Isu tsunami yang beredar di tengah-tengah masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) dan menyebabkan warga beramai-ramai mengungsi pada Kamis dini hari (10/1/2019), mendapat tanggapan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). . Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, tsunami diisukan terjadi di daerah Tapteng pada Kamis (10/1/2019), sekitar pukul 02.30 WIB. Mencermati isu tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat. “Hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya,” kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya. . Rahmat memaparkan, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumut, yakni Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala, tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan. Yang terjadi hanya gejala normal pasang surut harian. . Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga dan BMKG Gunung Sitoli, Nias, tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami. Karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. . Masyarakat diminta tetap waspada. Selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, Instagram/Twitter @infoBMKG, website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps iOS dan Android “Info BMKG”. . “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Rahmat. . Sumber : www.inews.id/sumut

Isu tsunami yang beredar di tengah-tengah masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) dan menyebabkan warga beramai-ramai mengungsi pada Kamis dini hari (10/1/2019), mendapat tanggapan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, tsunami diisukan terjadi di daerah Tapteng pada Kamis (10/1/2019), sekitar pukul 02.30 WIB. Mencermati isu tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat. “Hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya,” kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.
.
Rahmat memaparkan, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumut, yakni Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala, tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan. Yang terjadi hanya gejala normal pasang surut harian.
.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga dan BMKG Gunung Sitoli, Nias, tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami. Karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.
.
Masyarakat diminta tetap waspada. Selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, Instagram/Twitter @infoBMKG, website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps iOS dan Android “Info BMKG”.
.
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Rahmat.
.
Sumber : www.inews.id/sumut

Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten tergenang banjir sejak Rabu (26/12) dini hari. Air menggenangi permukiman dan jalan raya Desa Kalang Anyar. . Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com Rabu siang persimpangan yang menghubungkan Carita dan Labuan tergenang air setinggi sekitar 50 centimeter. . Akibatnya, lalu lintas mengalami kemacetan. Bahkan jalan ke arah Pasar Labuan lumpuh karena ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter. Di beberapa permukiman, air menggenang hingga atap rumah. . Kendaraan roda empat tak menemui banyak masalah melintasi persimpangan itu, hanya harus melintas bergantian. Masalah datang saat kendaraan roda dua melintas. Beberapa sepeda motor mogok di tengah jalan lantaran mesin terendam. . Seorang warga Labuan, Pulung Suradi, mengatakan air mulai naik sejak pukul 03.00 WIB. Lalu pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, air merendam jalanan dan permukiman. . Pulung menyebut banjir separah ini baru pertama kali terjadi di Kalang Anyar. Biasanya hujan deras hanya menimbulkan genangan. . “Ini lebih parah, biasanya cuma genangan kecil. Mungkin ketemu pasang air laut dan air hujan dari gunung, sama-sama kencang ketemu di sini,” kata Pulung saat ditemui. . Saat ini warga Kalang Anyar mengungsi di posko-posko pengungsian karena hunian mereka tergenang dan aliran listrik diputus. Pada pagi hingga sore hari, mereka kembali ke rumah untuk sekadar mengecek hunian mereka. . Warga lainnya, Desan, menyebut banjir kali ini diperparah dengan kejadian tsunami beberapa hari lalu. . “Sisa-sisa material, sampah yang terbawa kemarin itu menyumbat ya, jadi airnya tergenang,” tutur Desan. . Soal jalur yang lumpuh, Desan menyebut kendaraan dari Carita masih bisa mengakses jalan ke Labuan dengan berputar. Pengendara bisa melalui jalur alternatif Caringin-Ciruang-Jiput. Waktu tempuh akan bertambah satu jam lewat jalur alternatif tersebut. . Sebelumnya, tsunami di Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Sekitar 16 ribu orang mengungsi dan 429 meninggal dunia.(dhf/dea) . Sumber : cnn.indonesia

Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten tergenang banjir sejak Rabu (26/12) dini hari. Air menggenangi permukiman dan jalan raya Desa Kalang Anyar.
.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com Rabu siang persimpangan yang menghubungkan Carita dan Labuan tergenang air setinggi sekitar 50 centimeter.
.
Akibatnya, lalu lintas mengalami kemacetan. Bahkan jalan ke arah Pasar Labuan lumpuh karena ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter. Di beberapa permukiman, air menggenang hingga atap rumah.
.
Kendaraan roda empat tak menemui banyak masalah melintasi persimpangan itu, hanya harus melintas bergantian. Masalah datang saat kendaraan roda dua melintas. Beberapa sepeda motor mogok di tengah jalan lantaran mesin terendam.
.
Seorang warga Labuan, Pulung Suradi, mengatakan air mulai naik sejak pukul 03.00 WIB. Lalu pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, air merendam jalanan dan permukiman.
.
Pulung menyebut banjir separah ini baru pertama kali terjadi di Kalang Anyar. Biasanya hujan deras hanya menimbulkan genangan.
.
“Ini lebih parah, biasanya cuma genangan kecil. Mungkin ketemu pasang air laut dan air hujan dari gunung, sama-sama kencang ketemu di sini,” kata Pulung saat ditemui.
.
Saat ini warga Kalang Anyar mengungsi di posko-posko pengungsian karena hunian mereka tergenang dan aliran listrik diputus. Pada pagi hingga sore hari, mereka kembali ke rumah untuk sekadar mengecek hunian mereka.
.
Warga lainnya, Desan, menyebut banjir kali ini diperparah dengan kejadian tsunami beberapa hari lalu.
.
“Sisa-sisa material, sampah yang terbawa kemarin itu menyumbat ya, jadi airnya tergenang,” tutur Desan.
.
Soal jalur yang lumpuh, Desan menyebut kendaraan dari Carita masih bisa mengakses jalan ke Labuan dengan berputar.
Pengendara bisa melalui jalur alternatif Caringin-Ciruang-Jiput. Waktu tempuh akan bertambah satu jam lewat jalur alternatif tersebut.
.
Sebelumnya, tsunami di Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Sekitar 16 ribu orang mengungsi dan 429 meninggal dunia.(dhf/dea)
.
Sumber : cnn.indonesia

Mengenang 14 Tahun Kesedihan Seluruh Masyarakat Aceh dan seluruh rakyat Indonesia Akibat musibah Bencana Tsunami 26/12/2004 di Aceh dan Nias. . Mari kita tundukkan kepala dan berdoakan untuk seluruh para korban yang telah tiada dan keluarga korban yang ditinggalkan dapat terus bertabah dan tegar menghadapi salah satu bencana tsunami terbesar. . Masih terbesit diingatan kita saat itu sekitar pukul 08.00 pagi hari minggu tepat pada 26/12/2018 kita di Sumatera Utara dikejutkan gempa besar yang saat itu belum diketahui dimana, berselang beberapa menit stasiun Televisi mengumumkan telah terjadi gempanyan berpusat di laut yang juga mengakibatkan Tsunami, yang saat itu masih banyak masuarakat kita yang belum mengetahui tsunami itu apa. . Berselang waktu akhirnya kita juga dikejutkan dengan informasi korban tsunami yang mencapai ribuan orang. . Semoga hari ini, musibah yang terlah terjadi 14 tahun lalu kita mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari musibah tersebut

Mengenang 14 Tahun Kesedihan Seluruh Masyarakat Aceh dan seluruh rakyat Indonesia Akibat musibah Bencana Tsunami 26/12/2004 di Aceh dan Nias.
.
Mari kita tundukkan kepala dan berdoakan untuk seluruh para korban yang telah tiada dan keluarga korban yang ditinggalkan dapat terus bertabah dan tegar menghadapi salah satu bencana tsunami terbesar.
.
Masih terbesit diingatan kita saat itu sekitar pukul 08.00 pagi hari minggu tepat pada 26/12/2018 kita di Sumatera Utara dikejutkan gempa besar yang saat itu belum diketahui dimana, berselang beberapa menit stasiun Televisi mengumumkan telah terjadi gempanyan berpusat di laut yang juga mengakibatkan Tsunami, yang saat itu masih banyak masuarakat kita yang belum mengetahui tsunami itu apa.
.
Berselang waktu akhirnya kita juga dikejutkan dengan informasi korban tsunami yang mencapai ribuan orang.
.
Semoga hari ini, musibah yang terlah terjadi 14 tahun lalu kita mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari musibah tersebut

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian? . Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya. . Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah. . Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang. . “Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA. . Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia. . Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam. . Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak. . Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. . Sumber : liputan6.com

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian?
.
Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya.
.
Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah.
.
Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang.
.
“Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA.
.
Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia.
.
Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam.
.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak.
.
Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
.
Sumber : liputan6.com

Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit . Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Suhendar, menyebut longsor di Gunung Anak Krakatau terjadi di lereng bagian Barat Daya. Data tersebut berdasarkan pantauan dari citra satelit. “Berdasarkan citra satelit ada jejak longsor di bagian barat daya,” kata Rudi dalam program Breaking News di Metro TV, Jakarta, Minggu 23 Desember 2018. Rudi menjelaskan, longsor disebabkan lantaran lereng tak mampu menahan material yang dijatuhkan dari strombolian. Lereng tersebut terbentuk dari material gunung yang menumpuk dari letusan sejak Juni 2018 lalu. “Memang hampir setiap hari erupsi dan hasil material itu jatuh dan mengendap di lereng sehingga terjadi penumpukan. Jadi, lereng ini bersifat lepas (tidak stabil),” terang dia. Longsor diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur Gunung Krakatau beberapa waktu belakangan. Longsor inilah yang memicu terjadinya tsunami. “Material yang jatuh kemarin membuat lereng tidak stabil ditambah hujan lebat dan tremor yang mengakibatkan lereng makin longsor,” ungkapnya. Kendati begitu, Rudi dan timnya harus mendapatkan data langsung dari lapangan. Ia bakal mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mendapat data secara menyeluruh. . Sumber : www.medcom.com

Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit
.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Suhendar, menyebut longsor di Gunung Anak Krakatau terjadi di lereng bagian Barat Daya. Data tersebut berdasarkan pantauan dari citra satelit. “Berdasarkan citra satelit ada jejak longsor di bagian barat daya,” kata Rudi dalam program Breaking News di Metro TV, Jakarta, Minggu 23 Desember 2018.

Rudi menjelaskan, longsor disebabkan lantaran lereng tak mampu menahan material yang dijatuhkan dari strombolian. Lereng tersebut terbentuk dari material gunung yang menumpuk dari letusan sejak Juni 2018 lalu. “Memang hampir setiap hari erupsi dan hasil material itu jatuh dan mengendap di lereng sehingga terjadi penumpukan. Jadi, lereng ini bersifat lepas (tidak stabil),” terang dia.

Longsor diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur Gunung Krakatau beberapa waktu belakangan. Longsor inilah yang memicu terjadinya tsunami. “Material yang jatuh kemarin membuat lereng tidak stabil ditambah hujan lebat dan tremor yang mengakibatkan lereng makin longsor,” ungkapnya.
Kendati begitu, Rudi dan timnya harus mendapatkan data langsung dari lapangan. Ia bakal mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mendapat data secara menyeluruh. .
Sumber : www.medcom.com

Erupsi anak Gunung Krakatau yang terpantau dari Pantauan Udara oleh penerbangan susi air pada 23/12/2018. . Berdasarkan informasi kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Anak gunung krakatau hampir setiap hariterjadi erupsi mulai sejak juni 2018 hingga saat ini. . Radius 2 KM dari puncak kawah masuk dalam status waspada Level 2 dan jalur pelayaran selat sunda dalam status aman. . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Erupsi anak Gunung Krakatau yang terpantau dari Pantauan Udara oleh penerbangan susi air pada 23/12/2018.
.
Berdasarkan informasi kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Anak gunung krakatau hampir setiap hariterjadi erupsi mulai sejak juni 2018 hingga saat ini.
.
Radius 2 KM dari puncak kawah masuk dalam status waspada Level 2 dan jalur pelayaran selat sunda dalam status aman.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkap dua hoaks yang disebarkan melalui media sosial dan SMS. Hoaks itu mengenai alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun. Melalui hasil penelusuran mesin AIS Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, hoaks ini ditemukan usai peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB. Adapun hoaks terkait alat deteksi letusan gunung yang beredar di media sosial menampilkan sebuah alat di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu dua jam sebelum meletus. Namun, berita itu dibantah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Menurut Sutopo, alat tersebut sebenarnya memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. “Cara kerja alat itu mirip dengan sirine tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (23/12/2018). Selain mesin deteksi gunung berapi, ada pula hoaks SMS mengenai bencana akhir tahun. Jadi, beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengaku pesan itu disampaikan anggota BMKG. “BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Warga dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sambil tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru,” tulis akun resmi BMKG membantah berita tersebut. Oleh sebab itu, Kemkominfo turut mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Apabila ditemukan informasi yang tidak benar, pengguna internet dan media sosial dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun twitter @aduankonten. Sumber : https://m.liputan6.com/

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkap dua hoaks yang disebarkan melalui media sosial dan SMS. Hoaks itu mengenai alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun.

Melalui hasil penelusuran mesin AIS Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, hoaks ini ditemukan usai peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB.

Adapun hoaks terkait alat deteksi letusan gunung yang beredar di media sosial menampilkan sebuah alat di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu dua jam sebelum meletus.

Namun, berita itu dibantah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut Sutopo, alat tersebut sebenarnya memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. “Cara kerja alat itu mirip dengan sirine tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (23/12/2018). Selain mesin deteksi gunung berapi, ada pula hoaks SMS mengenai bencana akhir tahun.

Jadi, beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengaku pesan itu disampaikan anggota BMKG. “BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Warga dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sambil tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru,” tulis akun resmi BMKG membantah berita tersebut.

Oleh sebab itu, Kemkominfo turut mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Apabila ditemukan informasi yang tidak benar, pengguna internet dan media sosial dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun twitter @aduankonten.

Sumber :
https://m.liputan6.com/

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki. .. Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan. .. “Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018). .. Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung. . . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki.
..
Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan.
..
“Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018).
..
Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung.
.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki. .. Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan. .. “Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018). .. Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung. . . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki.
..
Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan.
..
“Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018).
..
Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung.
.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tsunami di Lampung Selatan dan Serang, 20 meninggal 165 Luka-Luka Kepala BMKG: Tsunami Banten dan Lampung Mirip Kejadian di Palu . Setelah sempat simpang siur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) adalah tsunami kecil. . Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari bahwa berdasarkan ciri gelombangnya, tsunami yang terjadi kali ini mirip dengan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah lalu. . “Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek,” katanya. . Seperti ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko, BMKG juga menduga bahwa tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,9 meter ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang pada Sabtu bererupsi hingga 4 kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB. . Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi. Menurut BMKG, gelombang yang menerjang bisa jadi lebih tinggi dari yang terdata sebab ada beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda yang punya morfologi teluk seperti di Palu. . Dwikorita mengatakan akan melakukan survei lapangan. “Besok pagi kami akan upayakan untuk mengumpulkan data lagi apakah benar itu longsor,” ungkapnya. . Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, Anak Krakatau memang telah bereupsi sejak 29 Juni 2018. erupsi terbesar pada Sabtu kemarin, gunung api tersebut melontarkan material hingga ketinggian 1.500 meter. Tipe letusannya sendiri strombolian. . Rudy mengatakan, memang ada kemungkinan material erupsi Anak Krakatau runtuh ke lautan dan menyebabkan gelombang. Namun dia mengatakan. “Kemungkinannya kecil. Sehingga kita masih harus membuktikan apakah memang ada longsoran.” . Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/12/23/023904123/kepala-bmkg-tsunami-banten-dan-lampung-mirip-kejadian-di-palu

