Sebagai manifestasi (wujud) perang terhadap narkoba, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengadakan sayembara. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan, sayembara tersebut dilakukan dengan cara menangkap dan melaporkan siapa saja pengguna ataupun yang terlibat dalam narkoba. . “Tidak hanya bagi polisi, sayembara ini juga berlaku untuk masyarakat yang dapat menginformasikan atau menangkap pelaku narkoba ke Polda Sumut,” ungkapnya kepada wartawan, d Medan, Jumat (24/8/2018). . Hendri menjelaskan, melalui sayembara ini, apabila ada masyarakat atau anggota kepolisian yang bisa memberikan informasi ataupun bisa melakukan penangkapan atau juga menyerahkan kepada petugas maka akan diberikan reward. . Langkah ini, kata Hendri, sebagai bentuk meningkatkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. “Karena kami butuh informasi itu, selain juga narkoba merupakan musuh kita bersama,” tandasnya. . Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengingatkan, masyarakat yang belum terkontaminasi dengan narkoba agar jangan mencoba-coba. Sedangan bagi warga yang sudah terlanjur terkena, disarankannya agar segera menjalani proses rehabilitasi. . Selain itu, Agus juga menegaskan, bila ada warga yang melindungi salah satu anggota keluarganyanya yang terkena narkoba hal itu juga dapat dipidana. Karenanya ia mengimbau, sebelum ditangkap, agar segera melakukan rehabilitasi bila ada anggota keluarganya yang terjerat narkoba. . “Makanya sebelum ditangkap, jika ada anggota keluarga yang sudah kena narkoba segera rehab biar pulih. Kalo tidak dilaporkan, keluarganya juga bisa dijerat pidana. Itu ada undang-undangnya,” tandasnya. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/08/24/48757/polda_sumut_buka_sayembara_pelapor_panangkap_pengguna_narkoba

Sebagai manifestasi (wujud) perang terhadap narkoba, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengadakan sayembara. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan, sayembara tersebut dilakukan dengan cara menangkap dan melaporkan siapa saja pengguna ataupun yang terlibat dalam narkoba.
.
“Tidak hanya bagi polisi, sayembara ini juga berlaku untuk masyarakat yang dapat menginformasikan atau menangkap pelaku narkoba ke Polda Sumut,” ungkapnya kepada wartawan, d Medan, Jumat (24/8/2018).
.
Hendri menjelaskan, melalui sayembara ini, apabila ada masyarakat atau anggota kepolisian yang bisa memberikan informasi ataupun bisa melakukan penangkapan atau juga menyerahkan kepada petugas maka akan diberikan reward.
.
Langkah ini, kata Hendri, sebagai bentuk meningkatkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. “Karena kami butuh informasi itu, selain juga narkoba merupakan musuh kita bersama,” tandasnya.
.
Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengingatkan, masyarakat yang belum terkontaminasi dengan narkoba agar jangan mencoba-coba. Sedangan bagi warga yang sudah terlanjur terkena, disarankannya agar segera menjalani proses rehabilitasi.
.
Selain itu, Agus juga menegaskan, bila ada warga yang melindungi salah satu anggota keluarganyanya yang terkena narkoba hal itu juga dapat dipidana. Karenanya ia mengimbau, sebelum ditangkap, agar segera melakukan rehabilitasi bila ada anggota keluarganya yang terjerat narkoba.
.
“Makanya sebelum ditangkap, jika ada anggota keluarga yang sudah kena narkoba segera rehab biar pulih. Kalo tidak dilaporkan, keluarganya juga bisa dijerat pidana. Itu ada undang-undangnya,” tandasnya.
.
Sumber :
http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/08/24/48757/polda_sumut_buka_sayembara_pelapor_panangkap_pengguna_narkoba

Untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menurunkan 7.759 personel. . Selain itu, Polda Sumut juga akan mendirikan 102 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Sumatera Utara. . “7.759 personel itu terdiri dari 7.159 personel di wilayah Polres dan 600 personel di Polda Sumut,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Kamis (31/5). . “Tak hanya itu, sebanyak 102 pos pengamanan juga akan didirikan. Pos ini sebagian besar berada di Polres-Polres. Selain itu, juga ada pos pelayanan dan pos terpadu,” sambung Kapolda. . Kapolda menjelaskan, pengaman lebaran dilakukan dalam rangka Operasi Ketupat 2018. Operasi tersebut berlangsung selama 18 hari mulai 6 Juni hingga 23 Juni 2018. . “Jadi, dalam operasi tersebut salah satu yang harus diantisipasi adalah masalah terorisme. Karena itu, peran dari tiga pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibnas dan kepala desa sangat strategis. Kepada Kapolres agar selalu sinergi dengan tiga pilar ini,” jelasnya. . Kapolda menambahkan, selain polisi, operasi ini juga melibatkan unsur lain seperti TNI dan pihak-pihak yang biasa terlibat. . “Ada tambahan sebesar 2.088 personel dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran, dan pramuka,” tukasnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/polda-sumut-dirikan-102-pos-pengamanan-selama-operasi-ketupat-2018/564258/2018/05/31

Untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menurunkan 7.759 personel.
.
Selain itu, Polda Sumut juga akan mendirikan 102 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Sumatera Utara.
.
“7.759 personel itu terdiri dari 7.159 personel di wilayah Polres dan 600 personel di Polda Sumut,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Kamis (31/5).
.
“Tak hanya itu, sebanyak 102 pos pengamanan juga akan didirikan. Pos ini sebagian besar berada di Polres-Polres. Selain itu, juga ada pos pelayanan dan pos terpadu,” sambung Kapolda.
.
Kapolda menjelaskan, pengaman lebaran dilakukan dalam rangka Operasi Ketupat 2018. Operasi tersebut berlangsung selama 18 hari mulai 6 Juni hingga 23 Juni 2018.
.
“Jadi, dalam operasi tersebut salah satu yang harus diantisipasi adalah masalah terorisme. Karena itu, peran dari tiga pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibnas dan kepala desa sangat strategis. Kepada Kapolres agar selalu sinergi dengan tiga pilar ini,” jelasnya.
.
Kapolda menambahkan, selain polisi, operasi ini juga melibatkan unsur lain seperti TNI dan pihak-pihak yang biasa terlibat.
.
“Ada tambahan sebesar 2.088 personel dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran, dan pramuka,” tukasnya.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/polda-sumut-dirikan-102-pos-pengamanan-selama-operasi-ketupat-2018/564258/2018/05/31