Acer Day 2019 Kembali Menggebrak Medan, saatnya Miliki Laptop Idaman serta Menangkan Trip ke Korea dan 2220 Hadiah Sensasional Lainnya . Dalam rangka anniversary Acer di Indonesia kedua puluh tahun, Acer memberikan apresiasi penuh kepada pelanggannya melalui berbagai penawaran spektakuler yang dihadirkan melalui campaign Acer Day yang dan di Indonesia. Acer Day hadir kembali tahun ini dengan sensasi penawaran terbaik disertai dengan Acer Point Reward untuk setiap pembelian laptop Acer, dimana pelanggan berkesempatan memiliki laptop gaming idaman Predator Helios 500 dengan cashback hingga dua juta rupiah, sekaligus berkesempatan memenangkan 2222 hadiah seru mulai dari 2 paket wisata ke Korea, 20 laptop tipis Swift 3 Acer Day Edition, 200 Predator headset, dan 2000 Nitro backpack. Periode promo Acer Day 2019 berlangsung mulai tanggal 18 Juli hingga 30 September 2019. . Pada Acer Day tahun ini, pelanggan dapat menikmati berbagai penawaran istimewa, salah satunya adalah untuk pembelian laptop terbaru Acer. Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day yakni di 18 Juli hingga 30 September 2019 dan melakukan registrasi melalui website Acer Day di www.acerid/acer-day, pelanggan telah memenuhi syarat untuk berkesempatan mengikuti program pengumpulan poin reward berhadiah dan memenangkan 2222 hadiah menarik. . Penawaran terbaik ini diberikan kepada pelanggan berupa cashback hingga dua juta rupiah, hadiah langsung dari beberapa produk dengan value senilai Rp3,6 juta, Office 365 dan garansi resmi tiga tahun. Pelanggan bisa memilih perangkat Acer yang paling sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari laptop tipis, perangkat gaming, desktop PC, monitor, proyektor hingga gaming gears. Setiap pembelian produk Acer tipe apapun, akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan kesempatan memenangkan ribuan hadiah dari Acer Day

Acer Day 2019 Kembali Menggebrak Medan, saatnya Miliki Laptop Idaman serta Menangkan Trip ke Korea dan 2220 Hadiah Sensasional Lainnya
.
Dalam rangka anniversary Acer di Indonesia kedua puluh tahun, Acer memberikan apresiasi penuh kepada pelanggannya melalui berbagai penawaran spektakuler yang dihadirkan melalui campaign Acer Day yang dan di Indonesia. Acer Day hadir kembali tahun ini dengan sensasi penawaran terbaik disertai dengan Acer Point Reward untuk setiap pembelian laptop Acer, dimana pelanggan berkesempatan memiliki laptop gaming idaman Predator Helios 500 dengan cashback hingga dua juta rupiah, sekaligus berkesempatan memenangkan 2222 hadiah seru mulai dari 2 paket wisata ke Korea, 20 laptop tipis Swift 3 Acer Day Edition, 200 Predator headset, dan 2000 Nitro backpack. Periode promo Acer
Day 2019 berlangsung mulai tanggal 18 Juli hingga 30 September 2019. .
Pada Acer Day tahun ini, pelanggan dapat menikmati berbagai penawaran istimewa, salah satunya adalah untuk pembelian laptop terbaru Acer. Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day yakni di 18 Juli hingga 30 September 2019 dan melakukan registrasi melalui website Acer Day di www.acerid/acer-day, pelanggan telah memenuhi syarat untuk berkesempatan mengikuti program pengumpulan poin reward berhadiah dan memenangkan 2222 hadiah menarik. .
Penawaran terbaik ini diberikan kepada pelanggan berupa cashback hingga dua juta rupiah, hadiah langsung dari beberapa produk dengan value senilai Rp3,6 juta, Office 365 dan garansi resmi tiga tahun. Pelanggan bisa memilih perangkat Acer yang paling sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari laptop tipis, perangkat gaming, desktop PC, monitor, proyektor hingga gaming gears. Setiap pembelian produk Acer tipe apapun, akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan kesempatan memenangkan ribuan hadiah dari Acer Day

Produk perikanan dari Sumatera Utara semakin diminati pasar global khususnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Yunani, Malaysia dan Uni Eropa. “Dalam pekan ini dari Pelabuhan Belawan ada ekspor produk hasil perikanan sebanyak 11 kontainer,” ujar Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Medan II, Edi Santoso di Medan, Sabtu. Produk perikanan yang diekspor itu, katanya terdiri dari ikan nila beku, gurita beku, cumi beku, lobster air tawar. Kemudian udang beku, daging kepiting, daging kepah, kakap segar, kerapu segar, bawal, cakalang dan ikan tenggiri. Dia mengakui, ekspor 11 kontainer itu dilepas atau dilakukan bersamaan dari beberapa pelabuhan lainnya yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti, Jumat (19/7). Selain dari Belawan, ekspor dengan total ratusan kontainer itu berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar. Lima pelabuhan itu merupakan pelabuhan dan kegiatan ekspor terbesar di Indonesia. Pelepasan ekspor itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti KIPM Tahun 2019 “Ekspor produk hasil perikanan dan satu kapal pengangkut ikan dengan nilai 1,1 juta dolar AS atau setara Rp15,5 miliar itu menunjukkan minat beli pasar dunia yang tinggi,” katanya. Dia menegaskan, kegiatan ekspor raya produk perikanan itu diharapkan dapat menunjukkan potensi perikanan Indonesia yang kaya akan hasil laut dan menjadi pilar utama dalam mendukung perekonomian Indonesia, khususnya Sumut. Stasiun KIPM Medan II sendiri, ujar Edi terus melakukan edukasi, sosialisasi dan pengawasan ketat agar ekspor produk perikanan itu sesuai atau memenuhi standar internasional. Sumber : https://sumut.antaranews.com/berita/231836/produk-perikanan-sumut-diminati-pasar-dunia

Produk perikanan dari Sumatera Utara semakin diminati pasar global khususnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Yunani, Malaysia dan Uni Eropa. “Dalam pekan ini dari Pelabuhan Belawan ada ekspor produk hasil perikanan sebanyak 11 kontainer,” ujar Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Medan II, Edi Santoso di Medan, Sabtu.

Produk perikanan yang diekspor itu, katanya terdiri dari ikan nila beku, gurita beku, cumi beku, lobster air tawar. Kemudian udang beku, daging kepiting, daging kepah, kakap segar, kerapu segar, bawal, cakalang dan ikan tenggiri.

Dia mengakui, ekspor 11 kontainer itu dilepas atau dilakukan bersamaan dari beberapa pelabuhan lainnya yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti, Jumat (19/7).
Selain dari Belawan, ekspor dengan total ratusan kontainer itu berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar.
Lima pelabuhan itu merupakan pelabuhan dan kegiatan ekspor terbesar di Indonesia. Pelepasan ekspor itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti KIPM Tahun 2019
“Ekspor produk hasil perikanan dan satu kapal pengangkut ikan dengan nilai 1,1 juta dolar AS atau setara Rp15,5 miliar itu menunjukkan minat beli pasar dunia yang tinggi,” katanya.
Dia menegaskan, kegiatan ekspor raya produk perikanan itu diharapkan dapat menunjukkan potensi perikanan Indonesia yang kaya akan hasil laut dan menjadi pilar utama dalam mendukung perekonomian Indonesia, khususnya Sumut.
Stasiun KIPM Medan II sendiri, ujar Edi terus melakukan edukasi, sosialisasi dan pengawasan ketat agar ekspor produk perikanan itu sesuai atau memenuhi standar internasional.

Sumber : https://sumut.antaranews.com/berita/231836/produk-perikanan-sumut-diminati-pasar-dunia

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan ribuan produk makanan dan minuman ilegal yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Ribuan produk makanan dan minuman tersebut diamankan dari lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jumat (22/3). Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya produk makanan dan minuman ilegal dari luar negeri dan sudah beredar di Kota Medan. “Setelah adanya informasi tersebut, petugas BBPOM yang di-back-up oleh Polda Sumut melakukan sidak bersama. Setelah kita mengetahui titik lokasi barang-barang tersebut disimpan, tim langsung mendatangi lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus,” kata Yulius. Lebih jauh Yulius menjelaskan, produk makanan dan minuman ilegal tersebut terdiri dari susu bubuk, tepung, minuman botol dan makanan kemasan. “Dari lima gudang yang kita periksa, produk yang lebih mendominasi adalah susu dari Malaysia, saus dan tepung-tepung yang berasal dari Thailand. Petugas mengamankan barang-barang itu menggunakan dua unit mobil L300 dan satu colt diesel,” jelasnya Menurutnya hasil temuan ribuan produk ilegal tersebut akan terus dikembangkan untuk mengetahui sumber yang memasoknya ke Indonesia. “Beberapa barang ilegal dan pelakunya akan kami kembangkan dan petugas akan investigasi untuk melakukan tindakan sesuai aturan,” ungkapnya. “Razia ini kita gelar untuk menjamin perlindungan kepada konsumen supaya produk yang mereka pakai terjamin keamanan dan manfaatnya. Artinya, produk tersebut telah dievaluasi memenuhi syarat untuk dijual. Kita juga memberikan usaha yang fair atau adil, pelaku usaha dan produk ilegal tidak boleh bertarung dengan pelaku usaha dengan produk legal,” tegas Yulius. “Akibat peredaran produk ilegal itu negara dirugikan ratusan juta, bahkan hampir Rp 1 miliar,” tukasnya. Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bbpom-medan-sita-ribuan-produk-makanan-dan-minuman-ilegal/711724/2019/03/22

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan ribuan produk makanan dan minuman ilegal yang berasal dari Malaysia dan Thailand.
Ribuan produk makanan dan minuman tersebut diamankan dari lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jumat (22/3). Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya produk makanan dan minuman ilegal dari luar negeri dan sudah beredar di Kota Medan. “Setelah adanya informasi tersebut, petugas BBPOM yang di-back-up oleh Polda Sumut melakukan sidak bersama. Setelah kita mengetahui titik lokasi barang-barang tersebut disimpan, tim langsung mendatangi lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus,” kata Yulius.
Lebih jauh Yulius menjelaskan, produk makanan dan minuman ilegal tersebut terdiri dari susu bubuk, tepung, minuman botol dan makanan kemasan. “Dari lima gudang yang kita periksa, produk yang lebih mendominasi adalah susu dari Malaysia, saus dan tepung-tepung yang berasal dari Thailand. Petugas mengamankan barang-barang itu menggunakan dua unit mobil L300 dan satu colt diesel,” jelasnya

Menurutnya hasil temuan ribuan produk ilegal tersebut akan terus dikembangkan untuk mengetahui sumber yang memasoknya ke Indonesia.
“Beberapa barang ilegal dan pelakunya akan kami kembangkan dan petugas akan investigasi untuk melakukan tindakan sesuai aturan,” ungkapnya. “Razia ini kita gelar untuk menjamin perlindungan kepada konsumen supaya produk yang mereka pakai terjamin keamanan dan manfaatnya. Artinya, produk tersebut telah dievaluasi memenuhi syarat untuk dijual. Kita juga memberikan usaha yang fair atau adil, pelaku usaha dan produk ilegal tidak boleh bertarung dengan pelaku usaha dengan produk legal,” tegas Yulius.
“Akibat peredaran produk ilegal itu negara dirugikan ratusan juta, bahkan hampir Rp 1 miliar,” tukasnya.

Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bbpom-medan-sita-ribuan-produk-makanan-dan-minuman-ilegal/711724/2019/03/22

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan ribuan produk makanan dan minuman ilegal yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Ribuan produk makanan dan minuman tersebut diamankan dari lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jumat (22/3). . Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya produk makanan dan minuman ilegal dari luar negeri dan sudah beredar di Kota Medan. “Setelah adanya informasi tersebut, petugas BBPOM yang di-back-up oleh Polda Sumut melakukan sidak bersama. Setelah kita mengetahui titik lokasi barang-barang tersebut disimpan, tim langsung mendatangi lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus,” kata Yulius. . Lebih jauh Yulius menjelaskan, produk makanan dan minuman ilegal tersebut terdiri dari susu bubuk, tepung, minuman botol dan makanan kemasan. “Dari lima gudang yang kita periksa, produk yang lebih mendominasi adalah susu dari Malaysia, saus dan tepung-tepung yang berasal dari Thailand. . Petugas mengamankan barang-barang itu menggunakan dua unit mobil L300 dan satu colt diesel,” jelasnya Menurutnya hasil temuan ribuan produk ilegal tersebut akan terus dikembangkan untuk mengetahui sumber yang memasoknya ke Indonesia. . “Beberapa barang ilegal dan pelakunya akan kami kembangkan dan petugas akan investigasi untuk melakukan tindakan sesuai aturan,” ungkapnya. “Razia ini kita gelar untuk menjamin perlindungan kepada konsumen supaya produk yang mereka pakai terjamin keamanan dan manfaatnya. Artinya, produk tersebut telah dievaluasi memenuhi syarat untuk dijual. Kita juga memberikan usaha yang fair atau adil, pelaku usaha dan produk ilegal tidak boleh bertarung dengan pelaku usaha dengan produk legal,” tegas Yulius. “Akibat peredaran produk ilegal itu negara dirugikan ratusan juta, bahkan hampir Rp 1 miliar,” tukasnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bbpom-medan-sita-ribuan-produk-makanan-dan-minuman-ilegal/711724/2019/03/22

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan ribuan produk makanan dan minuman ilegal yang berasal dari Malaysia dan Thailand.
Ribuan produk makanan dan minuman tersebut diamankan dari lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jumat (22/3).
.
Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya produk makanan dan minuman ilegal dari luar negeri dan sudah beredar di Kota Medan.
“Setelah adanya informasi tersebut, petugas BBPOM yang di-back-up oleh Polda Sumut melakukan sidak bersama. Setelah kita mengetahui titik lokasi barang-barang tersebut disimpan, tim langsung mendatangi lima gudang yang berada di Jalan Muara Takus,” kata Yulius.
.
Lebih jauh Yulius menjelaskan, produk makanan dan minuman ilegal tersebut terdiri dari susu bubuk, tepung, minuman botol dan makanan kemasan.
“Dari lima gudang yang kita periksa, produk yang lebih mendominasi adalah susu dari Malaysia, saus dan tepung-tepung yang berasal dari Thailand.
.
Petugas mengamankan barang-barang itu menggunakan dua unit mobil L300 dan satu colt diesel,” jelasnya
Menurutnya hasil temuan ribuan produk ilegal tersebut akan terus dikembangkan untuk mengetahui sumber yang memasoknya ke Indonesia.
.
“Beberapa barang ilegal dan pelakunya akan kami kembangkan dan petugas akan investigasi untuk melakukan tindakan sesuai aturan,” ungkapnya.
“Razia ini kita gelar untuk menjamin perlindungan kepada konsumen supaya produk yang mereka pakai terjamin keamanan dan manfaatnya. Artinya, produk tersebut telah dievaluasi memenuhi syarat untuk dijual. Kita juga memberikan usaha yang fair atau adil, pelaku usaha dan produk ilegal tidak boleh bertarung dengan pelaku usaha dengan produk legal,” tegas Yulius.
“Akibat peredaran produk ilegal itu negara dirugikan ratusan juta, bahkan hampir Rp 1 miliar,” tukasnya.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bbpom-medan-sita-ribuan-produk-makanan-dan-minuman-ilegal/711724/2019/03/22