Tsunami di Lampung Selatan dan Serang, 20 meninggal 165 Luka-Luka
Kepala BMKG: Tsunami Banten dan Lampung Mirip Kejadian di Palu
.
Setelah sempat simpang siur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) adalah tsunami kecil.
.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari bahwa berdasarkan ciri gelombangnya, tsunami yang terjadi kali ini mirip dengan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah lalu.
.
“Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek,” katanya.
.
Seperti ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko, BMKG juga menduga bahwa tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,9 meter ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang pada Sabtu bererupsi hingga 4 kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB.
.
Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi. Menurut BMKG, gelombang yang menerjang bisa jadi lebih tinggi dari yang terdata sebab ada beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda yang punya morfologi teluk seperti di Palu.
.
Dwikorita mengatakan akan melakukan survei lapangan. “Besok pagi kami akan upayakan untuk mengumpulkan data lagi apakah benar itu longsor,” ungkapnya.
.
Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, Anak Krakatau memang telah bereupsi sejak 29 Juni 2018. erupsi terbesar pada Sabtu kemarin, gunung api tersebut melontarkan material hingga ketinggian 1.500 meter. Tipe letusannya sendiri strombolian.
.
Rudy mengatakan, memang ada kemungkinan material erupsi Anak Krakatau runtuh ke lautan dan menyebabkan gelombang. Namun dia mengatakan. “Kemungkinannya kecil. Sehingga kita masih harus membuktikan apakah memang ada longsoran.”
.
Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/12/23/023904123/kepala-bmkg-tsunami-banten-dan-lampung-mirip-kejadian-di-palu

Kepala BMKG: Tsunami Banten dan Lampung Mirip Kejadian di Palu . Setelah sempat simpang siur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) adalah tsunami kecil. . Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari bahwa berdasarkan ciri gelombangnya, tsunami yang terjadi kali ini mirip dengan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah lalu. . “Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek,” katanya. . Seperti ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko, BMKG juga menduga bahwa tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,9 meter ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang pada Sabtu bererupsi hingga 4 kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB. . Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi. Menurut BMKG, gelombang yang menerjang bisa jadi lebih tinggi dari yang terdata sebab ada beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda yang punya morfologi teluk seperti di Palu. . Dwikorita mengatakan akan melakukan survei lapangan. “Besok pagi kami akan upayakan untuk mengumpulkan data lagi apakah benar itu longsor,” ungkapnya. . Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, Anak Krakatau memang telah bereupsi sejak 29 Juni 2018. erupsi terbesar pada Sabtu kemarin, gunung api tersebut melontarkan material hingga ketinggian 1.500 meter. Tipe letusannya sendiri strombolian. . Rudy mengatakan, memang ada kemungkinan material erupsi Anak Krakatau runtuh ke lautan dan menyebabkan gelombang. Namun dia mengatakan. “Kemungkinannya kecil. Sehingga kita masih harus membuktikan apakah memang ada longsoran.” . Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/12/23/023904123/kepala-bmkg-tsunami-banten-dan-lampung-mirip-kejadian-di-palu

Kepala BMKG: Tsunami Banten dan Lampung Mirip Kejadian di Palu
.
Setelah sempat simpang siur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) adalah tsunami kecil.
.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari bahwa berdasarkan ciri gelombangnya, tsunami yang terjadi kali ini mirip dengan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah lalu.
.
“Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek,” katanya.
.
Seperti ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko, BMKG juga menduga bahwa tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,9 meter ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang pada Sabtu bererupsi hingga 4 kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB.
.
Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi. Menurut BMKG, gelombang yang menerjang bisa jadi lebih tinggi dari yang terdata sebab ada beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda yang punya morfologi teluk seperti di Palu.
.
Dwikorita mengatakan akan melakukan survei lapangan. “Besok pagi kami akan upayakan untuk mengumpulkan data lagi apakah benar itu longsor,” ungkapnya.
.
Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, Anak Krakatau memang telah bereupsi sejak 29 Juni 2018. erupsi terbesar pada Sabtu kemarin, gunung api tersebut melontarkan material hingga ketinggian 1.500 meter. Tipe letusannya sendiri strombolian.
.
Rudy mengatakan, memang ada kemungkinan material erupsi Anak Krakatau runtuh ke lautan dan menyebabkan gelombang. Namun dia mengatakan. “Kemungkinannya kecil. Sehingga kita masih harus membuktikan apakah memang ada longsoran.”
.
Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/12/23/023904123/kepala-bmkg-tsunami-banten-dan-lampung-mirip-kejadian-di-palu

