91 Petugas Pemilu Meninggal, 364 Petugas Menderita Sakit . Jumlah petugas yang menjadi korban saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah menjadi 455 orang dengan rincian 91 orang meninggal dunia dan 364 orang sakit. . Dari jumlah itu, 91 orang tercatat menjadi korban jiwa atau meninggal dunia saat menjalankan tugas pemilu. Kemudian, 364 pelaksana pemilu menderita sakit. . “Sebarannya terjadi di 19 Provinsi. KPU sudah membahas secara internal [rencana] santunan yang diberikan kepada penyelenggara,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (22/4/2019). . Banyaknya petugas yang menjadi korban pada pemilu kali ini diduga karena beratnya kerja mereka. Pada pemilu 2019, beban kerja petugas berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya karena pemungutan suara untuk legislatif dan presiden dilakukan serentak. . Penghitungan suara hasil pemilu serentak juga harus diselesaikan maksimal 12 jam setelah hari pemungutan suara. Rata-rata di setiap TPS petugas harus menuntaskan penghitungan 5 surat suara berbeda yang digunakan untuk memilih capres, caleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. . “Prinsipnya KPU meminta kepada pemerintah, negara, untuk hadir terkait kondisi penyelenggara pemilu terutama KPPS yang dalam menjalankan tugas mengalami sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Mereka itu pahlawan-pahlawan demokrasi, melayani rakyat secara langsung dan patut untuk mendapat perhatian negara,” kata Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. . Selain penyelenggara, Panitia Pengawas Pemilu juga banyak yang menjadi korban karena pemilu. Data terbaru Bawaslu RI, ada 26 anggota Panwaslu yang meninggal dunia. . Kemudian, sebanyak 74 orang mengalami kecelakaan. Ada pula 137 orang menjalani rawat jalan, 85 petugas harus menjalani rawat inap, dan 15 anggota Panwaslu mengalami kekerasan saat pemilu 2019. . Sumber : www.bisnis.com

91 Petugas Pemilu Meninggal, 364 Petugas Menderita Sakit
.
Jumlah petugas yang menjadi korban saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah menjadi 455 orang dengan rincian 91 orang meninggal dunia dan 364 orang sakit.
.
Dari jumlah itu, 91 orang tercatat menjadi korban jiwa atau meninggal dunia saat menjalankan tugas pemilu. Kemudian, 364 pelaksana pemilu menderita sakit.
.
“Sebarannya terjadi di 19 Provinsi. KPU sudah membahas secara internal [rencana] santunan yang diberikan kepada penyelenggara,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (22/4/2019).
.
Banyaknya petugas yang menjadi korban pada pemilu kali ini diduga karena beratnya kerja mereka. Pada pemilu 2019, beban kerja petugas berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya karena pemungutan suara untuk legislatif dan presiden dilakukan serentak.
.
Penghitungan suara hasil pemilu serentak juga harus diselesaikan maksimal 12 jam setelah hari pemungutan suara. Rata-rata di setiap TPS petugas harus menuntaskan penghitungan 5 surat suara berbeda yang digunakan untuk memilih capres, caleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
.
“Prinsipnya KPU meminta kepada pemerintah, negara, untuk hadir terkait kondisi penyelenggara pemilu terutama KPPS yang dalam menjalankan tugas mengalami sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Mereka itu pahlawan-pahlawan demokrasi, melayani rakyat secara langsung dan patut untuk mendapat perhatian negara,” kata Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.
.
Selain penyelenggara, Panitia Pengawas Pemilu juga banyak yang menjadi korban karena pemilu. Data terbaru Bawaslu RI, ada 26 anggota Panwaslu yang meninggal dunia.
.
Kemudian, sebanyak 74 orang mengalami kecelakaan. Ada pula 137 orang menjalani rawat jalan, 85 petugas harus menjalani rawat inap, dan 15 anggota Panwaslu mengalami kekerasan saat pemilu 2019.
.
Sumber : www.bisnis.com

Dua Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Akibat Kelelahan di TPS . Dua orang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) diketahui meninggal dunia akibat kelelahan saat bekerja di tiap Tempat Pemungutan Suara ( TPS) wilayah KabupatenTasikmalaya . Mereka adalah Supriyanto (54), Ketua KPPS TPS 11 Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, dan Jeje (60), ketua KPPS TPS 2 warga Kampung Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. . Kedua orang tersebut meninggal tak lama berselang selesai melakukan penghitungan suara di TPS-nya masing-masing, Kamis (18/4/2019) kemarin. . Kedua korban telah disemayamkan di masing-masing rumah duka Kamis malam tadi. Selain itu, kedua ketua KPPS yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit jantung dan bronkhitis. . Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Cigalontang, Iman mengatakan, korban telah meninggal dunia disebabkan kurang tidur dan kelelahan hingga tidak merasakan jika dirinya memiliki riwayat penyakit bronkhitis. . Korban jatuh pingsan saat melakukan penghitungan surat suara, hingga anggota KPPS melarikan ke Puskesmas setempat tetapi nyawanya tak tertolong. . “Memang Ketua KPPS tersebut sejak dua hari itu sibuk mendirikan lokasi TPS dan mereka semua kurang tidur, kelelahan dan kecapean sampai penghitungan suara dilanjutkan lagi pagi hari untuk dimasukan ke C1. Akan tetapi, Ketua KPPS dipastikan merasakan kecapean tapi tidak dirasakannya hingga dia jatuh dan pingsan di TPS tersebut,” katanya, Jumat (19/4/2019

Dua Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Akibat Kelelahan di TPS
.
Dua orang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) diketahui meninggal dunia akibat kelelahan saat bekerja di tiap Tempat Pemungutan Suara ( TPS) wilayah KabupatenTasikmalaya
.
Mereka adalah Supriyanto (54), Ketua KPPS TPS 11 Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, dan Jeje (60), ketua KPPS TPS 2 warga Kampung Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.
.
Kedua orang tersebut meninggal tak lama berselang selesai melakukan penghitungan suara di TPS-nya masing-masing, Kamis (18/4/2019) kemarin.
.
Kedua korban telah disemayamkan di masing-masing rumah duka Kamis malam tadi. Selain itu, kedua ketua KPPS yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit jantung dan bronkhitis.
.
Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Cigalontang, Iman mengatakan, korban telah meninggal dunia disebabkan kurang tidur dan kelelahan hingga tidak merasakan jika dirinya memiliki riwayat penyakit bronkhitis.
.
Korban jatuh pingsan saat melakukan penghitungan surat suara, hingga anggota KPPS melarikan ke Puskesmas setempat tetapi nyawanya tak tertolong.
.
“Memang Ketua KPPS tersebut sejak dua hari itu sibuk mendirikan lokasi TPS dan mereka semua kurang tidur, kelelahan dan kecapean sampai penghitungan suara dilanjutkan lagi pagi hari untuk dimasukan ke C1. Akan tetapi, Ketua KPPS dipastikan merasakan kecapean tapi tidak dirasakannya hingga dia jatuh dan pingsan di TPS tersebut,” katanya, Jumat (19/4/2019

Momen pemilu membawa kemeriahan di seantero negeri. Apa lagi pemilu sah ditetapkan sebagai libur nasional. Selain bisa melaksanakan pesta lima tahun sekali ini, hotel maupun mal banyak menawarkan diskon menggiurkan untuk anda nikmati. Pemilu kali ini juga berdekatan dengan paskah sehingga sebagian orang bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur ke luar daerah karena waktunya yang cukup senggang. . Lion Air Group memproyeksikan pertumbuhan dari permintaan jasa angkutan udara pada libur panjang April tahun ini signifikan, walaupun masih dalam musim sepi (low season) dari total kapasitas operasional regular (regular flight). . “Khusus dari Bandara Kualanamu diproyeksi permintaan meningkat ke Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara (GNS),” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. . Sementara itu Manager Sriwijaya Air Medan, Yudo mengatakan untuk pemilu kali ini penumpang Sriwijaya Air tidak mengalami peningkatan yang signifikan, malah cenderung turun. “Dari Medan tetap saja sepi. Penumpang hanya sekitar 50 sampai 60 orang per sekali terbang. Tujuannya kebanyakan Padang, Jakarta, dan Penang,” ujarnya. . Tak hanya penerbangan domestik, penerbangan ke luar negeri juga mengalami penurunan. Menurutnya baru libur kali ini penumpang tidak ada peningkatan saat ada libur. . “Ini mungkin juga karena dampak kenaikan harga tiket pesawat. Paling ke Jakarta yang bisa mencapai 100an penumpang,” pungkasnya. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2019/04/17/liburan-pemilu-di-sumut-tak-semua-maskapai-mengalami-peningkatan-penumpang

Momen pemilu membawa kemeriahan di seantero negeri. Apa lagi pemilu sah ditetapkan sebagai libur nasional. Selain bisa melaksanakan pesta lima tahun sekali ini, hotel maupun mal banyak menawarkan diskon menggiurkan untuk anda nikmati.
Pemilu kali ini juga berdekatan dengan paskah sehingga sebagian orang bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur ke luar daerah karena waktunya yang cukup senggang.
.
Lion Air Group memproyeksikan pertumbuhan dari permintaan jasa angkutan udara pada libur panjang April tahun ini signifikan, walaupun masih dalam musim sepi (low season) dari total kapasitas operasional regular (regular flight).
.
“Khusus dari Bandara Kualanamu diproyeksi permintaan meningkat ke Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara (GNS),” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.
.
Sementara itu Manager Sriwijaya Air Medan, Yudo mengatakan untuk pemilu kali ini penumpang Sriwijaya Air tidak mengalami peningkatan yang signifikan, malah cenderung turun.
“Dari Medan tetap saja sepi. Penumpang hanya sekitar 50 sampai 60 orang per sekali terbang. Tujuannya kebanyakan Padang, Jakarta, dan Penang,” ujarnya.
.
Tak hanya penerbangan domestik, penerbangan ke luar negeri juga mengalami penurunan. Menurutnya baru libur kali ini penumpang tidak ada peningkatan saat ada libur.
.
“Ini mungkin juga karena dampak kenaikan harga tiket pesawat. Paling ke Jakarta yang bisa mencapai 100an penumpang,” pungkasnya.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2019/04/17/liburan-pemilu-di-sumut-tak-semua-maskapai-mengalami-peningkatan-penumpang

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 17.50 WIB . Bagaimana menurut anda . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 17.50 WIB
.
Bagaimana menurut anda
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 15.35 WIB . Bagaimana menurut anda . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 15.35 WIB
.
Bagaimana menurut anda
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amendemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu. . Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu harus dilakukan secara berkala, karena memiliki fungsi sebagai sarana pengawasan bagi rakyat terhadap wakilnya. . Pemilihan umum di Indonesia telah diadakan sebanyak 11 kali yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009 dan 2014

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amendemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu.
.
Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu harus dilakukan secara berkala, karena memiliki fungsi sebagai sarana pengawasan bagi rakyat terhadap wakilnya.
.
Pemilihan umum di Indonesia telah diadakan sebanyak 11 kali yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009 dan 2014

Mesin pencari google turut meriahkan Pemilu Indonesia melalui Doodle . Google kembali mengeluarkan Doodle dengan tema Pemilu 2019. Jika pengguna masuk ke laman utama akan langsung disuguhkan enam tokoh kartun yang sedang antri memasukkan lima surat suara ke dalam kotak suara. . Jika Doodle diklik, Google akan membawa pengguna masuk ke dalam mesin pencarinya dengan kata kunci cara memilih. Dalam laman tersebut, Google memberikan penjelasan seputar Pemilu 2019. . Pemilu 2019 akan melangsungkan pemilihan secara serentak mulai dari calon anggota legislatif (caleg) tingkat kota/kabupaten, provinsi, pusat, perwakilan daerah, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden. . Puluhan ribu caleg itu telah terdaftar dalam 20 partai politik yakni 16 parpol tingkat nasional, dan empat parpol lokal tambahan khusus untuk di Provinsi Aceh. . Seluruh caleg akan bertarung untuk memperebutkan 17.610 kursi anggota DPRD tingkat kabupaten/kota, 2.207 kursi anggota DPRD tingkat provinsi, 575 kursi anggota DPR RI, dan 136 kursi anggota DPD. . Dari mulai bagaimana cara memberikan suara hingga penjelasan perbedaan lima surat suara

Mesin pencari google turut meriahkan Pemilu Indonesia melalui Doodle
.
Google kembali mengeluarkan Doodle dengan tema Pemilu 2019. Jika pengguna masuk ke laman utama akan langsung disuguhkan enam tokoh kartun yang sedang antri memasukkan lima surat suara ke dalam kotak suara.
.
Jika Doodle diklik, Google akan membawa pengguna masuk ke dalam mesin pencarinya dengan kata kunci cara memilih. Dalam laman tersebut, Google memberikan penjelasan seputar Pemilu 2019.
.
Pemilu 2019 akan melangsungkan pemilihan secara serentak mulai dari calon anggota legislatif (caleg) tingkat kota/kabupaten, provinsi, pusat, perwakilan daerah, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden.
.
Puluhan ribu caleg itu telah terdaftar dalam 20 partai politik yakni 16 parpol tingkat nasional, dan empat parpol lokal tambahan khusus untuk di Provinsi Aceh.
.
Seluruh caleg akan bertarung untuk memperebutkan 17.610 kursi anggota DPRD tingkat kabupaten/kota, 2.207 kursi anggota DPRD tingkat provinsi, 575 kursi anggota DPR RI, dan 136 kursi anggota DPD.
.
Dari mulai bagaimana cara memberikan suara hingga penjelasan perbedaan lima surat suara

Jangan sampai terlambat ya kawan – kawan, besok mulai pukul 7 pagi kita ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada dilingkungan kita. . Suara kawan – kawan menentukan pemimpin bangsa 5 tahun kedepan. Ingat jangan sampai kamu golput ya. Silahkan mencoblos sesuai pilihan anda. . . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Jangan sampai terlambat ya kawan – kawan, besok mulai pukul 7 pagi kita ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada dilingkungan kita.
.
Suara kawan – kawan menentukan pemimpin bangsa 5 tahun kedepan.
Ingat jangan sampai kamu golput ya.
Silahkan mencoblos sesuai pilihan anda.
.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Apel Gabungan TNI Polri, pagi ini Senin 24/08/2018, Apel gabungan ini diselenggarakan dengan maksud untuk mengkroscek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk pengamanan pemilu 2019. . Apel Ini Simbol  pada Peserta Pemilu untuk tidak Coba Memecah TNI Polri. . Selain Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, turut hadir Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MSI Fadillah, Pangkosek Hanudnas diwakili Asisten Ops Kol Jhonson, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Danlanud Soewondo Medan Kol Pnb. Dirk Poltje Lengkey. . Dalam apel personel gabungan itu, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa apel ini merupakan simbol kepada seluruh peserta pemilu untuk tidak mencoba memecah belah TNI Polri. Ini kesiapan Kodam I Bukit Barisan dan Polda Sumut siap mengamankan pileg dan pilpres 2019 #2019

Apel Gabungan TNI Polri, pagi ini Senin 24/08/2018, Apel gabungan ini diselenggarakan dengan maksud untuk mengkroscek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk pengamanan pemilu 2019.
.
Apel Ini Simbol  pada Peserta Pemilu untuk tidak Coba Memecah TNI Polri.
.
Selain Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, turut hadir Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MSI Fadillah, Pangkosek Hanudnas diwakili Asisten Ops Kol Jhonson, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Danlanud Soewondo Medan Kol Pnb. Dirk Poltje Lengkey.
.
Dalam apel personel gabungan itu, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa apel ini merupakan simbol kepada seluruh peserta pemilu untuk tidak mencoba memecah belah TNI Polri. Ini kesiapan Kodam I Bukit Barisan dan Polda Sumut siap mengamankan pileg dan pilpres 2019 #2019

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengimbau penduduk yang sebentar lagi berusia 17 tahun, segera melakukan perekaman KTP-el. Hal ini bertujuan agar ketika pemilhan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019, mereka bisa ikut memilih. “Jadi 16 tahun sekarang, 17 tahun di April 2019, saat sudah 17 tahun, KTP-el bisa dberikan. Tapi rekam dulu,” kata Zudan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/8/2018). Menurut Zudan, sekolah bisa meminta kepada Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat untuk melakukan perekaman massal kepada siswanya yang duduk di kelas 3 SMU. Hal itu akan menjamin pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya. . Masih banyak penduduk Indonesia yang memiliki KTP-el atau melakukan perekaman data KTP-el. Zudan pada Desember 2017 mengatakan, kurang lebih ada 13 juta orang Indonesia yang belum melakukan perekaman data KTP-el. . Pada Pemilu mendatang, kata Zudan surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk daftar pemilih tambahan (DPTb) tak lagi bisa digunakan untuk memilih. . Sumber :https://megapolitan.kompas.com/read

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengimbau penduduk yang sebentar lagi berusia 17 tahun, segera melakukan perekaman KTP-el. Hal ini bertujuan agar ketika pemilhan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019, mereka bisa ikut memilih. “Jadi 16 tahun sekarang, 17 tahun di April 2019, saat sudah 17 tahun, KTP-el bisa dberikan. Tapi rekam dulu,” kata Zudan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/8/2018). Menurut Zudan, sekolah bisa meminta kepada Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat untuk melakukan perekaman massal kepada siswanya yang duduk di kelas 3 SMU. Hal itu akan menjamin pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya.
.
Masih banyak penduduk Indonesia yang memiliki KTP-el atau melakukan perekaman data KTP-el. Zudan pada Desember 2017 mengatakan, kurang lebih ada 13 juta orang Indonesia yang belum melakukan perekaman data KTP-el.
.
Pada Pemilu mendatang, kata Zudan surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk daftar pemilih tambahan (DPTb) tak lagi bisa digunakan untuk memilih.
.
Sumber :https://megapolitan.kompas.com/read

Dalam rangka menyongsong pemilihan umum serentak 2019 KPU SUMUT mengadakan Pentas seni budaya Pemilu 2019 Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum serta ada lucky draw 1 unit sepeda dan hadiah menarik lainya Ingat ya acaranya : Sabtu , 21 April 2018 di Pelataran parkir Plaza Millenium Medan dari jam 18.00-22.00 malam Ada penampilan special dari “Reza kahar stand up commedy Indosiar “ “ hip hop Karo “ “ lomba batu nias “ “ pertunjukan seni budaya dari sanggar taman budaya Medan “ Ayo datang dan ramaikan .. ajak kawan kelen datang ya

Dalam rangka menyongsong pemilihan umum serentak 2019
KPU SUMUT mengadakan
Pentas seni budaya Pemilu 2019

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum serta ada lucky draw 1 unit sepeda dan hadiah menarik lainya
Ingat ya acaranya :
Sabtu , 21 April 2018 di Pelataran parkir Plaza Millenium Medan dari jam 18.00-22.00 malam
Ada penampilan special dari “Reza kahar stand up commedy Indosiar “
“ hip hop Karo “
“ lomba batu nias “
“ pertunjukan seni budaya dari sanggar taman budaya Medan “

Ayo datang dan ramaikan .. ajak kawan kelen datang ya