MEDAN — Ribuan umat di Kota Medan menggelar Pawai Tauhid untuk merayakan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah. Mereka melakukan longmarch dari Mesjid Agung Mesan menuju Masjid Taqwa yang berada di Jalan Monginsidi. Beberapa rute yNg dilintasi antara lain, Jalan Diponegoro, Jalan Zainul Arifin, Jalan Imam Bonjol yang mengarah ke Jalan Sudirman. Selanjutnya mereka mengarah ke perimpangan Polonia. Dari persimpangan Polonia, massa bergerak ke arah Jalan Juanda hingga ke Jalan Mongonsidi. Pawai Tauhid mendapat pengawalan dsri beberapa personel kepolisian.

MEDAN — Ribuan umat di Kota Medan menggelar Pawai Tauhid untuk merayakan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah.
Mereka melakukan longmarch dari Mesjid Agung Mesan menuju Masjid Taqwa yang berada di Jalan Monginsidi.
Beberapa rute yNg dilintasi antara lain, Jalan Diponegoro, Jalan Zainul Arifin, Jalan Imam Bonjol yang mengarah ke Jalan Sudirman. Selanjutnya mereka mengarah ke perimpangan Polonia. Dari persimpangan Polonia, massa bergerak ke arah Jalan Juanda hingga ke Jalan Mongonsidi.

Pawai Tauhid mendapat pengawalan dsri beberapa personel kepolisian.

Medan — Tewasnya tahanan Polsek Batang Toru, Tapanuli Selatan masih membuahkan tanda tanya besar. Pasalnya banyak kejanggalan atas tewasnya Rifzal Riandi Siregar (25), yang merupakan tahanan kasus perkelahian dengan polisi. Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara yang melakukan investigasi mendapati banyak kejanggalan. Amin Multazam Lubis, Koordinator KontraS Sumut membeberkan sejumlah kejanggalan yang didapatnya. “Mulai dari awal Rifzal di tahan, sudah banyak kejanggalan yang kita lihat. Kita menduga Rifzal bukan bunuh diri,” kata Amin, Selasa (19/9/2017). Sebelum meninggal, Rifzal mengaku kepada keluarga yang mengunjunginya kalau dia dianiaya sejumlah orang yang diduga anggota kepolisian. Rifzal ditangkap pada 27 Agustus 2017, dia terlibat perkelahian dengan anggota Polisi Bripda Khairil Fadli. “Polisi juga terkesan lambat memberitahu keluarga tentang kabar meninggalnya Rifzal. Pihak keluarga mendapat kabar Rifzal meninggal pada pukul 05.30 WIB, Senin (4/9/2017). Sedangkan dari keterangan polisi, Rifzal meninggal pada Minggu (3/9/2017),” kata Amin Multazam. Yang cukup aneh, saat keluarga datang ke Polsek Batang Toru, jenazah korban sudah dibawa ke RSU Padang Sidimpuan dalam kondisi sudah dibersihkan. Ruang tahanan tempat Rifzal meninggal juga sudah dibersihkan. Keluarga jua tidak diberikan surat visum ataupun otopsi dari kepolisian. Keluarga yang awalnya meminta korban divisum di RSU Siantar, malah dibawa ke RS Bhayangkara Medan tanpa sepengetahuan keluarga. “Kita mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera menyelidiki kasus ini. Polisi haus bekerja secara profesional dan transparan. Kita juga meminta Kapolda Sumut untuk melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Agar kedepan tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa,” ujar Amin.

Medan — Tewasnya tahanan Polsek Batang Toru, Tapanuli Selatan masih membuahkan tanda tanya besar. Pasalnya banyak kejanggalan atas tewasnya Rifzal Riandi Siregar (25), yang merupakan tahanan kasus perkelahian dengan polisi.
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara yang melakukan investigasi mendapati banyak kejanggalan. Amin Multazam Lubis, Koordinator KontraS Sumut membeberkan sejumlah kejanggalan yang didapatnya. “Mulai dari awal Rifzal di tahan, sudah banyak kejanggalan yang kita lihat. Kita menduga Rifzal bukan bunuh diri,” kata Amin, Selasa (19/9/2017). Sebelum meninggal, Rifzal mengaku kepada keluarga yang mengunjunginya kalau dia dianiaya sejumlah orang yang diduga anggota kepolisian.

Rifzal ditangkap pada 27 Agustus 2017, dia terlibat perkelahian dengan anggota Polisi Bripda Khairil Fadli. “Polisi juga terkesan lambat memberitahu keluarga tentang kabar meninggalnya Rifzal. Pihak keluarga mendapat kabar Rifzal meninggal pada pukul 05.30 WIB, Senin (4/9/2017). Sedangkan dari keterangan polisi, Rifzal meninggal pada Minggu (3/9/2017),” kata Amin Multazam.
Yang cukup aneh, saat keluarga datang ke Polsek Batang Toru, jenazah korban sudah dibawa ke RSU Padang Sidimpuan dalam kondisi sudah dibersihkan. Ruang tahanan tempat Rifzal meninggal juga sudah dibersihkan.
Keluarga jua tidak diberikan surat visum ataupun otopsi dari kepolisian. Keluarga yang awalnya meminta korban divisum di RSU Siantar, malah dibawa ke RS Bhayangkara Medan tanpa sepengetahuan keluarga. “Kita mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera menyelidiki kasus ini. Polisi haus bekerja secara profesional dan transparan. Kita juga meminta Kapolda Sumut untuk melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Agar kedepan tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa,” ujar Amin.

Lembaga Bantuan Hukum Medan mengecam tindakan penyerangan Kantor YLBHI di Jakarta. LBH Medan juga menggelar unjuk rasa untuk memprotes penyerangan. Senin (18/9/2017), beberapa massa dari LBH Medan berorasi di depan kantor mereka di Jalan Hindu Medan. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Direktur LBH Medan Surya Adinata mengatakan massa penyerang menuding diskusi yang digelar para aktivis di Jakarta adalah untuk kebangkitan PKI. Padahal, diskusi akademis itu untuk pelurusan sejarah. Sebelum diskusi digelar, pihak LBH Jakarta bertemu dengan kepolisian. Dalam pertemuan itu sudah diklarifikasi acara tersebut adalah diskusi akademis bukan seperti yang dituduhkan. Disepakati pula bahwa acara dapat terus berlangsung asalkan perwakilan pihak kepolisian dapat diizinkan masuk mengawasi konten dan jalannya diskusi tersebut

Lembaga Bantuan Hukum Medan mengecam tindakan penyerangan Kantor YLBHI di Jakarta. LBH Medan juga menggelar unjuk rasa untuk memprotes penyerangan.
Senin (18/9/2017), beberapa massa dari LBH Medan berorasi di depan kantor mereka di Jalan Hindu Medan. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
Direktur LBH Medan Surya Adinata mengatakan massa penyerang menuding diskusi yang digelar para aktivis di Jakarta adalah untuk kebangkitan PKI. Padahal, diskusi akademis itu untuk pelurusan sejarah.
Sebelum diskusi digelar, pihak LBH Jakarta bertemu dengan kepolisian. Dalam pertemuan itu sudah diklarifikasi acara tersebut adalah diskusi akademis bukan seperti yang dituduhkan.
Disepakati pula bahwa acara dapat terus berlangsung asalkan perwakilan pihak kepolisian dapat diizinkan masuk mengawasi konten dan jalannya diskusi tersebut

Medan — Kerajinan tangan miniatur robot ini adalah karya cipta pemuda bertangan dingin Andriansyah Putra. Selama tiga bulan terakhir, Andri menggeluti kerajinan dari mancis bbekas. Selain robot, dia juga mampu menyulap limbah mancis bekas menjadi mobil, pesawat tempur, sepeda motor dan bentuk lainnya. Alat alat yang digunakan Andri untuk merangkai mancis bekas juga cukup sederhana. Mulai dari gergaji, cutter dan juga lem. Setiap kerajinan yang dibuatnya dijual dengan harga Rp50-500 ribu sesuai dengan tingkat kesulitannya. Jika kawan @medantalk ada yang berminat, bisa langsung datang ke galeri milik Andri di Jalan Gereja, di kawasan Sekip.

Medan — Kerajinan tangan miniatur robot ini adalah karya cipta pemuda bertangan dingin Andriansyah Putra.
Selama tiga bulan terakhir, Andri menggeluti kerajinan dari mancis bbekas. Selain robot, dia juga mampu menyulap limbah mancis bekas menjadi mobil, pesawat tempur, sepeda motor dan bentuk lainnya.
Alat alat yang digunakan Andri untuk merangkai mancis bekas juga cukup sederhana. Mulai dari gergaji, cutter dan juga lem.
Setiap kerajinan yang dibuatnya dijual dengan harga Rp50-500 ribu sesuai dengan tingkat kesulitannya.
Jika kawan @medantalk ada yang berminat, bisa langsung datang ke galeri milik Andri di Jalan Gereja, di kawasan Sekip.

Wakil Bupati Batubara Harry Nugroho ditugaskan menjadi Pelaksana Tugas Bupati Batubara. Penunjukan itu menyusul OTT Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen oleh KPK pada Rabu (13/9/2017 Surat penugasan dari Mendagri itu langsung diserahkan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dihadapan Mendagri Tjahyo Kumolo di Aula Martabe Pemprov Sumut, Jumat (15/9/2017). Instruksi untuk penugasan terhadap Harry tertuang dalam surat Menteri Dalam Negeri bernomor 132.12/4236/SJ kepada Gubernur Sumatera Utara, tertanggal 14 September 2017.

Wakil Bupati Batubara Harry Nugroho ditugaskan menjadi Pelaksana Tugas Bupati Batubara. Penunjukan itu menyusul OTT Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen oleh KPK pada Rabu (13/9/2017

Surat penugasan dari Mendagri itu langsung diserahkan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dihadapan Mendagri Tjahyo Kumolo di Aula Martabe Pemprov Sumut, Jumat (15/9/2017). Instruksi untuk penugasan terhadap Harry tertuang dalam surat Menteri Dalam Negeri bernomor 132.12/4236/SJ kepada Gubernur Sumatera Utara, tertanggal 14 September 2017.

Medan — Polrestabes Medan, bersama Polsek Kutalimbaru, menggrebek kampung narkoba di Kecamatan Kutalimbaru, Sabtu (9/9/2017) dini hari. Dari penggerebekan, polisi menangkap 15 orang yang dicurigai sebagai pengedar narkoba. Selain itu, polisi juga mengamankan dua pucuk senapan angin rakitan, lanjut Tatan, dari lokasi petugas juga menyita barang bukti sabu-sabu seberat 30,92 Gram, lima timbangan elektrik, ada alat isap sabu (bong-red), kaca pirex, plastik klip kosong. Selain itu, tujuh unit mesin judi jackpot, 40 koin jackpot, dan delapan unit sepeda motor. Lokasi yang menjadi target penggerebekan itu antara lain, Jalan Desa Sei Mencirim, Dusun III simpang Pondok dan Adio, Kecamatan Kutalimbaru. “Dari ke 15 orang tersebut, ada 6 orang yang terindikasi sebagai pengedar narkoba. Dan 2 orang terindikasi pemilik mesin judi jackpot,”kata Tatan Dirsan Atmaja, Senin (11/9/2017) sore. (Yu)

Medan — Polrestabes Medan, bersama Polsek Kutalimbaru, menggrebek kampung narkoba di Kecamatan Kutalimbaru, Sabtu (9/9/2017) dini hari.

Dari penggerebekan, polisi menangkap 15 orang yang dicurigai sebagai pengedar narkoba. Selain itu, polisi juga mengamankan dua pucuk senapan angin rakitan, lanjut Tatan, dari lokasi petugas juga menyita barang bukti sabu-sabu seberat 30,92 Gram, lima timbangan elektrik, ada alat isap sabu (bong-red), kaca pirex, plastik klip kosong. Selain itu, tujuh unit mesin judi jackpot, 40 koin jackpot, dan delapan unit sepeda motor.

Lokasi yang menjadi target penggerebekan itu antara lain, Jalan Desa Sei Mencirim, Dusun III simpang Pondok dan Adio, Kecamatan Kutalimbaru. “Dari ke 15 orang tersebut, ada 6 orang yang terindikasi sebagai pengedar narkoba. Dan 2 orang terindikasi pemilik mesin judi jackpot,”kata Tatan Dirsan Atmaja, Senin (11/9/2017) sore. (Yu)

Karo — Tanggal 08-09-2017 jam 10:32 wib. Terjadi Erupsi Gunung Api sinabung dengan tinggi kolom abu 3000 meter. Angin lemah ke arah barat – barat daya. amp 47 mm dan lama gempa 309 detik. SUMBER DATA KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung https://magma.vsi.esdm.go.id/

Karo — Tanggal 08-09-2017 jam 10:32 wib. Terjadi Erupsi Gunung Api sinabung dengan tinggi kolom abu 3000 meter. Angin lemah ke arah barat – barat daya. amp 47 mm dan lama gempa 309 detik.

SUMBER DATA
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung
https://magma.vsi.esdm.go.id/

Tanggal 07-09-2017 jam 17:22 wib. Terjadi Erupsi Gunungapi sinabung dengan tinggi kolom abu 1000 meter . angin lemah ke arah barat. amp 7 mm dan lama gempa 187 detik. SUMBER DATA KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung https://magma.vsi.esdm.go.id/

Tanggal 07-09-2017 jam 17:22 wib. Terjadi Erupsi Gunungapi sinabung dengan tinggi kolom abu 1000 meter . angin lemah ke arah barat. amp 7 mm dan lama gempa 187 detik.

SUMBER DATA
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung
https://magma.vsi.esdm.go.id/

Medan — Muhammad Habi (23), pengungsi Rohingya yang menghuni tempat penampungan di Hotel Beraspati, Medan berharap konflik kemanusiaan di Myanmar cepat berakhir. Saat ditemui di Musolla penampungan, Habi terlihat mengeluarkan air mata saat berdoa. Dia trauma dengan pembantaian yang disaksikannya langsung di depan mata. “Bapak-bapak mati, anak-anak mati dan ibu-ibu mati di potong di Myanmar,” begitu Kata Habi dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata. Dia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mau memberikan tempat mereka agar tetap hidup. Sampai saar ini suhu konflik di Myanmar masih memanas. Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi hari ini dikabarkan berangkat ke Bangladesh untuk menemui pejabat pemerintahan guna membahas konflik kemanusiaan di Myanmar

Medan — Muhammad Habi (23), pengungsi Rohingya yang menghuni tempat penampungan di Hotel Beraspati, Medan berharap konflik kemanusiaan di Myanmar cepat berakhir.
Saat ditemui di Musolla penampungan, Habi terlihat mengeluarkan air mata saat berdoa. Dia trauma dengan pembantaian yang disaksikannya langsung di depan mata. “Bapak-bapak mati, anak-anak mati dan ibu-ibu mati di potong di Myanmar,” begitu Kata Habi dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.
Dia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mau memberikan tempat mereka agar tetap hidup. Sampai saar ini suhu konflik di Myanmar masih memanas.
Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi hari ini dikabarkan berangkat ke Bangladesh untuk menemui pejabat pemerintahan guna membahas konflik kemanusiaan di Myanmar

MEDAN — Malang nian nasib Ardin Lumban Tobing (40) alias Pak Mika. Dia harus berurusan dengan polisi gara-gara minum tuak. Awalnya, Ardin minum tuak bersama rekan-rekannya, Kamis (24/8/2017) di kawasan Jalan Sari Ujung, Kedai Durian. Namun, sedang asyik minum, tuak mereka habis. Ardin meminta agar dia membeli tuak lagi. Saat itu seorang rekannya yang bernama Robert Silaban (35) melarang Ardin pergi membeli. Namun Ardin tersinggung, karena Robert mengatakan Ardin ‘Tidak Jelas’. Lalu korban pergi ke arah sepeda motor untuk membeli tuak. Ardin mengikutinya dan langsung mengajak Robert berkelahi. Keduanya terlibat baku pukul sampai terguling di atas tanah. Rekan lainnya yang melihat kejadian langsung melerai. Korban Robert mendatangi Polsek Deli Tua untuk membuat laporan. Ardin dibekuk polisi pada Sabtu (2/9/2017). Sampai saat ini Ardin masih menjalani pemeriksaan di Polsek Deli Tua. (Yu)

MEDAN — Malang nian nasib Ardin Lumban Tobing (40) alias Pak Mika. Dia harus berurusan dengan polisi gara-gara minum tuak.
Awalnya, Ardin minum tuak bersama rekan-rekannya, Kamis (24/8/2017) di kawasan Jalan Sari Ujung, Kedai Durian. Namun, sedang asyik minum, tuak mereka habis.
Ardin meminta agar dia membeli tuak lagi.
Saat itu seorang rekannya yang bernama Robert Silaban (35) melarang Ardin pergi membeli. Namun Ardin tersinggung, karena Robert mengatakan Ardin ‘Tidak Jelas’. Lalu korban pergi ke arah sepeda motor untuk membeli tuak. Ardin mengikutinya dan langsung mengajak Robert berkelahi.
Keduanya terlibat baku pukul sampai terguling di atas tanah.
Rekan lainnya yang melihat kejadian langsung melerai.
Korban Robert mendatangi Polsek Deli Tua untuk membuat laporan.
Ardin dibekuk polisi pada Sabtu (2/9/2017). Sampai saat ini Ardin masih menjalani pemeriksaan di Polsek Deli Tua. (Yu)

Salat Hari Raya Idul Adha di Mapolda Sumut dihadiri ratusan jemaah, Jumat (1/9/2017). Terlihat juga, Wakapolda Simut Brigjen Pol Agus Andrianto hadir diantara jemaah. Selain itu, Polda Sumut juga mengundang anak yatim dari Panti Asuhan Al Washliyah Gedung Johor dan masyarakat sekitar marpolda. Bertindak sebagai imam dalam salat yaitu H. Muda Wali

Salat Hari Raya Idul Adha di Mapolda Sumut dihadiri ratusan jemaah, Jumat (1/9/2017). Terlihat juga, Wakapolda Simut Brigjen Pol Agus Andrianto hadir diantara jemaah. Selain itu, Polda Sumut juga mengundang anak yatim dari Panti Asuhan Al Washliyah Gedung Johor dan masyarakat sekitar marpolda.
Bertindak sebagai imam dalam salat yaitu H. Muda Wali

Perampokan Sopir Grab di Pelataran Parkir Thamrin Plaza Rabu (30/8/2017) malam ternyata sudah direncanakan. Kronologisnya, pelaku Daniel Siregar (18) warga Jalan Sempurna Ujung memesan grab menggunakan akun rekannya Roy Marten Sinaga. Dia memesan dengan tujuan ke Thamrin Plaza. Namun, Roy tidak ikut menumpangi mobil itu. Sesampainya di pelataran parkir Thamrin Plaza, Daniel langsung menjerat leher korban Mukafli (36). Korban melawan, kemudian pelaku langsung menusukkan pisau ke pipi korban. Keamanan Thamrin Plaza yang mengetahui hal itu langsung mengamankan pelaku. Mukafli mendapat tiga luka tusuk di bagian pipinya. Dari dalam tas pelaku didapati juga batu yang sudah dipersiapkannya. Pelaku diringkus personel Polsek Medan Area. Setelah melakukan pengembangan, polisi juga berhasil menangkap Roy Martenz rekan pelaku. Kapolsek Medan Area Kompol Hartono mengatakan, perampokan itu sudah direncanakan. “Karena pelaku sudah mempersiapkan semua alat-alatnya,” kata Hartono di Mapolsek Medan Area, Kamis (31/8/2017) . (Yu)

Perampokan Sopir Grab di Pelataran Parkir Thamrin Plaza Rabu (30/8/2017) malam ternyata sudah direncanakan.
Kronologisnya, pelaku Daniel Siregar (18) warga Jalan Sempurna Ujung memesan grab menggunakan akun rekannya Roy Marten Sinaga. Dia memesan dengan tujuan ke Thamrin Plaza.
Namun, Roy tidak ikut menumpangi mobil itu. Sesampainya di pelataran parkir Thamrin Plaza, Daniel langsung menjerat leher korban Mukafli (36). Korban melawan, kemudian pelaku langsung menusukkan pisau ke pipi korban.
Keamanan Thamrin Plaza yang mengetahui hal itu langsung mengamankan pelaku.
Mukafli mendapat tiga luka tusuk di bagian pipinya. Dari dalam tas pelaku didapati juga batu yang sudah dipersiapkannya.
Pelaku diringkus personel Polsek Medan Area. Setelah melakukan pengembangan, polisi juga berhasil menangkap Roy Martenz rekan pelaku.
Kapolsek Medan Area Kompol Hartono mengatakan, perampokan itu sudah direncanakan. “Karena pelaku sudah mempersiapkan semua alat-alatnya,” kata Hartono di Mapolsek Medan Area, Kamis (31/8/2017) . (Yu)