Informasi yang beredar di media sosial (medsos) tentang adanya penampungan di Makassar, memperbolehkan mengadopsi anak pengungsi korban gempa bumi dan tsunami Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dipastikan adalah hoax. . “Jadi kami tegaskan kembali bahwa berita itu adalah bohong (hoax),” kata Pihak Sekolah Yayasan Akar Panrita Manakarra, Fitriana Basira ditemui di lokasi penampungan, Jumat (05/10/2018). . Kabar ini sempat merepotkan petugas atau relawan Penampungan pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di TK Akar Panrita Manakarra, Jl Poros Baruga Antang, tepatnya disamping Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Kecamatan Manggala, Makassar. . Pasalnya pasca beredarnya pesan berantai di media sosial, banyak orang berdatangan dan menelepon karena mau mengadopsi anak anak yang selamat dari musibah bencana gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami. . “Itu hoax pak, kami sudah brieafing bersama dengan pihak yayasan dan teman relawan. dan klarifikasi sudah kami sampaikan bahwa itu hoax dan tidak benar,” kata Akhmad Mushawir kepada Tribun. Ahmad mengaku dengan adanya pesan beredar masalah memperbolehkan adopsi itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Manggala untuk menindaklanjuti info beredar tersebut. Selain melaporkan, para relawan penampungan korban gempa dan tsunami juga langsung memasangi selebaran bertuliskan “Pengumuman Informasi Adopsi Hoax Semata” Selebaran kertas dipasang atau ditempel di tembok mulai dari pintu masuk sampai di pintu utama TK Akar Panrita Manakarra, Antang Makasssar. Ahmad menyampaikan korban gempa bumi dan tsunami Palu yang diungsikan di Yayasan Akar Panrita Manakarra Antang sebanyak 112 orang. Sebanyak 84 diantaranya adalah anak anak usia dua bulan sampai 15 tahun. . Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2018/10/05/termakan-info-hoax-adopsi-anak-ratusan-warga-datangi-penampungan-korban-gempa-di-antang

Informasi yang beredar di media sosial (medsos) tentang adanya penampungan di Makassar, memperbolehkan mengadopsi anak pengungsi korban gempa bumi dan tsunami Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dipastikan adalah hoax.
.
“Jadi kami tegaskan kembali bahwa berita itu adalah bohong (hoax),” kata Pihak Sekolah Yayasan Akar Panrita Manakarra, Fitriana Basira ditemui di lokasi penampungan, Jumat (05/10/2018).
.
Kabar ini sempat merepotkan petugas atau relawan Penampungan pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di TK Akar Panrita Manakarra, Jl Poros Baruga Antang, tepatnya disamping Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Kecamatan Manggala, Makassar.
.
Pasalnya pasca beredarnya pesan berantai di media sosial, banyak orang berdatangan dan menelepon karena mau mengadopsi anak anak yang selamat dari musibah bencana gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami.
.
“Itu hoax pak, kami sudah brieafing bersama dengan pihak yayasan dan teman relawan. dan klarifikasi sudah kami sampaikan bahwa itu hoax dan tidak benar,” kata Akhmad Mushawir kepada Tribun.

Ahmad mengaku dengan adanya pesan beredar masalah memperbolehkan adopsi itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Manggala untuk menindaklanjuti info beredar tersebut.

Selain melaporkan, para relawan penampungan korban gempa dan tsunami juga langsung memasangi selebaran bertuliskan “Pengumuman Informasi Adopsi Hoax Semata”

Selebaran kertas dipasang atau ditempel di tembok mulai dari pintu masuk sampai di pintu utama TK Akar Panrita Manakarra, Antang Makasssar.

Ahmad menyampaikan korban gempa bumi dan tsunami Palu yang diungsikan di Yayasan Akar Panrita Manakarra Antang sebanyak 112 orang. Sebanyak 84 diantaranya adalah anak anak usia dua bulan sampai 15 tahun.
.
Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2018/10/05/termakan-info-hoax-adopsi-anak-ratusan-warga-datangi-penampungan-korban-gempa-di-antang