Personil Ditkrimum Polda Sumatera Utara meringkus 5 orang yang menjadi bagian dari komplotan perampok di jalan Tol. Dalam aksinya mereka menyaru sebagai polisi. Kelima tersangka yakni, DP alias Kumis, Dw br S alias Dewi, PS alia Perianto, ET alias Esron dan Irw alias Buyung. “Kelimanya ditangkap dalam kendaraannya pada Jumat 23 Maret 2019 kemarin di gerbang Tol Bandar Selamat. Penangkapan ini berdasarkan laporan para korban,”ucap Direktur Ditkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, dalam keterangan persnya, Senin (25/3/2019). Direktur Ditkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan setidaknya komplotan ini sudah beraksi di empat lokasi jalan Tol yang ada di Medan sekitarnya. “sampai hari ini ada 4 LP atau 4 TKP yang berhasil kita ungkap dari komplotan ini,” ucap Andi Rian. Dalam aksinya, mereka kerap menyamar sebagai personil dari Ditnarkoba Polda Sumut. Selain itu, mereka juga menggunakan mancis berbentuk senjata api untuk menakuti korbannya. “Berdasarkan laporan yang kita terima, mereka beraksi antara lain di dua kasus di kawasan Tol di Sergai, Tol di Percut, dan Tol di kawasan Patumbak. Kejadiannya pun mulai dari 28 Februari, 7 Maret, 14 dan 17 Maret,” sebut Andi. Dalam memudahkan aksinya, kawanan ini selain menyaru sebagai polisi juga menggunakan wanita. Wanita ini dipakai untuk memancing target mereka. “Dari 4 kejadian ini selalu sasarannya kendaraan angkutan atau pick up yang mengangkut barang-barang atau mobil boks. Dua unit berhasil diamankan, satu sudah dicincang, satu masih dalam pencarian karena informasi yang kita terima sudah dilepas ke kawasan Aceh,” urai Andi. “Dalam aksinya mereka kerap memberhentikan kendaraan yang sudah menjadi target dan mengaku personil narkoba dengan mengacungkan senjata api mainan. Setelah itu mereka mengikat korbannya dengan lakban dan membuangnya ke pinggir tol dan merampas kendaraan korban,”imbuh Andi. Selain meringkus lima pelaku komplotan ini, polisi juga meringkus 7 orang penadah hasil kejahatan komplotan tersebutr. Ke tujuhnya yakni BS, IT, EE, AN, Yus Br P, BS dan RM. Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/

Personil Ditkrimum Polda Sumatera Utara meringkus 5 orang yang menjadi bagian dari komplotan perampok di jalan Tol. Dalam aksinya mereka menyaru sebagai polisi.

Kelima tersangka yakni, DP alias Kumis, Dw br S alias Dewi, PS alia Perianto, ET alias Esron dan Irw alias Buyung. “Kelimanya ditangkap dalam kendaraannya pada Jumat 23 Maret 2019 kemarin di gerbang Tol Bandar Selamat. Penangkapan ini berdasarkan laporan para korban,”ucap Direktur Ditkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, dalam keterangan persnya, Senin (25/3/2019). Direktur Ditkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan setidaknya komplotan ini sudah beraksi di empat lokasi jalan Tol yang ada di Medan sekitarnya. “sampai hari ini ada 4 LP atau 4 TKP yang berhasil kita ungkap dari komplotan ini,” ucap Andi Rian.

Dalam aksinya, mereka kerap menyamar sebagai personil dari Ditnarkoba Polda Sumut. Selain itu, mereka juga menggunakan mancis berbentuk senjata api untuk menakuti korbannya. “Berdasarkan laporan yang kita terima, mereka beraksi antara lain di dua kasus di kawasan Tol di Sergai, Tol di Percut, dan Tol di kawasan Patumbak. Kejadiannya pun mulai dari 28 Februari, 7 Maret, 14 dan 17 Maret,” sebut Andi.

Dalam memudahkan aksinya, kawanan ini selain menyaru sebagai polisi juga menggunakan wanita. Wanita ini dipakai untuk memancing target mereka. “Dari 4 kejadian ini selalu sasarannya kendaraan angkutan atau pick up yang mengangkut barang-barang atau mobil boks. Dua unit berhasil diamankan, satu sudah dicincang, satu masih dalam pencarian karena informasi yang kita terima sudah dilepas ke kawasan Aceh,” urai Andi. “Dalam aksinya mereka kerap memberhentikan kendaraan yang sudah menjadi target dan mengaku personil narkoba dengan mengacungkan senjata api mainan. Setelah itu mereka mengikat korbannya dengan lakban dan membuangnya ke pinggir tol dan merampas kendaraan korban,”imbuh Andi.

Selain meringkus lima pelaku komplotan ini, polisi juga meringkus 7 orang penadah hasil kejahatan komplotan tersebutr. Ke tujuhnya yakni BS, IT, EE, AN, Yus Br P, BS dan RM.

Sumber : http://matatelinga.com/Berita-Sumut/

Tim Pegasus Polsek Medan Baru menggagalkan peredaran 15 Kg ganja. Dua pengedarnya dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan. . Kedua pelaku adalah BP (39) warga Jalan Pasar 10, Medan Tembung, dan R (45) Jalan Alridho, Bandar Kalipa. . Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK menerangkan penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya informasi salah seorang pelaku sedang menawarkan ganja sebanyak 70 Kg. . Dari laporan itu, Tim Pegasus 3C/N yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Philip Antonio Purba SH MH didampingi Panit 2 Reskrim Ipda Immanuel Ginting SH MH melakukan penyamaran sebagai pembeli. . “Kedua pelaku di tangkap di Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Percut Sei Tuan. Disitu petugas yang menyamar bertemu untuk melakukan transaksi langsung menangkap pelaku yang saat mengeluarkan ganja dari kantong celananya sebagai barang contoh,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing, Selasa (19/3/2019). . Lalu petugas melakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti 15 Kg ganja. “Pada saat petugas melakukan pengembangan, pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua kaki pelaku,” jelasnya. . Kemudian dari hasil interogasi, lanjut Kapolsek Medan Baru, pelaku mengaku sebagai pengedar ganja yang mendapat keuntungan Rp 100 ribu hingga RP200 ribu per Kg. . “Pelaku dijerat dengan Pasal 112 UU NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancmaan hukumannya diatas 10 tahun penjara,” pungkasnya

Tim Pegasus Polsek Medan Baru menggagalkan peredaran 15 Kg ganja. Dua pengedarnya dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan.
.
Kedua pelaku adalah BP (39) warga Jalan Pasar 10, Medan Tembung, dan R (45) Jalan Alridho, Bandar Kalipa.
.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK menerangkan penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya informasi salah seorang pelaku sedang menawarkan ganja sebanyak 70 Kg. .
Dari laporan itu, Tim Pegasus 3C/N yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Philip Antonio Purba SH MH didampingi Panit 2 Reskrim Ipda Immanuel Ginting SH MH melakukan penyamaran sebagai pembeli.
.
“Kedua pelaku di tangkap di Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Percut Sei Tuan. Disitu petugas yang menyamar bertemu untuk melakukan transaksi langsung menangkap pelaku yang saat mengeluarkan ganja dari kantong celananya sebagai barang contoh,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing, Selasa (19/3/2019).
.
Lalu petugas melakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti 15 Kg ganja. “Pada saat petugas melakukan pengembangan, pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua kaki pelaku,” jelasnya.
.
Kemudian dari hasil interogasi, lanjut Kapolsek Medan Baru, pelaku mengaku sebagai pengedar ganja yang mendapat keuntungan Rp 100 ribu hingga RP200 ribu per Kg.
.
“Pelaku dijerat dengan Pasal 112 UU NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancmaan hukumannya diatas 10 tahun penjara,” pungkasnya

BNN Gagalkan Penyelundupan 9 Kg Sabu, 6 Orang Ditangkap . Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 9 Kg sabu-sabu yang hendak diselundupkan dari Dumai ke Kota Medan dan Jakarta. Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, menyampaikan, dalam penggerebekan ini, pihaknya berhasil menangkap 6 orang sindikatnya, yang terdiri dari 5 pria dan 1 wanita. “Keenamnya merupakan sindikat peredaran narkoba, Malaysia-Dumai-Medan-Aceh-Jakarta, jaringan Wan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2019). Arman Depari menjelaskan, penangkapan ini dilakukan di jalan lintas Sumatera wilayah Dumai, pada Minggu (17/3/2019). Adapun 6 pelaku yang ditangkap, masing-masing; Arman (pengendali), Harianto (kurir), Adi (kurir), Syamsiah (kurir), Hamidi (abk), dan Kamarudin (abk). “Modus mereka, narkotika ini dibawa dari Malaysia melalui jalur laut dan diselundupkan ke Aceh, menggunakan ibu rumah tangga (Syamsiah) sebagai kurir,” jelasnya. . Arman Depari memaparkan, peristiwa penangkapan ini bermula, setelah Syamsiah berangkat dari Medan menuju Dumai bersama dengan tersangka Arman, Adi, Harianto mengendarai mobil merah BK 1385 ZZ, pada Sabtu (16/3/2019) pukul 17.20 WIB. . Setibanya di Dumai,-tiba Hamidi kemudian memberikan 9 bungkus paket sabu seberat 9 kg gram kepada tersangka Arman. Kemudian, narkotika tersebut dibawa oleh Syamsiah dengan menumpangi becak bermotor (Betor) menuju Travel untuk diselundupkan Ke Pekan Baru. . Akan tetapi saat diperjalanan, petugas melakukan penangkapan terhadap Syamsiah yang saat itu masih menumpangi betor. Dari pemeriksaan yang dilakukan padanya, ditemukan 5 bungkus narkotika, sehingga dilakukan pengembangan di mobil merah yang dikendarai para pelaku, dan menemukan 4 bungkus sabu lainnya. “Menurut keterangan para tersangka, narkotika ini akan dibawa ke Medan sebanyak 5 kg dan ke Jakarta sebanyak 4 kg,” terangnya. . Sumber : @medanbisnisdaily

BNN Gagalkan Penyelundupan 9 Kg Sabu, 6 Orang Ditangkap
.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 9 Kg sabu-sabu yang hendak diselundupkan dari Dumai ke Kota Medan dan Jakarta. Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, menyampaikan, dalam penggerebekan ini, pihaknya berhasil menangkap 6 orang sindikatnya, yang terdiri dari 5 pria dan 1 wanita. “Keenamnya merupakan sindikat peredaran narkoba, Malaysia-Dumai-Medan-Aceh-Jakarta, jaringan Wan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2019). Arman Depari menjelaskan, penangkapan ini dilakukan di jalan lintas Sumatera wilayah Dumai, pada Minggu (17/3/2019). Adapun 6 pelaku yang ditangkap, masing-masing; Arman (pengendali), Harianto (kurir), Adi (kurir), Syamsiah (kurir), Hamidi (abk), dan Kamarudin (abk). “Modus mereka, narkotika ini dibawa dari Malaysia melalui jalur laut dan diselundupkan ke Aceh, menggunakan ibu rumah tangga (Syamsiah) sebagai kurir,” jelasnya.
.
Arman Depari memaparkan, peristiwa penangkapan ini bermula, setelah Syamsiah berangkat dari Medan menuju Dumai bersama dengan tersangka Arman, Adi, Harianto mengendarai mobil merah BK 1385 ZZ, pada Sabtu (16/3/2019) pukul 17.20 WIB.
.
Setibanya di Dumai,-tiba Hamidi kemudian memberikan 9 bungkus paket sabu seberat 9 kg gram kepada tersangka Arman. Kemudian, narkotika tersebut dibawa oleh Syamsiah dengan menumpangi becak bermotor (Betor) menuju Travel untuk diselundupkan Ke Pekan Baru.
.
Akan tetapi saat diperjalanan, petugas melakukan penangkapan terhadap Syamsiah yang saat itu masih menumpangi betor. Dari pemeriksaan yang dilakukan padanya, ditemukan 5 bungkus narkotika, sehingga dilakukan pengembangan di mobil merah yang dikendarai para pelaku, dan menemukan 4 bungkus sabu lainnya. “Menurut keterangan para tersangka, narkotika ini akan dibawa ke Medan sebanyak 5 kg dan ke Jakarta sebanyak 4 kg,” terangnya.
.
Sumber : @medanbisnisdaily

BNN temukan pil ekstasi model baru . Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, mengatakan, mereka menemukan narkoba pil ekstasi jenis baru, dan diyakini barang itu memiliki pengaruh cukup tinggi bagi yang mengonsumsinya. . “Pil ekstasi itu, baru dua kali ditemukan di Indonesia, yakni pertama pada 2014 dan kedua pada 2019 ini,” kata dia, saat pemaparan penangkapan narkoba di Kantor BNN Sumatera Utara, Kamis (24/1). . Pil ekstasi jenis baru, menurut dia, sangat jarang masuk ke Indonesia, dan cukup banyak peminatnya. “Pil ekstasi itu, jauh berbeda dengan pil-pil ekstasi lainnya yang masuk ke Indonesia,” ujar dia. . Ia menyebutkan, kelebihan pil ekstasi yang terdiri dari beberapa warna, dan juga dicampur dengan bahan BMMA, serta memiliki cap atau logo produksi. Bahkan, pil ekstasi model baru ini, banyak beredar dan dikendalikan bandar narkoba di Indonesia pada 2014, yakni Fredy Budiman. . Selanjutnya, obat-obat berbahaya itu, ditemukan lagi di dalam kapal KM Karibia yang dirazia BNN bekerja sama dengan petugas Bea dan Cukai. “Petugas BNN berhasil menyita sabu-sabu seberat 72 kg, dan 10.000 butir pil ekstasi,” ucap dia, dikutip Antara. . Sementara itu, Badan Narkotika Nasional kembali menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 25 kilogram, dan ribuan pil ekstasi dari sindikat narkotika jaringan internasional Malaysia-Indonesia. . Tersangka yang diamankan itu, berinisial Syaf di Pasar Gruegok, Bireun, Provinsi Aceh. Dari tersangka itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak delapan kilogram yang disembunyikan di dalam mobil bak terbuka warna hitam BK 8494 KF. . Setelah penangkapan tim BNN melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan lagi barang bukti sabu-sabu seberat 17 kilogram sehingga total barang bukti yang disita dari tersangka seberat 25 kilogram. . Sebelumnya, Petugas BNN dan Bea dan Cukai menahan anak buah kapal berbendera Karibia yang membawa 72 kilogram sabu-sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi, diduga anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia

BNN temukan pil ekstasi model baru
.
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, mengatakan, mereka menemukan narkoba pil ekstasi jenis baru, dan diyakini barang itu memiliki pengaruh cukup tinggi bagi yang mengonsumsinya.
.
“Pil ekstasi itu, baru dua kali ditemukan di Indonesia, yakni pertama pada 2014 dan kedua pada 2019 ini,” kata dia, saat pemaparan penangkapan narkoba di Kantor BNN Sumatera Utara, Kamis (24/1).
.
Pil ekstasi jenis baru, menurut dia, sangat jarang masuk ke Indonesia, dan cukup banyak peminatnya. “Pil ekstasi itu, jauh berbeda dengan pil-pil ekstasi lainnya yang masuk ke Indonesia,” ujar dia.
.
Ia menyebutkan, kelebihan pil ekstasi yang terdiri dari beberapa warna, dan juga dicampur dengan bahan BMMA, serta memiliki cap atau logo produksi. Bahkan, pil ekstasi model baru ini, banyak beredar dan dikendalikan bandar narkoba di Indonesia pada 2014, yakni Fredy Budiman.
.
Selanjutnya, obat-obat berbahaya itu, ditemukan lagi di dalam kapal KM Karibia yang dirazia BNN bekerja sama dengan petugas Bea dan Cukai. “Petugas BNN berhasil menyita sabu-sabu seberat 72 kg, dan 10.000 butir pil ekstasi,” ucap dia, dikutip Antara.
.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional kembali menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 25 kilogram, dan ribuan pil ekstasi dari sindikat narkotika jaringan internasional Malaysia-Indonesia.
.
Tersangka yang diamankan itu, berinisial Syaf di Pasar Gruegok, Bireun, Provinsi Aceh. Dari tersangka itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak delapan kilogram yang disembunyikan di dalam mobil bak terbuka warna hitam BK 8494 KF.
.
Setelah penangkapan tim BNN melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan lagi barang bukti sabu-sabu seberat 17 kilogram sehingga total barang bukti yang disita dari tersangka seberat 25 kilogram.
.
Sebelumnya, Petugas BNN dan Bea dan Cukai menahan anak buah kapal berbendera Karibia yang membawa 72 kilogram sabu-sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi, diduga anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia

Pemusnahan barang bukti narkoba yang dilakukan dengan cara dibakar oleh @polres_tanahkaro sebanyak 290 kg ganja kering. . Video kiriman melalui line @medantalk . Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Pemusnahan barang bukti narkoba yang dilakukan dengan cara dibakar oleh @polres_tanahkaro sebanyak 290 kg ganja kering.
.
Video kiriman melalui line @medantalk
.
Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Ganja Cair Dari Luar Negeri Mulai Marak Lagi di Indonesia Usai Disita Bukti dari AS . Baru-baru ini Polda Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim merilis hasil pengungkapan pengiriman narkotika dari luar negeri. . Dari lima kasus pengiriman narkoba yang masuk, barang bukti yang di sita adalah jenis yang masih sangat jarang digunakan. . Barang bukti yang disita adalah Chatinone seberat 4,5 kg asal Ethiopia dan 7 botol THC (tetrahydrocannabinol) atau ganja cair dari Amerika Serikat. . Diluar itu ada juga MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) atau ekstasi seberat 10 gram asal Belanda, ganja seberat 130 gram asal Kanada, dan 67 butir ekstasi yang juga dari Belanda. . Peredaran narkoba jenis tersebut memang sangat jarang. BNN telah mensinyalir beberapa daerah yang sudah dimasuki barang tersebut. . Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan jika peredaran THC atau ganja cair cukup banyak. . Pihak BNN terus melakukan penyelidikan dari para terduga pelaku. . “THC itu sudah banyak, karena itu sintetis dari ganja yang kemudian dicampurkan kepada tembakau-tembakau, biasanya kita sebut dengan tembakau gorilla, hanoman,” kata Arman, Sabtu (6/10/2018). . THC banyak masuk dari berbagai negara di kawasan Eropa Barat, Asia, Amerika dan Ethiopia. Tetapi tiap kawasan punya perbedaan jenis. Untuk di Indonesia BNN pun sempat mengungkapnya. . “Dulu sudah pernah terungkap di Surabaya. Ada produksinya,” jelas Arman . Perlu diketahui, selama 4 bulan terakhir Bea dan Cukai Juanda mengungkap pengiriman 43.629 paket kiriman narkoba. Kiriman puluhan ribu paket narkoba berhasil diungkap karena diberlakukannya aturan baru. Aturan tersebut yakni, barang impor senilai minimal USD 75 terkena bea masuk.(cr9/tribun-medan.com) . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/10/06/ganja-cair-dari-luar-negeri-mulai-marak-lagi-di-indonesia-usai-disita-bukti-dari-as

