Otak Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Deliserdang Tewas . Salah satu tersangka yang diduga otak pelaku pembunuh satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, berinisial AG, ditembak mati petugas saat hendak diamankan dari tempat persembunyiannya di Pekanbaru, Riau. Jenazah pelaku saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Sumut). . Sementara pelaku lainnya berinsial R dilumpuhkan polisi dengan ditembak kaki dalam kondisi masih hidup. . “AG tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara R kita lumpuhkan di bagian kakinya,” kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian, Senin (22/10). . Penangkapan AG dan R dilakukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan mereka di Pekanbaru, setelah sebelumnya kedua pelaku itu sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut. . Andi Rian menjelaskan bahwa dengan adanya informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan keduanya. Namun setelah ditemukan di tempat persembunyiannya, tersangka AG justru melawan petugas. “Makanya kita tindak tegas,” jelasnya. . Sebelumnya tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Deli Serdang lebih dulu menangkap satu tersangka berinsial DN yang merupakan tetangga korban. Dalam aksinya DN berperan membawa ketiga jasad korban menggunakan mobil untuk dibuang ke Sungai Belumai dan laut Batubara. . “Dari pengakuan DN lah diketahui nama AG dan R. AG diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, sementara R diduga sebagai eksekutor,” ucap Andi. . Untuk diketahui, Muhajir bersama istri dan anaknya dilaporkan hilang dari rumahnya di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10) lalu. . Jenazah ketiganya baru ditemukan beberapa hari kemudian di lokasi terpisah dengan kondisi kaki dan tangan terikat. (Joko Saputra) . Sumber : http://m.rri.co.id/medan/post/berita/587456/daerah/otak_pelaku_pembunuh_satu_keluarga_di_deliserdang_tewas.html

Otak Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Deliserdang Tewas
.
Salah satu tersangka yang diduga otak pelaku pembunuh satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, berinisial AG, ditembak mati petugas saat hendak diamankan dari tempat persembunyiannya di Pekanbaru, Riau. Jenazah pelaku saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Sumut).
.
Sementara pelaku lainnya berinsial R dilumpuhkan polisi dengan ditembak kaki dalam kondisi masih hidup.
.
“AG tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara R kita lumpuhkan di bagian kakinya,” kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian, Senin (22/10).
.
Penangkapan AG dan R dilakukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan mereka di Pekanbaru, setelah sebelumnya kedua pelaku itu sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut.
.
Andi Rian menjelaskan bahwa dengan adanya informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan keduanya. Namun setelah ditemukan di tempat persembunyiannya, tersangka AG justru melawan petugas. “Makanya kita tindak tegas,” jelasnya.
.
Sebelumnya tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Deli Serdang lebih dulu menangkap satu tersangka berinsial DN yang merupakan tetangga korban. Dalam aksinya DN berperan membawa ketiga jasad korban menggunakan mobil untuk dibuang ke Sungai Belumai dan laut Batubara.
.
“Dari pengakuan DN lah diketahui nama AG dan R. AG diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, sementara R diduga sebagai eksekutor,” ucap Andi.
.
Untuk diketahui, Muhajir bersama istri dan anaknya dilaporkan hilang dari rumahnya di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10) lalu.
.
Jenazah ketiganya baru ditemukan beberapa hari kemudian di lokasi terpisah dengan kondisi kaki dan tangan terikat. (Joko Saputra)
.
Sumber : http://m.rri.co.id/medan/post/berita/587456/daerah/otak_pelaku_pembunuh_satu_keluarga_di_deliserdang_tewas.html

Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir dan Hanya Hidup 8 Jam, Ini Kemungkinan Penyebabnya . Seorang bayi perempuan malang yang lahir dengan satu mata serta tanpa hidung di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia Kamis (13/9/2018). Bayi tersebut meninggal sekitar delapan jam setelah dilahirkan. Saat ini, jenazah masih berada di RSU Panyabungan. . “Benar, barusan saja meninggal. Memang dari awal kita sudah prediksi umur bayi ini tidak lama, karena kondisinya sangat buruk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, Syarifuddin Nasution, saat dihubungi. . Syarifuddin mengatakan, pihak dokter sudah memprediksi bayi tersebut tidak akan bertahan lama hidup di dunia. Hal ini dikarenakan kondisinya yang begitu lemah. . Selain lahir dengan satu mata, bayi tersebut juga tidak memiliki hidung. “Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain,” kata Syarifuddin. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/search?q=Bayi+mata+satu

Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir dan Hanya Hidup 8 Jam, Ini Kemungkinan Penyebabnya
.
Seorang bayi perempuan malang yang lahir dengan satu mata serta tanpa hidung di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia Kamis (13/9/2018).
Bayi tersebut meninggal sekitar delapan jam setelah dilahirkan. Saat ini, jenazah masih berada di RSU Panyabungan.
.
“Benar, barusan saja meninggal. Memang dari awal kita sudah prediksi umur bayi ini tidak lama, karena kondisinya sangat buruk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, Syarifuddin Nasution, saat dihubungi.
.
Syarifuddin mengatakan, pihak dokter sudah memprediksi bayi tersebut tidak akan bertahan lama hidup di dunia. Hal ini dikarenakan kondisinya yang begitu lemah.
.
Selain lahir dengan satu mata, bayi tersebut juga tidak memiliki hidung.
“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain,” kata Syarifuddin.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/search?q=Bayi+mata+satu