Seorang bayi laki-laki berusia 9 bulan asal Kota Padangsidimpuan, Desa Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara saat ini membutuhkan bantuan para dermawan. Sebab, bayi bernama Ibnu Habibi menderita penyakit hydrocephalus dan komplikasi paru. . Anak dari pasangan Heri Wardani, dan Dina Arista berharap bantuan dari pihak dermawan karena keterbatasan ekonomi yang dirasakan keluarga tersebut. . Dina mengatakan, anaknya mengidap penyakit hydrocephalus sejak lahir 9 bulan lalu dan komplikasi paru, dimana pada rongga otak yang disebut dengan ventrikel terdapat penumpukan cairan. Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya. . “Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini,” katanya, Selasa. . Sementara itu Kepala Puskesmas Pijorkoling H.Ansor Alimuddin, ketika dihubungi membenarkan kondisi Ibnu Habibi yang sangat perlu bantuan dari dermawan, kondisi ekonomi keluarga sangat perlu bantuan dan kondisi pasien sendiri berada di Desa Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. . Sumber : https://sumut.antaranews.com/berita/180190/bayi-hydrocephalus-butuh-bantuan-dermawan

Seorang bayi laki-laki berusia 9 bulan asal Kota Padangsidimpuan, Desa Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara saat ini membutuhkan bantuan para dermawan. Sebab, bayi bernama Ibnu Habibi menderita penyakit hydrocephalus dan komplikasi paru.
.
Anak dari pasangan Heri Wardani, dan Dina Arista berharap bantuan dari pihak dermawan karena keterbatasan ekonomi yang dirasakan keluarga tersebut.
.
Dina mengatakan, anaknya mengidap penyakit hydrocephalus sejak lahir 9 bulan lalu dan komplikasi paru, dimana pada rongga otak yang disebut dengan ventrikel terdapat penumpukan cairan. Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya.
.
“Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini,” katanya, Selasa.
.
Sementara itu Kepala Puskesmas Pijorkoling H.Ansor Alimuddin, ketika dihubungi membenarkan kondisi Ibnu Habibi yang sangat perlu bantuan dari dermawan, kondisi ekonomi keluarga sangat perlu bantuan dan kondisi pasien sendiri berada di Desa Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.
.
Sumber :
https://sumut.antaranews.com/berita/180190/bayi-hydrocephalus-butuh-bantuan-dermawan

Seekor harimau diduga memasuki permukiman warga. Harimau ini memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. . Kabar masuknya harimau ke permukiman warga santer terdengar sejak Kamis (23/8/2018) pagi kemarin. . Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisipasi hal serupa. . Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA, WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian, hingga Jumat (24/8/2018) . Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi milik Jumiran yang sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan di halaman. . Ada gigitan dan cakaran di bagian pundak dekat leher bagian atas, pada bagian ekor sapi juga koyak dan dagingnya hilang sekitar 10 kg. . Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur. . Malam harinya masih diawasinya hingga sekitar pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup. “Sapi satu ini saya asingkan karena masa subur. Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yang dimangsanya,” ujar Jumiran. . Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/08/24/harimau-berkeliaran-di-permukiman-warga-bahorok-sapi-dimangsa

Seekor harimau diduga memasuki permukiman warga. Harimau ini memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
.
Kabar masuknya harimau ke permukiman warga santer terdengar sejak Kamis (23/8/2018) pagi kemarin.
.
Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisipasi hal serupa.
.
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA, WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian, hingga Jumat (24/8/2018)
.
Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi milik Jumiran yang sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan di halaman.
.
Ada gigitan dan cakaran di bagian pundak dekat leher bagian atas, pada bagian ekor sapi juga koyak dan dagingnya hilang sekitar 10 kg.
.
Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur.
.
Malam harinya masih diawasinya hingga sekitar pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup. “Sapi satu ini saya asingkan karena masa subur. Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yang dimangsanya,” ujar Jumiran.
.
Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang.
.
Sumber :
http://medan.tribunnews.com/2018/08/24/harimau-berkeliaran-di-permukiman-warga-bahorok-sapi-dimangsa

Seekor harimau diduga memasuki permukiman warga. Harimau ini memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. . Kabar masuknya harimau ke permukiman warga santer terdengar sejak Kamis (23/8/2018) pagi kemarin. . Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisipasi hal serupa. . Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA, WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian, hingga Jumat (24/8/2018) . Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi milik Jumiran yang sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan di halaman. . Ada gigitan dan cakaran di bagian pundak dekat leher bagian atas, pada bagian ekor sapi juga koyak dan dagingnya hilang sekitar 10 kg. . Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur. . Malam harinya masih diawasinya hingga sekitar pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup. “Sapi satu ini saya asingkan karena masa subur. Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yang dimangsanya,” ujar Jumiran. . Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/08/24/harimau-berkeliaran-di-permukiman-warga-bahorok-sapi-dimangsa

