Kecelakaan antara mobil penumoang dengan pickup pagi ini 27/07/2019 sekitar pukul 09.00 wib, yang terjadi jalur tol belmera tepatnya didekat pintu tol tembung. . Kawan – kawan harap tetap berhati hati saat berkendara, utamakan keselamatan dari pada kecepatan. . Video kiriman dari @manuelsihombing melalui Line @medantalk . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kecelakaan antara mobil penumoang dengan pickup pagi ini 27/07/2019 sekitar pukul 09.00 wib, yang terjadi jalur tol belmera tepatnya didekat pintu tol tembung.
.
Kawan – kawan harap tetap berhati hati saat berkendara, utamakan keselamatan dari pada kecepatan.
.
Video kiriman dari @manuelsihombing melalui Line @medantalk
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Badan Antariksa Amerika Serikat(AS) atau NASA telah meluncurkan kendaraan luar angkasa yang akan mengamati Matahari dari jarak terdekat yang pernah ada. Kendaraan luar angkasa NASA ini akan menjalani misi pertama NASA dalam ‘menyentuh Matahari’. . Parker Solar Probe yang berukuran sebesar mobil kecil ini, telah diluncurkan dengan roket besar bernama Delta IV-Heavy dari Cape Canaveral di Florida, AS pada Minggu (12/8) sekitar 03.30 waktu setempat. Misi yang dijalani Parker Solar Probe akan berlangsung selama tujuh tahun ke depan. Kendaraan luar angkasa ini terbang dengan kecepatan mencapai 692 ribu kilometer per jam. . Kendaraan luar angkasa NASA ini akan terbang hingga mendekati korona Matahari dalam jarak 3,8 juta mil atau 6,1 juta kilometer dari permukaan Matahari. Jarak itu tercatat tujuh kali lipat lebih dekat dibandingkan pesawat-pesawat luar angkasa lainnya yang melakukan misi serupa. . Korona Matahari memicu yang namanya angin surya (solar wind), yang merupakan aliran partikel bermuatan atau plasma yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar Matahari. Angin surya yang tidak bisa diprediksi itu mampu memicu gangguan pada bidang magnetis planet kita dan bisa mengacaukan teknologi komunikasi di Bumi. . Dalam misi ini, Parker Solar Probe harus bisa bertahan menghadapi suhu dan radiasi panas luas biasa. Pesawat luar angkasa telah dipasangi pelindung panas yang dirancang untuk menjaga instrumen-instrumen yang ada di dalamnya tetap ada dalam suhu 29 derajat Celsius, meskipun bagian luar pesawat berhadapan dengan suhu hingga 1.370 derajat Celsius

Badan Antariksa Amerika Serikat(AS) atau NASA telah meluncurkan kendaraan luar angkasa yang akan mengamati Matahari dari jarak terdekat yang pernah ada. Kendaraan luar angkasa NASA ini akan menjalani misi pertama NASA dalam ‘menyentuh Matahari’.
.
Parker Solar Probe yang berukuran sebesar mobil kecil ini, telah diluncurkan dengan roket besar bernama Delta IV-Heavy dari Cape Canaveral di Florida, AS pada Minggu (12/8) sekitar 03.30 waktu setempat. Misi yang dijalani Parker Solar Probe akan berlangsung selama tujuh tahun ke depan. Kendaraan luar angkasa ini terbang dengan kecepatan mencapai 692 ribu kilometer per jam.
.
Kendaraan luar angkasa NASA ini akan terbang hingga mendekati korona Matahari dalam jarak 3,8 juta mil atau 6,1 juta kilometer dari permukaan Matahari. Jarak itu tercatat tujuh kali lipat lebih dekat dibandingkan pesawat-pesawat luar angkasa lainnya yang melakukan misi serupa.
.
Korona Matahari memicu yang namanya angin surya (solar wind), yang merupakan aliran partikel bermuatan atau plasma yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar Matahari. Angin surya yang tidak bisa diprediksi itu mampu memicu gangguan pada bidang magnetis planet kita dan bisa mengacaukan teknologi komunikasi di Bumi.
.
Dalam misi ini, Parker Solar Probe harus bisa bertahan menghadapi suhu dan radiasi panas luas biasa. Pesawat luar angkasa telah dipasangi pelindung panas yang dirancang untuk menjaga instrumen-instrumen yang ada di dalamnya tetap ada dalam suhu 29 derajat Celsius, meskipun bagian luar pesawat berhadapan dengan suhu hingga 1.370 derajat Celsius