Persoalan pelepasan lahan untuk proyek tol Tebingtinggi-Pematang Siantar dan tol Kuala Tanjung diprediksi akan rampung pada Mei 2019. Saat ini Prosesnya sudah masuk pada tahap pengumuman. Selain itu, Kepala Kanwil BPN Sumut Bambang Priono juga mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah memroses pengadaan lahan untuk ruas Tebintinggi-Kualatanjung. “Mana yang lebih cepat dan baik prosesnya itu yang akan kami laksanakan. Kemungkinan pengadaan tanah jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan Tebingtinggi-Pematangsiantar akan menjadi yang tercepat di Indonesia,” kata Bambang, Kamis (28/3). Proses ini sudah berjalan sejak Agustus dan September 2018 lalu. Saat ini proses sudah berada pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). “Pembangunan dan kontraktor sudah dimulai. Terkait tanah PTPN III dan IV, mereka kemarin berkesepakatan, silahkan saja dulu dipakai sepanjang tanaman dan bangunan sudah terinventarisasi,” ujarnya. Saat ini, kata Bambang, tim yuridis BPN sudah meninjau ke lapangan untuk melakukan percepatan pengadaan lahan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dengan panjang 42 Km. Mantan Kepala Kanwil BPN Surabaya itu juga mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol bertujuan agar Sumatera Utara tidak semakin ketinggalan dengan Palembang, Pekanbaru dan Makassar yang kini perlahan. Dalam proses pembangunan jalan tol ini, Kanwil BPN bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Andil Kementerian PUPR dalam hal ini adalah bertugas membayar ganti rugi lahan. Sedangkan pembangunannya juga dapat dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) dan anak perusahaannya. Untuk pengelolanya, dipercayakan kepada Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dia jug mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan kepentingan umum. Termasuk yang terkena dampak pembangunan. Masyarakat yang memiliki bukti kepemilikan tanah sebaiknya dilakukan dengan arif. Bukan justru menghambat-hambat pengadaan tanah yang sedang berjalan di Sumut. Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/Persoalan-Lahan-Tol-Siantar-dan-Kualatanjung-Rampung-Mei-2019

Persoalan pelepasan lahan untuk proyek tol Tebingtinggi-Pematang Siantar dan tol Kuala Tanjung diprediksi akan rampung pada Mei 2019. Saat ini Prosesnya sudah masuk pada tahap pengumuman.
Selain itu, Kepala Kanwil BPN Sumut Bambang Priono juga mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah memroses pengadaan lahan untuk ruas Tebintinggi-Kualatanjung. “Mana yang lebih cepat dan baik prosesnya itu yang akan kami laksanakan. Kemungkinan pengadaan tanah jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan Tebingtinggi-Pematangsiantar akan menjadi yang tercepat di Indonesia,” kata Bambang, Kamis (28/3). Proses ini sudah berjalan sejak Agustus dan September 2018 lalu. Saat ini proses sudah berada pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). “Pembangunan dan kontraktor sudah dimulai. Terkait tanah PTPN III dan IV, mereka kemarin berkesepakatan, silahkan saja dulu dipakai sepanjang tanaman dan bangunan sudah terinventarisasi,” ujarnya.
Saat ini, kata Bambang, tim yuridis BPN sudah meninjau ke lapangan untuk melakukan percepatan pengadaan lahan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dengan panjang 42 Km.
Mantan Kepala Kanwil BPN Surabaya itu juga mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol bertujuan agar Sumatera Utara tidak semakin ketinggalan dengan Palembang, Pekanbaru dan Makassar yang kini perlahan.
Dalam proses pembangunan jalan tol ini, Kanwil BPN bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Andil Kementerian PUPR dalam hal ini adalah bertugas membayar ganti rugi lahan. Sedangkan pembangunannya juga dapat dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) dan anak perusahaannya. Untuk pengelolanya, dipercayakan kepada Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dia jug mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan kepentingan umum. Termasuk yang terkena dampak pembangunan. Masyarakat yang memiliki bukti kepemilikan tanah sebaiknya dilakukan dengan arif. Bukan justru menghambat-hambat pengadaan tanah yang sedang berjalan di Sumut.

Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/Persoalan-Lahan-Tol-Siantar-dan-Kualatanjung-Rampung-Mei-2019

Kantor Imigrasi Belawan mengamankan 10 orang warga negara asing di lahan garapan Satria Delapan, Kecamatan Percut Seituan pada Kamis, 24 Januari 2019 kemarin. Ke 10 warga negara asing yang diamankan itu berasal dari Myanmar, lima  diantaranya berasal dari etnis Rohingya dan berstatus sebagai pengungsi. “Mereka yang diamankan semua memegang kartu UNHCR. Mereka mengaku berasal dari Langsa. Kita belum bisa pastikan apakah mereka kabur dari Imigrasi atau Dinas Sosial.,”ucap Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kelas 2 Belawan, Muhammad Rio, Senin (28/1/2019). . Rio mengatakan 10 warga negara asing itu berhasil diamankan setelah pihak imigrasi menerima informasi dari warga mengenai keberadaan puluhan WNA di salah satu rumah warga di lahan garapan yang ada di sana. . “Kita kesana dan terbukti. Namun waktu kita kesana, warga yang menampung mereka tidak berada di tempat. Pengakuannya, mereka sudah sejak 22 Januari 2019 disana,” urai M Rio. . Ke 10 warga negara asing itu pun dibawa ke Detensi Migrasi di Belawan. Kepada petugas Imigrasi, lanjut Rio, mereka mengaku dijanjikan pergi ke Malaysia oleh seseorang yang membawa mereka ke Sumut. . “Orang yang mengiming-imingi mereka tidak kita temui waktu WNA itu kita amankan. Ya orang Sumut,”sebut Rio. . Untuk menangani 10 WNA ini, pihaknya kata Roy akan berkoordinasi dengan pihak UNHCR. “Karena mereka memegang kartu UNHCR, kita berkoordinasi dengan mereka (UNHCR),” pungkas Rio. . Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/Imigrasi-Belawan-Amankan-10-WNA-di-Lahan-Garapan-di-Percut-Seituan

Kantor Imigrasi Belawan mengamankan 10 orang warga negara asing di lahan garapan Satria Delapan, Kecamatan Percut Seituan pada Kamis, 24 Januari 2019 kemarin. Ke 10 warga negara asing yang diamankan itu berasal dari Myanmar, lima  diantaranya berasal dari etnis Rohingya dan berstatus sebagai pengungsi.
“Mereka yang diamankan semua memegang kartu UNHCR. Mereka mengaku berasal dari Langsa. Kita belum bisa pastikan apakah mereka kabur dari Imigrasi atau Dinas Sosial.,”ucap Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kelas 2 Belawan, Muhammad Rio, Senin (28/1/2019).
.
Rio mengatakan 10 warga negara asing itu berhasil diamankan setelah pihak imigrasi menerima informasi dari warga mengenai keberadaan puluhan WNA di salah satu rumah warga di lahan garapan yang ada di sana. .
“Kita kesana dan terbukti. Namun waktu kita kesana, warga yang menampung mereka tidak berada di tempat. Pengakuannya, mereka sudah sejak 22 Januari 2019 disana,” urai M Rio.
.
Ke 10 warga negara asing itu pun dibawa ke Detensi Migrasi di Belawan. Kepada petugas Imigrasi, lanjut Rio, mereka mengaku dijanjikan pergi ke Malaysia oleh seseorang yang membawa mereka ke Sumut.
.
“Orang yang mengiming-imingi mereka tidak kita temui waktu WNA itu kita amankan. Ya orang Sumut,”sebut Rio.
.
Untuk menangani 10 WNA ini, pihaknya kata Roy akan berkoordinasi dengan pihak UNHCR. “Karena mereka memegang kartu UNHCR, kita berkoordinasi dengan mereka (UNHCR),” pungkas Rio.
.
Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/Imigrasi-Belawan-Amankan-10-WNA-di-Lahan-Garapan-di-Percut-Seituan