Densus 88 tembak dua terduga teroris di Tanjungbalai . Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. . Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai di TKP, Jumat, mengatakan, dua terduga teroris tersebut masih satu rangkaian dengan peristiwa penangkapan teroris Mei 2018 lalu. . “Kedua terduga teroris berinisial AN dan RI warga Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan. Pipa diduga bom rakitan juga diamankan,” katanya. . Tentang kondisi terduga teroris yang ditembak, Kapolres tidak berkomentar banyak dan menyarankan agar bertanya langsung ke Humas Mabes Polri. . “Penembakan terpaksa dilakukan karena kedua pelaku melawan dengan cara melemparkan pisau ke arah petugas. Terkait kondisinya, rekan-rekan silakan bertanya ke Mabes,” katanya. . Untuk penyelidikan lanjutan, Kapolres menerangkan akan dilanjutkan pagi mengingat situasi sudah tengah malam dan kondisi hujan. Sementara dari TKP, Densus menemukan barang bukti satu batang mirip pipa diduga berisi rangkaian bom rakitan. . Sedangkan status Kota Tanjungbalai, sudah ditetapkan Siaga 1 antisipasi gangguan Kamtibmas. Kapolres menegaskan, kejadian tersebut tidak berdampak pada rangkaian kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019. . Sebelumnya, informasi di lapangan menyebutkan, dua pria diberondong peluru di kamar mandi salah satu rumah kontrakan di lokasi kejadian. . Azwan (16) warga sekitar menuturkan waktu kejadian dirinya sedang memperbaiki sepeda motornya yang mogok di pinggir jalan sekitar lima ratus meter dari TKP. . Ia melihat seorang pria menggenggam pistol berhadapan dengan dua lelaki dengan pisau komando di tangan. . Pria berpistol menyuruh kedua terduga menyerah dan angkat tangan dibarengi dua kali tembakan ke udara. . Namun keduanya terduga tidak menggubris, sehingga petugas mengarahkan tembakan ke kaki sebanyak empat kali hingga melukai satu dari mereka. . Sumber : https://m.antaranews.com/berita/759852/densus-88-tembak-dua-terduga-teroris-di-tanjungbalai . [Bersambung Dikolom Komentar]

Densus 88 tembak dua terduga teroris di Tanjungbalai
.
Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.
.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai di TKP, Jumat, mengatakan, dua terduga teroris tersebut masih satu rangkaian dengan peristiwa penangkapan teroris Mei 2018 lalu.
.
“Kedua terduga teroris berinisial AN dan RI warga Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan. Pipa diduga bom rakitan juga diamankan,” katanya.
.
Tentang kondisi terduga teroris yang ditembak, Kapolres tidak berkomentar banyak dan menyarankan agar bertanya langsung ke Humas Mabes Polri.
.
“Penembakan terpaksa dilakukan karena kedua pelaku melawan dengan cara melemparkan pisau ke arah petugas. Terkait kondisinya, rekan-rekan silakan bertanya ke Mabes,” katanya.
.
Untuk penyelidikan lanjutan, Kapolres menerangkan akan dilanjutkan pagi mengingat situasi sudah tengah malam dan kondisi hujan. Sementara dari TKP, Densus menemukan barang bukti satu batang mirip pipa diduga berisi rangkaian bom rakitan.
.
Sedangkan status Kota Tanjungbalai, sudah ditetapkan Siaga 1 antisipasi gangguan Kamtibmas. Kapolres menegaskan, kejadian tersebut tidak berdampak pada rangkaian kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019.
.
Sebelumnya, informasi di lapangan menyebutkan, dua pria diberondong peluru di kamar mandi salah satu rumah kontrakan di lokasi kejadian.
.
Azwan (16) warga sekitar menuturkan waktu kejadian dirinya sedang memperbaiki sepeda motornya yang mogok di pinggir jalan sekitar lima ratus meter dari TKP.
.
Ia melihat seorang pria menggenggam pistol berhadapan dengan dua lelaki dengan pisau komando di tangan.
.
Pria berpistol menyuruh kedua terduga menyerah dan angkat tangan dibarengi dua kali tembakan ke udara.
.
Namun keduanya terduga tidak menggubris, sehingga petugas mengarahkan tembakan ke kaki sebanyak empat kali hingga melukai satu dari mereka.
.
Sumber : https://m.antaranews.com/berita/759852/densus-88-tembak-dua-terduga-teroris-di-tanjungbalai
.
[Bersambung Dikolom Komentar]

Peringatan Hari Kemerdekaan menjadi mementum bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali bagi putra-putri mantan teroris. . Mereka didaulat sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra) Merah Putih. Seperti yang terlihat di Pesantren Al Hidayah milik mantan teroris yang berada di jalan Sei Mencirim , Deli Serdang. . Putra-putri dari mantan teroris tampak semangat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73. . “Pasukan pengibar bendera memang santri dari Pesantren Alhidayah. Mereka anak- anak dari mantan anggota teroris di Medan,” kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesih Sitepu, Jumat (17/8). . Dijelaskannya, mulai dari pengibar bendera hingga komandan upacara seluruhnya putra-putri mantan anggota teroris yang menjalani pendidikan di Pesantren Alhidayah milik Ghozali yang merupakan pentolan dari teroris di Medan. . “Pesantren ini milik mantan teroris juga yaitu ustaz Ghozali,” jelasnya. . Dalam upacara tersebut juga dihadiri Kepala Perlindungan BNPT, Brigjen Herwan Khaidir, dan sejumlah mantan anggota teroris, salah satu di antaranya Mustafa yang terlibat kasus perampokan Bank Lippo di Jalan Dr. Mansyur tahun 2003. . Para peserta tersebut juga tampak khidmat mengikuti upacara bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun. (jw/rzp) . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/putra-putri-mantan-teroris-jadi-pengibar-bendera-merah-putih/603597/2018/08/17

Peringatan Hari Kemerdekaan menjadi mementum bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali bagi putra-putri mantan teroris.
.
Mereka didaulat sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra) Merah Putih. Seperti yang terlihat di Pesantren Al Hidayah milik mantan teroris yang berada di jalan Sei Mencirim , Deli Serdang.
.
Putra-putri dari mantan teroris tampak semangat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73.
.
“Pasukan pengibar bendera memang santri dari Pesantren Alhidayah. Mereka anak- anak dari mantan anggota teroris di Medan,” kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesih Sitepu, Jumat (17/8).
.
Dijelaskannya, mulai dari pengibar bendera hingga komandan upacara seluruhnya putra-putri mantan anggota teroris yang menjalani pendidikan di Pesantren Alhidayah milik Ghozali yang merupakan pentolan dari teroris di Medan.
.
“Pesantren ini milik mantan teroris juga yaitu ustaz Ghozali,” jelasnya.
.
Dalam upacara tersebut juga dihadiri Kepala Perlindungan BNPT, Brigjen Herwan Khaidir, dan sejumlah mantan anggota teroris, salah satu di antaranya Mustafa yang terlibat kasus perampokan Bank Lippo di Jalan Dr. Mansyur tahun 2003.
.
Para peserta tersebut juga tampak khidmat mengikuti upacara bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun.
(jw/rzp)
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/putra-putri-mantan-teroris-jadi-pengibar-bendera-merah-putih/603597/2018/08/17

Teror Riau: Kronologis Lima terduga teroris menyerang Mapolda Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (16/5). Saat kejadian polisi akan gelar rilis perkara kasus narkoba. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan kronologi peristiwa yang berlangsung sekira pukul 8.30 WIB. “Pada saat masuk dihalangi oleh anggota Polda Riau, kemudian turun dari mobil. Orang-orang tak dikenal tersebut ada empat orang,” kata Setyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta. Kemudian para pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut menyerang polisi menggunakan pedang samurai, hingga mengakibatkan dua anggota Polri terluka. kemudian para pelaku dilumpuhkan. Empat terduga teroris tewas ditembak. Sementara satu orang melarikan diri dengan menggunakan mobil. “Sempat menabrak anggota Polri yang sedang bertugas yang akhirnya gugur, dan menyenggol seorang wartawan atas nama Rian Rahman dari Tvone,” lanjutnya. Polisi berhasil mengamankan Mobil Avanza bernomor polisi BM 1192 RQ. Petugas juga melakukan sterilisasi karena diduga di dalam mobil ada barang-barang yang mencurigakan. “Sementara yang melarikan diri sudah dapat ditangkap dan saat ini diamankan di Polresta Pekanbaru,” terang Setyo. Beberapa barang bukti yang diamankan adalah Avanza, tiga pedang samurai, lima sebo, sepatu tiga pasang, handycam kondisi rusak, jaket, jam tangan dan ikat kepala. Foto/video dikirim oleh sejumlah Jeje_stak, Risfa Junika, Imam Hartono Bangun Teks: https://m.merdeka.com/peristiwa/kronologi-5-terduga-teroris-serang-mapolda-riau.html

Teror Riau: Kronologis Lima terduga teroris menyerang Mapolda Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (16/5). Saat kejadian polisi akan gelar rilis perkara kasus narkoba. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan kronologi peristiwa yang berlangsung sekira pukul 8.30 WIB.
“Pada saat masuk dihalangi oleh anggota Polda Riau, kemudian turun dari mobil. Orang-orang tak dikenal tersebut ada empat orang,” kata Setyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.

Kemudian para pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut menyerang polisi menggunakan pedang samurai, hingga mengakibatkan dua anggota Polri terluka.
kemudian para pelaku dilumpuhkan. Empat terduga teroris tewas ditembak. Sementara satu orang melarikan diri dengan menggunakan mobil. “Sempat menabrak anggota Polri yang sedang bertugas yang akhirnya gugur, dan menyenggol seorang wartawan atas nama Rian Rahman dari Tvone,” lanjutnya.

Polisi berhasil mengamankan Mobil Avanza bernomor polisi BM 1192 RQ. Petugas juga melakukan sterilisasi karena diduga di dalam mobil ada barang-barang yang mencurigakan. “Sementara yang melarikan diri sudah dapat ditangkap dan saat ini diamankan di Polresta Pekanbaru,” terang Setyo.

Beberapa barang bukti yang diamankan adalah Avanza, tiga pedang samurai, lima sebo, sepatu tiga pasang, handycam kondisi rusak, jaket, jam tangan dan ikat kepala.
Foto/video dikirim oleh sejumlah Jeje_stak, Risfa Junika, Imam Hartono Bangun
Teks:
https://m.merdeka.com/peristiwa/kronologi-5-terduga-teroris-serang-mapolda-riau.html

Terduga Teroris Serang Polisi di Mapolda Riau . Tiga terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5). Beberapa anggota kepolisian diserang. . Terduga teroris dikabarkan menggunakan senjata tajam dan senjata api untuk menyerang petugas. . Polisi melakukan tindakan. Satu orang terduga teroris ditembak mati. . Peristiwa ini telah dikonfirmasi Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal. . Kepolisian saat ini tengah mendalami kejadian. Polri belum bisa memaparkan informasi lebih lanjut. (gil) . Video : istimewa Teks : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180516093429-20-298543/terduga-teroris-serang-polisi-di-mapolda-riau

Terduga Teroris Serang Polisi di Mapolda Riau
.
Tiga terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5). Beberapa anggota kepolisian diserang.
.
Terduga teroris dikabarkan menggunakan senjata tajam dan senjata api untuk menyerang petugas.
.
Polisi melakukan tindakan. Satu orang terduga teroris ditembak mati.
.
Peristiwa ini telah dikonfirmasi Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal.
.
Kepolisian saat ini tengah mendalami kejadian. Polri belum bisa memaparkan informasi lebih lanjut. (gil)
.
Video : istimewa
Teks : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180516093429-20-298543/terduga-teroris-serang-polisi-di-mapolda-riau

Detik – detik penangkapan terduga teroris di Tanjung Balai Sumatera Utara kemarin sore. . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Detik – detik penangkapan terduga teroris di Tanjung Balai Sumatera Utara kemarin sore.
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Dua Jaringan Teroris Ditangkap di MEDAN– Setelah meringkus terduga teroris di Kota Tanjung Balai, Selasa (15/5), pengembangan terus dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror ke Kota Medan. Sekitar pukul 14.30 WIB Tim Densus 88 AT Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu berhasil mengamankan terduga teroris di Simpang Sei Sikambing Sekip Kecamatan Medan Petisah yang tengah menunggu orderan ojek online. Terduga teroris adalah Muhammad Yusuf Rangkuti (28) warga Jalan Pukat I Gang Sekolah Nomor 4 Kelurahan Banten Kecamatan Medan Tembung. Selanjutnya pukul 16.00 WIB, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu juga berhasil menangkap Syafrizal Lubis (38), seorang penjual susu kedelai keliling yang memiliki 2 orang anak. Tersangka ini diamankan ketika mengendarai sepeda motor keluar dari Masjid Ulayat di lahan Garapan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan. Berikutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap rumah terduga teroris di Jalan Semenanjung II lahan Garapan Pasar IV Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan. Setelah satu jam kemudian sekira pukul 17.00 WIB Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu bergerak menuju kediaman salah satu pelaku teroris bernama Wahyu (38). Namun pria yang memiliki 2 orang anak ini keburu melarikan diri dan rumahnya dalam keadaan Kosong. Atas pengungkapan ini, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, membenarkannya. ”Benar telah dilakukan penindakan terhadap terduga pelaku teroris oleh Densus 88 Mabes Polri yang diback up oleh Polda Sumut. Saat ini masih dalam pengembanganan. Untuk jumlah belum bisa kita pastikan. Hanya saja benar ada yang dilakukan tindakan tegas (Ditembak, red). Namun data resminya kita belum ada,” ungkapnya via pesan Whatsapp. . Sumber: http://waspada.co.id/medan/dua-jaringan-teroris-ditangkap-di-medan-satu-melarikan-diri/

Dua Jaringan Teroris Ditangkap di MEDAN– Setelah meringkus terduga teroris di Kota Tanjung Balai, Selasa (15/5), pengembangan terus dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror ke Kota Medan. Sekitar pukul 14.30 WIB Tim Densus 88 AT Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu berhasil mengamankan terduga teroris di Simpang Sei Sikambing Sekip Kecamatan Medan Petisah yang tengah menunggu orderan ojek online.
Terduga teroris adalah Muhammad Yusuf Rangkuti (28) warga Jalan Pukat I Gang Sekolah Nomor 4 Kelurahan Banten Kecamatan Medan Tembung. Selanjutnya pukul 16.00 WIB, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu juga berhasil menangkap Syafrizal Lubis (38), seorang penjual susu kedelai keliling yang memiliki 2 orang anak. Tersangka ini diamankan ketika mengendarai sepeda motor keluar dari Masjid Ulayat di lahan Garapan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Berikutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap rumah terduga teroris di Jalan Semenanjung II lahan Garapan Pasar IV Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Setelah satu jam kemudian sekira pukul 17.00 WIB Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu bergerak menuju kediaman salah satu pelaku teroris bernama Wahyu (38). Namun pria yang memiliki 2 orang anak ini keburu melarikan diri dan rumahnya dalam keadaan Kosong.

Atas pengungkapan ini, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, membenarkannya. ”Benar telah dilakukan penindakan terhadap terduga pelaku teroris oleh Densus 88 Mabes Polri yang diback up oleh Polda Sumut. Saat ini masih dalam pengembanganan. Untuk jumlah belum bisa kita pastikan. Hanya saja benar ada yang dilakukan tindakan tegas (Ditembak, red). Namun data resminya kita belum ada,” ungkapnya via pesan Whatsapp.
.
Sumber:
http://waspada.co.id/medan/dua-jaringan-teroris-ditangkap-di-medan-satu-melarikan-diri/

Rekaman CCTV Detik-Detik Bom Ledakkan Gereja di Surabaya Rekaman CCTV memperlihatkan pengendara sepeda motor saat memasuki halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela. Pada saat sepeda motor memasuki halaman, ledakan pun terjadi dan tampak kepulan asap. . Jumlah sementara korban tewas ada 11 orang dan termasuk terduga pelaku teror bom. Koban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah 41 orang, termasuk polisi yang rutin berjaga di sana Video: istimewah . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner sedunia •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku ••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Rekaman CCTV Detik-Detik Bom Ledakkan Gereja di Surabaya
Rekaman CCTV memperlihatkan pengendara sepeda motor saat memasuki halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela. Pada saat sepeda motor memasuki halaman, ledakan pun terjadi dan tampak kepulan asap.
.
Jumlah sementara korban tewas ada 11 orang dan termasuk terduga pelaku teror bom. Koban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah 41 orang, termasuk polisi yang rutin berjaga di sana
Video: istimewah
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner sedunia
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku ••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Presiden Joko Widodo meninjau tiga gereja di Surabaya yang menjadi lokasi teror ledakan bom mematikan, Minggu (13/5/2018). Presiden selanjutnya menjenguk kondisi beberapa korban di rumah sakit. “Tindakan kali ini sungguh biadab, di luar batas kemanusian yang menimbulkan korban masyarakat, kepolisian dan anak-anak yang tidak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berusia 10 tahun sebagai pelaku bom bunuh diri,” kecam @Jokowi. Turut bersama rombongan antara lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan dan Menag Lukman Hakim. Jumlah sementara korban tewas ada 11 orang dan termasuk terduga pelaku teror bom. Koban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah 41 orang, termasuk polisi yang rutin berjaga di sana @metrotv

Presiden Joko Widodo meninjau tiga gereja di Surabaya yang menjadi lokasi teror ledakan bom mematikan, Minggu (13/5/2018). Presiden selanjutnya menjenguk kondisi beberapa korban di rumah sakit. “Tindakan kali ini sungguh biadab, di luar batas kemanusian yang menimbulkan korban masyarakat, kepolisian dan anak-anak yang tidak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berusia 10 tahun sebagai pelaku bom bunuh diri,” kecam @Jokowi.

Turut bersama rombongan antara lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan dan Menag Lukman Hakim.

Jumlah sementara korban tewas ada 11 orang dan termasuk terduga pelaku teror bom. Koban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah 41 orang, termasuk polisi yang rutin berjaga di sana @metrotv

Kerusuhan di Mako Brimob Jadi Sorotan Dunia . Kerusuhan yang pecah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa, 8 Mei 2018 tak hanya jadi perhatian masyarakat Indonesia. Dunia pun turut menyoroti peristiwa tersebut, apalagi ada sejumlah orang yang disandera para napi teroris. . Media Singapura The Straits Times yang dikutip Kamis (10/5/2018), memuat berita terkait insiden di Mako Brimob dengan judul “One inmate, five police officers killed in jail riot in Indonesia”. . “Seorang narapidana teroris dan lima polisi anti-teror tewas setelah sekelompok tahanan menyandera aparat, memicu bentrokan di malam hari…,” tulis media Singapura tersebut. . Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat berita bahwa ISIS menjadi dalang kerusuhan di Mako Brimob. Melalui artikel bertajuk “Islamic State claims its ‘fighters’ behind riot at Brimob detention center, Ahok’s sister says he is safe”. . Situs New York, Vice.com, juga mengangkat sisi yang sama terkait “otak” rusuh di penjara Mako Brimob dengan judul yang berbeda, “ISIS Claims Responsibility for Riot at Prison Housing Former Jakarta Governor”. . Media Inggris, The Guardian, ikut menyoroti peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dengan berita “Indonesian prison riot leaves five officers and one prisoner dead”. Berita itu mengulas terjadinya penyanderaan selama lebih dari 36 jam di penjara dengan keamanan super ketat. . Dari Timur Tengah, Al Jazeera, ikut memuat pemberitaan tersebut dengan “Prison riot in Indonesia leaves police officers dead”. . Sementara media Amerika Serikat, Voice of America, mengangkat isu ini melalui artikel “5 Killed in Indonesian Prison Riot”. Australia memuatnya dengan “5 police, inmate dead in Indonesia prison riot; hostage held”. . Media India, The Hindu juga tak ketinggalan membuat pemberitaan kerusuhan di Mako Brimob melalui tulisan “5 officers, 1 inmate dead in Indonesia detention center riot”. . Sumber : Liputan6.com

Kerusuhan di Mako Brimob Jadi Sorotan Dunia
.
Kerusuhan yang pecah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa, 8 Mei 2018 tak hanya jadi perhatian masyarakat Indonesia. Dunia pun turut menyoroti peristiwa tersebut, apalagi ada sejumlah orang yang disandera para napi teroris.
.
Media Singapura The Straits Times yang dikutip Kamis (10/5/2018), memuat berita terkait insiden di Mako Brimob dengan judul “One inmate, five police officers killed in jail riot in Indonesia”.
.
“Seorang narapidana teroris dan lima polisi anti-teror tewas setelah sekelompok tahanan menyandera aparat, memicu bentrokan di malam hari…,” tulis media Singapura tersebut.
.
Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat berita bahwa ISIS menjadi dalang kerusuhan di Mako Brimob. Melalui artikel bertajuk “Islamic State claims its ‘fighters’ behind riot at Brimob detention center, Ahok’s sister says he is safe”.
.
Situs New York, Vice.com, juga mengangkat sisi yang sama terkait “otak” rusuh di penjara Mako Brimob dengan judul yang berbeda, “ISIS Claims Responsibility for Riot at Prison Housing Former Jakarta Governor”.
.
Media Inggris, The Guardian, ikut menyoroti peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dengan berita “Indonesian prison riot leaves five officers and one prisoner dead”. Berita itu mengulas terjadinya penyanderaan selama lebih dari 36 jam di penjara dengan keamanan super ketat.
.
Dari Timur Tengah, Al Jazeera, ikut memuat pemberitaan tersebut dengan “Prison riot in Indonesia leaves police officers dead”.
.
Sementara media Amerika Serikat, Voice of America, mengangkat isu ini melalui artikel “5 Killed in Indonesian Prison Riot”. Australia memuatnya dengan “5 police, inmate dead in Indonesia prison riot; hostage held”.
.
Media India, The Hindu juga tak ketinggalan membuat pemberitaan kerusuhan di Mako Brimob melalui tulisan “5 officers, 1 inmate dead in Indonesia detention center riot”.
.
Sumber : Liputan6.com

Mengerikan, Teroris Mengincar Markas Militer Bukit Barisan dan Kompleks Asia Mega Mas Tersangka teroris, yang menyerang Mapolda Sumut di Medan, Syawaludin Pakpahan (43) dan kelompoknya, mengincar tiga markas polisi dan tiga markas tentara sebagai sasaran aksi teror. Tujuan mereka adalah merebut senjata yang ada di markas-markas tersebut. Detail lokasi yang diincar Syawaluddin Pakpahan (SP) dan kelompoknya tersebut diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Polri Brigjen Rikwanto. Fakta tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap SP dan dua anggota kelompoknya, yakni Firmansyah Putra Yudi (FPY), dan Hendri Pratama (HP) alias Boboy. Lokasi-lokasi yang disurvei SP dan kelompoknya, seluruhnya berada di Kota Medan dan sekitarnya. Rinciannya adalah Markas Polda Sumatera Utara, Markas Komando Brimob Polda Sumut, Markas Polsek Tanjungmorawa, Markas Kodam Bukit Barisan, Markas Yon Zipur, dan Kompleks Asia Megamas Medan. . “Tujuan dari seluruh aksi penyerangan di kantor polisi dan TNI adalah membunuh dan merampas senjata api petugas,” ungkap Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017). . Hanya Kompleks Asia Megamas Medan, yang mereka incar bukan karena alasan merebut senjata api. Kompleks tersebut dipetakan karena SP dan kelompoknya mengincar warga keturunan Tionghoa. “Kelompok ini adalah simpatisan JAD (Jamaah Anshar Daulah),” ujar Rikwanto. Rencana menebar teror di Kota Medan, digagas SP sepulang dari Suriah. “Jadi, sepulang dari Suriah, SP merekrut beberapa tetangganya, sesama pedagang kecil, yakni AR, FP dan HP,” ujar Rikwanto. SP meminta ketiga orang tersebut mengikuti jejaknya. Mereka juga diminta kesediannya untuk berjihad. Tugas awal bagi tiga rekrutan baru itu adalah memetakan lokasi-lokasi yang akan dijadikan sasaran teror, selain Markas Polda Sumut. Sumber : http://medan.tribunnews.com/2017/07/01/mengerikan-teroris-mengincar-markas-militer-bukit-barisan-dan-kompleks-asia-mega-mas

Mengerikan, Teroris Mengincar Markas Militer Bukit Barisan dan Kompleks Asia Mega Mas

Tersangka teroris, yang menyerang Mapolda Sumut di Medan, Syawaludin Pakpahan (43) dan kelompoknya, mengincar tiga markas polisi dan tiga markas tentara sebagai sasaran aksi teror.

Tujuan mereka adalah merebut senjata yang ada di markas-markas tersebut.

Detail lokasi yang diincar Syawaluddin Pakpahan (SP) dan kelompoknya tersebut diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Polri Brigjen Rikwanto.

Fakta tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap SP dan dua anggota kelompoknya, yakni Firmansyah Putra Yudi (FPY), dan Hendri Pratama (HP) alias Boboy.

Lokasi-lokasi yang disurvei SP dan kelompoknya, seluruhnya berada di Kota Medan dan sekitarnya.

Rinciannya adalah Markas Polda Sumatera Utara, Markas Komando Brimob Polda Sumut, Markas Polsek Tanjungmorawa, Markas Kodam Bukit Barisan, Markas Yon Zipur, dan Kompleks Asia Megamas Medan.
.
“Tujuan dari seluruh aksi penyerangan di kantor polisi dan TNI adalah membunuh dan merampas senjata api petugas,” ungkap Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).
.
Hanya Kompleks Asia Megamas Medan, yang mereka incar bukan karena alasan merebut senjata api. Kompleks tersebut dipetakan karena SP dan kelompoknya mengincar warga keturunan Tionghoa. “Kelompok ini adalah simpatisan JAD (Jamaah Anshar Daulah),” ujar Rikwanto.

Rencana menebar teror di Kota Medan, digagas SP sepulang dari Suriah. “Jadi, sepulang dari Suriah, SP merekrut beberapa tetangganya, sesama pedagang kecil, yakni AR, FP dan HP,” ujar Rikwanto.

SP meminta ketiga orang tersebut mengikuti jejaknya. Mereka juga diminta kesediannya untuk berjihad. Tugas awal bagi tiga rekrutan baru itu adalah memetakan lokasi-lokasi yang akan dijadikan sasaran teror, selain Markas Polda Sumut.

Sumber : http://medan.tribunnews.com/2017/07/01/mengerikan-teroris-mengincar-markas-militer-bukit-barisan-dan-kompleks-asia-mega-mas

Densus 88 dikabarkan menangkap terduga teroris berinisial R (30), Warga Jermal XII, Gang Haji, Kecamatan Medan Denai pada Selasa (6/6/2017). Penangkapan itu dibenarkan abang ipar R bernama Boy Effendi. Dia tinggal tepat bersebelahan di kediaman R. Selain menangkap adik iparnya, petugas juga menggeledah rumah R yang dihuni istri dan empat anaknya. Selain R, Densus 88 juga dikabarkan menangkap terduga teroris JH di di Jalan Platina 2, Lingkungan 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Selasa (6/6/2017). Pascapenangkapan, petugas bersenjata laras panjang juga menggeledah rumah JH. Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi terkait penangkapan ini.(yu

Densus 88 dikabarkan menangkap terduga teroris berinisial R (30), Warga Jermal XII, Gang Haji, Kecamatan Medan Denai pada Selasa (6/6/2017). Penangkapan itu dibenarkan abang ipar R bernama Boy Effendi. Dia tinggal tepat bersebelahan di kediaman R.

Selain menangkap adik iparnya, petugas juga menggeledah rumah R yang dihuni istri dan empat anaknya.

Selain R, Densus 88 juga dikabarkan menangkap terduga teroris JH di di Jalan Platina 2, Lingkungan 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Selasa (6/6/2017). Pascapenangkapan, petugas bersenjata laras panjang juga menggeledah rumah JH.

Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi terkait penangkapan ini.(yu