Ganja Cair Dari Luar Negeri Mulai Marak Lagi di Indonesia Usai Disita Bukti dari AS
.
Baru-baru ini Polda Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim merilis hasil pengungkapan pengiriman narkotika dari luar negeri.
.
Dari lima kasus pengiriman narkoba yang masuk, barang bukti yang di sita adalah jenis yang masih sangat jarang digunakan.
.
Barang bukti yang disita adalah Chatinone seberat 4,5 kg asal Ethiopia dan 7 botol THC (tetrahydrocannabinol) atau ganja cair dari Amerika Serikat.
.
Diluar itu ada juga MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) atau ekstasi seberat 10 gram asal Belanda, ganja seberat 130 gram asal Kanada, dan 67 butir ekstasi yang juga dari Belanda.
.
Peredaran narkoba jenis tersebut memang sangat jarang. BNN telah mensinyalir beberapa daerah yang sudah dimasuki barang tersebut.
.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan jika peredaran THC atau ganja cair cukup banyak.
.
Pihak BNN terus melakukan penyelidikan dari para terduga pelaku.
.
“THC itu sudah banyak, karena itu sintetis dari ganja yang kemudian dicampurkan kepada tembakau-tembakau, biasanya kita sebut dengan tembakau gorilla, hanoman,” kata Arman, Sabtu (6/10/2018).
.
THC banyak masuk dari berbagai negara di kawasan Eropa Barat, Asia, Amerika dan Ethiopia. Tetapi tiap kawasan punya perbedaan jenis. Untuk di Indonesia BNN pun sempat mengungkapnya.
.
“Dulu sudah pernah terungkap di Surabaya. Ada produksinya,” jelas Arman
.
Perlu diketahui, selama 4 bulan terakhir Bea dan Cukai Juanda mengungkap pengiriman 43.629 paket kiriman narkoba. Kiriman puluhan ribu paket narkoba berhasil diungkap karena diberlakukannya aturan baru. Aturan tersebut yakni, barang impor senilai minimal USD 75 terkena bea masuk.(cr9/tribun-medan.com)
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/10/06/ganja-cair-dari-luar-negeri-mulai-marak-lagi-di-indonesia-usai-disita-bukti-dari-as

Bandar Narkoba Buron Medan Ditangkap Polisi di Jakarta . Bandar narkoba asal Medan yang paling diburu, ZH, ditangkap tim khusus Satuan Narkoba Polrestabes Medan di Jakarta. Polisi juga mengamankan istri ZH. . “Tersangka inisial ZH ditangkap petugas di Jalan Angkasa Dalam 1, RT 10 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan, Senin (1/10/2018). . Penangkapan bandar pemasok narkoba di Medan ini berawal dari tertangkapnya sejumlah orang yang berhubungan dengan ZH, yakni sopir Z serta dua kurir F dan A, pada 28 dan 29 Agustus 2018 di Medan. . Berawal dari tertangkapnya dua kurir dan istri serta sopir tersangka ZH saat membawa sabu seberat setengah ons,” kata Dadang. . Dalam pemeriksaan, Z serta F dan A mengakui barang haram ini milik ZH. Rencananya mereka akan mengedarkan di sejumlah lokasi hiburan malam dan perkampungan narkoba di Medan. . Dadang menambahkan, ZH menjadi buron sejak beberapa tahun lalu. Saat diinterogasi petugas di TKP, tersangka ZH mengakui semua barang haram yang disita dari dua kurir. . “Tersangka sulit ditangkap dan sangat licin,” tambahnya. (nkn/nkn) . Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4237662/bandar-narkoba-buron-medan-ditangkap-polisi-di-jakarta

Bandar Narkoba Buron Medan Ditangkap Polisi di Jakarta
.
Bandar narkoba asal Medan yang paling diburu, ZH, ditangkap tim khusus Satuan Narkoba Polrestabes Medan di Jakarta. Polisi juga mengamankan istri ZH. .
“Tersangka inisial ZH ditangkap petugas di Jalan Angkasa Dalam 1, RT 10 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan, Senin (1/10/2018).
.
Penangkapan bandar pemasok narkoba di Medan ini berawal dari tertangkapnya sejumlah orang yang berhubungan dengan ZH, yakni sopir Z serta dua kurir F dan A, pada 28 dan 29 Agustus 2018 di Medan.
.
Berawal dari tertangkapnya dua kurir dan istri serta sopir tersangka ZH saat membawa sabu seberat setengah ons,” kata Dadang.
.
Dalam pemeriksaan, Z serta F dan A mengakui barang haram ini milik ZH. Rencananya mereka akan mengedarkan di sejumlah lokasi hiburan malam dan perkampungan narkoba di Medan.
.
Dadang menambahkan, ZH menjadi buron sejak beberapa tahun lalu. Saat diinterogasi petugas di TKP, tersangka ZH mengakui semua barang haram yang disita dari dua kurir.
.
“Tersangka sulit ditangkap dan sangat licin,” tambahnya. (nkn/nkn)
.
Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4237662/bandar-narkoba-buron-medan-ditangkap-polisi-di-jakarta

BNN Ciduk 2 Pengedar di Medan yang Sembunyikan Sabu di Dispenser . BNN menangkap dua pengedar sabu-sabu bernisial JS dan JF di Kota Medan, Sumatera Utara. Kepala BNN Komjen Heru Winarko menerangkan kedua pengedar itu menyimpan sabu-sabu di dalam dispenser untuk mengelabuhi aparat penegak hukum. . “Seminggu yang lalu kami mengungkap jaringan saudara JS alias Ahok, sebanyak 5,1 kg sabu-sabu dalam dispenser,” ungkap Heru saat konferensi pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/9). . “Motifnya penyamaran dengan memasukan tepung terigu dalam dispenser bersamaan dengan lima bungkus teh hijau berisi sabu,” tambahnya. . Heru menerangkan penangkapan dua pengedar sabu-sabu tersebut dilakukan secara terpisah. Awalnya, Rabu (19/9), BNN mengamankan JS di Jalan Gunung Krakatau, Kota Medan, Sumut. Dari penangkapan JS, BNN kemudian melakukan pengembangan dan menciduk pengedar JF di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan. . Selain mengedarkan, Heru menduga JS dan JF bekerja sama untuk memasukan sabu-sabu dari luar negeri ke Indonesia. “Lalu tersangka JF bersama dengan tersangka JS alias Ahok bersama-sama, mereka berdua bersama-sama (narkoba) memasukan ke Indonesia,” ujar Heru. . Atas perbuatannya, kini JS dan JF terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 143 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. . Selain kasus JS dan JF di Medan, selama sebulan ini, BNN telah mengungkapkan dua kasus lainnya yang melibatkan napi dan sipir. Dari ketiga kasus tersebut, BNN mengamankan barang bukti berupa 42,6 kg sabu-sabu, 39,87 ganja, 2985 butir ekstasi, dan uang tunai senilai Rp 650 juta. . Sumber : https://m.kumparan.com/@kumparannews/bnn-ciduk-2-pengedar-di-medan-yang-sembunyikan-sabu-di-dispenser

BNN Ciduk 2 Pengedar di Medan yang Sembunyikan Sabu di Dispenser
.
BNN menangkap dua pengedar sabu-sabu bernisial JS dan JF di Kota Medan, Sumatera Utara. Kepala BNN Komjen Heru Winarko menerangkan kedua pengedar itu menyimpan sabu-sabu di dalam dispenser untuk mengelabuhi aparat penegak hukum.
.
“Seminggu yang lalu kami mengungkap jaringan saudara JS alias Ahok, sebanyak 5,1 kg sabu-sabu dalam dispenser,” ungkap Heru saat konferensi pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/9).
.
“Motifnya penyamaran dengan memasukan tepung terigu dalam dispenser bersamaan dengan lima bungkus teh hijau berisi sabu,” tambahnya.
.
Heru menerangkan penangkapan dua pengedar sabu-sabu tersebut dilakukan secara terpisah. Awalnya, Rabu (19/9), BNN mengamankan JS di Jalan Gunung Krakatau, Kota Medan, Sumut. Dari penangkapan JS, BNN kemudian melakukan pengembangan dan menciduk pengedar JF di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan.
.
Selain mengedarkan, Heru menduga JS dan JF bekerja sama untuk memasukan sabu-sabu dari luar negeri ke Indonesia. “Lalu tersangka JF bersama dengan tersangka JS alias Ahok bersama-sama, mereka berdua bersama-sama (narkoba) memasukan ke Indonesia,” ujar Heru.
.
Atas perbuatannya, kini JS dan JF terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 143 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
.
Selain kasus JS dan JF di Medan, selama sebulan ini, BNN telah mengungkapkan dua kasus lainnya yang melibatkan napi dan sipir. Dari ketiga kasus tersebut, BNN mengamankan barang bukti berupa 42,6 kg sabu-sabu, 39,87 ganja, 2985 butir ekstasi, dan uang tunai senilai Rp 650 juta.
.
Sumber : https://m.kumparan.com/@kumparannews/bnn-ciduk-2-pengedar-di-medan-yang-sembunyikan-sabu-di-dispenser

Edy Suryadi alias Adi (40) dan Arman alias Man (31) dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan maksimal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa keduanya telah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Malaysia ke Medan. . Pada tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Efendi, JPU menyatakan Arman dan Edy telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. . Mereka dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram. . Selain Edy dan Arman masih ada seorang terdakwa lain, yakni Syafii Alias Fii (28). Namun dia belum menjalani sidang tuntutan. . Edy, Arman dan Syafii ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan. . Arman dan Syafii yang pertama kali ditangkap. Keduanya di rumah Arman Jalan Baru Medan Marelan Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Medan pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30. . Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kg sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi. . Arman merupakan pemilik kapal yang diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari peraiaran Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO). . Sementara Syafii bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian. . Penangkapan Arman dan Syafii itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam Medan, sekitar pukul 08.00 Wib. Warga Teladan, Medan ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini . Sumber : https://m.merdeka.com/peristiwa/2-penyelundup-100-kg-sabu-dari-penang-medan-dituntut-hukuman-mati.html

Edy Suryadi alias Adi (40) dan Arman alias Man (31) dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan maksimal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa keduanya telah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Malaysia ke Medan.
.
Pada tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Efendi, JPU menyatakan Arman dan Edy telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
.
Mereka dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.
.
Selain Edy dan Arman masih ada seorang terdakwa lain, yakni Syafii Alias Fii (28). Namun dia belum menjalani sidang tuntutan.
.
Edy, Arman dan Syafii ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan.
.
Arman dan Syafii yang pertama kali ditangkap. Keduanya di rumah Arman Jalan Baru Medan Marelan Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Medan pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30.
.
Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kg sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi.
.
Arman merupakan pemilik kapal yang diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari peraiaran Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO).
.
Sementara Syafii bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian.
.
Penangkapan Arman dan Syafii itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam Medan, sekitar pukul 08.00 Wib. Warga Teladan, Medan ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini
.
Sumber : https://m.merdeka.com/peristiwa/2-penyelundup-100-kg-sabu-dari-penang-medan-dituntut-hukuman-mati.html

Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil menggulung dua pelaku penyalahgunaan narkoba saat menggerebek kawasan kampung narkoba, Jalan Wakaf II Gang Keluarga, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (21/9/2018). Keduanya bernama Eki (33) dan Perdana (29). . Usai menggerebek kawasan Jalan Wakaf II Gang Keluarga, polisi kembali meringkus seorang pengguna narkoba lain bernama David Haryanto Harahap (37) dari kawasan Jalan Pinangbaris Gang Wakaf. . Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, sedikitnya 12 personel dikerahkan saat menyisir dua kawasan tersebut . “Pelaksanaan gempur kampung narkoba kemarin berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Kita menggempur dua kawasan tersebut setelah mendapat informasi bahwa kedua kawasan itu sudah menjadi basis peredaran narkoba,” terang Budiman, Jumat (21/9/2018) sore. . Dari penangkapan Eki dan Perdana, lanjut Budiman, polisi mengamankan barang bukti, antara lain sebuah kaca pirex yang masih terdapat sabu-sabu, sebuah bong (alat isap sabu), dua buah dot bayi, sebuah mancis, dan dua lembar plastik klip kosong bekas kemasan sabu. . Sementara itu, terhadap David saat digeledah, polisi menemukan sebatang rokok bercampur ganja, serta lembaran ganja kering yang dibungkus dalam uang kertas pecahan seribu rupiah. . “Enggak ada perlawanan. Barangkali karena melihat jumlah kita banyak, makanya nyali mereka ciut, sehingga enggak berani macam-macam,” ujar Budiman. . Budiman menambahkan, ketiga pelaku hingga saat berita ini dikirim masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Sunggal. Ketiganya terancam dijeratkan Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana empat tahun penjara. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/22/gerebek-kampung-narkoba-polsek-sunggal-tangkap-pengguna-sabu-dan-ganja

Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil menggulung dua pelaku penyalahgunaan narkoba saat menggerebek kawasan kampung narkoba, Jalan Wakaf II Gang Keluarga, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (21/9/2018). Keduanya bernama Eki (33) dan Perdana (29).
.
Usai menggerebek kawasan Jalan Wakaf II Gang Keluarga, polisi kembali meringkus seorang pengguna narkoba lain bernama David Haryanto Harahap (37) dari kawasan Jalan Pinangbaris Gang Wakaf.
.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan, sedikitnya 12 personel dikerahkan saat menyisir dua kawasan tersebut
.
“Pelaksanaan gempur kampung narkoba kemarin berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Kita menggempur dua kawasan tersebut setelah mendapat informasi bahwa kedua kawasan itu sudah menjadi basis peredaran narkoba,” terang Budiman, Jumat (21/9/2018) sore.
.
Dari penangkapan Eki dan Perdana, lanjut Budiman, polisi mengamankan barang bukti, antara lain sebuah kaca pirex yang masih terdapat sabu-sabu, sebuah bong (alat isap sabu), dua buah dot bayi, sebuah mancis, dan dua lembar plastik klip kosong bekas kemasan sabu.
.
Sementara itu, terhadap David saat digeledah, polisi menemukan sebatang rokok bercampur ganja, serta lembaran ganja kering yang dibungkus dalam uang kertas pecahan seribu rupiah.
.
“Enggak ada perlawanan. Barangkali karena melihat jumlah kita banyak, makanya nyali mereka ciut, sehingga enggak berani macam-macam,” ujar Budiman.
.
Budiman menambahkan, ketiga pelaku hingga saat berita ini dikirim masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Sunggal. Ketiganya terancam dijeratkan Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana empat tahun penjara.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/22/gerebek-kampung-narkoba-polsek-sunggal-tangkap-pengguna-sabu-dan-ganja

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengungkap jaringan narkoba internasional yang melibatkan narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan. . Informasi diperoleh Analisadaily.com, dalam pengungkapan tersebut petugas BNN mengamankan beberapa orang tersangka, diantaranya MA warga asal Bekasi, ZK alias AG, dan MR alias IJ. Keduanya narapidana Lapas Tanjung Gusta, serta ZL, IS, MM, dan RZ. . “Dalam pengungkapan ini seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta  berinisial BYK tewas ditembak petugas karena mencoba melawan saat diamankan,” kata Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar, Senin (17/9). . Marsauli menuturkan, peredaran narkoba jenis sabu ini berasal dari jaringan Jakarta-Medan-Malaysia. Barang haram itu dikendalikan tersangka MA, yang merupakan warga asal Bekasi. . “Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, ternyata makelar barang haram dari MA itu merupakan napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Gudang untuk menyimpan sabu-sabu tersebut berada di Medan,” ucapnya. . Selain para tersangka tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 2 kilogram dengan bungkus teh berwarna hijau, tujuh botol Acetone berisi bahan baku sabu-sabu cair, satu unit becak barang, 10 unit Hand Phone, 10 tas jinjing, dan 1 unit mobil mewah. . “Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), yo Pasal 132 UU RI No: 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati,” pungkas Marsauli. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnnp-sumut-ungkap-jaringan-internasional-1-pelaku-ditembak-mati/619369/2018/09/17

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengungkap jaringan narkoba internasional yang melibatkan narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan.
.
Informasi diperoleh Analisadaily.com, dalam pengungkapan tersebut petugas BNN mengamankan beberapa orang tersangka, diantaranya MA warga asal Bekasi, ZK alias AG, dan MR alias IJ. Keduanya narapidana Lapas Tanjung Gusta, serta ZL, IS, MM, dan RZ.
.
“Dalam pengungkapan ini seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta  berinisial BYK tewas ditembak petugas karena mencoba melawan saat diamankan,” kata Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar, Senin (17/9).
.
Marsauli menuturkan, peredaran narkoba jenis sabu ini berasal dari jaringan Jakarta-Medan-Malaysia. Barang haram itu dikendalikan tersangka MA, yang merupakan warga asal Bekasi.
.
“Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, ternyata makelar barang haram dari MA itu merupakan napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Gudang untuk menyimpan sabu-sabu tersebut berada di Medan,” ucapnya.
.
Selain para tersangka tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 2 kilogram dengan bungkus teh berwarna hijau, tujuh botol Acetone berisi bahan baku sabu-sabu cair, satu unit becak barang, 10 unit Hand Phone, 10 tas jinjing, dan 1 unit mobil mewah.
.
“Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), yo Pasal 132 UU RI No: 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati,” pungkas Marsauli.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnnp-sumut-ungkap-jaringan-internasional-1-pelaku-ditembak-mati/619369/2018/09/17

Terjadi penggerebekan dijalan Pahlawan gang sepakat kecamatan Medan Perjuangan sore ini 15/09/2018 sekitar pukul 18.30 wib. . Menurut informasi pengirim video yang berada dilokasi, penggerebekan tersebut diduga terkait dengan kasus narkotika. . Kepada kawan medantalk harap selalu hindari segala hal yang berkaitan dengan narkoba, karena narkoba sangat merusak dan hukumannya sangat berat. . Video kiriman Aby melalui Line @medantalk . Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Terjadi penggerebekan dijalan Pahlawan gang sepakat kecamatan Medan Perjuangan sore ini 15/09/2018 sekitar pukul 18.30 wib.
.
Menurut informasi pengirim video yang berada dilokasi, penggerebekan tersebut diduga terkait dengan kasus narkotika.
.
Kepada kawan medantalk harap selalu hindari segala hal yang berkaitan dengan narkoba, karena narkoba sangat merusak dan hukumannya sangat berat.
.
Video kiriman Aby melalui Line @medantalk
.
Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram