Penangkapan kasus narkotika jenis ganja terhadap warga asing salah satu tempat penginapan di Kelurahan Sudirejo 2 Medan pada 25/07/2019 sekitar pukul 02.00 wib. . Pelaku yang merupakan warga Negara Jerman berusia 39 tahun ini ditangkap dengan barang bukti 1 ons ganja kering dama bungkus kertas, saat dilakukan test urine positif. . Dari kronologi penangkapan, pelaku sempat berusaha melarikan diri sambil memasukkan barang bukti kedam saku celana. Saat diinterogasi pelaku mengkui barang bukti tersebut adalah miliknya. . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Penangkapan kasus narkotika jenis ganja terhadap warga asing salah satu tempat penginapan di Kelurahan Sudirejo 2 Medan pada 25/07/2019 sekitar pukul 02.00 wib.
.
Pelaku yang merupakan warga Negara Jerman berusia 39 tahun ini ditangkap dengan barang bukti 1 ons ganja kering dama bungkus kertas, saat dilakukan test urine positif.
.
Dari kronologi penangkapan, pelaku sempat berusaha melarikan diri sambil memasukkan barang bukti kedam saku celana. Saat diinterogasi pelaku mengkui barang bukti tersebut adalah miliknya.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan telah berhasi mengamankan 3 orang Tersangka diduga pelaku kss 363 KUHPidana dan 480 KUHPidana yang BNi pada 17 /07/2019 sekira pukul 14.15 wib di Jalan GB. Josua Kec. Medan Perjuangan. . Aksi pelaku yang terekam kamera pengawas atau cctv ini terlihat dengan jelas ciri-ciri pelaku saat mengambil sepeda motor yang sedang terparkir. Pelaku telah menjual sepeda motor tersebut seharga 2.000.000. . Tim Pegasus menangkap pelaku di Denai, dan ia telah mengakui perbuatannya tersebut. Seorang pelaku mengakui telah melancarkan aksinya sebanyak 21 kali ditempat yang berbeda. . Tiga pelaku yaitu MS ala LakLak 25 tahun warga Medan, DS 23 tahun warga Medan dan BEL 39 tahun warga Medan ini telah membagi tiga hasil penjualan sepeda motor curiannya dan kini sudah ditahan guna proses lanjutnya. . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan telah berhasi mengamankan 3 orang Tersangka diduga pelaku kss 363 KUHPidana dan 480 KUHPidana yang BNi pada 17 /07/2019 sekira pukul 14.15 wib di Jalan GB. Josua Kec. Medan Perjuangan.
.
Aksi pelaku yang terekam kamera pengawas atau cctv ini terlihat dengan jelas ciri-ciri pelaku saat mengambil sepeda motor yang sedang terparkir. Pelaku telah menjual sepeda motor tersebut seharga 2.000.000.
.
Tim Pegasus menangkap pelaku di Denai, dan ia telah mengakui perbuatannya tersebut. Seorang pelaku mengakui telah melancarkan aksinya sebanyak 21 kali ditempat yang berbeda.
.
Tiga pelaku yaitu MS ala LakLak 25 tahun warga Medan, DS 23 tahun warga Medan dan BEL 39 tahun warga Medan ini telah membagi tiga hasil penjualan sepeda motor curiannya dan kini sudah ditahan guna proses lanjutnya.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan 5 orang diduga pelaku kasus Narkotika, berdasarkan laporan dari masyarakat di Media Sosial Facebook . . Sabtu, 20/04/2019 Sekitar pukul 10.00 WIB Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus mendapat informasi dari Facebook salah seorang warga membuat status di Fb nya bahwa di Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan ada sekelompok orang yang sering berkumpul di sebuah rumah milik wanita yang bernama M. . Dimana menurut informasi status Facebook itu, rumah tersebut sering di gunakan untuk memakai narkoba dan tempat berkumpulnya kelompok tersebut. . Mendapat info tersebut Selanjutnya, team langsung melakukan penyelidikan di tempat kemudian mengecek kebenaran informasi yang di dapat, dan ternyata memang benar di rumah tersebut sering digunakan untuk tempat memakai narkoba dan berkumpulnya para tersuga pelaku. . Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Team melakukan penggrebekan di rumah tersehut Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan. dan menemukan 5 orang tersangka beserta barang bukti, selanjutnya 5 orang tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Polrestabes Medan untuk proses lebih lanjut. . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan 5 orang diduga pelaku kasus Narkotika, berdasarkan laporan dari masyarakat di Media Sosial Facebook .
.
Sabtu, 20/04/2019 Sekitar pukul 10.00 WIB Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus mendapat informasi dari Facebook salah seorang warga membuat status di Fb nya bahwa di Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan ada sekelompok orang yang sering berkumpul di sebuah rumah milik wanita yang bernama M.
.
Dimana menurut informasi status Facebook itu, rumah tersebut sering di gunakan untuk memakai narkoba dan tempat berkumpulnya kelompok tersebut.
.
Mendapat info tersebut Selanjutnya, team langsung melakukan penyelidikan di tempat kemudian mengecek kebenaran informasi yang di dapat, dan ternyata memang benar di rumah tersebut sering digunakan untuk tempat memakai narkoba dan berkumpulnya para tersuga pelaku.
.
Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Team melakukan penggrebekan di rumah tersehut Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan. dan menemukan 5 orang tersangka beserta barang bukti, selanjutnya 5 orang tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Polrestabes Medan untuk proses lebih lanjut.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan 5 orang diduga pelaku kasus Narkotika, berdasarkan laporan dari masyarakat di Media Sosial Facebook . . Sabtu, 20/04/2019 Sekitar pukul 10.00 WIB Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus mendapat informasi dari Facebook membuat status di Fb nya bahwa di Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan ada sekelompok orang yang sering berkumpul di sebuah rumah milik perempuan Janda yang bernama M. . . Dimana di rumah tsb sering di gunakan untuk memakai sabu-sabu dan tempat berkumpulnya para penjahat. . Mendapat info tersebut Selanjutnya team langsung melakukan penyelidikan di tempat tsb kemudian mengecek kebenaran informasi yang di dapat, dan ternyata memang benar di rumah tersebut sering digunakan untuk tempat memakai sabu-sabu dan berkumpulnya para tersuga pelaku. . Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Team melakukan penggrebekan di rumah tersehut Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan. dan menemukan 5 orang tersangka beserta barang bukti, selanjutnya 5 orang tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Polrestabes Medan untuk proses lebih lanjut

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan 5 orang diduga pelaku kasus Narkotika, berdasarkan laporan dari masyarakat di Media Sosial Facebook .
.
Sabtu, 20/04/2019 Sekitar pukul 10.00 WIB Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus mendapat informasi dari Facebook membuat status di Fb nya bahwa di Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan ada sekelompok orang yang sering berkumpul di sebuah rumah milik perempuan Janda yang bernama M. .
.
Dimana di rumah tsb sering di gunakan untuk memakai sabu-sabu dan tempat berkumpulnya para penjahat.
.
Mendapat info tersebut Selanjutnya team langsung melakukan penyelidikan di tempat tsb kemudian mengecek kebenaran informasi yang di dapat, dan ternyata memang benar di rumah tersebut sering digunakan untuk tempat memakai sabu-sabu dan berkumpulnya para tersuga pelaku.
.
Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Team melakukan penggrebekan di rumah tersehut Dusun I Kamboja Jl. Jatian Gg. Banten Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan. dan menemukan 5 orang tersangka beserta barang bukti, selanjutnya 5 orang tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Polrestabes Medan untuk proses lebih lanjut

Pelaku Peletak Tas Bertulis ‘ADA BOM’ Ditangkap Polres Siantar . Pematang Siantar. Polres Pematang Siantar berhasil menangkap pelaku peletak tas warna hitam jenis ransel yang bertuliskan “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUS KELIAN”, Minggu (14/4/2019), sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku seorang pelajar SLTA di kota itu. . “Penyelidikan kami lakukan dengan maksimal, hingga akhirnya kami berhasil mengungkap dan menangkap pelaku,” kata Kapolres Pematang Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, Senin siang (15/4), di Mapolres Pematang Siantar. . Ditambahkan Heribertus, pelaku berinisial IAN (17), warga Jalan Pattimuran Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur dan masih berstatus pelajar di salah satu SLTA swasta di Siantar. . Tersangka IAN ditangkap petugas dari rumah temannya. Menurut Heribertus, motif tersangka melakukan aksi yang menghebohkan warga Siantar itu bukan karena adanya unsur radikal, atau terosisme, melainkan hanya iseng. Di mana dalam suasana April mop tersangka iseng melakukan aksinya. . Kalimat “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUS KELIAN” ditulis dengan tippex di sekolahnya.Semula pot bunga diambil dari sekolahnya,tapi karena terlalu besar maka pot bunga diambil dari rumah di samping Alfamart dan dimasukkan ke dalam tas hitam, lalu diletakkan di depan Alfamart tersebut. . Namun, Kapolres berjanji akan tetap mendalami kasus ini. Tersangka dijerat Pasal 6 UU Terorisme dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. . Pada Sabtu (13/4/2019), ditemukan sebuah tas warna hitam jenis ransel yang bertuliskan “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUSKELIAN” di depan Alfamart, Jalan Melanton Siregarn Pematang Siantar.Temuan tas misterius ini sempat menggegerkan masyarakat kota itu.Namun setelah diamankan kemudian diledakkan Tim Jibom Brimob Pematang Siantar, ternyata isinya hanya pot bunga dan tanah. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2019/04/15/72361/pelaku_peletak_tas_bertulis_ada_bom_ditangkap_polres_siantar/

Pelaku Peletak Tas Bertulis ‘ADA BOM’ Ditangkap Polres Siantar
.
Pematang Siantar. Polres Pematang Siantar berhasil menangkap pelaku peletak tas warna hitam jenis ransel yang bertuliskan “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUS KELIAN”, Minggu (14/4/2019), sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku seorang pelajar SLTA di kota itu.
.
“Penyelidikan kami lakukan dengan maksimal, hingga akhirnya kami berhasil mengungkap dan menangkap pelaku,” kata Kapolres Pematang Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, Senin siang (15/4), di Mapolres Pematang Siantar.
.
Ditambahkan Heribertus, pelaku berinisial IAN (17), warga Jalan Pattimuran Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur dan masih berstatus pelajar di salah satu SLTA swasta di Siantar.
.
Tersangka IAN ditangkap petugas dari rumah temannya. Menurut Heribertus, motif tersangka melakukan aksi yang menghebohkan warga Siantar itu bukan karena adanya unsur radikal, atau terosisme, melainkan hanya iseng. Di mana dalam suasana April mop tersangka iseng melakukan aksinya.
.
Kalimat “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUS KELIAN” ditulis dengan tippex di sekolahnya.Semula pot bunga diambil dari sekolahnya,tapi karena terlalu besar maka pot bunga diambil dari rumah di samping Alfamart dan dimasukkan ke dalam tas hitam, lalu diletakkan di depan Alfamart tersebut.
.
Namun, Kapolres berjanji akan tetap mendalami kasus ini. Tersangka dijerat Pasal 6 UU Terorisme dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
.
Pada Sabtu (13/4/2019), ditemukan sebuah tas warna hitam jenis ransel yang bertuliskan “Lailaha Illallah ADA BOM MAMPUSKELIAN” di depan Alfamart, Jalan Melanton Siregarn Pematang Siantar.Temuan tas misterius ini sempat menggegerkan masyarakat kota itu.Namun setelah diamankan kemudian diledakkan Tim Jibom Brimob Pematang Siantar, ternyata isinya hanya pot bunga dan tanah.
.
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2019/04/15/72361/pelaku_peletak_tas_bertulis_ada_bom_ditangkap_polres_siantar/

Satuan Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. DR H. Dadang Hartanto, SH,SIK, MSi, Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira, SH, SIK, MH dan Kanit Pidum, Iptu M. Husin, SH, SIK berhasil menangkap empat pelaku terlibat pembunuhan salah satu anggota organisasi Kepemudaan (OKP) IPK di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2/2019) lalu. Keempat pelaku yang sudah disergap itu, masing – masing R, D, D dan F. . Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, SH, SIK, MH dan Kanit Pidum, Iptu M. Husin, SH, SIK kepada wartawan, Selasa (5/2/2019) mengatakan,keempat pelaku yang sudah diberikan tindakan tegas ini, mengaku melakukan penganiayaan yg sudah direncanakan kepada salah satu pemuda tersebut hingga tewas dengan menggunakan benda keras dan tajam.Sehingga, petugas Polrestabes Medan yang sudah mengamankan lokasi bentrok tersebut masih memburu puluhan pemuda lagi yang menghilangkan nyawa orang lain. Kapolrestabes mengaku, bagi yang belum tertangkap harus menyerahkan diri dengan baik – baik. . Sebab, petugas tidak segan memberikan tindakan tegas untuk melumpuhkan para pelaku yang sudah diketahui ciri – cirinya. “Kemanapun mereka kabur akan diburu hingga dapat. Tidak ada kendor untuk memburu para pelaku lainnya yang kabur hingga keluar daerah, ” ujarnya. . Untuk itu, sambungnya, diharapkan kedua belah pihak harus menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif di Kota Medan. “Kita harapkan tidak ada lagi bentrokan antar organisasi masyarakat di Kota Medan, ” tambahnya. . Dadang juga salut, masyarakat lain tidak terpancing dengan adanya aksi bentrokan kedua ormas terbesar di Kota Medan tersebut. “Kita jago Medan kondusif, ” tandasnya. . Dari lokasi bentrok petugas berhasil menyita barang bukti, puluhan senjata tajam, sejumlah panah beracun, tombak, dua unit senapan angin. . Teks : www.pewarta.co

Satuan Reskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. DR H. Dadang Hartanto, SH,SIK, MSi, Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira, SH, SIK, MH dan Kanit Pidum, Iptu M. Husin, SH, SIK berhasil menangkap empat pelaku terlibat pembunuhan salah satu anggota organisasi Kepemudaan (OKP) IPK di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2/2019) lalu. Keempat pelaku yang sudah disergap itu, masing – masing R, D, D dan F.
.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, SH, SIK, MH dan Kanit Pidum, Iptu M. Husin, SH, SIK
kepada wartawan, Selasa (5/2/2019) mengatakan,keempat pelaku yang sudah diberikan tindakan tegas ini, mengaku melakukan penganiayaan yg sudah direncanakan kepada salah satu pemuda tersebut hingga tewas dengan menggunakan benda keras dan tajam.Sehingga, petugas Polrestabes Medan yang sudah mengamankan lokasi bentrok tersebut masih memburu puluhan pemuda lagi yang menghilangkan nyawa orang lain.
Kapolrestabes mengaku, bagi yang belum tertangkap harus menyerahkan diri dengan baik – baik.
.
Sebab, petugas tidak segan memberikan tindakan tegas untuk melumpuhkan para pelaku yang sudah diketahui ciri – cirinya. “Kemanapun mereka kabur akan diburu hingga dapat. Tidak ada kendor untuk memburu para pelaku lainnya yang kabur hingga keluar daerah, ” ujarnya.
.
Untuk itu, sambungnya, diharapkan kedua belah pihak harus menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif di Kota Medan. “Kita harapkan tidak ada lagi bentrokan antar organisasi masyarakat di Kota Medan, ” tambahnya.
.
Dadang juga salut, masyarakat lain tidak terpancing dengan adanya aksi bentrokan kedua ormas terbesar di Kota Medan tersebut. “Kita jago Medan kondusif, ” tandasnya.
.
Dari lokasi bentrok petugas berhasil menyita barang bukti, puluhan senjata tajam, sejumlah panah beracun, tombak, dua unit senapan angin.
.
Teks : www.pewarta.co

Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Polres Deli Serdang menangkap satu dari tiga terduga pelaku pembunuhan Manager PT Domas, Muhajir istrinya Suniarti dan putra mereka Solihin yang beralamat Desa Bangun Sari, Kec Tanjung Morawa, Kab Deliserdang, Sumatera Utara beberapa hari yang lalu. Adapun terduga pelaku yang ditangkap yaitu D. . Dari pemeriksaan pihak kepolisian terhadap terduga pelaku, diketahui bahwa D masih bertetangga dengan korban hanya berjarak 50 meter. “Pelaku dan korban tetangga, jarak rumah pelaku dan korban berkisar 50 meter. Pelaku ditangkap berdasarkan bukti dan keterangan saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Ryan SIK ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Sumut pada Jumat (19/10/2018) siang. . Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua terduga tersangka lainnya. “Dua tersangka masih dilakukan pengejaran,” terang Dirreskrimum. . Sebagaimana diketahui sebelumnya, jasad Muhajir dan putranya ditemukan di aliran sungai Blumei, Deli Serdang, sedangkan jasad istrinya ditemukan di Kabupaten Batubara. . Sumber : @poldasumaterautara

Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Polres Deli Serdang menangkap satu dari tiga terduga pelaku pembunuhan Manager PT Domas, Muhajir istrinya Suniarti dan putra mereka Solihin yang beralamat Desa Bangun Sari, Kec Tanjung Morawa, Kab Deliserdang, Sumatera Utara beberapa hari yang lalu. Adapun terduga pelaku yang ditangkap yaitu D.
.
Dari pemeriksaan pihak kepolisian terhadap terduga pelaku, diketahui bahwa D masih bertetangga dengan korban hanya berjarak 50 meter. “Pelaku dan korban tetangga, jarak rumah pelaku dan korban berkisar 50 meter. Pelaku ditangkap berdasarkan bukti dan keterangan saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Ryan SIK ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Sumut pada Jumat (19/10/2018) siang.
.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua terduga tersangka lainnya. “Dua tersangka masih dilakukan pengejaran,” terang Dirreskrimum.
.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, jasad Muhajir dan putranya ditemukan di aliran sungai Blumei, Deli Serdang, sedangkan jasad istrinya ditemukan di Kabupaten Batubara.
.
Sumber : @poldasumaterautara

TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan, menggagalkan penyelendupan diduga narkotika golongan I jenis sabu dari luar negeri melalui jalur laut. . Pjs Kadispen Lantamal 1 Belawan, Lettu Laut (P) Mochamad Sidik mengatakan kasus ini rencananya dirilis hari ini pukul 15.00 WIB. . “Ya kita mau riliskan nanti pukul 15.00 WIB,” kata Lettu Laut (P) Mochamad Sidik, Jumat (14/9/2018). . “Rilia ini, terkait dugaan penemuan narkotika oleh personel TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan yang akan di selundupkan ke Indonesia,” sambungnya. . Lebih lanjut, Sidik menjelaskan penangkapan berawal dari laporan intelijen bahwa ada sebuah kapal speedboat dari Malaysia akan masuk ke wilayah Indonesia, melalui perairan laut di daerah Suruwei, Aceh membawa narkotika jenis sabu. . Dari laporan tersebut, personel Pos Angkatan Laut (Posal) Lantamal 1 Belawan dengan menggunakan perahu, langsung mengintai di jalur laut yang dicurigai akan di lintasan speedbot membawa narkoba. . Pada Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 06.44 wib, personel Posal TNI Angkatan Laut melihat speedboat yang di curigai menyelundupkan narkoba ke Indonesia, melintas di Alur Kuala Peunaga Lama pada Kordinat 04 43 99 U- 098 24 83 T. . “Saat diberhentikan untuk diperiksa petugas, speedboat yang ditumpangi 2 orang pria langsung melarikan diri. . Tim patroli sempat memberikan tembakan peringatan kepada penumpang kapal speedboat ke udara sebanyak tiga kali, tapu peringatan tersebut tidak diindahkan,” ujar Sidik. . Ia menambahkan, bahwa Speedboat akhirnya berhenti di tepi alur dan dua penumpang speedboat yang diduga anggota jaringan pengedara narkoba internasional berhasil melompat dan melarikan diri. . “Kita amankan 2 tas ukuran besar berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu, yang diperkirakan seberat 150 Kg telah berhasil diamankan,” tutup Sidik. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/14/tni-amankan-150-kilogram-sabusabu-di-speedboat-asal-malaysia-di-perairan-laut-suruway

TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan, menggagalkan penyelendupan diduga narkotika golongan I jenis sabu dari luar negeri melalui jalur laut. .
Pjs Kadispen Lantamal 1 Belawan, Lettu Laut (P) Mochamad Sidik mengatakan kasus ini rencananya dirilis hari ini pukul 15.00 WIB.
.
“Ya kita mau riliskan nanti pukul 15.00 WIB,” kata Lettu Laut (P) Mochamad Sidik, Jumat (14/9/2018).
.
“Rilia ini, terkait dugaan penemuan narkotika oleh personel TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan yang akan di selundupkan ke Indonesia,” sambungnya.
.
Lebih lanjut, Sidik menjelaskan penangkapan berawal dari laporan intelijen bahwa ada sebuah kapal speedboat dari Malaysia akan masuk ke wilayah Indonesia, melalui perairan laut di daerah Suruwei, Aceh membawa narkotika jenis sabu.
.
Dari laporan tersebut, personel Pos Angkatan Laut (Posal) Lantamal 1 Belawan dengan menggunakan perahu, langsung mengintai di jalur laut yang dicurigai akan di lintasan speedbot membawa narkoba.
.
Pada Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 06.44 wib, personel Posal TNI Angkatan Laut melihat speedboat yang di curigai menyelundupkan narkoba ke Indonesia, melintas di Alur Kuala Peunaga Lama pada Kordinat 04 43 99 U- 098 24 83 T.
.
“Saat diberhentikan untuk diperiksa petugas, speedboat yang ditumpangi 2 orang pria langsung melarikan diri.
.
Tim patroli sempat memberikan tembakan peringatan kepada penumpang kapal speedboat ke udara sebanyak tiga kali, tapu peringatan tersebut tidak diindahkan,” ujar Sidik.
.
Ia menambahkan, bahwa Speedboat akhirnya berhenti di tepi alur dan dua penumpang speedboat yang diduga anggota jaringan pengedara narkoba internasional berhasil melompat dan melarikan diri.
.
“Kita amankan 2 tas ukuran besar berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu, yang diperkirakan seberat 150 Kg telah berhasil diamankan,” tutup Sidik.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/14/tni-amankan-150-kilogram-sabusabu-di-speedboat-asal-malaysia-di-perairan-laut-suruway

Tim Pegasus Mulai Beraksi, Pelaku Kejahatan di Medan Dijamin Ciut . Polrestabes Medan membentuk Tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus). Tim Pegasus dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat. . Menurut kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya pada wartawan Rabu (30/05/2018) lalu, Tim Pegasus dibentuk untuk menangani gangguan khusus tindakan pidana curas, curat dan curanmor. . “Personil yang dilibatkan ada 29 tim tersendiri dari Satu Reskrim dan Polsek dan jumlahnya ada 174 personil, kemudian sistem yang digunakan adalah sistem hunting berpatroli didaerah rawan C3 serta melakukan pemeriksaan pada orang yang dicurigai” tutur AKBP Yudha Prawira. . Yudha melanjutkan, tim Pegasus dipastikan akan menindak tegas pada pelaku tidak pidana, apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan. . “Tim Pegasus adalah tim khusus, Tim ini dipastikan menindak tegas para pelaku tindak pidana apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan” tutur ucapnya. . Pada hari pertama pembentukan tim Pegasus hasil yang dicapai mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, kemudian mengamankan 2 orang yang diduga pelaku penadahan sepeda motor curian. . Kemudian mengamankan 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja, mengamankan 20 orang sepeda motor tanpa dokumen, serta mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, linggis pendek, obng dan parang. . “Operasi pegasus ini akan kami lakukan rutin setiap hari dengan waktu yang berubah- ubah serta tidak terbaca oleh para pelaku 3C, oleh sebab itu, untuk para pemain 3C jangan coba – coba beraksi di wilayah hukum kota Medan, karena pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus”, pungkas Yudha. . Sumber : Kricom.id

Tim Pegasus Mulai Beraksi, Pelaku Kejahatan di Medan Dijamin Ciut
.
Polrestabes Medan membentuk Tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus). Tim Pegasus dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat.
.
Menurut kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya pada wartawan Rabu (30/05/2018) lalu, Tim Pegasus dibentuk untuk menangani gangguan khusus tindakan pidana curas, curat dan curanmor.
.
“Personil yang dilibatkan ada 29 tim tersendiri dari Satu Reskrim dan Polsek dan jumlahnya ada 174 personil, kemudian sistem yang digunakan adalah sistem hunting berpatroli didaerah rawan C3 serta melakukan pemeriksaan pada orang yang dicurigai” tutur AKBP Yudha Prawira.
.
Yudha melanjutkan, tim Pegasus dipastikan akan menindak tegas pada pelaku tidak pidana, apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan.
.
“Tim Pegasus adalah tim khusus, Tim ini dipastikan menindak tegas para pelaku tindak pidana apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan” tutur ucapnya.
.
Pada hari pertama pembentukan tim Pegasus hasil yang dicapai mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, kemudian mengamankan 2 orang yang diduga pelaku penadahan sepeda motor curian.
.
Kemudian mengamankan 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja, mengamankan 20 orang sepeda motor tanpa dokumen, serta mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, linggis pendek, obng dan parang.
.
“Operasi pegasus ini akan kami lakukan rutin setiap hari dengan waktu yang berubah- ubah serta tidak terbaca oleh para pelaku 3C, oleh sebab itu, untuk para pemain 3C jangan coba – coba beraksi di wilayah hukum kota Medan, karena pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus”, pungkas Yudha.
.
Sumber : Kricom.id

Terduga Teroris Serang Polisi di Mapolda Riau . Tiga terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5). Beberapa anggota kepolisian diserang. . Terduga teroris dikabarkan menggunakan senjata tajam dan senjata api untuk menyerang petugas. . Polisi melakukan tindakan. Satu orang terduga teroris ditembak mati. . Peristiwa ini telah dikonfirmasi Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal. . Kepolisian saat ini tengah mendalami kejadian. Polri belum bisa memaparkan informasi lebih lanjut. (gil) . Video : istimewa Teks : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180516093429-20-298543/terduga-teroris-serang-polisi-di-mapolda-riau

Terduga Teroris Serang Polisi di Mapolda Riau
.
Tiga terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5). Beberapa anggota kepolisian diserang.
.
Terduga teroris dikabarkan menggunakan senjata tajam dan senjata api untuk menyerang petugas.
.
Polisi melakukan tindakan. Satu orang terduga teroris ditembak mati.
.
Peristiwa ini telah dikonfirmasi Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal.
.
Kepolisian saat ini tengah mendalami kejadian. Polri belum bisa memaparkan informasi lebih lanjut. (gil)
.
Video : istimewa
Teks : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180516093429-20-298543/terduga-teroris-serang-polisi-di-mapolda-riau

Detik – detik penangkapan terduga teroris di Tanjung Balai Sumatera Utara kemarin sore. . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Detik – detik penangkapan terduga teroris di Tanjung Balai Sumatera Utara kemarin sore.
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Begini Reaksi Pencuri Motor Saat Dihadapkan Dengan Korbannya . TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Korban pencurian motor bernama Tengku Intan Khairany (22) datang ke Polsek Percut Seituan. . Semula, honorer di kantor Camat Percut Seituan ini hendak mengucapkan terimakasih pada petugas karena menangkap tersangka pencuri motor bernama Eka Yuda Purba (37). . Namun, ketika hadir di polsek, perempuan berkulit kuning langsat itu langsung dipertemuan dengan Eka. . Saat melihat Intan, Eka yang tangannya diborgol langsung mengatupkan kedua tangannya memohon maaf. . “Mohon maaf saya kak. Minta ampun saya,” katanya mengangkat kedua tangan dengan posisi terkatup, Kamis (30/11/2017). Mendengar itu, Intan pun sempat terdiam. . “Sudah saya maafkan bapak,” katanya. Dalam kesempatan itu, Intan berterimakasih pada polisi karena telah menangkap Eka. Apalagi, sepeda motor miliknya yang dicuri Eka sudah ditemukan. . “Saya terimakasih sekali lah karena pelakunya sudah ditangkap. Alhamdulillah,” ungkap Intan. Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba mengatakan tersangka ditangkap di rumah kos-kosan Jalan Baru Tembung. . Ada dua buah kunci letter T yang disita. Kemudian, turut disita dua unit sepeda motor yang salah satunya merupakan milik korban. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2017/11/30/begini-reaksi-pencuri-motor-saat-dihadapkan-dengan-korbannya

Begini Reaksi Pencuri Motor Saat Dihadapkan Dengan Korbannya
.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Korban pencurian motor bernama Tengku Intan Khairany (22) datang ke Polsek Percut Seituan.
.
Semula, honorer di kantor Camat Percut Seituan ini hendak mengucapkan terimakasih pada petugas karena menangkap tersangka pencuri motor bernama Eka Yuda Purba (37).
.
Namun, ketika hadir di polsek, perempuan berkulit kuning langsat itu langsung dipertemuan dengan Eka.
.
Saat melihat Intan, Eka yang tangannya diborgol langsung mengatupkan kedua tangannya memohon maaf.
.
“Mohon maaf saya kak. Minta ampun saya,” katanya mengangkat kedua tangan dengan posisi terkatup, Kamis (30/11/2017). Mendengar itu, Intan pun sempat terdiam.
.
“Sudah saya maafkan bapak,” katanya. Dalam kesempatan itu, Intan berterimakasih pada polisi karena telah menangkap Eka. Apalagi, sepeda motor miliknya yang dicuri Eka sudah ditemukan.
.
“Saya terimakasih sekali lah karena pelakunya sudah ditangkap. Alhamdulillah,” ungkap Intan. Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba mengatakan tersangka ditangkap di rumah kos-kosan Jalan Baru Tembung.
.
Ada dua buah kunci letter T yang disita. Kemudian, turut disita dua unit sepeda motor yang salah satunya merupakan milik korban.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2017/11/30/begini-reaksi-pencuri-motor-saat-dihadapkan-dengan-korbannya