Kantor Imigrasi Belawan, Sumatera Utara (Sumut) mendeportasi 30 orang warga negara Bangladesh ke negara asalnya. Pemulangan para imigran gelap ini akan dilakukan dalam dua tahap. . Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan, Victor Manurung memaparkan, untuk tahap pertama, Imigrasi menjadwalkan memulangkan 15 orang imigran melalui Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang. Mereka diterbangkan dengan pesawat Batik Air yang dijadwalkan berangkat Jumat (11/1/2018) sore ini, jam 17.00 WIB. . “Sedangkan imigran Bangladesh lainnya akan kami pulangkan pada tahap kedua besok, Sabtu (12/1/2019),” ungkap Victor Manurung di Medan, Jumat (11/1/2019). . Victor memaparkan, ke-30 warga negara Bangladesh itu diamankan oleh personel Polda Sumut pada Desember 2018 lalu di kawasan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Mereka rencananya melanjutkan perjalanan ke Malaysia melalui jalur ilegal. . “Warga negara Bangladesh ini masuk ke Indonesia dengan menggunakan bebas visa sesuai Inpres Nomor 21 tahun 2016. Mereka masuk beberapa tahap melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Ngurah Rai Bali,” papar Victor. . Setelah dideportasi, ke-30 warga negara Bangladesh itu selanjutnya akan dicekal masuk ke Indonesia. “Itu sanksi bagi mereka,” ujar Victor. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/30-warga-bangladesh-dideportasi-imigrasi-belawan-ke-negaranya/426969

Kantor Imigrasi Belawan, Sumatera Utara (Sumut) mendeportasi 30 orang warga negara Bangladesh ke negara asalnya. Pemulangan para imigran gelap ini akan dilakukan dalam dua tahap.
.
Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan, Victor Manurung memaparkan, untuk tahap pertama, Imigrasi menjadwalkan memulangkan 15 orang imigran melalui Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang. Mereka diterbangkan dengan pesawat Batik Air yang dijadwalkan berangkat Jumat (11/1/2018) sore ini, jam 17.00 WIB.
.
“Sedangkan imigran Bangladesh lainnya akan kami pulangkan pada tahap kedua besok, Sabtu (12/1/2019),” ungkap Victor Manurung di Medan, Jumat (11/1/2019).
.
Victor memaparkan, ke-30 warga negara Bangladesh itu diamankan oleh personel Polda Sumut pada Desember 2018 lalu di kawasan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Mereka rencananya melanjutkan perjalanan ke Malaysia melalui jalur ilegal.
.
“Warga negara Bangladesh ini masuk ke Indonesia dengan menggunakan bebas visa sesuai Inpres Nomor 21 tahun 2016. Mereka masuk beberapa tahap melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Ngurah Rai Bali,” papar Victor.
.
Setelah dideportasi, ke-30 warga negara Bangladesh itu selanjutnya akan dicekal masuk ke Indonesia. “Itu sanksi bagi mereka,” ujar Victor.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/30-warga-bangladesh-dideportasi-imigrasi-belawan-ke-negaranya/426969

Bule-bule seringkali dipandang sambil mendongak oleh orang Indonesia. Bukan karena kebanyakan orang kulit putih itu punya postur lebih tinggi, melainkan karena bule dipandang relatif lebih makmur dan sejahtera ketimbang orang Indonesia. . “Mindset masyarakat kita itu ‘londo itu sugih (bule itu kaya)’. Ini yang perlu diubah,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, kepada detikcom, Rabu (28/2/2018). . Agung paham betul jenis-jenis bule yang datang tanpa kejelasan dana. Bukannya rasis, tapi memang banyak bule yang ditolak masuk gara-gara gagal meyakinkan pihak Imigrasi di bandara bahwa mereka benar-benar punya sangu yang cukup selama di Indonesia. . “Tahun lalu (2017) ada 6.000 orang kita tolak masuk ke Indonesia. Salah satu sebabnya saat kita wawancarai, mereka tidak bisa menunjukkan tiket kepulangan dan tidak bisa menunjukkan jumlah uang untuk biaya hidup dia (di Indonesia),” kata Agung. . Untuk masyarakat di kawasan pariwisata, pemandangan bule yang keleleran sudah bukan hal langka. Di Bali, banyak bule backpacker yang memang senang berpergian dengan ongkos cekak. Ada pula yang memang bergaya hidup hippie, keliling negara-negara Asia, namun tanpa bekal materi yang memadai. . “Yang paling sering kita temukan itu dari Eropa Timur, hippies, dia motifnya keliling Asia. Bahkan dari negara maju juga. Menurut mereka sensasi traveling-nya berbeda dengan yang tinggal di hotel. Modelnya traveler ngemper,” kata Agung. . Namun bila sudah dipastikan bahwa bule itu terlantar, Imigrasi akan tegas untuk meneruskan informasi keberadaan warga negara asing tersebut ke kedutaan besar negara bule yang bersangkutan. Pihak Imigrasi-lah yang memutuskan bule itu dipulangkan. Bisakah bule yang bersangkutan menolak dipulangkan? . “Nggak bisa. Yang memutuskan adalah Imigrasi,” kata Agung. . Sumber : Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-3889507/imigrasi-pemerintah-tak-akan-biayai-bule-yang-kehabisan-ongkos [Bersambung dikomentar]

Bule-bule seringkali dipandang sambil mendongak oleh orang Indonesia. Bukan karena kebanyakan orang kulit putih itu punya postur lebih tinggi, melainkan karena bule dipandang relatif lebih makmur dan sejahtera ketimbang orang Indonesia.
.
“Mindset masyarakat kita itu ‘londo itu sugih (bule itu kaya)’. Ini yang perlu diubah,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, kepada detikcom, Rabu (28/2/2018).
.
Agung paham betul jenis-jenis bule yang datang tanpa kejelasan dana. Bukannya rasis, tapi memang banyak bule yang ditolak masuk gara-gara gagal meyakinkan pihak Imigrasi di bandara bahwa mereka benar-benar punya sangu yang cukup selama di Indonesia.
.
“Tahun lalu (2017) ada 6.000 orang kita tolak masuk ke Indonesia. Salah satu sebabnya saat kita wawancarai, mereka tidak bisa menunjukkan tiket kepulangan dan tidak bisa menunjukkan jumlah uang untuk biaya hidup dia (di Indonesia),” kata Agung.
.
Untuk masyarakat di kawasan pariwisata, pemandangan bule yang keleleran sudah bukan hal langka. Di Bali, banyak bule backpacker yang memang senang berpergian dengan ongkos cekak. Ada pula yang memang bergaya hidup hippie, keliling negara-negara Asia, namun tanpa bekal materi yang memadai.
.
“Yang paling sering kita temukan itu dari Eropa Timur, hippies, dia motifnya keliling Asia. Bahkan dari negara maju juga. Menurut mereka sensasi traveling-nya berbeda dengan yang tinggal di hotel. Modelnya traveler ngemper,” kata Agung.
.
Namun bila sudah dipastikan bahwa bule itu terlantar, Imigrasi akan tegas untuk meneruskan informasi keberadaan warga negara asing tersebut ke kedutaan besar negara bule yang bersangkutan. Pihak Imigrasi-lah yang memutuskan bule itu dipulangkan. Bisakah bule yang bersangkutan menolak dipulangkan?
.
“Nggak bisa. Yang memutuskan adalah Imigrasi,” kata Agung.
.
Sumber : Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-3889507/imigrasi-pemerintah-tak-akan-biayai-bule-yang-kehabisan-ongkos
[Bersambung dikomentar]