Seekor harimau diduga memasuki permukiman warga. Harimau ini memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
.
Kabar masuknya harimau ke permukiman warga santer terdengar sejak Kamis (23/8/2018) pagi kemarin.
.
Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisipasi hal serupa.
.
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA, WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian, hingga Jumat (24/8/2018)
.
Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi milik Jumiran yang sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan di halaman.
.
Ada gigitan dan cakaran di bagian pundak dekat leher bagian atas, pada bagian ekor sapi juga koyak dan dagingnya hilang sekitar 10 kg.
.
Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur.
.
Malam harinya masih diawasinya hingga sekitar pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup. “Sapi satu ini saya asingkan karena masa subur. Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yang dimangsanya,” ujar Jumiran.
.
Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang.
.
Sumber :
http://medan.tribunnews.com/2018/08/24/harimau-berkeliaran-di-permukiman-warga-bahorok-sapi-dimangsa

Untuk menjaga kebersihan Danau Toba, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan giat bhakti sosial dengan membersihkan pinggiran danau terbesar di Asia Tenggara tersebut. . Dirpolair Polda Sumut, Kombes Pol. Yosi Muhamartha mengatakan, kegiatan bhakti sosial ini terlaksana untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpaw, sebagai jawaban atas kearifan lokal bahwa Danau Toba kotor dan tercemar. . “Kegiatan ini kita lakukan untuk menggugah hati masyarakat Tigaras dan seluruh lapisan masyarakat agar aktif memelihara kebersihan Danau Toba dan peduli lingkungan,” kata Yosi di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Kamis (12/7). . Bhakti sosial tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Simalungun, Suryanto, Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Panjaitan, Kodim 0207/SML, Brimobdasu, Basarnas, PTPN 3 dan PTPN 4, Pramuka, Pemko Pematangsiantar, Ormas, Karang Taruna, dan para relawan. . Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty, menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut, selain membersihkan pinggiran danau, mereka juga menabur benih lobster di Danau Toba. . “Kegiatan ini kita laksanakan untuk membersihkan Danau Toba. Ini dapat menunjukkan bahwa kita juga peduli kebersihan di Tigaras dan agar ditiru oleh warga masyarakat setempat,” pungkasnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/pembersihan-danau-toba-sesuai-perintah-kapolda-sumut/584649/2018/07/12

Untuk menjaga kebersihan Danau Toba, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan giat bhakti sosial dengan membersihkan pinggiran danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.
.
Dirpolair Polda Sumut, Kombes Pol. Yosi Muhamartha mengatakan, kegiatan bhakti sosial ini terlaksana untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpaw, sebagai jawaban atas kearifan lokal bahwa Danau Toba kotor dan tercemar.
.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk menggugah hati masyarakat Tigaras dan seluruh lapisan masyarakat agar aktif memelihara kebersihan Danau Toba dan peduli lingkungan,” kata Yosi di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Kamis (12/7).
.
Bhakti sosial tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Simalungun, Suryanto, Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Panjaitan, Kodim 0207/SML, Brimobdasu, Basarnas, PTPN 3 dan PTPN 4, Pramuka, Pemko Pematangsiantar, Ormas, Karang Taruna, dan para relawan.
.
Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty, menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut, selain membersihkan pinggiran danau, mereka juga menabur benih lobster di Danau Toba.
.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk membersihkan Danau Toba. Ini dapat menunjukkan bahwa kita juga peduli kebersihan di Tigaras dan agar ditiru oleh warga masyarakat setempat,” pungkasnya.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/pembersihan-danau-toba-sesuai-perintah-kapolda-sumut/584649/2018/07/12

Personel Jatanras Polresta Pontianak, Kamis, 5 Juli 2018, menahan ANA (43), terduga pembunuh ibu kandungnya, Jong Sui Jo (80), warga Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. . “Terduga pembunuhan adalah anak perempuan korban yang mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, dilansir Antara. . Husni menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapatkan info tentang tindak pidana pembunuhan di Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29. . “Begitu mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan ditemukan seorang perempuan yang telah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan,” ujarnya. . Ia menerangkan kondisi tubuh korban pembunuhan tersebut, yakni kedua kaki terpotong dan leher nyaris putus. Dari keterangan salah seorang saksi, Nini, yang merupakan menantu korban, terduga yang juga anak korban, sedang mengalami gangguan jiwa, tapi telah diterapi. . “Selain mengamankan terduga pembunuhan, kami juga mengamankan beberapa barang bukti, yakni sebuah pisau dan ember,” kata Husni. . Ia menambahkan, saat ini terduga sudah ditahan, sambil menunggu langkah selanjutnya, apakah memang benar terduga pembunuhan ibu kandung itu mengalami gangguan jiwa atau tidak. . Sumber : https://m.liputan6.com/amp/3580201/perempuan-pontianak-bunuh-dan-mutilasi-ibu-kandung

Personel Jatanras Polresta Pontianak, Kamis, 5 Juli 2018, menahan ANA (43), terduga pembunuh ibu kandungnya, Jong Sui Jo (80), warga Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat.
.
“Terduga pembunuhan adalah anak perempuan korban yang mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, dilansir Antara.
.
Husni menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapatkan info tentang tindak pidana pembunuhan di Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29.
.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan ditemukan seorang perempuan yang telah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan,” ujarnya.
.
Ia menerangkan kondisi tubuh korban pembunuhan tersebut, yakni kedua kaki terpotong dan leher nyaris putus. Dari keterangan salah seorang saksi, Nini, yang merupakan menantu korban, terduga yang juga anak korban, sedang mengalami gangguan jiwa, tapi telah diterapi.
.
“Selain mengamankan terduga pembunuhan, kami juga mengamankan beberapa barang bukti, yakni sebuah pisau dan ember,” kata Husni.
.
Ia menambahkan, saat ini terduga sudah ditahan, sambil menunggu langkah selanjutnya, apakah memang benar terduga pembunuhan ibu kandung itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.
.
Sumber :
https://m.liputan6.com/amp/3580201/perempuan-pontianak-bunuh-dan-mutilasi-ibu-kandung

Banjir setinggi satu meter menggenangi Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Kamis (21/6/2018). Banjir yang berasal dari luapan Sungai Walanae itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir. . Salah satu warga yang harus menerima efek dari banjir itu adalah pasangan Andi Wahyudi dan Hartina. Dua sejoli yang seharusnya melaksanakan pernikahan di Dusun Lanace, Desa Belo, Kecamatan Ganra, itu terpaksa harus dievakuasi. . Pihak keluarga terpaksa harus menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng untuk meminjam perahu karet dan mengevakuasi mempelai wanita yang telah siap melangsungkan pernikahan dengan baju adat Bugis-nya. . “Mempelai wanita sudah dandan dan pakai Baju Bodo (baju adat Bugis). Kan tidak mungkin dia berenang, apalagi banjir setinggi dada. Kita terpaksa telepon BPBD untuk siapkan perahu karet,” ucap Ruse, salah satu keluarga mempelai wanita saat dikonfirmasi, Kamis sore, (21/6/2018). . Oleh warga dan anggota TNI serta anggota BPBD, Hartina kemudian digendong ke perahu karet lalu diantar menuju mobil yang telah disiapkan. Acara dan resepsi pernikahan kedua mempelai itu terpaksa harus dipindahkan ke tempat lain. . “Kita pindahkan acaranya ke Kelurahan Cabenge (Kecamatan Lilirilau, Soppeng), di rumah keluarga,” Ruse menerangkan. . Padahal, Ruse melanjutkan, tenda pernikahan dan segala keperluannya telah disiapkan sebaik mungkin di kediaman Hartina, “Tidak mungkin kita laksanakan pernikahannya di sini karena banjir,” imbuhnya. . Sumber : https://m.liputan6.com/regional/read/3565572/pelaminan-kebanjiran-mempelai-wanita-terpaksa-dibopong-ke-perahu-karet?

Banjir setinggi satu meter menggenangi Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Kamis (21/6/2018). Banjir yang berasal dari luapan Sungai Walanae itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir.
.
Salah satu warga yang harus menerima efek dari banjir itu adalah pasangan Andi Wahyudi dan Hartina. Dua sejoli yang seharusnya melaksanakan pernikahan di Dusun Lanace, Desa Belo, Kecamatan Ganra, itu terpaksa harus dievakuasi.
.
Pihak keluarga terpaksa harus menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng untuk meminjam perahu karet dan mengevakuasi mempelai wanita yang telah siap melangsungkan pernikahan dengan baju adat Bugis-nya.
.
“Mempelai wanita sudah dandan dan pakai Baju Bodo (baju adat Bugis). Kan tidak mungkin dia berenang, apalagi banjir setinggi dada. Kita terpaksa telepon BPBD untuk siapkan perahu karet,” ucap Ruse, salah satu keluarga mempelai wanita saat dikonfirmasi, Kamis sore, (21/6/2018).
.
Oleh warga dan anggota TNI serta anggota BPBD, Hartina kemudian digendong ke perahu karet lalu diantar menuju mobil yang telah disiapkan. Acara dan resepsi pernikahan kedua mempelai itu terpaksa harus dipindahkan ke tempat lain.
.
“Kita pindahkan acaranya ke Kelurahan Cabenge (Kecamatan Lilirilau, Soppeng), di rumah keluarga,” Ruse menerangkan.
.
Padahal, Ruse melanjutkan, tenda pernikahan dan segala keperluannya telah disiapkan sebaik mungkin di kediaman Hartina, “Tidak mungkin kita laksanakan pernikahannya di sini karena banjir,” imbuhnya.
.
Sumber :
https://m.liputan6.com/regional/read/3565572/pelaminan-kebanjiran-mempelai-wanita-terpaksa-dibopong-ke-perahu-karet?

SEORANG perempuan muda tega membuang bayi yang baru dilahirkan di pingir jalan tak jauh dari kontrakannya. Bayi tersebut diselamatkan warga yang kebetulan melintas. . Perempuan yang dicurigai membuang bayi tersebut yakni ST (22), warga Kabupaten Pemalang. Dia tinggal di rumah kontrakan di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sehari-hari, dia bekerja sebagai sales selang regulator kompor gas di wilayah Kebumen. . Kabag Ops Polres Kebumen, AKP Cipto Rahayu mengatakan bayi tersebut ditemukan oleh Imam Supriyadi dalam keadaan diletakkan di dalam kardus pada Sabtu (9/6/2018) pukul 16.30. Kardus tersebut digeletakkan di jalan setapak kampung. Kaget mengetahui kardus berisi bayi, Imam langsung melaporkan temuannya ke Polsek Kebumen. . Dari penyelidikan kepolisian, diketahui kemudian pembuang bayi tersebut tak lain ibu kandungnya sendiri. Pasalnya, bayi tersebut hasil hubungan di luar nikah. . “Sampai saat ini, tersangka masih mendekam di Rutan Mapolsek Kebumen dan masih menjalani pemeriksaan,” kata Rahayu, Senin (11/6/2018) malam. . ST mengaku melahirkan bayinya di kamar mandi kontrakannya tanpa bantuan orang lain. Alasan ia membuang bayinya sendiri karena takut dan bingung, pasalnya, pacarnya tak mau bertanggung jawab dengan kehamilannya. . “Keterangan ST, pacarnya sudah berumah tangga,” kata Rahayu seperti dilansirkan Merdeka.com. ST dijerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo pasal 308 KUHPidana dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Pada polisi, ia sempat menyatakan ingin bertemu anaknya yang saat ini dirawat di RSUD Kabupaten Kebumen. . Sumber : http://www.galamedianews.com/tkp/190402/pacar-tidak-mau-tanggungjawab-salesgirl-ini-buang-bayinya-di-pinggir-jalan.html

SEORANG perempuan muda tega membuang bayi yang baru dilahirkan di pingir jalan tak jauh dari kontrakannya. Bayi tersebut diselamatkan warga yang kebetulan melintas.
.
Perempuan yang dicurigai membuang bayi tersebut yakni ST (22), warga Kabupaten Pemalang. Dia tinggal di rumah kontrakan di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sehari-hari, dia bekerja sebagai sales selang regulator kompor gas di wilayah Kebumen.
.
Kabag Ops Polres Kebumen, AKP Cipto Rahayu mengatakan bayi tersebut ditemukan oleh Imam Supriyadi dalam keadaan diletakkan di dalam kardus pada Sabtu (9/6/2018) pukul 16.30. Kardus tersebut digeletakkan di jalan setapak kampung. Kaget mengetahui kardus berisi bayi, Imam langsung melaporkan temuannya ke Polsek Kebumen.
.
Dari penyelidikan kepolisian, diketahui kemudian pembuang bayi tersebut tak lain ibu kandungnya sendiri. Pasalnya, bayi tersebut hasil hubungan di luar nikah.
.
“Sampai saat ini, tersangka masih mendekam di Rutan Mapolsek Kebumen dan masih menjalani pemeriksaan,” kata Rahayu, Senin (11/6/2018) malam.
.
ST mengaku melahirkan bayinya di kamar mandi kontrakannya tanpa bantuan orang lain. Alasan ia membuang bayinya sendiri karena takut dan bingung, pasalnya, pacarnya tak mau bertanggung jawab dengan kehamilannya.
.
“Keterangan ST, pacarnya sudah berumah tangga,” kata Rahayu seperti dilansirkan Merdeka.com.
ST dijerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo pasal 308 KUHPidana dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Pada polisi, ia sempat menyatakan ingin bertemu anaknya yang saat ini dirawat di RSUD Kabupaten Kebumen.
.
Sumber :
http://www.galamedianews.com/tkp/190402/pacar-tidak-mau-tanggungjawab-salesgirl-ini-buang-bayinya-di-pinggir-jalan.html