Proses pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Lestari Maju yang karam diperairan Selayar Sulawesi Selatan, salah satu metode yang dilakukan yakni penyelaman dilokasi kejadian. . Kedalaman kurang lebih 15 meter merupakan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sileya Scuba diver, Possi Selayar, TNI AL, KPLP Selayar. . Video : @sar_nasional @basarnas_makassar . . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Proses pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Lestari Maju yang karam diperairan Selayar Sulawesi Selatan, salah satu metode yang dilakukan yakni penyelaman dilokasi kejadian.
.
Kedalaman kurang lebih 15 meter merupakan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sileya Scuba diver, Possi Selayar, TNI AL, KPLP Selayar.
.
Video : @sar_nasional @basarnas_makassar
.
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Korban tewas dalam insiden kapal turis tenggelam akibat gelombang ganas di perairan Phuket, Thailandbertambah menjadi 37 orang. Sekitar 18 orang lainnya dilaporkan masih hilang. Kapal bernama Phoenix yang membawa puluhan turis asal China ini tenggelam setelah diterjang gelombang laut setinggi 5 meter saat badai menerjang perairan Laut Andaman dekat Phuket, Thailand, pada Kamis (5/7) malam waktu setempat. Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/7/2018), kebanyakan korban tewas ditemukan hanyut dengan masih memakai jaket penyelamat di perairan yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal ini. . Kapal yang tenggelam ini diketahui memiliki tiga lantai. Total ada 105 penumpang, yang kebanyakan turis China, yang menumpang kapal ini saat insiden terjadi. Dari jumlah itu, sebanyak 48 orang berhasil diselamatkan. Salah satunya seorang turis wanita asal China yang ditemukan masih hidup setelah semalaman mengapung di laut. Usai dievakuasi, turis wanita itu langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Phuket. Sementara itu, para penyelam yang ikut melakukan pencarian korban, melaporkan melihat keberadaan 10 jenazah yang mengapung di dalam lambung kapal yang saat ini tenggelam. Jenazah korban tewas itu akan dievakuasi di kemudian hari. Sejumlah korban hilang dilaporkan terjebak di dalam kapal yang kini tenggelam di kedalaman 40 meter di bawah permukaan Laut Andaman. Lokasi tenggelamnya kapal ada di perairan dekat pantai Koh He, pulau kecil yang terkenal akan gugusan karang dan menjadi daya tarik banyak wisatawan. . Pencarian dengan helikopter terus dilanjutkan untuk mencari korban hilang. “Saya tidak begitu yakin berapa orang yang akan selamat,” ucap Gubernur Phuket, Noraphat Plodthong, kepada wartawan setempat. . Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Kapal Phoenix diketahui tetap berlayar meskipun otoritas setempat telah merilis peringatan cuaca. Kepolisian Thailand menyatakan akan mendakwa kapten dan pemilik kapal atas dugaan kelalaian. . Sumber : www.detik.com

Korban tewas dalam insiden kapal turis tenggelam akibat gelombang ganas di perairan Phuket, Thailandbertambah menjadi 37 orang. Sekitar 18 orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Kapal bernama Phoenix yang membawa puluhan turis asal China ini tenggelam setelah diterjang gelombang laut setinggi 5 meter saat badai menerjang perairan Laut Andaman dekat Phuket, Thailand, pada Kamis (5/7) malam waktu setempat.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/7/2018), kebanyakan korban tewas ditemukan hanyut dengan masih memakai jaket penyelamat di perairan yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal ini.
.
Kapal yang tenggelam ini diketahui memiliki tiga lantai. Total ada 105 penumpang, yang kebanyakan turis China, yang menumpang kapal ini saat insiden terjadi. Dari jumlah itu, sebanyak 48 orang berhasil diselamatkan. Salah satunya seorang turis wanita asal China yang ditemukan masih hidup setelah semalaman mengapung di laut. Usai dievakuasi, turis wanita itu langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Phuket.

Sementara itu, para penyelam yang ikut melakukan pencarian korban, melaporkan melihat keberadaan 10 jenazah yang mengapung di dalam lambung kapal yang saat ini tenggelam. Jenazah korban tewas itu akan dievakuasi di kemudian hari.
Sejumlah korban hilang dilaporkan terjebak di dalam kapal yang kini tenggelam di kedalaman 40 meter di bawah permukaan Laut Andaman. Lokasi tenggelamnya kapal ada di perairan dekat pantai Koh He, pulau kecil yang terkenal akan gugusan karang dan menjadi daya tarik banyak wisatawan.
.

Pencarian dengan helikopter terus dilanjutkan untuk mencari korban hilang. “Saya tidak begitu yakin berapa orang yang akan selamat,” ucap Gubernur Phuket, Noraphat Plodthong, kepada wartawan setempat.
.
Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Kapal Phoenix diketahui tetap berlayar meskipun otoritas setempat telah merilis peringatan cuaca. Kepolisian Thailand menyatakan akan mendakwa kapten dan pemilik kapal atas dugaan kelalaian.
.

Sumber : www.detik.com

Kapal TB UJ 007/ BG Yamani II dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Balongan Indramayu, Sabtu (7/7/2018). . Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Bojonegara di Banten pada 30 Juni 2018 menuju Pelabuhan Batang di Jawa Tengah, dioperasikan sembilan awak kapal. . Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, mengatakan sembilan orang di dalam kapal tersebut. . Mereka adalah Edward sebagai nakhoda, Sugianto (Mualim-I), Laode (Mualim-II), Supriyadi (KKM), Heri Santoso (Masinis-II), Dwi Kartika (Masinis-III), Naharudin (Juru Mudi), Ali Saban (Juru Mudi), dan Rahmad Mansuri (Juru Mudi). . Kapal berjenis Tug Boat (Barge) milik PT Putra Sihiong Mandiri tersebut awalnya diketahui bisa berkomunikasi dengan kapal lainnya, yakni ETI 101 milik syahbandar Indramayu pada 4 Juli 2018 dengan koordinat 06° 09′ 71” S – 108° 28′ 57” E dengan jarak atau radial dari Dermaga Pelabuhan Cirebon 103.07 Nm/357.32°. . “Kantor SAR Bandung melakukan pemapelan ke Danlanal Cirebon, Kasrop Cirebon, KSOP Cirebon, dan UPP Indramayu. Kami terus memantau perkembangan informasi tersebut,” kata Joshua melalui ponsel, Sabtu (7/7/2018). . Kantor SAR Bandung terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk mendapatkan informasi keberadaan Kapal Tug Boat tersebut. . Info terakhir, katanya, kapal dalam kondisi baik hanya saja komunikasi masih terputus. Kapal tersebut terakhir melaju dengan kecepatan 3 sampai 3,5 knot. . Kepala Basarnas Jawa Barat, S Riyadi mengatakan kecelakaan kapal marak terjadi dalam waktu belakangan ini. . Pihaknya mengimbau kepada pemilik dan pengelola kapal dan seluruh pengguna transportasi air untuk lebih meningkatkan upaya keselamatan. . “Dengan memperhatikan ketersediannya alat keselamatan dari life jacket, sekoci, hingga mengecek alat komunikasi atau alat sinyal distress guna mengurangi risiko jatuhnya korban kecelakaan,” katanya. . Sumber : www.tribunnews.com

Kapal TB UJ 007/ BG Yamani II dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Balongan Indramayu, Sabtu (7/7/2018).
.
Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Bojonegara di Banten pada 30 Juni 2018 menuju Pelabuhan Batang di Jawa Tengah, dioperasikan sembilan awak kapal.
.
Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, mengatakan sembilan orang di dalam kapal tersebut.
.
Mereka adalah Edward sebagai nakhoda, Sugianto (Mualim-I), Laode (Mualim-II), Supriyadi (KKM), Heri Santoso (Masinis-II), Dwi Kartika (Masinis-III), Naharudin (Juru Mudi), Ali Saban (Juru Mudi), dan Rahmad Mansuri (Juru Mudi).
.
Kapal berjenis Tug Boat (Barge) milik PT Putra Sihiong Mandiri tersebut awalnya diketahui bisa berkomunikasi dengan kapal lainnya, yakni ETI 101 milik syahbandar Indramayu pada 4 Juli 2018 dengan koordinat 06° 09′ 71” S – 108° 28′ 57” E dengan jarak atau radial dari Dermaga Pelabuhan Cirebon 103.07 Nm/357.32°.
.
“Kantor SAR Bandung melakukan pemapelan ke Danlanal Cirebon, Kasrop Cirebon, KSOP Cirebon, dan UPP Indramayu. Kami terus memantau perkembangan informasi tersebut,” kata Joshua melalui ponsel, Sabtu (7/7/2018).
.
Kantor SAR Bandung terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk mendapatkan informasi keberadaan Kapal Tug Boat tersebut.
.
Info terakhir, katanya, kapal dalam kondisi baik hanya saja komunikasi masih terputus. Kapal tersebut terakhir melaju dengan kecepatan 3 sampai 3,5 knot.
.
Kepala Basarnas Jawa Barat, S Riyadi mengatakan kecelakaan kapal marak terjadi dalam waktu belakangan ini.
.
Pihaknya mengimbau kepada pemilik dan pengelola kapal dan seluruh pengguna transportasi air untuk lebih meningkatkan upaya keselamatan.
.
“Dengan memperhatikan ketersediannya alat keselamatan dari life jacket, sekoci, hingga mengecek alat komunikasi atau alat sinyal distress guna mengurangi risiko jatuhnya korban kecelakaan,” katanya.
.
Sumber : www.tribunnews.com

Sejumlah korban kapal fery KM Lestari Maju yang karam di perairan Selayar berusaha menyelamatkan diri menggunakan perahu karet Hingga Selasa malam (3/7) pukul 23.30 WITA, Korban tewas 24 orang, 74 selamat, 41 masih dicari. Evakuasi masih berlangsung. Sesuai manifes jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan. Sumber : BPBD Bulukumba . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Sejumlah korban kapal fery KM Lestari Maju yang karam di perairan Selayar berusaha menyelamatkan diri menggunakan perahu karet

Hingga Selasa malam (3/7) pukul 23.30 WITA, Korban tewas 24 orang, 74 selamat, 41 masih dicari. Evakuasi masih berlangsung. Sesuai manifes jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan.
Sumber : BPBD Bulukumba
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kapal feri KM Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018), membawa uang tunai senilai Rp 30 miliar. . Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sultan menegaskan bahwa uang tersebut adalah milik Bank Sulselbar. Uang tersebut hendak dibawa ke kantor cabang Bank Sulselbar di Kabupaten Selayar. . “Memang benar, ada uang tunai Rp 30 miliar dikirim ke kantor cabang kami di Kabupaten Selayar. Uang itu untuk pembayaran gaji 13 PNS di Pemerintah Kabupaten Selayar,” katanya dalam keterangan pers di kantornya, Selasa sore. . Irmayanti mengaku, pihaknya sampai saat ini belum mendapat kabar selanjutnya terkait pengiriman uang tersebut. Namun, pihak bank telah mendapat laporan dari kantor cabang Selayar bahwa kapal yang membawa uang Rp 30 miliar tersebut tenggelam. . “Kami belum dapat kabar dari petugas yang membawa uang tersebut karena memang lokasi tenggelamnya kapal tidak ada sinyal. Kami hanya dapat kabar dari kantor cabang di Selayar. Tapi menurut informasi yang dia peroleh bahwa kapal tidak sepenuhnya tenggelam,” tambahnya. . Sebelumnya diberitakan, KM Lestari Maju yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dikabarkan tenggelam di depan Ujung Pa’badilang saat hendak berlabuh. . Kapal feri ini tenggelam sekitar pukul 14.30 Wita lantaran mengalami kebocoran pada lambung kapal. . Saat berlayar, berdasarkan manifes, kapal mengangkut 139 orang penumpang, 14 mobil pribadi, 6 unit bus atau truk, dan 8 unit motor. . Sumber : www.kompas.com

Kapal feri KM Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018), membawa uang tunai senilai Rp 30 miliar.
.
Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sultan menegaskan bahwa uang tersebut adalah milik Bank Sulselbar. Uang tersebut hendak dibawa ke kantor cabang Bank Sulselbar di Kabupaten Selayar.
.
“Memang benar, ada uang tunai Rp 30 miliar dikirim ke kantor cabang kami di Kabupaten Selayar. Uang itu untuk pembayaran gaji 13 PNS di Pemerintah Kabupaten Selayar,” katanya dalam keterangan pers di kantornya, Selasa sore.
.
Irmayanti mengaku, pihaknya sampai saat ini belum mendapat kabar selanjutnya terkait pengiriman uang tersebut. Namun, pihak bank telah mendapat laporan dari kantor cabang Selayar bahwa kapal yang membawa uang Rp 30 miliar tersebut tenggelam.
.
“Kami belum dapat kabar dari petugas yang membawa uang tersebut karena memang lokasi tenggelamnya kapal tidak ada sinyal. Kami hanya dapat kabar dari kantor cabang di Selayar. Tapi menurut informasi yang dia peroleh bahwa kapal tidak sepenuhnya tenggelam,” tambahnya.
.
Sebelumnya diberitakan, KM Lestari Maju yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dikabarkan tenggelam di depan Ujung Pa’badilang saat hendak berlabuh.
.
Kapal feri ini tenggelam sekitar pukul 14.30 Wita lantaran mengalami kebocoran pada lambung kapal.
.
Saat berlayar, berdasarkan manifes, kapal mengangkut 139 orang penumpang, 14 mobil pribadi, 6 unit bus atau truk, dan 8 unit motor.
.
Sumber : www.kompas.com

Menteri Luhut Jamin Anak Korban Kapal KM Sinar Bangun Tidak Akan Putus Sekolah . Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, meninjau langsung Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pasca dihentikannya pencarian dan evakuasi Kapal KM Sinar Bangun hari ini 02/07/2018. . Menteri Luhut menyampaikan akan menjamin anak-anak korban Kapal KM Sinar Bangun tidak akan putus sekolah. . . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk ••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram . . video : CNN Indonesia

Menteri Luhut Jamin Anak Korban Kapal KM Sinar Bangun Tidak Akan Putus Sekolah
.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, meninjau langsung Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pasca dihentikannya pencarian dan evakuasi Kapal KM Sinar Bangun hari ini 02/07/2018.
.
Menteri Luhut menyampaikan akan menjamin anak-anak korban Kapal KM Sinar Bangun tidak akan putus sekolah.
. .
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram
.
.
video : CNN Indonesia

Pembenahan tata kelola ‎pelayaran Danau Toba oleh tim Ad Hoc bentukan Kementerian Perhubungan akan dijadikan acuan bagi pelayaran di wilayah lain. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan. . Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ‎mengatakan, tim Ad Hoc sudah berkerja untuk memperbaiki tata kelola pelayaran di Danau Toba. Sistem pembenahan tersebut akan dijadikan contoh pembenaan tatakeola pelayaran danau dan penyeberangan sungai di wilayah lain. . Tim Ad Hoc ditugaskan memperbaiki sarana dan prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. Selain itu, juga memperbaiki regulasi atas rekomendasi dari rapat yang dilakukan sebelum tim Ad Hoc dibentuk. . “Kegiatan yang dilakukan nanti di tim Ad Hoc misalnya masalah kelembagaan, regulasi, soal regulasi akan dibahas kembali,” tuturnya. . Menurut Budi, pembenahan tata kelola pelayaran diprioritaskan pada tempat tujuan wisata, kemudian akan diperluas ke tingkat nasional. ‎Dengan begitu akan dibuat standarisasi tata kelola pelayaran danau dan sungai. . “Sebetulnya case sama, menyangkut masalah kemampuan operatornya, pengawasannya, kondisi kapalnya, cuacanya,” tandasnya. . Tim Ad Hoc yang dibentuk pemerintah diberikan waktu satu bulan untuk‎ membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, tim tersebut sudah bekerja untuk melakukan pembenahan. . Untuk diketahui, tim ini terdiri dari unsur internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta kerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, dan Polri. . Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, tim Ad Hoc akan bergerak cepat dalam membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, dengan memperbaiki sarana prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. . Sumber : www.liputan6.com

Pembenahan tata kelola ‎pelayaran Danau Toba oleh tim Ad Hoc bentukan Kementerian Perhubungan akan dijadikan acuan bagi pelayaran di wilayah lain. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan.
.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ‎mengatakan, tim Ad Hoc sudah berkerja untuk memperbaiki tata kelola pelayaran di Danau Toba. Sistem pembenahan tersebut akan dijadikan contoh pembenaan tatakeola pelayaran danau dan penyeberangan sungai di wilayah lain.
.
Tim Ad Hoc ditugaskan memperbaiki sarana dan prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. Selain itu, juga memperbaiki regulasi atas rekomendasi dari rapat yang dilakukan sebelum tim Ad Hoc dibentuk.
.
“Kegiatan yang dilakukan nanti di tim Ad Hoc misalnya masalah kelembagaan, regulasi, soal regulasi akan dibahas kembali,” tuturnya.
.
Menurut Budi, pembenahan tata kelola pelayaran diprioritaskan pada tempat tujuan wisata, kemudian akan diperluas ke tingkat nasional. ‎Dengan begitu akan dibuat standarisasi tata kelola pelayaran danau dan sungai.
.
“Sebetulnya case sama, menyangkut masalah kemampuan operatornya, pengawasannya, kondisi kapalnya, cuacanya,” tandasnya.
.
Tim Ad Hoc yang dibentuk pemerintah diberikan waktu satu bulan untuk‎ membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, tim tersebut sudah bekerja untuk melakukan pembenahan.
.
Untuk diketahui, tim ini terdiri dari unsur internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta kerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, dan Polri.
.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, tim Ad Hoc akan bergerak cepat dalam membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, dengan memperbaiki sarana prasarana dan operasional keselamatan pelayaran.
.
Sumber : www.liputan6.com

Tim SAR Datangkan Alat Baru (Remote Operated Vehicle) ROV untuk membaca dan memastikan objek yang diduga bagkai Kapal KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Danau Toba. . Sumber Youtube CNN Indonesia . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim SAR Datangkan Alat Baru (Remote Operated Vehicle) ROV untuk membaca dan memastikan objek yang diduga bagkai Kapal KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Danau Toba. .
Sumber Youtube CNN Indonesia
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Video pertolongan pertama (saat kejadian) korban penumpang kapal tenggelam KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Video lengkap 4.45 menit telah di upload ke IGTV (portrait) dan lengkap di YouTube channel MedanTalk . Laporan video dikirim oleh J tobing ke LINE @medantalk . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Video pertolongan pertama (saat kejadian) korban penumpang kapal tenggelam KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Video lengkap 4.45 menit telah di upload ke IGTV (portrait) dan lengkap di YouTube channel MedanTalk
.
Laporan video dikirim oleh J tobing ke LINE @medantalk
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Lagi, Kecelakaan Kapal Motor Terjadi di Danau Toba, Empat Penumpang Dilaporkan Hilang . Terjadi kecelakaan lagi kapal motor antara KM Ramos Risma Marisi di Danau Toba di antara Nainggolan, Samosir ke Pulau Sibandang di depan Muara, Tapanuli Utara, Jumat (22/6/2018). . Berdasarkan informasi yang dihimpun, tabrakan kapal motor tersebut terjadi pada pukul 19.00 WIB. Dilaporkan kapal motor tersebut membawa lima orang penumpang laki-laki. . Satu orang bermarga Situmorang selamat sementara itu empat orang lagi dilaporkan masih hilang. . Dugaan sementara kecelakaan itu terjadi karena KM Ramos Risma Marisi mengalami mati mesin dalam keadaan cuaca hujan deras, angin kencang dan ombak yang cukup tinggi hingga membuat kapal tersebut oleng. . Hingga berita ini ditayangkan, tribun-medan.com masih mengupayakan konfirmasi ke pihak terkait.(*) . Sumber : https://medan.tribunnews.com/amp/2018/06/22/lagi-kecelakaan-kapal-motor-terjadi-di-danau-toba-empat-penumpang-dilaporkan-hilang

Lagi, Kecelakaan Kapal Motor Terjadi di Danau Toba, Empat Penumpang Dilaporkan Hilang
.
Terjadi kecelakaan lagi kapal motor antara KM Ramos Risma Marisi di Danau Toba di antara Nainggolan, Samosir ke Pulau Sibandang di depan Muara, Tapanuli Utara, Jumat (22/6/2018).
.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tabrakan kapal motor tersebut terjadi pada pukul 19.00 WIB. Dilaporkan kapal motor tersebut membawa lima orang penumpang laki-laki.
.
Satu orang bermarga Situmorang selamat sementara itu empat orang lagi dilaporkan masih hilang.
.
Dugaan sementara kecelakaan itu terjadi karena KM Ramos Risma Marisi mengalami mati mesin dalam keadaan cuaca hujan deras, angin kencang dan ombak yang cukup tinggi hingga membuat kapal tersebut oleng.
.
Hingga berita ini ditayangkan, tribun-medan.com masih mengupayakan konfirmasi ke pihak terkait.(*)
.
Sumber : https://medan.tribunnews.com/amp/2018/06/22/lagi-kecelakaan-kapal-motor-terjadi-di-danau-toba-empat-penumpang-dilaporkan-hilang

Nahkoda (Kapten Kapal) tidak ada didaftar korban tenggelamnya Kapal Sinar Bangun di Perairan Danau Toba. Sekarang telah ditemukan selamat. POLRES Samosir menangkap nahkoda KM Sinar Bangun berinisial TS. Pemuda itu ditemukan selamat saat kapal tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6). “Inisialnya TS. Saat ini telah diamankan di Polres Samosir,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Rabu (20/6). Nainggolan mengatakan saat diselamatkan, TS langsung dievakuasi ke rumah sakit. Namun hingga kini, TS belum dapat dimintai keterangan. “Dia hingga kini belum dapat diwawancarai. Tapi dia ini nahkoda kapal itu,” ujar Nainggolan. Mengenai status, kata Nainggolan, pihaknya masih belum menetapkan TS sebagai tersangka. Namun polisi akan segera melakukan penyelidikan sebab nama TS tidak termasuk dalam daftar korban selamat yang didata posko utama. “Belum ditetapkan sebagai tersangka. Diwawancarai atau diperiksa saja belum bisa,” pungkas dia. KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal kayu itu tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan. Hingga kini ada 189 orang penumpang kapal yang belum ditemukan. Sedangkan jumlah korban yang ditemukan dalam keadaan hidup ada 18 orang, dan korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa ada tiga orang. Teks: https://www.m.mediaindonesia.com/amp/amp_detail/167356-nahkoda-km-sinar-bangun-ditahan-di-polres-samosir.html

Nahkoda (Kapten Kapal) tidak ada didaftar korban tenggelamnya Kapal Sinar Bangun di Perairan Danau Toba. Sekarang telah ditemukan selamat.
POLRES Samosir menangkap nahkoda KM Sinar Bangun berinisial TS. Pemuda itu ditemukan selamat saat kapal tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6). “Inisialnya TS. Saat ini telah diamankan di Polres Samosir,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan, Rabu (20/6). Nainggolan mengatakan saat diselamatkan, TS langsung dievakuasi ke rumah sakit. Namun hingga kini, TS belum dapat dimintai keterangan. “Dia hingga kini belum dapat diwawancarai. Tapi dia ini nahkoda kapal itu,” ujar Nainggolan.

Mengenai status, kata Nainggolan, pihaknya masih belum menetapkan TS sebagai tersangka. Namun polisi akan segera melakukan penyelidikan sebab nama TS tidak termasuk dalam daftar korban selamat yang didata posko utama. “Belum ditetapkan sebagai tersangka. Diwawancarai atau diperiksa saja belum bisa,” pungkas dia.

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal kayu itu tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan.

Hingga kini ada 189 orang penumpang kapal yang belum ditemukan. Sedangkan jumlah korban yang ditemukan dalam keadaan hidup ada 18 orang, dan korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa ada tiga orang.
Teks: https://www.m.mediaindonesia.com/amp/amp_detail/167356-nahkoda-km-sinar-bangun-ditahan-di-polres-samosir.html

Presiden Jokowi Menyampaikan hal hal berikut terkait musibah tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba @jokowi . Di tengah kegembiraan kita seusai merayakan Hari Raya Idulfitri, berita duka datang dari Sumatra Utara. Kapal Motor Sinar Bangun mengalami musibah saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu. Untuk itu, saya hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Saya telah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kepala Badan SAR Nasional) mengenai musibah kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba. 2. Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut. 3. Terhadap korban yang hilang saya minta Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB untuk secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban. 4. Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semua untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk. 5. Saya juga minta kepada Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang. 6. Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan. 7. Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi dan saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan

Presiden Jokowi Menyampaikan hal hal berikut terkait musibah tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba @jokowi
.
Di tengah kegembiraan kita seusai merayakan Hari Raya Idulfitri, berita duka datang dari Sumatra Utara. Kapal Motor Sinar Bangun mengalami musibah saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu.

Untuk itu, saya hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Saya telah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kepala Badan SAR Nasional) mengenai musibah kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.

2. Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.

3. Terhadap korban yang hilang saya minta Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB untuk secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban.

4. Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semua untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk.

5. Saya juga minta kepada Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang.

6. Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan.

7. Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi dan saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan