Penangkapan kasus narkotika jenis ganja terhadap warga asing salah satu tempat penginapan di Kelurahan Sudirejo 2 Medan pada 25/07/2019 sekitar pukul 02.00 wib. . Pelaku yang merupakan warga Negara Jerman berusia 39 tahun ini ditangkap dengan barang bukti 1 ons ganja kering dama bungkus kertas, saat dilakukan test urine positif. . Dari kronologi penangkapan, pelaku sempat berusaha melarikan diri sambil memasukkan barang bukti kedam saku celana. Saat diinterogasi pelaku mengkui barang bukti tersebut adalah miliknya. . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Penangkapan kasus narkotika jenis ganja terhadap warga asing salah satu tempat penginapan di Kelurahan Sudirejo 2 Medan pada 25/07/2019 sekitar pukul 02.00 wib.
.
Pelaku yang merupakan warga Negara Jerman berusia 39 tahun ini ditangkap dengan barang bukti 1 ons ganja kering dama bungkus kertas, saat dilakukan test urine positif.
.
Dari kronologi penangkapan, pelaku sempat berusaha melarikan diri sambil memasukkan barang bukti kedam saku celana. Saat diinterogasi pelaku mengkui barang bukti tersebut adalah miliknya.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Aparat Kepolisian Padang Tualang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menangkap pemilik narkotika jenis sabu-sabu dari Kampung Malaysia Desa Mekar Sawit Kecamatan Sawit Seberang, berikut tiga bungkus plastik kecil warna bening. Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kepala Sub Hubungan Masyarakat AKP Arnold Hasibuan, di Stabat, Rabu, menyampaikan tersangka yang diringkus petugas ini Kurnia Dias Saputra (21) warga Dusun I Banyu Urip Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang. Penangkapan terhadap tersangka Kurnia Dias Saputra ini dilakukan polisi Padang Tualang, berkat adanya informasi bakal terjadi transaksi narkotika di Kampung Malaysia, lalu Kapolsek AKP S Pulungan menugaskan Kanit Rekrim Iptu Arjuanto menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas berpapasan dengan tersangka yang sudah dicurigai sedang menaiki sepeda motor Honda Vario BK 6984 PAS. Petugas pun menyetop tersangka, lalu dilakukan penggeledahan. “Saat digeledah ditemukan dua bungkus plastik kecil warna bening narkotika jenis sabu-sabu di jok sepeda motor tersangka, lalu di temukan satu bungkus di pedang sepanjang satu meter,” ujarnya. “Tersangka mengakui ketiga bungkus sabu-sabu itu adalah miliknya yang mau dijual. Akibat perbuatannya itu tersangka Kurnia Dias Saputra dipersangkakan dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” katanya. Sumber : https://sumut.antaranews.com/berita/202765/polisi-tangkap-pemilik-narkotika-dari-kampung-malaysia

Aparat Kepolisian Padang Tualang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menangkap pemilik narkotika jenis sabu-sabu dari Kampung Malaysia Desa Mekar Sawit Kecamatan Sawit Seberang, berikut tiga bungkus plastik kecil warna bening.

Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kepala Sub Hubungan Masyarakat AKP Arnold Hasibuan, di Stabat, Rabu, menyampaikan tersangka yang diringkus petugas ini Kurnia Dias Saputra (21) warga Dusun I Banyu Urip Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang.
Penangkapan terhadap tersangka Kurnia Dias Saputra ini dilakukan polisi Padang Tualang, berkat adanya informasi bakal terjadi transaksi narkotika di Kampung Malaysia, lalu Kapolsek AKP S Pulungan menugaskan Kanit Rekrim Iptu Arjuanto menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi, petugas berpapasan dengan tersangka yang sudah dicurigai sedang menaiki sepeda motor Honda Vario BK 6984 PAS. Petugas pun menyetop tersangka, lalu dilakukan penggeledahan. “Saat digeledah ditemukan dua bungkus plastik kecil warna bening narkotika jenis sabu-sabu di jok sepeda motor tersangka, lalu di temukan satu bungkus di pedang sepanjang satu meter,” ujarnya. “Tersangka mengakui ketiga bungkus sabu-sabu itu adalah miliknya yang mau dijual. Akibat perbuatannya itu tersangka Kurnia Dias Saputra dipersangkakan dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” katanya.

Sumber : https://sumut.antaranews.com/berita/202765/polisi-tangkap-pemilik-narkotika-dari-kampung-malaysia

Edy Suryadi alias Adi (40) dan Arman alias Man (31) dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan maksimal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa keduanya telah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Malaysia ke Medan. . Pada tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Efendi, JPU menyatakan Arman dan Edy telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. . Mereka dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram. . Selain Edy dan Arman masih ada seorang terdakwa lain, yakni Syafii Alias Fii (28). Namun dia belum menjalani sidang tuntutan. . Edy, Arman dan Syafii ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan. . Arman dan Syafii yang pertama kali ditangkap. Keduanya di rumah Arman Jalan Baru Medan Marelan Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Medan pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30. . Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kg sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi. . Arman merupakan pemilik kapal yang diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari peraiaran Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO). . Sementara Syafii bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian. . Penangkapan Arman dan Syafii itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam Medan, sekitar pukul 08.00 Wib. Warga Teladan, Medan ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini . Sumber : https://m.merdeka.com/peristiwa/2-penyelundup-100-kg-sabu-dari-penang-medan-dituntut-hukuman-mati.html

Edy Suryadi alias Adi (40) dan Arman alias Man (31) dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan maksimal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa keduanya telah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Malaysia ke Medan.
.
Pada tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Efendi, JPU menyatakan Arman dan Edy telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
.
Mereka dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.
.
Selain Edy dan Arman masih ada seorang terdakwa lain, yakni Syafii Alias Fii (28). Namun dia belum menjalani sidang tuntutan.
.
Edy, Arman dan Syafii ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan.
.
Arman dan Syafii yang pertama kali ditangkap. Keduanya di rumah Arman Jalan Baru Medan Marelan Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Medan pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30.
.
Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kg sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi.
.
Arman merupakan pemilik kapal yang diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari peraiaran Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO).
.
Sementara Syafii bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian.
.
Penangkapan Arman dan Syafii itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam Medan, sekitar pukul 08.00 Wib. Warga Teladan, Medan ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini
.
Sumber : https://m.merdeka.com/peristiwa/2-penyelundup-100-kg-sabu-dari-penang-medan-dituntut-hukuman-mati.html

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengungkap jaringan narkoba internasional yang melibatkan narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan. . Informasi diperoleh Analisadaily.com, dalam pengungkapan tersebut petugas BNN mengamankan beberapa orang tersangka, diantaranya MA warga asal Bekasi, ZK alias AG, dan MR alias IJ. Keduanya narapidana Lapas Tanjung Gusta, serta ZL, IS, MM, dan RZ. . “Dalam pengungkapan ini seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta  berinisial BYK tewas ditembak petugas karena mencoba melawan saat diamankan,” kata Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar, Senin (17/9). . Marsauli menuturkan, peredaran narkoba jenis sabu ini berasal dari jaringan Jakarta-Medan-Malaysia. Barang haram itu dikendalikan tersangka MA, yang merupakan warga asal Bekasi. . “Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, ternyata makelar barang haram dari MA itu merupakan napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Gudang untuk menyimpan sabu-sabu tersebut berada di Medan,” ucapnya. . Selain para tersangka tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 2 kilogram dengan bungkus teh berwarna hijau, tujuh botol Acetone berisi bahan baku sabu-sabu cair, satu unit becak barang, 10 unit Hand Phone, 10 tas jinjing, dan 1 unit mobil mewah. . “Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), yo Pasal 132 UU RI No: 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati,” pungkas Marsauli. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnnp-sumut-ungkap-jaringan-internasional-1-pelaku-ditembak-mati/619369/2018/09/17

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengungkap jaringan narkoba internasional yang melibatkan narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan.
.
Informasi diperoleh Analisadaily.com, dalam pengungkapan tersebut petugas BNN mengamankan beberapa orang tersangka, diantaranya MA warga asal Bekasi, ZK alias AG, dan MR alias IJ. Keduanya narapidana Lapas Tanjung Gusta, serta ZL, IS, MM, dan RZ.
.
“Dalam pengungkapan ini seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta  berinisial BYK tewas ditembak petugas karena mencoba melawan saat diamankan,” kata Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar, Senin (17/9).
.
Marsauli menuturkan, peredaran narkoba jenis sabu ini berasal dari jaringan Jakarta-Medan-Malaysia. Barang haram itu dikendalikan tersangka MA, yang merupakan warga asal Bekasi.
.
“Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, ternyata makelar barang haram dari MA itu merupakan napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Gudang untuk menyimpan sabu-sabu tersebut berada di Medan,” ucapnya.
.
Selain para tersangka tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 2 kilogram dengan bungkus teh berwarna hijau, tujuh botol Acetone berisi bahan baku sabu-sabu cair, satu unit becak barang, 10 unit Hand Phone, 10 tas jinjing, dan 1 unit mobil mewah.
.
“Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), yo Pasal 132 UU RI No: 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati,” pungkas Marsauli.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnnp-sumut-ungkap-jaringan-internasional-1-pelaku-ditembak-mati/619369/2018/09/17

Tiga orang Bocah di Bengkalis dilarikan ke Puskesmas setelah mengkonsumsi ekstasi yang awalnya dikira permen, Senin (10/9/2018) . “Semalam ada kejadian tiga orang anak yang dilarikan Ke Puskesmas Sungai Pakning karena diduga mengonsumsi pil ektasi,” ujar Kapolsek Bukit Batu Kompol Hendrik, Selasa (11/9) pagi. . Kompol hendrik mengutarakan bahwa awalnya bocah yang masih berusia tujuh tahun yang pertama kali mendapati ekstasi tersebut dari mobil ayahnya. . Bocah tersebut mengira pil ekstasi tersebut adalah permen yang dibawa ayahnya sepulang dari Pekanbaru. . “Bocah yang menemukan ekstasi tersebut masuk ke dalam mobil ayahnya yang diparkir setelah pulang dari Pekanbaru,” ujarnya. . Menurut dia, kejadian ini langsung diselidiki oleh Polsek Bukit Batu, ternyata diduga pil ektasi di dapat dari sebuah mobil milik ayah satu diantara anak yang termakan diduga pil ektasi tersebut. . Polsek Bukit Batu yang mendapat informasi ini langsung melakukan penyilidikan. Alhasil dari mobil H polisi berhasil menemukan sisa diduga pil ektasi sebanyak satu butir. . “Kemudian barang bukti dan H diamankan ke Mapolsek Bukit Batu, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” terang Kapolsek. . Tersangka di sidik pihak Kepolisian terkait kepemilikan narkoba yang ditemukan di mobilnya. “Saat ini H sudah kita tahan dari hasil pemeriksaan urinnya postif menggunakan narkoba, ” jelas Kapolsek. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/11/dikira-permen-tiga-bocah-konsumsi-ekstasi-milik-ayahnya

Tiga orang Bocah di Bengkalis dilarikan ke Puskesmas setelah mengkonsumsi ekstasi yang awalnya dikira permen, Senin (10/9/2018)
.
“Semalam ada kejadian tiga orang anak yang dilarikan Ke Puskesmas Sungai Pakning karena diduga mengonsumsi pil ektasi,” ujar Kapolsek Bukit Batu Kompol Hendrik, Selasa (11/9) pagi.
.
Kompol hendrik mengutarakan bahwa awalnya bocah yang masih berusia tujuh tahun yang pertama kali mendapati ekstasi tersebut dari mobil ayahnya.
.
Bocah tersebut mengira pil ekstasi tersebut adalah permen yang dibawa ayahnya sepulang dari Pekanbaru.
.
“Bocah yang menemukan ekstasi tersebut masuk ke dalam mobil ayahnya yang diparkir setelah pulang dari Pekanbaru,” ujarnya.
.
Menurut dia, kejadian ini langsung diselidiki oleh Polsek Bukit Batu, ternyata diduga pil ektasi di dapat dari sebuah mobil milik ayah satu diantara anak yang termakan diduga pil ektasi tersebut.
.
Polsek Bukit Batu yang mendapat informasi ini langsung melakukan penyilidikan. Alhasil dari mobil H polisi berhasil menemukan sisa diduga pil ektasi sebanyak satu butir.
.
“Kemudian barang bukti dan H diamankan ke Mapolsek Bukit Batu, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” terang Kapolsek.
.
Tersangka di sidik pihak Kepolisian terkait kepemilikan narkoba yang ditemukan di mobilnya. “Saat ini H sudah kita tahan dari hasil pemeriksaan urinnya postif menggunakan narkoba, ” jelas Kapolsek.
.
Sumber :
http://medan.tribunnews.com/2018/09/11/dikira-permen-tiga-bocah-konsumsi-ekstasi-milik-ayahnya

Petugas Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deli Serdang, mengamankan dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT). Keduanya kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu di dalam celana dalam saat hendak melewati sinar x bandara. . Informasi diperoleh Analisadaily.com, kedua IRT tersebut berinisial KA dan MU. Keduanya merupakan warga Bireuen, Aceh. Mereka diketahui penumpang pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6881 dengan rute Kualanamu-Cengkareng-Banjarmasin. . “Keduanya diamankan petugas keamanan bandara saat melintasi sinar x. Petugas Avsec yang curiga dengan gerak-gerik keduanya, memeriksa dan berhasil menemukan sabu-sabu,” kata Plt. Eksekutif Manager, AP II, Bandara Kualanamu, Yusron Fauzi, Selasa (4/9). . Setelah diperiksa, petugas menemukan barang bukti sabu-sabu itu yang disimpan mereka di selangkangan kedua IRT tersebut. Setelah ditimbang, beratnya sekitar 197,5 gram yang dibungkus dalam dua kemasan. . Hasil pemeriksaan dan interogasi yang dilakukan petugas keamanan bandara, keduanya mengaku disuruh seseorang di tempat mereka bekerja. Jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut, keduanya mendapat upah masing-masing Rp 10 juta. . “Saat mereka hendak membawa sabu-sabu itu, kedua diberi uang muka sebesar Rp 1 juta,” ujar Yusron. . Setelah petugas mengamankan kedua IRT tersebut beserta barang bukti, selanjutnya petugas bandara menyerahkan mereka ke polisi. Saat ini keduanya sudah diserahkan ke Polres Deli Serdang untuk proses lebih lanjut. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/simpan-sabu-di-celana-dalam-2-irt-diamankan-petugas-bandara-kualanamu/613093/2018/09/04-sabu

Petugas Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deli Serdang, mengamankan dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT). Keduanya kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu di dalam celana dalam saat hendak melewati sinar x bandara.
.
Informasi diperoleh Analisadaily.com, kedua IRT tersebut berinisial KA dan MU. Keduanya merupakan warga Bireuen, Aceh. Mereka diketahui penumpang pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6881 dengan rute Kualanamu-Cengkareng-Banjarmasin.
.
“Keduanya diamankan petugas keamanan bandara saat melintasi sinar x. Petugas Avsec yang curiga dengan gerak-gerik keduanya, memeriksa dan berhasil menemukan sabu-sabu,” kata Plt. Eksekutif Manager, AP II, Bandara Kualanamu, Yusron Fauzi, Selasa (4/9).
.
Setelah diperiksa, petugas menemukan barang bukti sabu-sabu itu yang disimpan mereka di selangkangan kedua IRT tersebut. Setelah ditimbang, beratnya sekitar 197,5 gram yang dibungkus dalam dua kemasan.
.
Hasil pemeriksaan dan interogasi yang dilakukan petugas keamanan bandara, keduanya mengaku disuruh seseorang di tempat mereka bekerja. Jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut, keduanya mendapat upah masing-masing Rp 10 juta.
.
“Saat mereka hendak membawa sabu-sabu itu, kedua diberi uang muka sebesar Rp 1 juta,” ujar Yusron.
.
Setelah petugas mengamankan kedua IRT tersebut beserta barang bukti, selanjutnya petugas bandara menyerahkan mereka ke polisi. Saat ini keduanya sudah diserahkan ke Polres Deli Serdang untuk proses lebih lanjut.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/simpan-sabu-di-celana-dalam-2-irt-diamankan-petugas-bandara-kualanamu/613093/2018/09/04-sabu

Sebagai manifestasi (wujud) perang terhadap narkoba, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengadakan sayembara. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan, sayembara tersebut dilakukan dengan cara menangkap dan melaporkan siapa saja pengguna ataupun yang terlibat dalam narkoba. . “Tidak hanya bagi polisi, sayembara ini juga berlaku untuk masyarakat yang dapat menginformasikan atau menangkap pelaku narkoba ke Polda Sumut,” ungkapnya kepada wartawan, d Medan, Jumat (24/8/2018). . Hendri menjelaskan, melalui sayembara ini, apabila ada masyarakat atau anggota kepolisian yang bisa memberikan informasi ataupun bisa melakukan penangkapan atau juga menyerahkan kepada petugas maka akan diberikan reward. . Langkah ini, kata Hendri, sebagai bentuk meningkatkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. “Karena kami butuh informasi itu, selain juga narkoba merupakan musuh kita bersama,” tandasnya. . Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengingatkan, masyarakat yang belum terkontaminasi dengan narkoba agar jangan mencoba-coba. Sedangan bagi warga yang sudah terlanjur terkena, disarankannya agar segera menjalani proses rehabilitasi. . Selain itu, Agus juga menegaskan, bila ada warga yang melindungi salah satu anggota keluarganyanya yang terkena narkoba hal itu juga dapat dipidana. Karenanya ia mengimbau, sebelum ditangkap, agar segera melakukan rehabilitasi bila ada anggota keluarganya yang terjerat narkoba. . “Makanya sebelum ditangkap, jika ada anggota keluarga yang sudah kena narkoba segera rehab biar pulih. Kalo tidak dilaporkan, keluarganya juga bisa dijerat pidana. Itu ada undang-undangnya,” tandasnya. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/08/24/48757/polda_sumut_buka_sayembara_pelapor_panangkap_pengguna_narkoba

Sebagai manifestasi (wujud) perang terhadap narkoba, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengadakan sayembara. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan, sayembara tersebut dilakukan dengan cara menangkap dan melaporkan siapa saja pengguna ataupun yang terlibat dalam narkoba.
.
“Tidak hanya bagi polisi, sayembara ini juga berlaku untuk masyarakat yang dapat menginformasikan atau menangkap pelaku narkoba ke Polda Sumut,” ungkapnya kepada wartawan, d Medan, Jumat (24/8/2018).
.
Hendri menjelaskan, melalui sayembara ini, apabila ada masyarakat atau anggota kepolisian yang bisa memberikan informasi ataupun bisa melakukan penangkapan atau juga menyerahkan kepada petugas maka akan diberikan reward.
.
Langkah ini, kata Hendri, sebagai bentuk meningkatkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. “Karena kami butuh informasi itu, selain juga narkoba merupakan musuh kita bersama,” tandasnya.
.
Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengingatkan, masyarakat yang belum terkontaminasi dengan narkoba agar jangan mencoba-coba. Sedangan bagi warga yang sudah terlanjur terkena, disarankannya agar segera menjalani proses rehabilitasi.
.
Selain itu, Agus juga menegaskan, bila ada warga yang melindungi salah satu anggota keluarganyanya yang terkena narkoba hal itu juga dapat dipidana. Karenanya ia mengimbau, sebelum ditangkap, agar segera melakukan rehabilitasi bila ada anggota keluarganya yang terjerat narkoba.
.
“Makanya sebelum ditangkap, jika ada anggota keluarga yang sudah kena narkoba segera rehab biar pulih. Kalo tidak dilaporkan, keluarganya juga bisa dijerat pidana. Itu ada undang-undangnya,” tandasnya.
.
Sumber :
http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/08/24/48757/polda_sumut_buka_sayembara_pelapor_panangkap_pengguna_narkoba