Tim gabungan intelijen dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar meringkus seorang buronan dalam kasus pembangunan kios darurat Pasar Horas Pematangsiantar pada tahun 2002. . Pelaku bernama Henry Panjaitan yang dinyatakan sebagai buronan sejak 11 tahun lalu akhirnya diamankan di Kota Medan. “Terpidana 4 tahun penjara itu bernama Ir. Henry Panjaitan. Dia dinyatakan buron sejak 2008,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Selasa (23/4). . Sumanggar menjelaskan, pelaku diamankan pagi tadi sekitar pukul 7.30 WIB di sebuah warung kopi, Jalan Sei Silau, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. “Yang bersangkutan sudah masuk dalam pemantauan kita sejak 17 April kemarin. Saat itu tim melihat yang bersangkutan melakukan pencoblosan tak jauh dari rumahnya di Jalan Sei Asahan. Namun tim kita gagal melakukan penangkapan saat itu,” jelasnya. . Pada saat diamankan, pelaku saat itu sedang sarapan. “Jadi memang selama 11 tahun terpidana yang dalam kasus ini sebagai rekanan kerap berpindah-pindah Jakarta dan Medan sehingga menyulitkan kita melakukan eksekusi,” ucap Sumanggar. . Sementara Kepala Kejari Pematangsiantar, Ferziansyah Sesunan, menuturkan bahwa sebelum dimasukan dalam daftar buronan, Henry pada tahun 2002 dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Siantar. Namun kemudian jaksa langsung mengajukan Kasasi. . “Nah pada tahun 2005, putusan kasasi keluar dan menghukum Henry dengan pidana 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200.000.000 subsider 6 bulan penjara dan membayar uang pengganti sebesar Rp 247 juta,” tuturnya. . Namun jaksa pada saat itu tidak langsung mengeksekusi Henry lantaran salinan putusan kasasi belum diterima. Kemudian pada tahun 2008 barulah jaksa menerima salinan putusan tersebut. . “Namun pada saat kita eksekusi, tersangka sudah melarikan diri,” ujar Ferzi. Belakangan Henry diketahui mengubah identitasnya termasuk alamat rumah. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/buron-11-tahun-terpidana-kasus-pasar-horas-diamankan-usai-sarapan/726832/2019/04/23 . [Bersambung dikolom Komentar]

Tim gabungan intelijen dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar meringkus seorang buronan dalam kasus pembangunan kios darurat Pasar Horas Pematangsiantar pada tahun 2002.
.
Pelaku bernama Henry Panjaitan yang dinyatakan sebagai buronan sejak 11 tahun lalu akhirnya diamankan di Kota Medan.
“Terpidana 4 tahun penjara itu bernama Ir. Henry Panjaitan. Dia dinyatakan buron sejak 2008,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Selasa (23/4).
.
Sumanggar menjelaskan, pelaku diamankan pagi tadi sekitar pukul 7.30 WIB di sebuah warung kopi, Jalan Sei Silau, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
“Yang bersangkutan sudah masuk dalam pemantauan kita sejak 17 April kemarin. Saat itu tim melihat yang bersangkutan melakukan pencoblosan tak jauh dari rumahnya di Jalan Sei Asahan. Namun tim kita gagal melakukan penangkapan saat itu,” jelasnya.
.
Pada saat diamankan, pelaku saat itu sedang sarapan. “Jadi memang selama 11 tahun terpidana yang dalam kasus ini sebagai rekanan kerap berpindah-pindah Jakarta dan Medan sehingga menyulitkan kita melakukan eksekusi,” ucap Sumanggar.
.
Sementara Kepala Kejari Pematangsiantar, Ferziansyah Sesunan, menuturkan bahwa sebelum dimasukan dalam daftar buronan, Henry pada tahun 2002 dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Siantar. Namun kemudian jaksa langsung mengajukan Kasasi.
.
“Nah pada tahun 2005, putusan kasasi keluar dan menghukum Henry dengan pidana 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200.000.000 subsider 6 bulan penjara dan membayar uang pengganti sebesar Rp 247 juta,” tuturnya.
.
Namun jaksa pada saat itu tidak langsung mengeksekusi Henry lantaran salinan putusan kasasi belum diterima. Kemudian pada tahun 2008 barulah jaksa menerima salinan putusan tersebut.
.
“Namun pada saat kita eksekusi, tersangka sudah melarikan diri,” ujar Ferzi. Belakangan Henry diketahui mengubah identitasnya termasuk alamat rumah.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/buron-11-tahun-terpidana-kasus-pasar-horas-diamankan-usai-sarapan/726832/2019/04/23
.
[Bersambung dikolom Komentar]

Seorang pria di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), nekat membunuh wanita teman kencannya lalu membuangnya ke perkebunan kelapa sawit. Pelaku emosi kepada korban karena menagih uang Rp100.000 sebagai biaya kencan. . Pelaku bernama Samidi alias Senen (45) tega menghabisi nyawa korban N (42), dengan sebilah pisau. Dia kemudian membuang mayat korban di perkebunan sawit. Namun, polisi berhasil menangkap pelaku setelah dihadiahi timah panas karena berusaha melawan saat ditangkap. . Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan mengatakan, pembunuhan ini berawal saat pelaku dan korban berkencan. Usai berkencan, korban menagih uang kencan yang kurang sebesar Rp100.000 kepada pelaku. . “Tersangka hanya memberikan uang sebesar Rp50.000 dari yang dijanjikan sebesar Rp150.000. Kemudian si korban menagih kekurangannya kepada tersangka,” . Pelaku yang emosi kemudian menganiaya korban. Dia menusuk punggung korban dengan menggunakan sebilah pisau yang diambil dari jok sepeda motornya. “Jasad korban lalu dibuang di perkebunan sawit. Sementara pelaku melarikan diri usai menghabisi nyawa korban,” kata Kapolres Simalungun. . Jasad korban baru ditemukan warga pada pertengahan bulan lalu. Namun pelarian pelaku yang juga residivis ini berakhir sebulan pascaditemukannya jasad korban. Tim Opsnal Jahtanras Polres Simalungun berhasil menangkap pelaku setelah menembak kakinya. . Sementara pelaku Samidi mengaku bersalah atas perbuatannya. Dia meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakannya yang sudah tega menghilangkan nyawa korban Ngatinem. . “Saya menyesal sampai melakukan perbuatan itu. Saya minta maaf,” ujarnya. . Sebelumnya warga di Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut, dihebohkan dengan penemuan mayat di perkebunan kelapa sawit, pada pertengahan Maret lalu. Mayat perempuan itu ditemukan warga dengan tanda kekerasan berupa luka tusuk di punggung. . Sementara di lokasi penemuan jasad, ditemukan tas korban berisi dua telepon genggam. Hasil pemeriksaan dan penyelidikan, korban diduga dibunuh. Polisi akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku dan menangkapnya. . Sumber : https://www.inews.id/

Seorang pria di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), nekat membunuh wanita teman kencannya lalu membuangnya ke perkebunan kelapa sawit. Pelaku emosi kepada korban karena menagih uang Rp100.000 sebagai biaya kencan.
.
Pelaku bernama Samidi alias Senen (45) tega menghabisi nyawa korban N (42), dengan sebilah pisau. Dia kemudian membuang mayat korban di perkebunan sawit. Namun, polisi berhasil menangkap pelaku setelah dihadiahi timah panas karena berusaha melawan saat ditangkap.
.
Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan mengatakan, pembunuhan ini berawal saat pelaku dan korban berkencan. Usai berkencan, korban menagih uang kencan yang kurang sebesar Rp100.000 kepada pelaku.
.
“Tersangka hanya memberikan uang sebesar Rp50.000 dari yang dijanjikan sebesar Rp150.000. Kemudian si korban menagih kekurangannya kepada tersangka,”
.
Pelaku yang emosi kemudian menganiaya korban. Dia menusuk punggung korban dengan menggunakan sebilah pisau yang diambil dari jok sepeda motornya. “Jasad korban lalu dibuang di perkebunan sawit. Sementara pelaku melarikan diri usai menghabisi nyawa korban,” kata Kapolres Simalungun.
.
Jasad korban baru ditemukan warga pada pertengahan bulan lalu. Namun pelarian pelaku yang juga residivis ini berakhir sebulan pascaditemukannya jasad korban. Tim Opsnal Jahtanras Polres Simalungun berhasil menangkap pelaku setelah menembak kakinya.
.
Sementara pelaku Samidi mengaku bersalah atas perbuatannya. Dia meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakannya yang sudah tega menghilangkan nyawa korban Ngatinem. .
“Saya menyesal sampai melakukan perbuatan itu. Saya minta maaf,” ujarnya.
.
Sebelumnya warga di Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut, dihebohkan dengan penemuan mayat di perkebunan kelapa sawit, pada pertengahan Maret lalu. Mayat perempuan itu ditemukan warga dengan tanda kekerasan berupa luka tusuk di punggung.
.
Sementara di lokasi penemuan jasad, ditemukan tas korban berisi dua telepon genggam. Hasil pemeriksaan dan penyelidikan, korban diduga dibunuh. Polisi akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku dan menangkapnya.
.
Sumber : https://www.inews.id/

Polsek Medan Baru berhasil mengungkap Kasus pembunuhan bayi dalam waktu 6 jam yang mayatnya ditemukan ditempat pembuangan sampah pada 19/03/2019 kemarin dijalan antariksa, Sari Rejo Medan Polonia. . Pelaku yang merupakan ibu kandung bayi tersebut bernama DPS berusia 28 tahun asal Lampung yang bekerja sebagai PRT di Salah satu perumahan di Medan ini tega membunuh bayinya karena malu dan ingin tetap bekerja, padahal anak tersebut merupakan anak dari Suami Sah nya yang berada di Lampung. . Pelaku mengaku tidak mengetahui kalau sedang hamil, sehingga tetap melakukan aktifitas bekerja seperti biasa. Pelaku melahirkan anak keduanya ini sendirian didalam kamar tanpa bantuan orang lain lalu memotong tali pusar dengan alat cukur. . Setelah bayinya lahir pelaku langsung mencekik dan memasukkan dalam kantong plastik dan langsung membuangnya ditempat sampah. Pelaku sempat mengalami pendarahan dan dibawa kerumah sakit. . Mengetahui pelaku berada dirumah sakit, Kepolisian langsung datang untuk menindahkan pelaku kerumah sakit bhayangkara medan, Pelaku terjerat pasal 342 sub 341 dengan hukuman 9 tahun. . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Polsek Medan Baru berhasil mengungkap Kasus pembunuhan bayi dalam waktu 6 jam yang mayatnya ditemukan ditempat pembuangan sampah pada 19/03/2019 kemarin dijalan antariksa, Sari Rejo Medan Polonia.
.
Pelaku yang merupakan ibu kandung bayi tersebut bernama DPS berusia 28 tahun asal Lampung yang bekerja sebagai PRT di Salah satu perumahan di Medan ini tega membunuh bayinya karena malu dan ingin tetap bekerja, padahal anak tersebut merupakan anak dari Suami Sah nya yang berada di Lampung.
.
Pelaku mengaku tidak mengetahui kalau sedang hamil, sehingga tetap melakukan aktifitas bekerja seperti biasa. Pelaku melahirkan anak keduanya ini sendirian didalam kamar tanpa bantuan orang lain lalu memotong tali pusar dengan alat cukur.
.
Setelah bayinya lahir pelaku langsung mencekik dan memasukkan dalam kantong plastik dan langsung membuangnya ditempat sampah. Pelaku sempat mengalami pendarahan dan dibawa kerumah sakit.
.
Mengetahui pelaku berada dirumah sakit, Kepolisian langsung datang untuk menindahkan pelaku kerumah sakit bhayangkara medan, Pelaku terjerat pasal 342 sub 341 dengan hukuman 9 tahun.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Aksi pencurian Sepeda motor yang terjadi pada salah satu warnet didaerah jalan.bromo pada hari selasa,12/02/2019 sekitar pukul 17.23 wib. . . Pelaku beraksi karna diduga mengetahui kunci kontak sepeda motor yang tertinggal diatas meja warnet , karena korban sedang ingin kekamar mandi dan lupa membawa kunci sepeda motornya. . . Dalam rekaman cctv terlihat pelaku diduga berjumlah dua orang dengan memperhatikan kunci yang tertinggal , saat korban masuk kedalam kamar mandi dalam hitungan detik sepeda motor Scoopy warna putih Nopol BK 4199 AHV langsung dibawa oleh salah satu pelaku. . Video kiriman @pak_regar_01 melalui Line @medantalk . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medanku untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Aksi pencurian Sepeda motor yang terjadi pada salah satu warnet didaerah jalan.bromo pada hari selasa,12/02/2019 sekitar pukul 17.23 wib. .
.
Pelaku beraksi karna diduga mengetahui kunci kontak sepeda motor yang tertinggal diatas meja warnet , karena korban sedang ingin kekamar mandi dan lupa membawa kunci sepeda motornya. .
.
Dalam rekaman cctv terlihat pelaku diduga berjumlah dua orang dengan memperhatikan kunci yang tertinggal , saat korban masuk kedalam kamar mandi dalam hitungan detik sepeda motor Scoopy warna putih Nopol BK 4199 AHV langsung dibawa oleh salah satu pelaku.
.
Video kiriman @pak_regar_01 melalui Line @medantalk
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medanku untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kasus pembunuhan sadis terhadap Lina alias Nunuy (56), yang menggegerkan warga Gang Belimbing, Jalan Zainal Zakze, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (10/2/2019), masih terus didalami polisi. Polres Binjai menduga pembunuhan korban bermotif aksi pencurian barang berharga. . Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan mengatakan, dugaan ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Selain itu, dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah perhiasan milik korban hilang. . “Dugaan sementara motifnya pencurian. Dari informasi yang kami terima, korban kerap memakai perhiasan jika keluar rumah. Namun saat ditemukan meninggal, kerabat korban tidak menemukan perhiasan tersebut,” kata Wirhan, Senin (11/2/2019). . Namun, Wirhan menegaskan saat ini Polres Binjai masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari jejak pelaku pembunuhan sadis itu. Sejauh ini, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pembunuhan ini. . “Tak hanya itu, kami juga tengah melakukan pemeriksaan CCTV milik tetangga korban untuk menelusuri jejak tersangka,” kata Wirhan. . Sebelumnya Lina ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya. Kasus pembunuhan ini pertama kali diketahui dari temannya, Lulu, yang hendak berkunjung ke rumah. Saat hendak membuka pintu rumah korban, dia kaget melihat ada bercak darah di pintu depan. . Lulu ditemukan dengan kondisi luka di bagian leher dan luka di bagian tubuh lain, seperti di bagian jemari. Lina diduga sempat memberikan perlawanan sebelum dibunuh pelaku. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/pembunuhan-sadis-di-binjai-motifnya-diduga-karena-pencurian/455397

Kasus pembunuhan sadis terhadap Lina alias Nunuy (56), yang menggegerkan warga Gang Belimbing, Jalan Zainal Zakze, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (10/2/2019), masih terus didalami polisi. Polres Binjai menduga pembunuhan korban bermotif aksi pencurian barang berharga.
.
Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan mengatakan, dugaan ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Selain itu, dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah perhiasan milik korban hilang.
.
“Dugaan sementara motifnya pencurian. Dari informasi yang kami terima, korban kerap memakai perhiasan jika keluar rumah. Namun saat ditemukan meninggal, kerabat korban tidak menemukan perhiasan tersebut,” kata Wirhan, Senin (11/2/2019).
.
Namun, Wirhan menegaskan saat ini Polres Binjai masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari jejak pelaku pembunuhan sadis itu. Sejauh ini, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pembunuhan ini.
.
“Tak hanya itu, kami juga tengah melakukan pemeriksaan CCTV milik tetangga korban untuk menelusuri jejak tersangka,” kata Wirhan.
.
Sebelumnya Lina ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya. Kasus pembunuhan ini pertama kali diketahui dari temannya, Lulu, yang hendak berkunjung ke rumah. Saat hendak membuka pintu rumah korban, dia kaget melihat ada bercak darah di pintu depan.
.
Lulu ditemukan dengan kondisi luka di bagian leher dan luka di bagian tubuh lain, seperti di bagian jemari. Lina diduga sempat memberikan perlawanan sebelum dibunuh pelaku.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/pembunuhan-sadis-di-binjai-motifnya-diduga-karena-pencurian/455397

Polsek Medan Sunggal berhasil membekuk pelaku pembunuhan Rajem, (75) warga Jalan Abdul Hakim Gg. Setia. Medan Selayang, Pada kamis 24/1/2019 di Komplek Pemda Kel. Simpakata Selayang ll sekira pukul 10.00 Wib. . Kasus pembunuhan terhadap korban Rajem pada Selasa 01/01/2019 berhasil diungkap oleh polsek sunggal dan menangkap pelaku dan dilakukan gelar rekonstruksi perkara ditempat kejadian. . Video kiriman @itsraniandriani dan @dekfee melalui Line @medantalk

Polsek Medan Sunggal berhasil membekuk pelaku pembunuhan Rajem, (75) warga Jalan Abdul Hakim Gg. Setia. Medan Selayang, Pada kamis 24/1/2019 di Komplek Pemda Kel. Simpakata Selayang ll sekira pukul 10.00 Wib.
.
Kasus pembunuhan terhadap korban Rajem pada Selasa 01/01/2019 berhasil diungkap oleh polsek sunggal dan menangkap pelaku dan dilakukan gelar rekonstruksi perkara ditempat kejadian.
.
Video kiriman @itsraniandriani dan @dekfee melalui Line @medantalk

Polisi Temukan Video Porno Vanessa Angel, Hukuman Bisa Memberatkan . Polda Jawa Timur terus mengungkap kasus prostitusi online yang menjerat artis Vanessa Angel. Yang terbaru, tim penyidik dari Subdit V Cyber Polda Jawa Timur menemukan barang bukti lain berupa foto dan video mesum yang diduga diperankan oleh Vanessa Angel. . Bukti berupa foto dan video tersebut ditemukan penyidik dari muncikari berinisial ES yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut pengakuan ES, foto dan video itu digunakan untuk menawarkan jasa esek-esek tersebut kepada para pria hidung belang. . “Foto dan Video tak pantas itu yang bisa memberatkan VA dalam kasus prostitusi online ini,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (16/1/2019). . Atas temuan baru tersebut, penyidik terus menyelidiki asal foto dan video tak senonoh tersebut. “Ada dugaan foto dan video itu dikirim oleh VA. Ini yang sedang kami dalami,” terang Barung. . Jika benar ada proses pengiriman gambar-gambar porno tersebut, maka Vanessa bisa dijerat dengan Undang-Undang ITE. “Ada banyak sekali gambar-gambar asusila tersebut, sehingga tidak pantas kami ungkap ke publik,” imbuhnya. . Sebagaimana diketahui, artis FTV Vanessa Angel ditangkap polisi di sebuah hotel di Kota Surabaya pada 5 Januari 2019. Diduga kuat ia sedang “melayani” pengusaha yang menyewa jasa layanan prostitusinya. . Selain Vanessa, polisi juga menciduk artis Avriella Shaqqila yang juga sedang bersama pria hidung belang. Vanessa dan Avriellia diduga terlibat perostitusi online. . Polisi mengungkapkan tarif sekali kencan dengan Vanessa Angel mencapai Rp80 juta. Sedangkan Avriella Shaqqila Rp25 juta. Namun, keduanya tak menerima bayaran secara utuh, karena dipotong oleh muncikari yang menjajakannya ke pelanggan. . Sumber : https://celebrity.okezone.com/read/2019/01/16/33/2005178/polisi-temukan-video-porno-vanessa-angel-hukuman-bisa-memberatkan

Polisi Temukan Video Porno Vanessa Angel, Hukuman Bisa Memberatkan
.
Polda Jawa Timur terus mengungkap kasus prostitusi online yang menjerat artis Vanessa Angel. Yang terbaru, tim penyidik dari Subdit V Cyber Polda Jawa Timur menemukan barang bukti lain berupa foto dan video mesum yang diduga diperankan oleh Vanessa Angel.
.
Bukti berupa foto dan video tersebut ditemukan penyidik dari muncikari berinisial ES yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut pengakuan ES, foto dan
video itu digunakan untuk menawarkan jasa esek-esek tersebut kepada para pria hidung belang.
.
“Foto dan Video tak pantas itu yang bisa memberatkan VA dalam kasus prostitusi online ini,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (16/1/2019).
.
Atas temuan baru tersebut, penyidik terus menyelidiki asal foto dan video tak senonoh tersebut. “Ada dugaan foto dan video itu dikirim oleh VA. Ini yang sedang kami dalami,” terang Barung.
.
Jika benar ada proses pengiriman gambar-gambar porno tersebut, maka Vanessa bisa dijerat dengan Undang-Undang ITE. “Ada banyak sekali gambar-gambar asusila tersebut, sehingga tidak pantas kami ungkap ke publik,” imbuhnya.
.
Sebagaimana diketahui, artis FTV Vanessa Angel ditangkap polisi di sebuah hotel di Kota Surabaya pada 5 Januari 2019. Diduga kuat ia sedang “melayani” pengusaha yang menyewa jasa layanan prostitusinya.
.
Selain Vanessa, polisi juga menciduk artis Avriella Shaqqila yang juga sedang bersama pria hidung belang. Vanessa dan Avriellia diduga terlibat perostitusi online.
.
Polisi mengungkapkan tarif sekali kencan dengan Vanessa Angel mencapai Rp80 juta. Sedangkan Avriella Shaqqila Rp25 juta. Namun, keduanya tak menerima bayaran secara utuh, karena dipotong oleh muncikari yang menjajakannya ke pelanggan.
.
Sumber : https://celebrity.okezone.com/read/2019/01/16/33/2005178/polisi-temukan-video-porno-vanessa-angel-hukuman-bisa-memberatkan

Gadis Cantik Dibunuh di Kamar Hotel, Pelaku Kabur Telanjang Bulat . Gadis cantik ini tewas mengenaskan setelah leher dan perutnya ditikam oleh teman prianya di kamar hotel. Pelakunya kabur telanjang bulat setelah bergumul dengan warga. . Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi di salah satu hotel melati Jalan Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa dini hari (18/12/2018) sekira pukul 02.30 WIB. . “Korban berinisial P Beru B alias P (23), warga Jalan Setia Budi, Medan. Sementara pelakunya masih lidik, masih dalam pengejaran, karena terekam kamera CCTV,” terang Kapolsek Delitua-Polrestabes Medan, Kompol B Malau. . Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Orang tua korban K B (50), warga Kecamatan Medan Johor, Medan, juga telah diberitahu perihal kondisi korban. . Kompol B Malau menjelaskan, pada jasad korban ditemukan 7 luka tikaman benda tajam di bagian leher sebelah kanan dan 1 luka tikaman di bagian perut hingga ususnya keluar. . Kronologi pembunuhan tersebut berawal saat sejumlah orang saksi, di antaranya Muklis Nasution, Efo Surbakti dan Rio Arnelo mendengar suara orang menjerit dari kamar 02 hotel tersebut. . “Selanjutnya saksi Efo menendang pintu sampai terbuka dan sempat bergumul dengan pelaku. Saksi Efo juga mengalami luka tusuk di tangan sebelah kiri karena berusaha meringkus pelaku,” tambahnya. . Mantan Kapolsek Medan Timur ini mengatakan, saksi Muklis berusaha menghalangi pelaku dan saksi Rio Arnelo sempat memukul dan menendang pelaku sampai terjatuh. . “Namun pelaku berhasil melarikan diri dengan kondisi telanjang bulat ke arah jalan raya dan mengarah ke perumahan penduduk. Petugas sempat melakukan penyisiran, namun pelaku tak ditemukan,” tandasnya. (medansatu.com/angga) . Sumber : https://m.medansatu.com/berita/48490/sadis-gadis-cantik-dibunuh-di-kamar-hotel-pelaku-kabur-telanjang-bulat/

Gadis Cantik Dibunuh di Kamar Hotel, Pelaku Kabur Telanjang Bulat
.
Gadis cantik ini tewas mengenaskan setelah leher dan perutnya ditikam oleh teman prianya di kamar hotel. Pelakunya kabur telanjang bulat setelah bergumul dengan warga.
.
Peristiwa yang menghebohkan warga ini terjadi di salah satu hotel melati Jalan Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa dini hari (18/12/2018) sekira pukul 02.30 WIB.
.
“Korban berinisial P Beru B alias P (23), warga Jalan Setia Budi, Medan. Sementara pelakunya masih lidik, masih dalam pengejaran, karena terekam kamera CCTV,” terang Kapolsek Delitua-Polrestabes Medan, Kompol B Malau.
.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Orang tua korban K B (50), warga Kecamatan Medan Johor, Medan, juga telah diberitahu perihal kondisi korban.
.
Kompol B Malau menjelaskan, pada jasad korban ditemukan 7 luka tikaman benda tajam di bagian leher sebelah kanan dan 1 luka tikaman di bagian perut hingga ususnya keluar.
.
Kronologi pembunuhan tersebut berawal saat sejumlah orang saksi, di antaranya Muklis Nasution, Efo Surbakti dan Rio Arnelo mendengar suara orang menjerit dari kamar 02 hotel tersebut.
.
“Selanjutnya saksi Efo menendang pintu sampai terbuka dan sempat bergumul dengan pelaku. Saksi Efo juga mengalami luka tusuk di tangan sebelah kiri karena berusaha meringkus pelaku,” tambahnya.
.
Mantan Kapolsek Medan Timur ini mengatakan, saksi Muklis berusaha menghalangi pelaku dan saksi Rio Arnelo sempat memukul dan menendang pelaku sampai terjatuh.
.
“Namun pelaku berhasil melarikan diri dengan kondisi telanjang bulat ke arah jalan raya dan mengarah ke perumahan penduduk. Petugas sempat melakukan penyisiran, namun pelaku tak ditemukan,” tandasnya. (medansatu.com/angga)
.
Sumber : https://m.medansatu.com/berita/48490/sadis-gadis-cantik-dibunuh-di-kamar-hotel-pelaku-kabur-telanjang-bulat/

Otak Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Deliserdang Tewas . Salah satu tersangka yang diduga otak pelaku pembunuh satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, berinisial AG, ditembak mati petugas saat hendak diamankan dari tempat persembunyiannya di Pekanbaru, Riau. Jenazah pelaku saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Sumut). . Sementara pelaku lainnya berinsial R dilumpuhkan polisi dengan ditembak kaki dalam kondisi masih hidup. . “AG tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara R kita lumpuhkan di bagian kakinya,” kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian, Senin (22/10). . Penangkapan AG dan R dilakukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan mereka di Pekanbaru, setelah sebelumnya kedua pelaku itu sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut. . Andi Rian menjelaskan bahwa dengan adanya informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan keduanya. Namun setelah ditemukan di tempat persembunyiannya, tersangka AG justru melawan petugas. “Makanya kita tindak tegas,” jelasnya. . Sebelumnya tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Deli Serdang lebih dulu menangkap satu tersangka berinsial DN yang merupakan tetangga korban. Dalam aksinya DN berperan membawa ketiga jasad korban menggunakan mobil untuk dibuang ke Sungai Belumai dan laut Batubara. . “Dari pengakuan DN lah diketahui nama AG dan R. AG diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, sementara R diduga sebagai eksekutor,” ucap Andi. . Untuk diketahui, Muhajir bersama istri dan anaknya dilaporkan hilang dari rumahnya di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10) lalu. . Jenazah ketiganya baru ditemukan beberapa hari kemudian di lokasi terpisah dengan kondisi kaki dan tangan terikat. (Joko Saputra) . Sumber : http://m.rri.co.id/medan/post/berita/587456/daerah/otak_pelaku_pembunuh_satu_keluarga_di_deliserdang_tewas.html

Otak Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Deliserdang Tewas
.
Salah satu tersangka yang diduga otak pelaku pembunuh satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, berinisial AG, ditembak mati petugas saat hendak diamankan dari tempat persembunyiannya di Pekanbaru, Riau. Jenazah pelaku saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Sumut).
.
Sementara pelaku lainnya berinsial R dilumpuhkan polisi dengan ditembak kaki dalam kondisi masih hidup.
.
“AG tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara R kita lumpuhkan di bagian kakinya,” kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian, Senin (22/10).
.
Penangkapan AG dan R dilakukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan mereka di Pekanbaru, setelah sebelumnya kedua pelaku itu sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut.
.
Andi Rian menjelaskan bahwa dengan adanya informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan keduanya. Namun setelah ditemukan di tempat persembunyiannya, tersangka AG justru melawan petugas. “Makanya kita tindak tegas,” jelasnya.
.
Sebelumnya tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Deli Serdang lebih dulu menangkap satu tersangka berinsial DN yang merupakan tetangga korban. Dalam aksinya DN berperan membawa ketiga jasad korban menggunakan mobil untuk dibuang ke Sungai Belumai dan laut Batubara.
.
“Dari pengakuan DN lah diketahui nama AG dan R. AG diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, sementara R diduga sebagai eksekutor,” ucap Andi.
.
Untuk diketahui, Muhajir bersama istri dan anaknya dilaporkan hilang dari rumahnya di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10) lalu.
.
Jenazah ketiganya baru ditemukan beberapa hari kemudian di lokasi terpisah dengan kondisi kaki dan tangan terikat. (Joko Saputra)
.
Sumber : http://m.rri.co.id/medan/post/berita/587456/daerah/otak_pelaku_pembunuh_satu_keluarga_di_deliserdang_tewas.html

Pembunuhan Sekeluarga di Deliserdang, Korban Dibantai Dulu di Rumah . Kasus penculikan dan pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), menghebohkan warga. Hingga kini, dari tiga korban yang hilang dan diduga diculik, baru dua jenazah yang ditemukan. Hasil penyidikan polisi, para pelaku menghabisi nyawa korban di rumahnya sebelum dibuang ke sungai. . Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) tim gabungan, Muhajir dan putranya Solihin dihabisi di rumah mereka di Gang Rasmi, Dusun III Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang. . Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan banyak bercak darah di sejumlah ruangan di rumah tersebut. Selain bercak darah, petugas juga menemukan senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku menghabisi nyawa korbannya. . “Kalau kami lihat dari olah TKP, kan banyak darah di situ, termasuk kain-kain yang digunakan membersihkan, berarti dugaan sementara korban dihabisi di rumahnya,” kata Andi Rian, Senin (15/10/2018). . Usai menghabisi nyawa korban, para pelaku membawa jasad korban dan membuangnya ke Sungai Blumei, Desa STM Hilir, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang. Namun, dari tiga orang yang hilang, baru dua jenazah ditemukan, yakni Muhajir (49) dan putranya Muhammad Solihin, di pinggir Sungai Blumai, Desa Lima Mungkur, Kecamatan Telun Kenas, Kabupaten Deliserdang. Sementara satu orang lagi, istri Muhajir, yakni Suniati (50), belum ditemukan. . Kombes Pol Andi Rian mengatakan, tim masih bekerja keras untuk mengungkap pelaku. Penyidik sudah mengidentifikasi dan mencurigai salah seorang tersangka yang terlibat dalam aksi pembunuhan sadis dan berencana ini. . “Jumlah pelaku yang kami curigai sih masih sekitar satu orang. Tapi, ini nanti tentu bisa berkembang sewaktu-waktu karena apakah sanggup satu orang menghabisi tiga orang,” katanya. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/pembunuhan-sekeluarga-di-deliserdang-korban-dibanta UIi-dulu-di-rumah/281381 . [Bersambung Dikolom Komentar]

Pembunuhan Sekeluarga di Deliserdang, Korban Dibantai Dulu di Rumah
.
Kasus penculikan dan pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), menghebohkan warga. Hingga kini, dari tiga korban yang hilang dan diduga diculik, baru dua jenazah yang ditemukan. Hasil penyidikan polisi, para pelaku menghabisi nyawa korban di rumahnya sebelum dibuang ke sungai.
.
Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) tim gabungan, Muhajir dan putranya Solihin dihabisi di rumah mereka di Gang Rasmi, Dusun III Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.
.
Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan banyak bercak darah di sejumlah ruangan di rumah tersebut. Selain bercak darah, petugas juga menemukan senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku menghabisi nyawa korbannya.
.
“Kalau kami lihat dari olah TKP, kan banyak darah di situ, termasuk kain-kain yang digunakan membersihkan, berarti dugaan sementara korban dihabisi di rumahnya,” kata Andi Rian, Senin (15/10/2018).
.
Usai menghabisi nyawa korban, para pelaku membawa jasad korban dan membuangnya ke Sungai Blumei, Desa STM Hilir, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang. Namun, dari tiga orang yang hilang, baru dua jenazah ditemukan, yakni Muhajir (49) dan putranya Muhammad Solihin, di pinggir Sungai Blumai, Desa Lima Mungkur, Kecamatan Telun Kenas, Kabupaten Deliserdang. Sementara satu orang lagi, istri Muhajir, yakni Suniati (50), belum ditemukan.
.
Kombes Pol Andi Rian mengatakan, tim masih bekerja keras untuk mengungkap pelaku. Penyidik sudah mengidentifikasi dan mencurigai salah seorang tersangka yang terlibat dalam aksi pembunuhan sadis dan berencana ini.
.
“Jumlah pelaku yang kami curigai sih masih sekitar satu orang. Tapi, ini nanti tentu bisa berkembang sewaktu-waktu karena apakah sanggup satu orang menghabisi tiga orang,” katanya.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/pembunuhan-sekeluarga-di-deliserdang-korban-dibanta UIi-dulu-di-rumah/281381
.
[Bersambung Dikolom Komentar]

Bayi mungil berumur tiga hari dijual seharga Rp 3,8 juta melalui akun instagram @konsultasihatiprivate. . Setelah menangkap admin instagram, Alton Phinandita, polisi akhirnya membekuk adopter bayi bernama Mafazza (24) asal Karah Jambangan, Surabaya. . Tersangka Mafazza mengaku menginginkan bayi dan melakukan kesepakatan dengan Alton Phinandita untuk mengadopsi bayi seharga Rp 3.8 juta. . Saat bertemu dengan Mafazza di Sidoarjo, Alton menawarkan bayi berusia tiga hari dari seorang ibu di Bandung. . Namun, penyerahan bayi tersebut dilakukan dengan kesepakatan harga Rp 3,5 juta untuk ibu bayi dan Rp 300 ribu untuk susu bayi dan tersangka Alton. . “Disepakati, diserahkan ke tersangka MZ dan memberikan dana berupa kuintansi transaksi makanya ini bukan sekadar adopsi, tetapi ada transaksi di sana,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan di Polrestabes Surabaya, senin (15/10/2018). . Setelah kesepakatan tersebut, tersangka Alton menjemput bayi tersebut dari Bandung dan membawa ke Semarang. . Saat berada di Semarang, tersangka Alton menyerahkan bayi tersebut kepada tersangka Mafazza. . Mereka kemudian kembali ke Surabaya membawa bayi berumur tiga hari tersebut. . Kasus tersebut dibongkar Polrestabes Surabaya setelah tim cyber Polrestabes Surabaya mengendus perdagangan bayi melalui instagram tersebut. . Ada sebanyak tiga transaksi penjualan bayi yang dilakukan tersangka Alton melalui instagramnya. . Kasus perdagangan bayi melibatkan tersangka Mafazza ini merupakan kasus kedua yang dibongkar polisi dari tersangka Alton Phinandita. . Sumber : http://m.tribunnews.com/regional/2018/10/15/polisi-di-surabaya-membongkar-penjualan-bayi-umur-3-hari-lewat-instagram

Bayi mungil berumur tiga hari dijual seharga Rp 3,8 juta melalui akun instagram @konsultasihatiprivate.
.
Setelah menangkap admin instagram, Alton Phinandita, polisi akhirnya membekuk adopter bayi bernama Mafazza (24) asal Karah Jambangan, Surabaya.
.
Tersangka Mafazza mengaku menginginkan bayi dan melakukan kesepakatan dengan Alton Phinandita untuk mengadopsi bayi seharga Rp 3.8 juta.
.
Saat bertemu dengan Mafazza di Sidoarjo, Alton menawarkan bayi berusia tiga hari dari seorang ibu di Bandung.
.
Namun, penyerahan bayi tersebut dilakukan dengan kesepakatan harga Rp 3,5 juta untuk ibu bayi dan Rp 300 ribu untuk susu bayi dan tersangka Alton.
.
“Disepakati, diserahkan ke tersangka MZ dan memberikan dana berupa kuintansi transaksi makanya ini bukan sekadar adopsi, tetapi ada transaksi di sana,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan di Polrestabes Surabaya, senin (15/10/2018).
.
Setelah kesepakatan tersebut, tersangka Alton menjemput bayi tersebut dari Bandung dan membawa ke Semarang.
.
Saat berada di Semarang, tersangka Alton menyerahkan bayi tersebut kepada tersangka Mafazza.
.
Mereka kemudian kembali ke Surabaya membawa bayi berumur tiga hari tersebut.
.
Kasus tersebut dibongkar Polrestabes Surabaya setelah tim cyber Polrestabes Surabaya mengendus perdagangan bayi melalui instagram tersebut.
.
Ada sebanyak tiga transaksi penjualan bayi yang dilakukan tersangka Alton melalui instagramnya.
.
Kasus perdagangan bayi melibatkan tersangka Mafazza ini merupakan kasus kedua yang dibongkar polisi dari tersangka Alton Phinandita.
.
Sumber : http://m.tribunnews.com/regional/2018/10/15/polisi-di-surabaya-membongkar-penjualan-bayi-umur-3-hari-lewat-instagram