Seorang oknum polisi Ajun Komisaris BY dimutasi setelah melakukan aksi penendangan serta pemukulan terhadap dua orang ibu dan seorang anak. AKBP BY dipecat dari jabatannya, Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung. . Aksi BY tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu BY terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh. . Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan BY dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. . Menurutnya, Kapolri marah karena aksi Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri . “Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7). . Ia pun menegaskan aksi Y tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. . Y kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono. . Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Y terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian. . Menurutnya, Yusuf menduga dua ibu dan seorang anak tersebut telah melakukan pencurian bersama empat orang lainnya di dalam tokonya. . Kekesalan Yusuf diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya. . “AKBP Y terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” tuturnya. . Sumber : https://m.cnnindonesia.com

Seorang oknum polisi Ajun Komisaris BY dimutasi setelah melakukan aksi penendangan serta pemukulan terhadap dua orang ibu dan seorang anak. AKBP BY dipecat dari jabatannya, Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung.
.
Aksi BY tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu BY terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh.
.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan BY dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
.
Menurutnya, Kapolri marah karena aksi Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri
.
“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7).
.
Ia pun menegaskan aksi Y tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.
.
Y kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.
.
Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Y terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian.
.
Menurutnya, Yusuf menduga dua ibu dan seorang anak tersebut telah melakukan pencurian bersama empat orang lainnya di dalam tokonya.
.
Kekesalan Yusuf diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.
.
“AKBP Y terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” tuturnya.
.
Sumber : https://m.cnnindonesia.com

Hadirlah Tabliq Akbar Polrestabes Medan Dalam Rangka Halal biHalal Idul Fitri 1439 H Syukuran Bayangkhara Ke – 72 Demi memelihara persatuan dan kesatuan. . Malam ini, 11/07/2018 Di Gedung MICC Ringroad Jalan Gagak Hitam no 1 Pukul 20.00 wib Bersama Ustadz Wijayanto . Jangan sampai lupa ya, Mari kita ramaikan Tabliq Akbar ini

Hadirlah Tabliq Akbar Polrestabes Medan
Dalam Rangka
Halal biHalal Idul Fitri 1439 H
Syukuran Bayangkhara Ke – 72
Demi memelihara persatuan dan kesatuan.
.
Malam ini, 11/07/2018
Di Gedung MICC Ringroad
Jalan Gagak Hitam no 1
Pukul 20.00 wib
Bersama Ustadz Wijayanto
.
Jangan sampai lupa ya,
Mari kita ramaikan Tabliq Akbar ini

PolsekMedanBaru | Hanya dalam waktu 2 (hari), Tim Khusus (Timsus) Unit Reskrim Polsek Medan Baru mengamankan 2 (dua) pelaku pengeroyokan yang sempat menjadi viral di Media Sosial (Medsos) di Jalan Nibung Raya Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Rabu 13 Juni 2018. . Kedua pelaku yang diketahui pasangan suami istri (Pasutri) bernama Habibulloh S. Hrp (45) dan Anita Triana, S. Pd (44) merupakan warga Jalan SM. Raja IX No. 20 Lingkungan I Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara. Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK mengatakan diamankannya kedua pelaku bermula dari laporan korbanAmister Sirait (54) warga Jalan Setia Budi Psr 2 Komple yang menyebutkan bahwa pada hari Minggu 10 Juni 2018, sekitar pukul 15.42 wib, dirinya dikeroyok oleh pelaku di Jalan Nibung Raya, Kec.Medan Petisah. . Mendapat laporan tersebut, Tim Khusus (Timsus) Unit Reskrim Polsek Medan Baru yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu M.Said Husein SIK bersama Panit 2 Reskrim Ipda Imanuel Ginting SH, MH melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku dari kediaman rumahnya di Jalan SM. Raja IX Lingkungan I Kel. Nangka Kec. Binjai Utara pada hari Rabu, 13 Juni 2018, pukul 00.30 wib. “Aksi pengeroyokan ini terjadi akibat pelaku tidak bersabar menjalankan mobilnya dikarenakan terjadinya kemacetan di Jalan Nibung Raya, Kec.Medan Petisah. Disitu pelaku turun dari mobil dan memukul bagian belakang mobil milik korban,” kata Kompol Martuasah H.Tobing SIK. . Korban yang tidak terima mobilnya dipukul oleh pelaku, membuat korban turun dari mobil untuk mempertanyakan kenapa mobilnya dipukul yang tiba-tiba pelaku Habibulloh langsung memukul korban dengan menggunakan tangan. “Untuk pelaku Anita Triana, kita amankan karena ikut memukul anak korban pada saat anak korban melerai aksi keributan tersebut,” jelas Kompol Martuasah. . Atas peristiwa ini, Kapolsek Medan Baru menghimbau kepada pengguna kendaraan untuk lebih bersabar bila ada kemacetan. Karena keselamatan jiwa dan keselamatan berlalu lintas lebih penting dari segalanya. (Humas MB). . Sumber : @polsekmedan.baru

PolsekMedanBaru | Hanya dalam waktu 2 (hari), Tim Khusus (Timsus) Unit Reskrim Polsek Medan Baru mengamankan 2 (dua) pelaku pengeroyokan yang sempat menjadi viral di Media Sosial (Medsos) di Jalan Nibung Raya Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Rabu 13 Juni 2018.
.
Kedua pelaku yang diketahui pasangan suami istri (Pasutri) bernama Habibulloh S. Hrp (45) dan Anita Triana, S. Pd (44) merupakan warga Jalan SM. Raja IX No. 20 Lingkungan I Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK mengatakan diamankannya kedua pelaku bermula dari laporan korbanAmister Sirait (54) warga Jalan Setia Budi Psr 2 Komple yang menyebutkan bahwa pada hari Minggu 10 Juni 2018, sekitar pukul 15.42 wib, dirinya dikeroyok oleh pelaku di Jalan Nibung Raya, Kec.Medan Petisah.
.
Mendapat laporan tersebut, Tim Khusus (Timsus) Unit Reskrim Polsek Medan Baru yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu M.Said Husein SIK bersama Panit 2 Reskrim Ipda Imanuel Ginting SH, MH melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku dari kediaman rumahnya di Jalan SM. Raja IX Lingkungan I Kel. Nangka Kec. Binjai Utara pada hari Rabu, 13 Juni 2018, pukul 00.30 wib. “Aksi pengeroyokan ini terjadi akibat pelaku tidak bersabar menjalankan mobilnya dikarenakan terjadinya kemacetan di Jalan Nibung Raya, Kec.Medan Petisah. Disitu pelaku turun dari mobil dan memukul bagian belakang mobil milik korban,” kata Kompol Martuasah H.Tobing SIK.
.
Korban yang tidak terima mobilnya dipukul oleh pelaku, membuat korban turun dari mobil untuk mempertanyakan kenapa mobilnya dipukul yang tiba-tiba pelaku Habibulloh langsung memukul korban dengan menggunakan tangan. “Untuk pelaku Anita Triana, kita amankan karena ikut memukul anak korban pada saat anak korban melerai aksi keributan tersebut,” jelas Kompol Martuasah.
.
Atas peristiwa ini, Kapolsek Medan Baru menghimbau kepada pengguna kendaraan untuk lebih bersabar bila ada kemacetan. Karena keselamatan jiwa dan keselamatan berlalu lintas lebih penting dari segalanya. (Humas MB).
.
Sumber : @polsekmedan.baru

Hingga Mei 2018 Polda Sumut Tangani 18 Kasus Ujaran Kebencian, Paling Heboh Dosen Himma . Sejak Januari hingga Mei 2018, Polda Sumatera Utara telah menangani 18 kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui media sosial. . Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan sebanyak dua kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua di kejaksaan. Sedangkan 4 kasus masih pada pelimpahan tahap pertama. . “Sisanya 12 kasus masih dalam tahap penyidikan. Sehingga total dari Januari ada 18 kasus yang ditangani Polda Sumut,” kata Tatan, Jumat (1/6/2018). . Tatan menjelaskan polisi tetap memprioritaskan proses kasus ujaran kebencian ini sampai ke Pengadilan. Pasalnya lanjut Tatan kasus seperti ini sangat merugikan orang banyak. Bahkan bisa menganggu pelaksanaan Pemilu. Karena ujaran kebencian ditujukan pada person, namun dampaknya bisa jadi sampai isu SARA. . “Kita tidak mau Pilkada atau negara kita terganggu dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Tatan. . Teranyar kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Sumut melibatkan oknum dosen di Universitas Sumatera Utara berinisial Himma Dewiyana Lubis (46). Dia sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memuat dua postingan di akun facebook miliknya yang berisi ujaran kebencian. . Pada salah satu postingannya pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu (13/5) di Surabaya, Himma memosting sebuah tulisan ‘skenario pengalihan yang sempurna’. . “Penyidik menduga postingan ini berkaitan dengan rangkaian peristiwa bom tersebut. Sehingga sangat berpotensi memicu kebencian diantara sesama,” pungkas Tatan. . Sumber :http://medan.tribunnews.com/2018/06/01/hingga-mei-2018polda-sumut-tangani-18-kasus-ujaran-kebencian-paling-heboh-dosen-himma

Hingga Mei 2018 Polda Sumut Tangani 18 Kasus Ujaran Kebencian, Paling Heboh Dosen Himma
.
Sejak Januari hingga Mei 2018, Polda Sumatera Utara telah menangani 18 kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui media sosial.
.
Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan sebanyak dua kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua di kejaksaan. Sedangkan 4 kasus masih pada pelimpahan tahap pertama.
.
“Sisanya 12 kasus masih dalam tahap penyidikan. Sehingga total dari Januari ada 18 kasus yang ditangani Polda Sumut,” kata Tatan, Jumat (1/6/2018).
.
Tatan menjelaskan polisi tetap memprioritaskan proses kasus ujaran kebencian ini sampai ke Pengadilan. Pasalnya lanjut Tatan kasus seperti ini sangat merugikan orang banyak. Bahkan bisa menganggu pelaksanaan Pemilu. Karena ujaran kebencian ditujukan pada person, namun dampaknya bisa jadi sampai isu SARA.
.
“Kita tidak mau Pilkada atau negara kita terganggu dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Tatan.
.
Teranyar kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Sumut melibatkan oknum dosen di Universitas Sumatera Utara berinisial Himma Dewiyana Lubis (46). Dia sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memuat dua postingan di akun facebook miliknya yang berisi ujaran kebencian.
.
Pada salah satu postingannya pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu (13/5) di Surabaya, Himma memosting sebuah tulisan ‘skenario pengalihan yang sempurna’.
.
“Penyidik menduga postingan ini berkaitan dengan rangkaian peristiwa bom tersebut. Sehingga sangat berpotensi memicu kebencian diantara sesama,” pungkas Tatan.
.
Sumber :http://medan.tribunnews.com/2018/06/01/hingga-mei-2018polda-sumut-tangani-18-kasus-ujaran-kebencian-paling-heboh-dosen-himma

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Ahmad Rafiki (AR), dua pemuda yang melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/5/2018) lalu. . Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan. . “Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan,” kata Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018). . Ia menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan. . Dengan penghargaan tersebut, kata Indarto, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota. Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. . “Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” katanya. . Irfan dan Rafiki menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu malam lalu. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakan ceurit sambil meminta telepon genggam milik Irfant dan Rafiki. . Namun, keduanya melawan begal dan terjadi perkelahian. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. . Setelah itu, Irfan dan Rafiki melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota. . Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/31/09401191/dua-pemuda-yang-melawan-begal-di-bekasi-dapat-penghargaan-dari-polisi

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Ahmad Rafiki (AR), dua pemuda yang melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/5/2018) lalu.
.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan.
.
“Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan,” kata Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018).
.
Ia menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan.
.
Dengan penghargaan tersebut, kata Indarto, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota. Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota.
.
“Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” katanya.
.
Irfan dan Rafiki menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu malam lalu. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakan ceurit sambil meminta telepon genggam milik Irfant dan Rafiki.
.
Namun, keduanya melawan begal dan terjadi perkelahian. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
.
Setelah itu, Irfan dan Rafiki melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota.
.
Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/31/09401191/dua-pemuda-yang-melawan-begal-di-bekasi-dapat-penghargaan-dari-polisi

Mari kita sukseskan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, sebagai tuan rumah Asian games, Indonesia memiliki kesempatan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan yang kita miliki, agar lebih dikenal dunia. . . . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Mari kita sukseskan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, sebagai tuan rumah Asian games, Indonesia memiliki kesempatan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan yang kita miliki, agar lebih dikenal dunia.
.
.
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

“ANUGERAH JURNALISTIK POLRI 2018” . LOMBA FOTO . AYO KIRIMKAN KARYA FOTO TERBAIK SOBAT HUMAS SEKALIAN DALAM ANUGERAH JURNALISTIK POLRI 2018, DENGAN TEMA : BERSAMA MENJAGA NEGERI. TOTAL HADIAHNYA MENCAPAI 18 JUTA RUPIAH LHO.. KIRIMKAN KARYA TERBAIK SOBAT HUMAS PALING LAMBAT TANGGAL 27 JUNI 2018 YAA.. . Untuk Info Lebih Lanjut, Kunjungi Website : https://humas.polri.go.id/jurnalistik2018 Atau Bisa Juga Melalui Contact Person : 1. RACHMA : 08128100655 2. AKP HASBY : 081279700333 3. AKP RENDY : 081338269999 4. IPDA NATALIE : 081228170822

“ANUGERAH JURNALISTIK POLRI 2018”
.
LOMBA FOTO
.
AYO KIRIMKAN KARYA FOTO TERBAIK SOBAT HUMAS SEKALIAN DALAM ANUGERAH JURNALISTIK POLRI 2018, DENGAN TEMA : BERSAMA MENJAGA NEGERI.
TOTAL HADIAHNYA MENCAPAI 18 JUTA RUPIAH LHO..
KIRIMKAN KARYA TERBAIK SOBAT HUMAS PALING LAMBAT TANGGAL 27 JUNI 2018 YAA..
.
Untuk Info Lebih Lanjut, Kunjungi Website : https://humas.polri.go.id/jurnalistik2018
Atau Bisa Juga Melalui Contact Person :
1. RACHMA : 08128100655
2. AKP HASBY : 081279700333
3. AKP RENDY : 081338269999
4. IPDA NATALIE : 081228170822

Tetap waspada dengan berita Hoax. Saring sebelum sharing. Silahkan informasikan kami mengenai berita yang meragukan. . . . @poldasumaterautara @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Tetap waspada dengan berita Hoax.
Saring sebelum sharing.
Silahkan informasikan kami mengenai berita yang meragukan.
.
.
.
@poldasumaterautara
@divisihumaspolri
@multimedia.humaspolri
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

From : @poldasumaterautara . Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja membenarkan video viral selisih paham antara petugas sekuriti dengan beberapa pers Polri dari Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dari Mabes Polri yang sedang menjalankan tugas pemetaan dengan sasaran bandar narkoba, Jumat (27/4/2018). . Saat itu, IPDA W sekira pukul 15.30 wib bersama tim sedang melakukan pemindahan perlengkapan operasi dari satu mobil ke mobil yang lainnya. Alat tersebut yang akan digunakan untuk menjalankan operasi silent terhadap tindak kejahatan peredaran Narkoba. Namun, tim yang sedang menjalankan tugas negara di jalan Kaswari depan Door smeer Sabena ditegur oleh petugas sekuriti yang diketahui bernama FR, dengan mengatakan “Hey Jangan Parkir Disini”. . Karena sedang menjalankan tugas negara dengan menggunakan alat DF (Direktion Finder), petugas tersebut menjawab sebentar bang, kami sedang memindahkan peralatan. “Mereka kan sedang mengejar TO bandar Narkoba dengan menggunakan alat tersebut, namanya tugas negara kan kerjanya harus rapi, target jangan sampai kabur,” kata Tatan. . Namun ternyata, petugas sekuriti yang tidak mengetahui petugas Mabes sedang menjalankan tugas, kembali menegur tim Mabes dengan nada tinggi dengan mengatakan “Sudah Jalan Sana” dan dijawab petugas dengan jawaban “Ya, sebentar lagi ya, bang” dan akhirnya terjadi ketegangan akibat mis komunikasi tersebut. . Lanjut Tatan, Petugas sekuriti secara tiba-tiba berlari masuk kedalam posko penjagaan dengan mengambil kelewang dan mengarahkan kepada petugas Mabes. Demi menjaga keselamatan, petugas pun mencoba menguasai situasi dengan mengeluarkan senjata api dan berusaha mengamankan sekuriti tersebut, situasi dapat dikendalikan dan petugas security menyerahkan kelewang yang dipegangnya. . Namun seketika itu juga diluar dugaan petugas dari Mabes Polri, security tersebut teriak-teriak yg tujuannya mengundang masyarakat hadir ketempat tsb, sehingga situasi menjadi ramai, dimana banyak masyarakat yang berkumpul menyaksikan kejadian tersebut. . Sumber : @poldasumaterautara [Bersambung dikomentar]

From : @poldasumaterautara
.
Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja membenarkan video viral selisih paham antara petugas sekuriti dengan beberapa pers Polri dari Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dari Mabes Polri yang sedang menjalankan tugas pemetaan dengan sasaran bandar narkoba, Jumat (27/4/2018).
.
Saat itu, IPDA W sekira pukul 15.30 wib bersama tim sedang melakukan pemindahan perlengkapan operasi dari satu mobil ke mobil yang lainnya. Alat tersebut yang akan digunakan untuk menjalankan operasi silent terhadap tindak kejahatan peredaran Narkoba. Namun, tim yang sedang menjalankan tugas negara di jalan Kaswari depan Door smeer Sabena ditegur oleh petugas sekuriti yang diketahui bernama FR, dengan mengatakan “Hey Jangan Parkir Disini”.
.
Karena sedang menjalankan tugas negara dengan menggunakan alat DF (Direktion Finder), petugas tersebut menjawab sebentar bang, kami sedang memindahkan peralatan. “Mereka kan sedang mengejar TO bandar Narkoba dengan menggunakan alat tersebut, namanya tugas negara kan kerjanya harus rapi, target jangan sampai kabur,” kata Tatan.
.
Namun ternyata, petugas sekuriti yang tidak mengetahui petugas Mabes sedang menjalankan tugas, kembali menegur tim Mabes dengan nada tinggi dengan mengatakan “Sudah Jalan Sana” dan dijawab petugas dengan jawaban “Ya, sebentar lagi ya, bang” dan akhirnya terjadi ketegangan akibat mis komunikasi tersebut.
.
Lanjut Tatan, Petugas sekuriti secara tiba-tiba berlari masuk kedalam posko penjagaan dengan mengambil kelewang dan mengarahkan kepada petugas Mabes.
Demi menjaga keselamatan, petugas pun mencoba menguasai situasi dengan mengeluarkan senjata api dan berusaha mengamankan sekuriti tersebut, situasi dapat dikendalikan dan petugas security menyerahkan kelewang yang dipegangnya.
.
Namun seketika itu juga diluar dugaan petugas dari Mabes Polri, security tersebut teriak-teriak yg tujuannya mengundang masyarakat hadir ketempat tsb, sehingga situasi menjadi ramai, dimana banyak masyarakat yang berkumpul menyaksikan kejadian tersebut.
.
Sumber : @poldasumaterautara
[Bersambung dikomentar]

Polda Ringkus Empat Begal Sadis yang Beraksi di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Diburu . Ditreskrimum Polda Sumut berhasil mengamankan empat orang pelaku begal yang sering beraksi di Kota Medan karena sudah meresahkan masyarakat. . “Dari keempat tersangka yang diamankan satu diantaranya sebagai penadah,”kata DirKrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018). . Ia mengatakan sebenarnya ada tujuh tersangka dengan satu penadah, namun baru empat orang yang berhasil diamankan. “Tiga orang lagi masih dalam tahap pencarian,”katanya. . Adapun keempat tersangka yang diamankan masing-masing Ridwan (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai mencari target, Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai membantu tersangka lain untuk melancarkan aksi mereka. . “Ada tiga tersangka lagi yang sedang dalam buronan, masing-masing DD, FR dan KP,”kata Andi Rian. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/04/25/polda-ringkus-empat-begal-sadis-tiga-lagi-masih-diburu

Polda Ringkus Empat Begal Sadis yang Beraksi di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Diburu
.
Ditreskrimum Polda Sumut berhasil mengamankan empat orang pelaku begal yang sering beraksi di Kota Medan karena sudah meresahkan masyarakat.
.
“Dari keempat tersangka yang diamankan satu diantaranya sebagai penadah,”kata DirKrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018).
.
Ia mengatakan sebenarnya ada tujuh tersangka dengan satu penadah, namun baru empat orang yang berhasil diamankan. “Tiga orang lagi masih dalam tahap pencarian,”katanya.
.
Adapun keempat tersangka yang diamankan masing-masing Ridwan (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai mencari target, Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai membantu tersangka lain untuk melancarkan aksi mereka.
.
“Ada tiga tersangka lagi yang sedang dalam buronan, masing-masing DD, FR dan KP,”kata Andi Rian.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/04/25/polda-ringkus-empat-begal-sadis-tiga-lagi-masih-diburu

Dengan mengenakan kebaya, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trilla Murni terjun langsung ke jalan untuk membagikan bunga dan roti kepada pengendara yang lewat, bukan hanya bunga dan roti, tetapi juga memberikan helm kepada pengendara yang tirani menggunakan helm. . Kapolsek juga mengkampanyekan tentang keselamatan berlalu lintas kepada pengendara. . Selain pengendara yang melintas, Kompol Trilla Murni juga memberikan roti dan bunga kepada pedagang asongan wanita yang ada dilokasi

Dengan mengenakan kebaya, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trilla Murni terjun langsung ke jalan untuk membagikan bunga dan roti kepada pengendara yang lewat, bukan hanya bunga dan roti, tetapi juga memberikan helm kepada pengendara yang tirani menggunakan helm.
.
Kapolsek juga mengkampanyekan tentang keselamatan berlalu lintas kepada pengendara.
.
Selain pengendara yang melintas, Kompol Trilla Murni juga memberikan roti dan bunga kepada pedagang asongan wanita yang ada dilokasi