Mayat tanpa identitas ditemukan warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Jenazah tersebut mengambang di Sungai Silau Kecamatan Kisaran, Minggu (27/1/2019) kemarin. . Penemuan mayat ini ditemukan warga di Kelurahan Kedai Ledang, saat sedang melintas di pinggir sungai. Kemudian, tercium bau busuk yang cukup menyengat, sehingga mereka mencari tahu sumber bau itu. . Kepala Lingkungan II, Kelurahan Kedai Ledang, Kaharuddin Marpaung mengatakan, warga kemudian menemukan mayat mengapung di sungai menggunakan celana pendek berwarna kuning. . “Mereka kemudian mengabari saya, lalu kami melaporkan ke polisi,” kata Kaharuddin saat dikonfirmasi wartawan, di rumahnya, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin (28/1/2019). . Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Edy Siswoyo mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian langsung menuju lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi dan mengidentifikasi korban. Dari hasil pemeriksaan sementara di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang Kisaran, kata dia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. . “Dugaan kita, korban tersebut meninggal karena hanyut terbawa arus sungai,” ujar Edy. Sementara, kata dia, korban masih berada di kamar jenazah rumah sakit. Petugas kepolisian pun masih menelusuri identitas korban, namun menurut warga sekitar Lingkungan II, mayat tersebut bukan warga mereka. “Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera mengecek ke rumah sakit,” kata Kapolsek Edy. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/tanpa-identitas-mayat-mengapung-di-sungai-gegerkan-warga-asahan/442581

Mayat tanpa identitas ditemukan warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Jenazah tersebut mengambang di Sungai Silau Kecamatan Kisaran, Minggu (27/1/2019) kemarin.
.
Penemuan mayat ini ditemukan warga di Kelurahan Kedai Ledang, saat sedang melintas di pinggir sungai. Kemudian, tercium bau busuk yang cukup menyengat, sehingga mereka mencari tahu sumber bau itu.
.
Kepala Lingkungan II, Kelurahan Kedai Ledang, Kaharuddin Marpaung mengatakan, warga kemudian menemukan mayat mengapung di sungai menggunakan celana pendek berwarna kuning.
.
“Mereka kemudian mengabari saya, lalu kami melaporkan ke polisi,” kata Kaharuddin saat dikonfirmasi wartawan, di rumahnya, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin (28/1/2019).
.
Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Edy Siswoyo mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian langsung menuju lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi dan mengidentifikasi korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang Kisaran, kata dia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
.
“Dugaan kita, korban tersebut meninggal karena hanyut terbawa arus sungai,” ujar Edy.
Sementara, kata dia, korban masih berada di kamar jenazah rumah sakit. Petugas kepolisian pun masih menelusuri identitas korban, namun menurut warga sekitar Lingkungan II, mayat tersebut bukan warga mereka.
“Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera mengecek ke rumah sakit,” kata Kapolsek Edy.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/tanpa-identitas-mayat-mengapung-di-sungai-gegerkan-warga-asahan/442581

Facebook bisa menghadapi denda multi-miliar dolar setelah pada Jumat (14/12/2018) regulator Eropa mengumumkan melakukan penyelidikan ke perusahaan jejaring sosial terbesar tersebut, atas kegagalan untuk melindungi privasi pengguna. . Komisi Perlindungan Data Irlandia, yang mengawasi kepatuhan Facebook dengan undang-undang Eropa yang dikonfirmasi kepada CNN pada Jumat, meluncurkan “pertanyaan hukum” ke Facebook setelah menerima beberapa laporan pelanggaran data yang mempengaruhi perusahaan. . Berita tentang penyelidikan itu terjadi persis ketika Facebook mengumumkan mereka telah memajang foto hingga 6,8 juta pengguna. Insiden ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarahnya pada September, di mana peretas mengakses informasi pribadi dari puluhan juta pengguna Facebook. . Penyelidikan adalah hasil dari kekuatan baru yang diberikan kepada regulator data Irlandia sebagai akibat dari Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), peraturan Eropa yang mulai berlaku pada bulan Mei. . Karena markas Eropa di Facebook berada di Dublin, jadi harus di bawah GDPR dan wajib menginformasikan kepada regulator data Irlandia dalam waktu 72 jam setelah menemukan pelanggaran. . Perusahaan yang diketahui telah melanggar GDPR dapat menghadapi denda maksimal US$23 juta (Rp 335 miliar) atau 4% dari pendapatan tahunan mereka di seluruh dunia, dan mana yang lebih tinggi. . Dalam kasus Facebook, perusahaan memiliki pendapatan hampir US$40 miliar pada tahun 2017, yang berarti perusahaan dapat menghadapi denda hingga US$1,6 miliar jika pendapatannya untuk 2018 tetap kurang lebih sama. . Bug, yang melibatkan pemaparan jutaan foto pengguna Facebook dan terjadi selama 12 hari, ditemukan pada September. . Tetapi Facebook melaporkan pelanggaran terhadap regulator Eropa 2 bulan kemudian, pada 22 November, menurut perusahaan. . Graham Doyle, kepala komunikasi regulator, mengatakan Komisi Data Irlandia meluncurkan penyelidikan pekan ini yang berasal dari beberapa pemberitahuan pelanggaran yang telah diterima dari Facebook. . Sumber : CNBC Indonesia

Facebook bisa menghadapi denda multi-miliar dolar setelah pada Jumat (14/12/2018) regulator Eropa mengumumkan melakukan penyelidikan ke perusahaan jejaring sosial terbesar tersebut, atas kegagalan untuk melindungi privasi pengguna.
.
Komisi Perlindungan Data Irlandia, yang mengawasi kepatuhan Facebook dengan undang-undang Eropa yang dikonfirmasi kepada CNN pada Jumat, meluncurkan “pertanyaan hukum” ke Facebook setelah menerima beberapa laporan pelanggaran data yang mempengaruhi perusahaan.
.
Berita tentang penyelidikan itu terjadi persis ketika Facebook mengumumkan mereka telah memajang foto hingga 6,8 juta pengguna. Insiden ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarahnya pada September, di mana peretas mengakses informasi pribadi dari puluhan juta pengguna Facebook.
.
Penyelidikan adalah hasil dari kekuatan baru yang diberikan kepada regulator data Irlandia sebagai akibat dari Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), peraturan Eropa yang mulai berlaku pada bulan Mei.
.
Karena markas Eropa di Facebook berada di Dublin, jadi harus di bawah GDPR dan wajib menginformasikan kepada regulator data Irlandia dalam waktu 72 jam setelah menemukan pelanggaran.
.
Perusahaan yang diketahui telah melanggar GDPR dapat menghadapi denda maksimal US$23 juta (Rp 335 miliar) atau 4% dari pendapatan tahunan mereka di seluruh dunia, dan mana yang lebih tinggi.
.
Dalam kasus Facebook, perusahaan memiliki pendapatan hampir US$40 miliar pada tahun 2017, yang berarti perusahaan dapat menghadapi denda hingga US$1,6 miliar jika pendapatannya untuk 2018 tetap kurang lebih sama.
.
Bug, yang melibatkan pemaparan jutaan foto pengguna Facebook dan terjadi selama 12 hari, ditemukan pada September. .
Tetapi Facebook melaporkan pelanggaran terhadap regulator Eropa 2 bulan kemudian, pada 22 November, menurut perusahaan.
.
Graham Doyle, kepala komunikasi regulator, mengatakan Komisi Data Irlandia meluncurkan penyelidikan pekan ini yang berasal dari beberapa pemberitahuan pelanggaran yang telah diterima dari Facebook.
.
Sumber : CNBC Indonesia