pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). “Pasalnya, sistem itu membuat masyarakat membayar porsi bunga lebih besar daripada biaya pokoknya. Sehingga penetapan bunganya lebih tinggi daripada bunga perbankan,” kata Latif.

Ditambahkannya, penetapan sistem flat tidak baik karena tidak menyesuaikan fluktuasi bunga pasar. Seharusnya, kata Mailizar, untuk menentukan tingkat bunga kredit atau pinjaman, Pegadaian melihat situasi domestik yang terdiri dari beberapa indicator, yaitu tingkat inflasi, hukum permintaan dan penawaran (demand and supply), BI Rate, serta  elihat situasi global di pasar keuangan internasional.

Kepala Humas dan Hukum Perum Pegadaian Kanwil Medan, Lintong Parulian Panjaitan mengatakan menerima masukan dari DPRD Sumut untuk menurunkan suku bunga kredit  gadai. Namun, saat ini Pegadaian masih berharap dari pinjaman dari perbankan, yaitu dari BRI, BCA, Mandiri, dan obligasi.

“Sumber dana Perum Pegadaian yaitu jual saham atau obligasi keberapa perusahaan besar dan meminjam dana ke bank-bank itu. Kita berharap pemerintah memberikan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), sehingga masyarakat gadai golongan menengah ke bawah bisa terbantu dan tidak terbebani. Agar bunga gadai ini bisa diturunkan,” ujar Lintong.

Dijelaskan Lintong, bunga gadai masih tinggi karena tingginya biaya SDM (sumber daya manusia) dan biaya operasional dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut.

Namun Latif tak setuju dengan apa yang disebut Lintong. Menurutnya, boleh saja sumber dana Pegadaian dari pinjaman perbankan, penjualan saham ataupun penerbitan obligasi. Tapi bila dihubungkan dengan alasannya untuk bunga kredit gadai harus tinggi, hal itu tidak tepat sasaran. Menurutnya, meskipun pinjaman ke bank dan penjualan  saham sesuai dengan bunga bank yang berlaku itu tidak harus membuat bunga kredit gadai menjadi tinggi dari bunga perbankan. “Seharusnya bisa tetap lebih murah,” katanya.

0
Like
Save

Comments

ruben says:

Pegadaian sekarang identik dgn rentenir. Bunga yg ditetapkan beda tipis. Umumnya rentenir 3%/bln. Sedangkan pegadaian per agustus 2010 sebesar 1,3% per 15 hari. Jk tdk mau berubah ganti saja motonya menjadi Memecahkan masalah tanpa luput dgn kepalanya.

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: