Anak Krakatau Siaga, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Susulan . Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga akan potensi tsunami di Selat Sundasering peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi level III atau siaga. . “BMKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” demikian peringatan BMKG seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (27/12). . Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung mulai pukul 06.00 WIB pagi. . Sutopo mengatakan dari pengamatan Gunung Anak Krakatau hari ini pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung, tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan. . “PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat,” kata Sutopo. . PVMBG juga mencatat hingga kemarin Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan letusan berupa awan panas. Akibat hal ini pula, muncul hujan abu vulkanik yang tertiup angin ke arah barat daya dan sebagian ke timur, tepatnya ke Serang dan Cilegon pada Rabu (26/12). . Perihal abu vulkanik ini, Sutopo mengatakan tidak berbahaya. Hanya saja ia mengingatkan agar warga menggunakan masker dan kacamata jika ingin tetap berkegiatan di luar rumah. . “Ini tidak berbahaya. Abu vulkanik justru menyuburkan tanah,” ujar Sutopo. . Sumber : CNN Indonesia

Anak Krakatau Siaga, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Susulan
.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga akan potensi tsunami di Selat Sundasering peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi level III atau siaga.
.
“BMKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” demikian peringatan BMKG seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (27/12).
.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung mulai pukul 06.00 WIB pagi. .
Sutopo mengatakan dari pengamatan Gunung Anak Krakatau hari ini pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung, tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan.
.
“PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat,” kata Sutopo.
.
PVMBG juga mencatat hingga kemarin Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan letusan berupa awan panas. Akibat hal ini pula, muncul hujan abu vulkanik yang tertiup angin ke arah barat daya dan sebagian ke timur, tepatnya ke Serang dan Cilegon pada Rabu (26/12).
.
Perihal abu vulkanik ini, Sutopo mengatakan tidak berbahaya. Hanya saja ia mengingatkan agar warga menggunakan masker dan kacamata jika ingin tetap berkegiatan di luar rumah.
.
“Ini tidak berbahaya. Abu vulkanik justru menyuburkan tanah,” ujar Sutopo.
.
Sumber : CNN Indonesia

Status Gunung Anak Kraktau Dinaikkan Ke Siaga (Level III), radius berbahaya dinaikkan menjadi 5 KM. . Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda terus meningkat. Untuk itu, PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM telah menaikkkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Naiknya status Siaga (Level III) ini berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB. . Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya  berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Erupsi yang berlangsung fluktuatif. . Sejak 22/12/2018, diamati adanya letusan tipe Surtseyan yaitu alira lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar. Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan  berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit. . Saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas. Pada 26/12/2018 terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan. Awan panas ini yang mengakibatkan adanya hujan abu. Dominan angin mengarah ke baratdaya sehingga abu vulkanik menyebar ke baratdaya ke laut. Adanya beberapa lapisan angin pada ketinggiaan tertentu mengarah ke timur menyebabkan hujan abu vulkanik tipis jatuh di Kota Cilegon dan sebagian Serang pda 26/12/2018 sekitar pukul 17.15 WIB . Sumber : @sutopopurwo

Status Gunung Anak Kraktau Dinaikkan Ke Siaga (Level III), radius berbahaya dinaikkan menjadi 5 KM.
.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda terus meningkat. Untuk itu, PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM telah menaikkkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Naiknya status Siaga (Level III) ini berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB.
.
Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya  berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Erupsi yang berlangsung fluktuatif.
.
Sejak 22/12/2018, diamati adanya letusan tipe Surtseyan yaitu alira lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar. Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan  berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit.
.
Saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas. Pada 26/12/2018 terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan. Awan panas ini yang mengakibatkan adanya hujan abu. Dominan angin mengarah ke baratdaya sehingga abu vulkanik menyebar ke baratdaya ke laut. Adanya beberapa lapisan angin pada ketinggiaan tertentu mengarah ke timur menyebabkan hujan abu vulkanik tipis jatuh di Kota Cilegon dan sebagian Serang pda 26/12/2018 sekitar pukul 17.15 WIB
.
Sumber : @sutopopurwo

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian? . Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya. . Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah. . Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang. . “Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA. . Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia. . Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam. . Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak. . Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. . Sumber : liputan6.com

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian?
.
Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya.
.
Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah.
.
Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang.
.
“Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA.
.
Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia.
.
Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam.
.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak.
.
Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
.
Sumber : liputan6.com

Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit . Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Suhendar, menyebut longsor di Gunung Anak Krakatau terjadi di lereng bagian Barat Daya. Data tersebut berdasarkan pantauan dari citra satelit. “Berdasarkan citra satelit ada jejak longsor di bagian barat daya,” kata Rudi dalam program Breaking News di Metro TV, Jakarta, Minggu 23 Desember 2018. Rudi menjelaskan, longsor disebabkan lantaran lereng tak mampu menahan material yang dijatuhkan dari strombolian. Lereng tersebut terbentuk dari material gunung yang menumpuk dari letusan sejak Juni 2018 lalu. “Memang hampir setiap hari erupsi dan hasil material itu jatuh dan mengendap di lereng sehingga terjadi penumpukan. Jadi, lereng ini bersifat lepas (tidak stabil),” terang dia. Longsor diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur Gunung Krakatau beberapa waktu belakangan. Longsor inilah yang memicu terjadinya tsunami. “Material yang jatuh kemarin membuat lereng tidak stabil ditambah hujan lebat dan tremor yang mengakibatkan lereng makin longsor,” ungkapnya. Kendati begitu, Rudi dan timnya harus mendapatkan data langsung dari lapangan. Ia bakal mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mendapat data secara menyeluruh. . Sumber : www.medcom.com

Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit
.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Suhendar, menyebut longsor di Gunung Anak Krakatau terjadi di lereng bagian Barat Daya. Data tersebut berdasarkan pantauan dari citra satelit. “Berdasarkan citra satelit ada jejak longsor di bagian barat daya,” kata Rudi dalam program Breaking News di Metro TV, Jakarta, Minggu 23 Desember 2018.

Rudi menjelaskan, longsor disebabkan lantaran lereng tak mampu menahan material yang dijatuhkan dari strombolian. Lereng tersebut terbentuk dari material gunung yang menumpuk dari letusan sejak Juni 2018 lalu. “Memang hampir setiap hari erupsi dan hasil material itu jatuh dan mengendap di lereng sehingga terjadi penumpukan. Jadi, lereng ini bersifat lepas (tidak stabil),” terang dia.

Longsor diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur Gunung Krakatau beberapa waktu belakangan. Longsor inilah yang memicu terjadinya tsunami. “Material yang jatuh kemarin membuat lereng tidak stabil ditambah hujan lebat dan tremor yang mengakibatkan lereng makin longsor,” ungkapnya.
Kendati begitu, Rudi dan timnya harus mendapatkan data langsung dari lapangan. Ia bakal mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mendapat data secara menyeluruh. .
Sumber : www.medcom.com

Erupsi anak Gunung Krakatau yang terpantau dari Pantauan Udara oleh penerbangan susi air pada 23/12/2018. . Berdasarkan informasi kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Anak gunung krakatau hampir setiap hariterjadi erupsi mulai sejak juni 2018 hingga saat ini. . Radius 2 KM dari puncak kawah masuk dalam status waspada Level 2 dan jalur pelayaran selat sunda dalam status aman. . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Erupsi anak Gunung Krakatau yang terpantau dari Pantauan Udara oleh penerbangan susi air pada 23/12/2018.
.
Berdasarkan informasi kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Anak gunung krakatau hampir setiap hariterjadi erupsi mulai sejak juni 2018 hingga saat ini.
.
Radius 2 KM dari puncak kawah masuk dalam status waspada Level 2 dan jalur pelayaran selat sunda dalam status aman.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki. .. Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan. .. “Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018). .. Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung. . . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki.
..
Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan.
..
“Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018).
..
Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung.
.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki. .. Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan. .. “Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018). .. Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung. . . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kesedihan tengah melanda grup band Seventeen. Gempa disertai tsunami yang berlangsung Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB diketahui menelan korban jiwa, dua diantaranya ialah basis dan road manager, Bani serta Oki.
..
Hingga saat ini, Herman sang gitaris, Ani drummer, serta salah satu crew yakni Ujang, masih belum ditemui. Kesedihan bahkan semakian dirasakan oleh Ifan Seventeen sang vokalis, lantaran istri beserta beberapa anggota keluarganya, yang ikut menemaninya manggung, belum juga ditemukan.
..
“Istri Ifan juga belum ditemukan,” ucap Yulia Dian, perwakilan manager Seventeen saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (23/12/2018).
..
Hingga saat ini Yulia masih belum mengetahui apakah istri, adik kembar Ifan, beserta keluarga lainnya selamat. Pasalnya, ia juga tak bisa memastikan apakah saat itu semua anggota keluarga Ifan berada di lokasi acara gathering saat bencana berlangsung.
.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram