91 Petugas Pemilu Meninggal, 364 Petugas Menderita Sakit . Jumlah petugas yang menjadi korban saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah menjadi 455 orang dengan rincian 91 orang meninggal dunia dan 364 orang sakit. . Dari jumlah itu, 91 orang tercatat menjadi korban jiwa atau meninggal dunia saat menjalankan tugas pemilu. Kemudian, 364 pelaksana pemilu menderita sakit. . “Sebarannya terjadi di 19 Provinsi. KPU sudah membahas secara internal [rencana] santunan yang diberikan kepada penyelenggara,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (22/4/2019). . Banyaknya petugas yang menjadi korban pada pemilu kali ini diduga karena beratnya kerja mereka. Pada pemilu 2019, beban kerja petugas berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya karena pemungutan suara untuk legislatif dan presiden dilakukan serentak. . Penghitungan suara hasil pemilu serentak juga harus diselesaikan maksimal 12 jam setelah hari pemungutan suara. Rata-rata di setiap TPS petugas harus menuntaskan penghitungan 5 surat suara berbeda yang digunakan untuk memilih capres, caleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. . “Prinsipnya KPU meminta kepada pemerintah, negara, untuk hadir terkait kondisi penyelenggara pemilu terutama KPPS yang dalam menjalankan tugas mengalami sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Mereka itu pahlawan-pahlawan demokrasi, melayani rakyat secara langsung dan patut untuk mendapat perhatian negara,” kata Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. . Selain penyelenggara, Panitia Pengawas Pemilu juga banyak yang menjadi korban karena pemilu. Data terbaru Bawaslu RI, ada 26 anggota Panwaslu yang meninggal dunia. . Kemudian, sebanyak 74 orang mengalami kecelakaan. Ada pula 137 orang menjalani rawat jalan, 85 petugas harus menjalani rawat inap, dan 15 anggota Panwaslu mengalami kekerasan saat pemilu 2019. . Sumber : www.bisnis.com

91 Petugas Pemilu Meninggal, 364 Petugas Menderita Sakit
.
Jumlah petugas yang menjadi korban saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah menjadi 455 orang dengan rincian 91 orang meninggal dunia dan 364 orang sakit.
.
Dari jumlah itu, 91 orang tercatat menjadi korban jiwa atau meninggal dunia saat menjalankan tugas pemilu. Kemudian, 364 pelaksana pemilu menderita sakit.
.
“Sebarannya terjadi di 19 Provinsi. KPU sudah membahas secara internal [rencana] santunan yang diberikan kepada penyelenggara,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (22/4/2019).
.
Banyaknya petugas yang menjadi korban pada pemilu kali ini diduga karena beratnya kerja mereka. Pada pemilu 2019, beban kerja petugas berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya karena pemungutan suara untuk legislatif dan presiden dilakukan serentak.
.
Penghitungan suara hasil pemilu serentak juga harus diselesaikan maksimal 12 jam setelah hari pemungutan suara. Rata-rata di setiap TPS petugas harus menuntaskan penghitungan 5 surat suara berbeda yang digunakan untuk memilih capres, caleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
.
“Prinsipnya KPU meminta kepada pemerintah, negara, untuk hadir terkait kondisi penyelenggara pemilu terutama KPPS yang dalam menjalankan tugas mengalami sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Mereka itu pahlawan-pahlawan demokrasi, melayani rakyat secara langsung dan patut untuk mendapat perhatian negara,” kata Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.
.
Selain penyelenggara, Panitia Pengawas Pemilu juga banyak yang menjadi korban karena pemilu. Data terbaru Bawaslu RI, ada 26 anggota Panwaslu yang meninggal dunia.
.
Kemudian, sebanyak 74 orang mengalami kecelakaan. Ada pula 137 orang menjalani rawat jalan, 85 petugas harus menjalani rawat inap, dan 15 anggota Panwaslu mengalami kekerasan saat pemilu 2019.
.
Sumber : www.bisnis.com

Habiskan Rp420 Juta Demi Jadi Caleg, Pria Ini Ingin Jual Ginjalnya untuk Bayar Utang . Kini kita tengah menikmati euforia pemilihan umum atau pemilu 2019, Tak hanya memilih calon presiden dan wakilnya, kita juga memilih wakil rakyat yang akan duduk di DPR. . Banyak calon legislatif (caleg) dari berbagai kalangan yang mengajukan dirinya sebagai wakil rakyat. Namun, tak semua yang mencalonkan diri ini akan bisa maju dan melenggang ke parlemen. . Salah satu hal yang niscaya terjadi dalam pemilu legislatif 2019 adalah adanya calon-calon anggota legislatif yang gagal mendapat suara yang cukup untuknya lolos ke parlemen. . Kondisi ini tak jarang berujung pada kondisi kejiwaan dari “si caleg gagal”, atau kadang juga keruntuhan kondisi ekonomi akibat dana besar yang digunakan untuk kampanye. . Apalagi, jika dana kampanye tersebut berasal dari utang yang jumlahnya sangat besar. . Seperti yang terjadi pda seorang caleg asal Pekalongan berikut ini pada pemilu legislatif 2014 silam. . CS (26), warga Pekalongan, Jawa Tengah, sudah 10 hari berada di Jakarta. Dikejar utang dana kampanye, caleg gagal ini ingin jual ginjal miliknya. . Ia mencalonkan diri sebagai caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan, tetapi gagal mendapatkan suara yang bisa mengantarnya ke kursi DPRD sehingga kabur dari kampungnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, karena dikejar-kejar penagih utang. . Kepergiannya ke Jakarta hanya untuk menjual ginjalnya dan rencananya uang tersebut akan dipakai untuk melunasi sejumlah utangnya sekitar Rp420 juta. . Uang sebesar itu dipergunakan untuk biaya kampanye Pemilihan Caleg 2014 Dapil 4 Kabupaten Pekalongan. . Sumber : www.grid.id

Habiskan Rp420 Juta Demi Jadi Caleg, Pria Ini Ingin Jual Ginjalnya untuk Bayar Utang
.
Kini kita tengah menikmati euforia pemilihan umum atau pemilu 2019, Tak hanya memilih calon presiden dan wakilnya, kita juga memilih wakil rakyat yang akan duduk di DPR.
.
Banyak calon legislatif (caleg) dari berbagai kalangan yang mengajukan dirinya sebagai wakil rakyat. Namun, tak semua yang mencalonkan diri ini akan bisa maju dan melenggang ke parlemen.
.
Salah satu hal yang niscaya terjadi dalam pemilu legislatif 2019 adalah adanya calon-calon anggota legislatif yang gagal mendapat suara yang cukup untuknya lolos ke parlemen.
.
Kondisi ini tak jarang berujung pada kondisi kejiwaan dari “si caleg gagal”, atau kadang juga keruntuhan kondisi ekonomi akibat dana besar yang digunakan untuk kampanye.
.
Apalagi, jika dana kampanye tersebut berasal dari utang yang jumlahnya sangat besar.
.
Seperti yang terjadi pda seorang caleg asal Pekalongan berikut ini pada pemilu legislatif 2014 silam.
.
CS (26), warga Pekalongan, Jawa Tengah, sudah 10 hari berada di Jakarta. Dikejar utang dana kampanye, caleg gagal ini ingin jual ginjal miliknya.
.
Ia mencalonkan diri sebagai caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan, tetapi gagal mendapatkan suara yang bisa mengantarnya ke kursi DPRD sehingga kabur dari kampungnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, karena dikejar-kejar penagih utang.
.
Kepergiannya ke Jakarta hanya untuk menjual ginjalnya dan rencananya uang tersebut akan dipakai untuk melunasi sejumlah utangnya sekitar Rp420 juta.
.
Uang sebesar itu dipergunakan untuk biaya kampanye Pemilihan Caleg 2014 Dapil 4 Kabupaten Pekalongan.
.
Sumber : www.grid.id

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 17.50 WIB . Bagaimana menurut anda . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 17.50 WIB
.
Bagaimana menurut anda
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 15.35 WIB . Bagaimana menurut anda . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hasil Quick count pemilu pilpres 2019 dari berbagai TV nasional Indonesia pada jam 15.35 WIB
.
Bagaimana menurut anda
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amendemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu. . Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu harus dilakukan secara berkala, karena memiliki fungsi sebagai sarana pengawasan bagi rakyat terhadap wakilnya. . Pemilihan umum di Indonesia telah diadakan sebanyak 11 kali yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009 dan 2014

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amendemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu.
.
Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu harus dilakukan secara berkala, karena memiliki fungsi sebagai sarana pengawasan bagi rakyat terhadap wakilnya.
.
Pemilihan umum di Indonesia telah diadakan sebanyak 11 kali yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009 dan 2014

Mesin pencari google turut meriahkan Pemilu Indonesia melalui Doodle . Google kembali mengeluarkan Doodle dengan tema Pemilu 2019. Jika pengguna masuk ke laman utama akan langsung disuguhkan enam tokoh kartun yang sedang antri memasukkan lima surat suara ke dalam kotak suara. . Jika Doodle diklik, Google akan membawa pengguna masuk ke dalam mesin pencarinya dengan kata kunci cara memilih. Dalam laman tersebut, Google memberikan penjelasan seputar Pemilu 2019. . Pemilu 2019 akan melangsungkan pemilihan secara serentak mulai dari calon anggota legislatif (caleg) tingkat kota/kabupaten, provinsi, pusat, perwakilan daerah, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden. . Puluhan ribu caleg itu telah terdaftar dalam 20 partai politik yakni 16 parpol tingkat nasional, dan empat parpol lokal tambahan khusus untuk di Provinsi Aceh. . Seluruh caleg akan bertarung untuk memperebutkan 17.610 kursi anggota DPRD tingkat kabupaten/kota, 2.207 kursi anggota DPRD tingkat provinsi, 575 kursi anggota DPR RI, dan 136 kursi anggota DPD. . Dari mulai bagaimana cara memberikan suara hingga penjelasan perbedaan lima surat suara

Mesin pencari google turut meriahkan Pemilu Indonesia melalui Doodle
.
Google kembali mengeluarkan Doodle dengan tema Pemilu 2019. Jika pengguna masuk ke laman utama akan langsung disuguhkan enam tokoh kartun yang sedang antri memasukkan lima surat suara ke dalam kotak suara.
.
Jika Doodle diklik, Google akan membawa pengguna masuk ke dalam mesin pencarinya dengan kata kunci cara memilih. Dalam laman tersebut, Google memberikan penjelasan seputar Pemilu 2019.
.
Pemilu 2019 akan melangsungkan pemilihan secara serentak mulai dari calon anggota legislatif (caleg) tingkat kota/kabupaten, provinsi, pusat, perwakilan daerah, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden.
.
Puluhan ribu caleg itu telah terdaftar dalam 20 partai politik yakni 16 parpol tingkat nasional, dan empat parpol lokal tambahan khusus untuk di Provinsi Aceh.
.
Seluruh caleg akan bertarung untuk memperebutkan 17.610 kursi anggota DPRD tingkat kabupaten/kota, 2.207 kursi anggota DPRD tingkat provinsi, 575 kursi anggota DPR RI, dan 136 kursi anggota DPD.
.
Dari mulai bagaimana cara memberikan suara hingga penjelasan perbedaan lima surat suara

Ayo kawan – kawan kita ke TPS masig – masjng , jangan sampai terlambat. Karena siara kita menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan. . Stop Golput, Mana jarimu yang ada tinta, yang menarik fotonya akan kami repost di story . . . . . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Ayo kawan – kawan kita ke TPS masig – masjng , jangan sampai terlambat. Karena siara kita menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan.
.
Stop Golput,
Mana jarimu yang ada tinta, yang menarik fotonya akan kami repost di story
.
.
.
.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Pilpres Indonesia Voters Reward @KinleyBistro Tunjukan jari tintamu dan dapatkan DISKON 56% Nasi Ayam Kemangi Kinley dgn harga hanya 17rb – promo berlaku khusus satu hari pada 17 Apr 2019 dan utk makan ditempat – 1 jari 1 promo – harga blm termasuk pajak – no service charge – boleh bayar dgn OVO cash back – Kinley Bistro di Sun Plaza lt.4, Thamrin Plaza Lt.7 dan Vespark jln Hm Yamin – cek IG @KinleyBistro . Informasi promo juga telah di broadcast ke LINE jangan lupa add LINE @KinleyBistro ada kupon promo lainnya

Pilpres Indonesia Voters Reward @KinleyBistro
Tunjukan jari tintamu dan dapatkan DISKON 56% Nasi Ayam Kemangi Kinley dgn harga hanya 17rb
– promo berlaku khusus satu hari pada 17 Apr 2019 dan utk makan ditempat
– 1 jari 1 promo
– harga blm termasuk pajak
– no service charge
– boleh bayar dgn OVO cash back
– Kinley Bistro di Sun Plaza lt.4, Thamrin Plaza Lt.7 dan Vespark jln Hm Yamin
– cek IG @KinleyBistro
.
Informasi promo juga telah di broadcast ke LINE jangan lupa add LINE @KinleyBistro ada kupon promo lainnya

Jangan sampai terlambat ya kawan – kawan, besok mulai pukul 7 pagi kita ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada dilingkungan kita. . Suara kawan – kawan menentukan pemimpin bangsa 5 tahun kedepan. Ingat jangan sampai kamu golput ya. Silahkan mencoblos sesuai pilihan anda. . . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Jangan sampai terlambat ya kawan – kawan, besok mulai pukul 7 pagi kita ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada dilingkungan kita.
.
Suara kawan – kawan menentukan pemimpin bangsa 5 tahun kedepan.
Ingat jangan sampai kamu golput ya.
Silahkan mencoblos sesuai pilihan anda.
.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Masyarakat diimbau untuk tetap datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos pada Rabu (17/4/2019) meski tidak memiliki formulir C6 atau undangan memilih. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Divisi Program Data dan Informasi, Nana Miranti, mengatakan, pemilih tetap bisa mencoblos meski tidak memiliki formulir C6. “Sebenarnya tidak masalah kalau tidak dapat formulir C6. Jadi, jangan sampai tidak mencoblos karena tidak dapat formulir C6,” katanya di Medan, Senin (15/4/2019). Hanya saja, lanjut Nana, ada syaratnya. Apakah itu? Harus membawa identitas diri ketika datang ke TPS. 1. Pemilih yang tidak memiliki formulir C6 tapi sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan, bisa datang sejak pagi dengan membawa KTP elektronik, kartu keluarga, paspor, surat izin mengemudi, dan surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 2. Pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus atau tidak terdaftar dalam DPT, bisa datang ke TPS pada pukul 12.00-13.00 WIB dengan membawa e-KTP. Ketua KPPS di TPS Nomor 59, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Mulianto (55) juga mengatakan hal senada. Anto menyarankan, pemilih cukup menunjukkan e-KTP ketika datang ke TPS untuk memilih tanpa menunjukkan formulir C6 karena menurut dia, data e-KTP sudah valid. Sumber : http://medan.tribunnews.com/2019/04/16/cara-mudah-mencoblos-walau-tak-dapat-formulir-c6-bawa-e-ktp-datang-ke-tps-ini-penjelasan-kpu

Masyarakat diimbau untuk tetap datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos pada Rabu (17/4/2019) meski tidak memiliki formulir C6 atau undangan memilih.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Divisi Program Data dan Informasi, Nana Miranti, mengatakan, pemilih tetap bisa mencoblos meski tidak memiliki formulir C6. “Sebenarnya tidak masalah kalau tidak dapat formulir C6. Jadi, jangan sampai tidak mencoblos karena tidak dapat formulir C6,” katanya di Medan, Senin (15/4/2019). Hanya saja, lanjut Nana, ada syaratnya. Apakah itu?

Harus membawa identitas diri ketika datang ke TPS.

1. Pemilih yang tidak memiliki formulir C6 tapi sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan, bisa datang sejak pagi dengan membawa KTP elektronik, kartu keluarga, paspor, surat izin mengemudi, dan surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

2. Pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus atau tidak terdaftar dalam DPT, bisa datang ke TPS pada pukul 12.00-13.00 WIB dengan membawa e-KTP.

Ketua KPPS di TPS Nomor 59, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Mulianto (55) juga mengatakan hal senada.

Anto menyarankan, pemilih cukup menunjukkan e-KTP ketika datang ke TPS untuk memilih tanpa menunjukkan formulir C6 karena menurut dia, data e-KTP sudah valid.

Sumber :
http://medan.tribunnews.com/2019/04/16/cara-mudah-mencoblos-walau-tak-dapat-formulir-c6-bawa-e-ktp-datang-ke-tps-ini-penjelasan-kpu

Viral 2 Pria Taruhan Tanah untuk Pilpres, Begini Faktanya . Foto dua orang pria bersalaman bertaruh kemenangan paslon pada Pilpres 2019 dengan taruhan tanah viral di media sosial. . Dari foto yang tersebar di media sosial, tampak dua pria bersalaman di lapangan berumput. Ada juga kuitansi bertanggal 15 April yang berisi kesepakatan taruhan pilpres dengan merujuk hasil KPU pusat. Di kuitansi–dalam foto–tertulis juga sebidang tanah 1 hektare di Empagae, Watang Sidenreng, Sidrap, Sulsel, menjadi taruhannya. . Lantas bagaimana faktanya? Hendrik Arhadi, salah satu pria yang berada dalam foto, berbicara tentang foto dirinya bersama pamannya bernama Aziz. . “Itu taruhan bohongan, tanah yang dimaksud itu adalah lapangan sepakbola yang sudah 10 tahun lebih tidak diperhatikan. Mudah-mudahan dengan ini ada yang memperhatikan. Entah itu pemerintah atau siapa,” kata Hendrik saat dihubungi detikcom, Senin (15/4/2019). . Hendrik menegaskan soal perlu difungsikannya lapangan berumput tersebut. Lapangan ini, menurutnya, bisa digunakan untuk kegiatan olahraga. . “Bisa dibilang bentuk protes agar lapangan diperhatikan. Sudah 10 tahun lebih, anak-anak di sini dan remaja-remaja di sini tidak ada kegiatan olahraga,” katanya. . Hendrik mengakui berbeda pilihan dengan Azis dalam Pilpres 2019. Tapi keduanya sama-sama berharap siapa pun yang memenangi pilpres bisa memperhatikan daerah, termasuk untuk sarana olahraga. . “Perhatikan sarana-sarana olahraga yang ada. Karena tiap orang memiliki hobi, kesukaan yang berbeda. Contohnya lapangan sepakbola. Kasihan yang berbakat tapi tidak tersalurkan, setidaknya anak-anak dan remaja di sini memiliki kesibukan yang bermanfaat (olahraga),” ujarnya. (fdn/fdn) . Sumber : detik.com

Viral 2 Pria Taruhan Tanah untuk Pilpres, Begini Faktanya
.
Foto dua orang pria bersalaman bertaruh kemenangan paslon pada Pilpres 2019 dengan taruhan tanah viral di media sosial.
.
Dari foto yang tersebar di media sosial, tampak dua pria bersalaman di lapangan berumput. Ada juga kuitansi bertanggal 15 April yang berisi kesepakatan taruhan pilpres dengan merujuk hasil KPU pusat. Di kuitansi–dalam foto–tertulis juga sebidang tanah 1 hektare di Empagae, Watang Sidenreng, Sidrap, Sulsel, menjadi taruhannya.
.
Lantas bagaimana faktanya? Hendrik Arhadi, salah satu pria yang berada dalam foto, berbicara tentang foto dirinya bersama pamannya bernama Aziz.
.
“Itu taruhan bohongan, tanah yang dimaksud itu adalah lapangan sepakbola yang sudah 10 tahun lebih tidak diperhatikan. Mudah-mudahan dengan ini ada yang memperhatikan. Entah itu pemerintah atau siapa,” kata Hendrik saat dihubungi detikcom, Senin (15/4/2019).
.
Hendrik menegaskan soal perlu difungsikannya lapangan berumput tersebut. Lapangan ini, menurutnya, bisa digunakan untuk kegiatan olahraga.
.
“Bisa dibilang bentuk protes agar lapangan diperhatikan. Sudah 10 tahun lebih, anak-anak di sini dan remaja-remaja di sini tidak ada kegiatan olahraga,” katanya.
.
Hendrik mengakui berbeda pilihan dengan Azis dalam Pilpres 2019. Tapi keduanya sama-sama berharap siapa pun yang memenangi pilpres bisa memperhatikan daerah, termasuk untuk sarana olahraga.
.
“Perhatikan sarana-sarana olahraga yang ada. Karena tiap orang memiliki hobi, kesukaan yang berbeda. Contohnya lapangan sepakbola. Kasihan yang berbakat tapi tidak tersalurkan, setidaknya anak-anak dan remaja di sini memiliki kesibukan yang bermanfaat (olahraga),” ujarnya. (fdn/fdn)
.
Sumber : detik.com