Begal dengan senjata tajam dan kunci T tertangkap warga saat berkasi. Kejadian di jalan kopi perumnas simalingkar, Medan. Menurut pengirim video, Kronologis nya bermula dari jalan karet perumnas simalingkar, pelaku begal ada 3 orang naik 2 sepeda motor (2 laki-laki dan 1 perempuan), pelaku pepet korban dijalan sepi, korban di todong disuruh turun dari sepeda motor. Karena korban ditodong dengan senjata tajam mirip pisau, korban langsung lari tinggalkan kendaraan sambil teriak maling alhasil pelaku langsung kabur, 2 orang lolos 1 orang nyasar ke jalan kopi, disitulah tersangka dicurigai langsung dipaksa warga turun dari sepeda motor. Tersangka diintrogasi dibawa ke kedau kopi dan warga periksa isi tas tersangka. Didalam tas terdapat kunci T yang diduga digunakan untuk curanmor, sama sebuah pisau yang sudah di modifikasi jadi tidak terlihat seperti pisau. Sebelum diintrogasi, tersangka terlihat udah mondar mandir cari tempat untuk buang barang bukti yang dilempar ke parit yang ditemukan warga. Sesudah di introgasi, sempat ada beberapa warga yang mukul tersangka sampai berdarah karena sebelumnya dia juga korban curanmor dan pembegalan. Tersangka berasal dari jalan karya. Selesai di introgasi pelaku langsung dibawa ke polsek terdekat. Kejadian ini terjadi sekitar jam 23:00 wib pada 06 Feb 2019 . Laporan video dikirim oleh sejumlah Rony Wahyu, Johansen dan Timoty G Simanjuntak ke LINE @medantalk . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Begal dengan senjata tajam dan kunci T tertangkap warga saat berkasi. Kejadian di jalan kopi perumnas simalingkar, Medan.
Menurut pengirim video, Kronologis nya bermula dari jalan karet perumnas simalingkar, pelaku begal ada 3 orang naik 2 sepeda motor (2 laki-laki dan 1 perempuan), pelaku pepet korban dijalan sepi, korban di todong disuruh turun dari sepeda motor. Karena korban ditodong dengan senjata tajam mirip pisau, korban langsung lari tinggalkan kendaraan sambil teriak maling alhasil pelaku langsung kabur, 2 orang lolos 1 orang nyasar ke jalan kopi, disitulah tersangka dicurigai langsung dipaksa warga turun dari sepeda motor. Tersangka diintrogasi dibawa ke kedau kopi dan warga periksa isi tas tersangka. Didalam tas terdapat kunci T yang diduga digunakan untuk curanmor, sama sebuah pisau yang sudah di modifikasi jadi tidak terlihat seperti pisau.
Sebelum diintrogasi, tersangka terlihat udah mondar mandir cari tempat untuk buang barang bukti yang dilempar ke parit yang ditemukan warga.
Sesudah di introgasi, sempat ada beberapa warga yang mukul tersangka sampai berdarah karena sebelumnya dia juga korban curanmor dan pembegalan. Tersangka berasal dari jalan karya. Selesai di introgasi pelaku langsung dibawa ke polsek terdekat.
Kejadian ini terjadi sekitar jam 23:00 wib pada 06 Feb 2019
.
Laporan video dikirim oleh sejumlah Rony Wahyu, Johansen dan Timoty G Simanjuntak ke LINE @medantalk
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Salah seorang dari komplotan begal yang beraksi di Jalan Sutrisno, Medan, Senin (28/1) dinihari, berhasil diamankan polisi. . Informasi yang diperoleh Analisadaily.com, penangkapan itu dilakukan setelah Tim Pegasus Polrestabes Medan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, membenarkan penangkapan tersebut. . “Benar, sudah satu orang yang kita amankan beserta barang bukti,” kata Putu kepada Analisadaily.com, Selasa (5/2). . Saat ini Tim Pegasus Polrestabes Medan terus melakukan pengembangan terhadap kasus pembegalan sepasang pengemudi sepeda motor di Jalan Sutrisno yang sempat viral di dunia maya. . “Kita terus melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya dan kasus ini telah kita serahkan kepada Polda Sumut,” pungkas Putu. . Seperti diketahui, pembegalan itu terjadi di Jalan Sutrisno pada Senin (28/1) dinihari. Dua orang yang mengendarai sepeda motor memepet kendaraan korban. Kemudian datang empat pelaku lainnya menggunakan dua sepeda motor dari arah belakang. Korban sempat berupaya menyeberangkan sepeda motornya ke sisi kanan jalan, namun karena terhalang pulau jalan, akhirnya korban berlari meninggalkan sepeda motornya. Sesaat kemudian korban berupaya mendekati para pelaku sambil melempar sesuatu. Namun para pelaku yang berjumlah enam orang berhasil membawa kabur kendaraan korban. . Aksi pembegalan tersebut menjadi viral di media sosial setelah terekam CCTV dari salah satu rumah warga di sekitar lokasi kejadian. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/polisi-tangkap-begal-di-jalan-sutrisno-yang-sempat-viral/689047/2019/02/05

Salah seorang dari komplotan begal yang beraksi di Jalan Sutrisno, Medan, Senin (28/1) dinihari, berhasil diamankan polisi.
.
Informasi yang diperoleh Analisadaily.com, penangkapan itu dilakukan setelah Tim Pegasus Polrestabes Medan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, membenarkan penangkapan tersebut.
.
“Benar, sudah satu orang yang kita amankan beserta barang bukti,” kata Putu kepada Analisadaily.com, Selasa (5/2).
.
Saat ini Tim Pegasus Polrestabes Medan terus melakukan pengembangan terhadap kasus pembegalan sepasang pengemudi sepeda motor di Jalan Sutrisno yang sempat viral di dunia maya.
.
“Kita terus melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya dan kasus ini telah kita serahkan kepada Polda Sumut,” pungkas Putu.
.
Seperti diketahui, pembegalan itu terjadi di Jalan Sutrisno pada Senin (28/1) dinihari. Dua orang yang mengendarai sepeda motor memepet kendaraan korban. Kemudian datang empat pelaku lainnya menggunakan dua sepeda motor dari arah belakang.
Korban sempat berupaya menyeberangkan sepeda motornya ke sisi kanan jalan, namun karena terhalang pulau jalan, akhirnya korban berlari meninggalkan sepeda motornya. Sesaat kemudian korban berupaya mendekati para pelaku sambil melempar sesuatu. Namun para pelaku yang berjumlah enam orang berhasil membawa kabur kendaraan korban.
.
Aksi pembegalan tersebut menjadi viral di media sosial setelah terekam CCTV dari salah satu rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/polisi-tangkap-begal-di-jalan-sutrisno-yang-sempat-viral/689047/2019/02/05

Aksi terduga jambret yang terjadi pagi ini dijalan Ngumban Surbakti Medan 01/09/2018 sekitar pukul 07.00 wib . Terlihat seorang pria dihakimi massa ditengah jalan yang ditelanjangi, menurut warga yang ada disekitar, iya merupakan diduga begal atau jambret yang dikejar dan berhasil ditangkap dijalan ngumban Surbakti. . Masyarakat yang mengetahui hal ini langsung melampiaskan kekesalan terhadap terduga dan langsung mengikat nya sambil menunggu petugas tiba dilokasi karena lalu lintas seketika menjadi macet karena banyak pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya untuk melihat kejadian ini. . Video kiriman Faiz, melalui Line @medantalk

Aksi terduga jambret yang terjadi pagi ini dijalan Ngumban Surbakti Medan 01/09/2018 sekitar pukul 07.00 wib
.
Terlihat seorang pria dihakimi massa ditengah jalan yang ditelanjangi, menurut warga yang ada disekitar, iya merupakan diduga begal atau jambret yang dikejar dan berhasil ditangkap dijalan ngumban Surbakti.
.
Masyarakat yang mengetahui hal ini langsung melampiaskan kekesalan terhadap terduga dan langsung mengikat nya sambil menunggu petugas tiba dilokasi karena lalu lintas seketika menjadi macet karena banyak pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya untuk melihat kejadian ini.
.
Video kiriman Faiz, melalui Line @medantalk

Aksi begal terhadap driver online yang beberapa waktu lalu terjadi di Medan, berhasil ditangkap oleh Tim Pegasus Polsek Medan Baru. . 4 orang pelaku yang merampas sepeda motor milik driver online yang terekam kamera CCTV ditembak Tim Pegasus karena mencoba kabur. . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram . Video. : YouTube RTV

Aksi begal terhadap driver online yang beberapa waktu lalu terjadi di Medan, berhasil ditangkap oleh Tim Pegasus Polsek Medan Baru.
.
4 orang pelaku yang merampas sepeda motor milik driver online yang terekam kamera CCTV ditembak Tim Pegasus karena mencoba kabur.
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram
.
Video. : YouTube RTV

Begal ponsel di jln Tempuling tertangkap dan dihakimi masa Kronologis kejadian begal di video sebelumnya: Begal naik sepeda motor rampok ponsel seorang wanita pejalan kaki melarikan diri. Terlihat dari rekaman CCTV, (lihat post sebelumnya) ponsel korban ditarik dan korban sampai jatuh ke jalan. Pelaku dua orang yang mengendari sepeda motor langsung kabur. Korban sempat teriak rampok dan pelaku dikejar warga setempat. Akhirnya tersangka terjekar, tertangkap dan dihakimi warga. Kejadian di Jl tempuling, Medan Tembung sekitar jam 23.59 WIB 11 Aug 2018 Selalu berhati hati dijalan dan jangan gunakan ponsel. Mention kawan dan keluarga anda untuk mengingati mereka. Laporan video dikirim oleh Tanthowi Jauhar ke LINE @medantalk

Begal ponsel di jln Tempuling tertangkap dan dihakimi masa
Kronologis kejadian begal di video sebelumnya:
Begal naik sepeda motor rampok ponsel seorang wanita pejalan kaki melarikan diri.
Terlihat dari rekaman CCTV, (lihat post sebelumnya) ponsel korban ditarik dan korban sampai jatuh ke jalan. Pelaku dua orang yang mengendari sepeda motor langsung kabur. Korban sempat teriak rampok dan pelaku dikejar warga setempat. Akhirnya tersangka terjekar, tertangkap dan dihakimi warga.
Kejadian di Jl tempuling, Medan Tembung sekitar jam 23.59 WIB 11 Aug 2018
Selalu berhati hati dijalan dan jangan gunakan ponsel. Mention kawan dan keluarga anda untuk mengingati mereka.
Laporan video dikirim oleh Tanthowi Jauhar ke LINE @medantalk

Begal naik sepeda motor rampok ponsel seorang wanita pejalan kaki berhasil melarikan diri. Terlihat dari rekaman CCTV, ponsel korban ditarik dan korban sampai jatuh ke jalan. Pelaku dua orang yang mengendari sepeda motor langaung kabur. Korban sempat teriak rampok dan pelaku dikejar warga setempat namun tidak terkejar. Kejadian di Jl tempuling, Medan Tembung sekitar jam 23.59 WIB 11 Aug 2018 Selalu berhati hati dijalan dan jangan gunakan ponsel. Mention kawan dan keluarga anda untuk mengingati mereka. Laporan video dikirim oleh Tanthowi Jauhar ke LINE @medantalk

Begal naik sepeda motor rampok ponsel seorang wanita pejalan kaki berhasil melarikan diri.
Terlihat dari rekaman CCTV, ponsel korban ditarik dan korban sampai jatuh ke jalan. Pelaku dua orang yang mengendari sepeda motor langaung kabur. Korban sempat teriak rampok dan pelaku dikejar warga setempat namun tidak terkejar.
Kejadian di Jl tempuling, Medan Tembung sekitar jam 23.59 WIB 11 Aug 2018
Selalu berhati hati dijalan dan jangan gunakan ponsel. Mention kawan dan keluarga anda untuk mengingati mereka.
Laporan video dikirim oleh Tanthowi Jauhar ke LINE @medantalk

Peristiwa pencurian sepeda motor yang terekam CCTV dan sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan. . Salah satu pelaku, terpaksa ditembak di bagian kakinya, karena melawan sesaat setelah ditangkap. . Kepada polisi, para pelaku mengaku telah mencuri sedikitnya 100 sepeda motor, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. . Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sepucuk pistol dan senjata tajam, yang biasa digunakan pelaku setiap melakukan aksi pencurian. . Dari para pelaku, polisi menyita 15 sepeda motor, dan polisi masih memburu hasil kejahatan pelaku. . . Video : @kompastvmedan

Peristiwa pencurian sepeda motor yang terekam CCTV dan sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan.
.
Salah satu pelaku, terpaksa ditembak di bagian kakinya, karena melawan sesaat setelah ditangkap.
.
Kepada polisi, para pelaku mengaku telah mencuri sedikitnya 100 sepeda motor, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sepucuk pistol dan senjata tajam, yang biasa digunakan pelaku setiap melakukan aksi pencurian.
.
Dari para pelaku, polisi menyita 15 sepeda motor, dan polisi masih memburu hasil kejahatan pelaku.
.
.
Video : @kompastvmedan

Kapolrestabes Minta Bandit Tidak Macam-macam di Medan, Kombes Dadang: Kami Kejar Sampai Ujung Dunia . 72 pelaku kejahatan di Kota Medan, yang berhasil diamankan tim Pegasus Polsek jajaran Polrestabes Medan, dikumpulkan di lapangan apel Mapolrestabes Medan, Kamis (5/7/2018). . Dikumpulkannya para pelaku kejahatan di lapangan Mapolrestabes Medan bukan untuk melaksanakan apel, namun para pelaku pada hari ini dipaparkan kejahatannya. . Pemaparan dibawa langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Wakapolrestabes Medan, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha. . Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sony, Kabag ops Polrestabes Medan, AKBP I Gede Nakti dan tim Pegasus. . Pada paparan pengungkapan kasus, para pelaku kejahatan duduk berjajar. Berbagai kejahatan dilakukan para pelaku, di antaranya, spesialis bongkar rumah, pencurian kotak infak, perampok dengan kekerasan, begal dan sebagainya. . Kurang lebih sebulan tim Pegasus yang dibentuk dan diresmikan Kapolrestabes Medan berhasil ringkus 72 pelaku kejahatan di Kota Medan. . Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto bersama para kasat, dan Kapolsek Medan berjajar di depan para tersangka. . Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, jangan melakukan jambret, begal dan sebagainya di Kota Medan, akan dikejar sampai ke ujung dunia. . “Kita mampu, Medan kondusif,” ucapnya serentak bersama para kasat dan kapolsek jajaran Polrestabes Medan. . Berbagai barang bukti berhasil diamankan tim Pegasus, mulai dari puluhan sepeda motor, berbagai senjata tajam, puluhan alat isap sabu, linggis dan sebagainya. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/07/05/kapolrestabes-minta-bandit-tidak-macam-macam-di-medan-kombes-dadang-kami-kejar-sampai-ujung-dunia

Kapolrestabes Minta Bandit Tidak Macam-macam di Medan, Kombes Dadang: Kami Kejar Sampai Ujung Dunia
.
72 pelaku kejahatan di Kota Medan, yang berhasil diamankan tim Pegasus Polsek jajaran Polrestabes Medan, dikumpulkan di lapangan apel Mapolrestabes Medan, Kamis (5/7/2018).
.
Dikumpulkannya para pelaku kejahatan di lapangan Mapolrestabes Medan bukan untuk melaksanakan apel, namun para pelaku pada hari ini dipaparkan kejahatannya.
.
Pemaparan dibawa langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Wakapolrestabes Medan, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha.
.
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sony, Kabag ops Polrestabes Medan, AKBP I Gede Nakti dan tim Pegasus.
.
Pada paparan pengungkapan kasus, para pelaku kejahatan duduk berjajar. Berbagai kejahatan dilakukan para pelaku, di antaranya, spesialis bongkar rumah, pencurian kotak infak, perampok dengan kekerasan, begal dan sebagainya.
.
Kurang lebih sebulan tim Pegasus yang dibentuk dan diresmikan Kapolrestabes Medan berhasil ringkus 72 pelaku kejahatan di Kota Medan.
.
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto bersama para kasat, dan Kapolsek Medan berjajar di depan para tersangka.
.
Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, jangan melakukan jambret, begal dan sebagainya di Kota Medan, akan dikejar sampai ke ujung dunia.
.
“Kita mampu, Medan kondusif,” ucapnya serentak bersama para kasat dan kapolsek jajaran Polrestabes Medan.
.
Berbagai barang bukti berhasil diamankan tim Pegasus, mulai dari puluhan sepeda motor, berbagai senjata tajam, puluhan alat isap sabu, linggis dan sebagainya.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/07/05/kapolrestabes-minta-bandit-tidak-macam-macam-di-medan-kombes-dadang-kami-kejar-sampai-ujung-dunia

Dua tersangka begal di hakimi masa di jl yos sudarso arah belawan. Menurut pengirim video, cerita awalnya, korban kehilangan sepeda motor ngelapor ke polsek Labuhan, selepas pulang dari polsek si korban melihat barbut (barang bukti) sepeda motornya dibawa oleh 2 pria, langsung sikorban memberhentikan tersangka, tanpa basa basi tersangka lari berpencar, tersangka ada 2 orang, tersangka pertama dikejar dan dapat oleh warga, kelang 30 menit tersangka ke 2 keluar dari tempat persembunyiannya, warga melihat langsung dikejar tersangka ke-2. Kedua tersangka dikeroyok warga. Satu dalam kondisi kritis dan telah diamankan polisi dan dibawa ke rumah sakit. Kejadian sekitar jam 23:30 WIB 22 Juni 2018. Menurut pengirim video, jalan di sekitar menjadi macet akibat warga yang banyak yang ingin melampiaskan kekesalannya terhadap pembegal/tersangka. Laporan video dikirim oleh @robbiapandiparapat Rachmadsyah, Hendra dan @azwar_karim ke LINE @medantalk @otomtalk . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Dua tersangka begal di hakimi masa di jl yos sudarso arah belawan.
Menurut pengirim video, cerita awalnya, korban kehilangan sepeda motor ngelapor ke polsek Labuhan, selepas pulang dari polsek si korban melihat barbut (barang bukti) sepeda motornya dibawa oleh 2 pria, langsung sikorban memberhentikan tersangka, tanpa basa basi tersangka lari berpencar, tersangka ada 2 orang, tersangka pertama dikejar dan dapat oleh warga, kelang 30 menit tersangka ke 2 keluar dari tempat persembunyiannya, warga melihat langsung dikejar tersangka ke-2. Kedua tersangka dikeroyok warga. Satu dalam kondisi kritis dan telah diamankan polisi dan dibawa ke rumah sakit.
Kejadian sekitar jam 23:30 WIB 22 Juni 2018.
Menurut pengirim video, jalan di sekitar menjadi macet akibat warga yang banyak yang ingin melampiaskan kekesalannya terhadap pembegal/tersangka.
Laporan video dikirim oleh @robbiapandiparapat Rachmadsyah, Hendra dan @azwar_karim ke LINE
@medantalk @otomtalk
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan dua polda, yakni Lampung dan Sumatera Selatan, untuk menembak mati pelaku begal. . Tito mengatakan, tidak ada kata ampun bagi begal, mereka harus ditindak tegas. Penjara pun tak pantas untuk mereka. . “Nanti, kalau (pelaku begal) ketangkaptembak-tembakin saja, sudah saya perintahkan itu,” kata Tito di Posko Terpadu Angkutan Lebaran (Angleb) 2018, di Terminal Terpadu Merak (TTM), Kota Cilegon, Banten, Senin 11 Juni 2018. . Menurut Tito, begal harus ditembak mati, agar tidak membahayakan pemudik. Diketahui, begal di dua wilayah itu, kerap beraksi dengan sasaran utama pemudik yang melintas di wilayah aksi mereka. . “Ini sudah ada yang tertangkap, tertembak mati. Saya perintahkan Kapolda Lampung dan Kapolda Sumsel lakukan operasi khusus begal,” ujar Tito. . Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas, menurun sebanyak 30 persen dibandingkan arus mudik tahun 2017 lalu. “Angka kecelakaan ada 100 kecelakaan, tetapi tidak ada kecelakaan signifikan. Itu jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya, di masa hari yang sama, jadi turun 30 persen,” kata dia. . Sumber : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1044743-perintah-kapolri-tembak-mati-begal-pemudik

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan dua polda, yakni Lampung dan Sumatera Selatan, untuk menembak mati pelaku begal.
.

Tito mengatakan, tidak ada kata ampun bagi begal, mereka harus ditindak tegas. Penjara pun tak pantas untuk mereka.
. “Nanti, kalau (pelaku begal) ketangkaptembak-tembakin saja, sudah saya perintahkan itu,” kata Tito di Posko Terpadu Angkutan Lebaran (Angleb) 2018, di Terminal Terpadu Merak (TTM), Kota Cilegon, Banten, Senin 11 Juni 2018.
.

Menurut Tito, begal harus ditembak mati, agar tidak membahayakan pemudik. Diketahui, begal di dua wilayah itu, kerap beraksi dengan sasaran utama pemudik yang melintas di wilayah aksi mereka.
. “Ini sudah ada yang tertangkap, tertembak mati. Saya perintahkan Kapolda Lampung dan Kapolda Sumsel lakukan operasi khusus begal,” ujar Tito.
.

Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas, menurun sebanyak 30 persen dibandingkan arus mudik tahun 2017 lalu. “Angka kecelakaan ada 100 kecelakaan, tetapi tidak ada kecelakaan signifikan. Itu jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya, di masa hari yang sama, jadi turun 30 persen,” kata dia.
.

Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1044743-perintah-kapolri-tembak-mati-begal-pemudik

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira tak menampik jika angka kejahatan bakal meningkat di akhir Ramadan dan jelang lebaran. Kata Putu, naiknya angka kejahatan itu sudah diprediksi sebelumnya. Namun, lanjut Putu, bila dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017, angka kejahatan justru mengalami trend penurunan di tahun 2018. . “Kami belajar dan menganalisa kejadian-kejadian dari tahun ke tahun. Dibandingkan Januari hingga Mei 2016 dan 2017, masih biasa-biasa saja. Begitu mendekati lebaran, meningkat,” terang Putu, Sabtu (2/6). Ia menjelaskan, khusus kasus 3 C seperti curat, curas, dan curanmor, tidak begitu menonjol dibandingkan dua tahun belakangan. . “Meski angkanya tidak begitu tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, anggota tetap melakukan hunting. Apalagi kemarin sudah dibentuk Tim Pegasus atau Tim Penanganan Gangguan Khusus,” terang Putu. Belum lama ini, kasus penetapan tersangka terhadap korban begal di Bekasi, Jawa Barat sempat viral di media sosial. Belakangan, korban begal itu justru diberi penghargaan. . Putu yang ditanya mengenai masalah begal ini, langsung menjawab dengan tegas. Katanya, ia akan melakukan tembak di tempat jika bertemu pelaku di jalanan. Ia juga mempersilahkan korban begal melawan. Menurut Putu, korban begal berhak membela diri dan mempertahankan harta bendanya. . “Kalau saya pribadi, jika menemukan begal di jalan, tentu saya tembak lah. Bagi masyarakat, pada saat membela diri karena merasa terancam, wajib melakukan tindakan tegas. Apabila senjata begal berhasil direbut, terus kemudian dia masih bisa menyerang, diperbolehkan membela diri. Nanti di dalam pemeriksaan akan dituangkan bahwa posisinya membela diri,” katanya. . Meski Tim Pegasus sudah diresmikan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, pada Rabu (30/5) kemarin sempat terjadi perampokan sadis terhadap pengemudi ojek online. Adapun korbannya yakni Fakri warga Jalan Alumunium I. Saat korban tengah mencari penumpang, tiba-tiba pelaku perampokan pura-pura minta tolong di seputaran Jalan Wiliem Iskandar dengan alasan ban motornya pecah. . Sumber : www.medan.tribunnews.com

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira tak menampik jika angka kejahatan bakal meningkat di akhir Ramadan dan jelang lebaran. Kata Putu, naiknya angka kejahatan itu sudah diprediksi sebelumnya. Namun, lanjut Putu, bila dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017, angka kejahatan justru mengalami trend penurunan di tahun 2018.
.
“Kami belajar dan menganalisa kejadian-kejadian dari tahun ke tahun. Dibandingkan Januari hingga Mei 2016 dan 2017, masih biasa-biasa saja. Begitu mendekati lebaran, meningkat,” terang Putu, Sabtu (2/6). Ia menjelaskan, khusus kasus 3 C seperti curat, curas, dan curanmor, tidak begitu menonjol dibandingkan dua tahun belakangan.
.
“Meski angkanya tidak begitu tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, anggota tetap melakukan hunting. Apalagi kemarin sudah dibentuk Tim Pegasus atau Tim Penanganan Gangguan Khusus,” terang Putu. Belum lama ini, kasus penetapan tersangka terhadap korban begal di Bekasi, Jawa Barat sempat viral di media sosial. Belakangan, korban begal itu justru diberi penghargaan.
.
Putu yang ditanya mengenai masalah begal ini, langsung menjawab dengan tegas. Katanya, ia akan melakukan tembak di tempat jika bertemu pelaku di jalanan. Ia juga mempersilahkan korban begal melawan. Menurut Putu, korban begal berhak membela diri dan mempertahankan harta bendanya.
.
“Kalau saya pribadi, jika menemukan begal di jalan, tentu saya tembak lah. Bagi masyarakat, pada saat membela diri karena merasa terancam, wajib melakukan tindakan tegas. Apabila senjata begal berhasil direbut, terus kemudian dia masih bisa menyerang, diperbolehkan membela diri. Nanti di dalam pemeriksaan akan dituangkan bahwa posisinya membela diri,” katanya.
.
Meski Tim Pegasus sudah diresmikan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, pada Rabu (30/5) kemarin sempat terjadi perampokan sadis terhadap pengemudi ojek online. Adapun korbannya yakni Fakri warga Jalan Alumunium I. Saat korban tengah mencari penumpang, tiba-tiba pelaku perampokan pura-pura minta tolong di seputaran Jalan Wiliem Iskandar dengan alasan ban motornya pecah.
.
Sumber : www.medan.tribunnews.com

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Ahmad Rafiki (AR), dua pemuda yang melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/5/2018) lalu. . Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan. . “Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan,” kata Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018). . Ia menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan. . Dengan penghargaan tersebut, kata Indarto, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota. Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. . “Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” katanya. . Irfan dan Rafiki menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu malam lalu. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakan ceurit sambil meminta telepon genggam milik Irfant dan Rafiki. . Namun, keduanya melawan begal dan terjadi perkelahian. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. . Setelah itu, Irfan dan Rafiki melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota. . Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/31/09401191/dua-pemuda-yang-melawan-begal-di-bekasi-dapat-penghargaan-dari-polisi

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Ahmad Rafiki (AR), dua pemuda yang melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/5/2018) lalu.
.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan.
.
“Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan,” kata Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018).
.
Ia menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan.
.
Dengan penghargaan tersebut, kata Indarto, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota. Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota.
.
“Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” katanya.
.
Irfan dan Rafiki menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu malam lalu. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakan ceurit sambil meminta telepon genggam milik Irfant dan Rafiki.
.
Namun, keduanya melawan begal dan terjadi perkelahian. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
.
Setelah itu, Irfan dan Rafiki melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota.
.
Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/31/09401191/dua-pemuda-yang-melawan-begal-di-bekasi-dapat-penghargaan-dari-polisi